Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
kejutan malik


__ADS_3

huft


naya menghela nafas mendengar ucapan mertuanya. naya tau apa maksud dari perkataan ibunya ingin menyudutkan naya.


"saya tidak pernah ikut KB bu selama mas ryan merantau"


jawab naya


" ohhh kirain" jawab ibunya ryan.


naya hanya tersenyum membalas ucapan mertuanya.


tak lama makanan yang mereka pesan datang dan mereka ber empat menikmati makanannya. ryan sesekali bersikap manja pada naya.


sayang mau suapin. ucap ryan manja pada istrinya minta disuapi naya. naya pun hanya mengiyakan denga. senyuman.


"nih ahhh"


reflek mulut naya ikut mangap menyuapi suaminya.


ryan tersenyum senang istrinya pelan mau membuka pintu hatinya. lalu ryan pun ikut menyuapi istrinya yang di iyakan oleh istrinya. seperti dulu mereka berdua selalu saling menyuapkan nasi saat makan bersama dimanapun. bahkan kadang ryan menyuapi astri dan anaknya bersamaan.


ryan benar benar merinduka semua moment bersama istri dan anaknya. makan hampir selesai tiba tiba orang tua ryan bicara


"yan ibu bungkus buat yang dirumah ya nak"


ucap ibu ryan.


"ya bu minta aja sama abang warungnya buat dibungkus"


jawab ryan.


naya hanya terdiam saja karna sudah terbiasa melihat pemandangan sepeeti ini. setiap kali makan diluar ibu ryan selalu minta dibungkus untuk yang dirumah 5 bungkus untuk mas aris 3 kakak tertua suaminya beserta anak dan istrinya. 2 bungkus lagi untuk istri dan anaknya mas agung. ryan anak terakhir dari tiga bersaudara. sampai sirumah mertua naya selalu mengatakan yang bayar ryan anak kesayangannya mata punya uang buat bayar sinaya dia bisanya cuma shoping jajan sama gesek atm. hanya bisa menghabiskan uang suaminya. selalu itu yang naya dengar dari mertuanya kalau dirumah di belakang suaminya. walaupun ryan suami naya tau dia hanya diam saja. karna tau sifat ibunya. pernah suatu waktu ryan mengatakan untuk tidak mengusik naya tapi yang ryan dapat hanya tangisan ibunya yang terseduh seduh hingga ryan tak tega pada ibunya dan menyalahkan diri sendiri karna menyakiti hati ibunya. dan disalahkan oleh kakak kakaknya karna membuat ibunya menangis tak menghormati wanita yang telah melahirkannya.


dari situ ryan tidak pernah membantah perkataan ibunya dan selalu percaya pada ibu kandung yang telah melahirnya itu. dengan kepercayaan ryan pada ibunya yang selalu berbohong dan menyudutkan istrinya. membuat hati istrinya terluka. lama kelamaan cinta istrinya terkikis. setelah selesai makan ryan membayar tagihannya. "bentar ya sayang mas bayar dulu."


ucap ryan pada naya istrinya.


" iya mas."


jawab naya tersenyum.


lalu ryan bangkit ke kasir untuk membayar.


"kenapa bukan kamu yang bayar nay?? kamu kan sudah bekerja dipabrik lumayan lama."


tanya ibu ryan ketus tiba tiba saat ryan pergi kekasir. karna naya agung kakak ipar naya dan mertuanya masih duduk dilesehan tempat mereka menyuap nasi dan lalapan tadi.


naya hanya diam saja tidak menanggapi ucapan mertuanya.


"sudahlah bu biarkan saja lagian ryan baru pulang merantau uangnya pasti masih banyak bu. sudah pakai uang naya atau ryan sama saja bu yang pegang juga dia"


agung menimpali.


naya masi tetap bungkam. bukan apa apa naya hanya malas membalas ucapan ibu dan kakak iparnya itu karna nanti akan merembet kemana mana.


fokus naya sekarang hanya untuk memperbaiki hubungannya dengan suaminya.


kalau sikap suaminya masih sama naya terpaksa akan pulang kerumah orangnya


"sayang ayo"


ajak ryan setelah selesai membayar tagihan dikasir.


iya


jawab naya dengan senyumannya.


"bu ini ya yang dibungkus"


ucap ryan sebelum berlalu bersama istrinya.


"iya. makasih ya nak kamu memang yang terbaik deh anak ibu ini"


puji ibu ryan. sambil menerima kantok plastik berwarna putih pesanan ibunya yang tadi minta dibungkus.. lalu mereka sama sama berlalu setelah membayar parkir yang dibayar oleh ryan. mereka pulang kerumah masing masing.


sampai rumah naya turun duluan dari motor dan membuka pintu rumah. lalu mereka masuk dan mengunci pintu rumah dan berlalu menuju kamar. ryan mengunci pintu kamar. lalu mendekati istrinya.


"sayang aku kangen banget sama kamu". ucap ryan lalu memeluk naya.


naya pun membalas pelukan suaminya berusaha menyamankan dirinya bersama suaminya. naya hanya menggangguk anguk dipelukan suaminya. bingung mau bilang apa karna sebenarnya hatinya sudah beku.


sayang boleh ya mas buka puasa??


tanya ryan lagi.


naya bingung harus jawab apa. bagaimanapun juga ryan suami sahnya. dia berhak akan haknya sebagai suami. tapi naya benar benar sudah tidak bernafsu dengan suaminya. ingin menolak takut dosa.


akhirnya naya mengijinkan suaminya berbuka puasa.


setelah naya mengijinkan ryan langsung mencium bibir naya penuh dengan gairah karna setahun suaminya berpuasa dinegeri formosa. tak sekalipun ryan menyentuh wanita manapun diperantauan. ryan selalu ingat istrinya dan dia tidak berani berbuat maksiat. saat berada jauh dari istrinya.


naya menghentikan suaminya.


"mas sholat sunah dulu yuk"


ajak naya.


"lain kali saja ya sayang. mas sudah tidak tahan" ryan menolak ajakan naya.


" mas aku belum pasang KB"


ucapnya lagi.


"gak usah sayang. gak papa mas sudah tidak tahan".


ryan sengaja tidak membiarkan naya ikut KB agar naya hamil. dengan kehamilannya naya tidak akan bisa meninggalkannya. ryan tidak rela melepaskan naya dengan orang lain karna ryan sangat mencintai naya.


setelah selesai bergulat dengan istrinnya ryan berbaring diatas tempat tidur.


"terima kasih sayang."


ucap ryan mengecup kening naya


ryan memeluk naya sebelum tubuhnya berbaring disebelah naya. saat tubuh ryan sudah berada disamping naya. naya langsung bangun ingin bergegas kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. belum tubuh naya beranjak bangun ryan sudah langsung menahannya dengan memeluk naya.


"mau kemana sayang jangan pergi nay. mas masih kangen"


ucap ryan.


ryan tau naya ingin cepat membersihkan cairan yang tadi masuk agar terhindar dari kehamilan.


"i iya mas. aku cuma risih aja kok ingin cepat cepat dibersihkan aja"


kilah naya.


" nanti saja sayang mas ingin kangen kangenan sama kamu"

__ADS_1


ucap ryan masih dengan posisi memeluk naya.


akhirnya naya pun mengiyakan saja suaminya.


sayang??panggil ryan.


"ehmm" jawab naya.


besok kita ke jogja ya mengunjungi malik??


ajak ryan.


"iya mas" jawab naya.


mau berangkat jam berapa???


tanya naya semangat. kalau menyangkut anak laki lakinya naya pasti paling semangat empat lima.


" mungkin kita berangkat habis subuh sayang. mas ingin bikin kejutan ke malik sayang pasti malik senang melihatku pulang"


ucap ryan membayangkan betapa bahagianya anaknya melihat abinya pulang dan betapa bahagianya dirinya melihat anak laki lakinya menjadi anak yang sholeh.


" iya mas"


jawab naya pun ikut membayangkan kebahagiaan anak laki lakinya. membayangkan kebahagiaan anaknya membuat naya melupakan lukanya. hatinya yang beku perlahan mencair seperti es batu yang meleleh.


"ayo mandi bareng sayang mas kangen mandi bareng kamu"


ucap ryan manja.


"ayo


jawab naya semangat


lalu ryan menggendong naya ke kamar mandi. dan mandi bersama.


"alhamdulillah ya allah istriku sudah kembali seperti dulu. nay aku akan lebih berusaha lebih untuk membahagiakan mu sanyang"


batin ryan dalam hati


disudut kantor juna mendapatkan laporan bahwa suami naya pulang keindonesia dan sudah menjemput inayah pulang kerumahnya.


"malam ini mereka"


ucap bayu ragu untuk menjelaskannya ke juna.


malam ini mereka kenapa bay??


tanya juna penasaran


"ehm itu itu" jawab bayu ragu.


"katakan yang sebenarnya bay. aku tidak apa apa" juna memberitahu.


huft


bayu menghela nafas agar dapat melanjutkan kalimatnya.


"malam ini mungkin nyonya naya akan menghabiskan malam bersama tuan karna suami nyonya naya berencana akan membuat nyonya naya hamil agar nyonya tidak dapat meninggalkan suaminya tuan"


itu menurut infomasi yang saya dapatkan.


ucap bayu.


"ok terima kasih atas infonya assalamualaikum." lalu juna menutup ponselnya setelah mengucap salam.


"aku hanya bisa mendoakanmu semoga kamu bahagia nay"


tidak terasa air mata juna menetes jatuh membasahi foto naya.


"aku tidak bisa berbuat apa apa untukmu sayang. aku hanya bisa mendoakanmu nay".


lalu juna mengambil ponsel dan mengetik pesan untuk ryan suami naya.


"mas ryan tolong bahagiakan inayah. jangan lagi sakiti dia. kalau kamu menyakitinya lagi aku tidak segan segan menghabisimu karna membuat inayahku menangis".


lalu juna mengirikan pesannya ke nomer ryan.


selesai mandi ryan dan naya langsung tidur cepat karna besok pagi pagi akan berangkat ke jogja memberi kejutan untuk malik.


tiba tiba pesan masuk ke ponsel ryan


ting


ryan mengambil ponselnya.


setelah melihat ponsel dari juna ryan memastikan naya sudah tidur terlelap.


ryan sengaja meminta jatah sampai tiga kali agar naya cepat hamil. karna kelelahan naya akhirnya terlelap.


{mas ryan tolong bahagiakan inayah. jangan lagi sakiti dia. kalau kamu menyakitinya lagi aku tidak segan segak menghabisimu karna membuat inayahku menangis.}


isi pesan dari juna.


ryan pun membalas pesan dari juna


{aku akan lebih membahagiakan naya mas. aku bersumpah. bukan karna kamu tapi karna aku sangat mencintai istriku}


ting


satu balasan pesan dari ryan.


juna pun membuka pesan tersebut lalu membalasnya kembali.


{akan aku pegang sumpahmu}


lalu juna beranjak meninggalkan kantornya.


juna tidak langsung pulang kerumahnya melainkan kesebuah pantai yang sangat sepi.


disana juna duduk termenung dipinggiran pantai.


inayah


teriak juna sekencang kencangnya meluapkan emosinya.


"aku sangat mencintaimu nay kapan kamu akan memandangku aku sangat menyayangimu"


ucap juna masih dengan mode teriakan.


lalu ia pergi meninggalkan pantai tanpa sengaja teriakan juna terdengar dan terlihat oleh angel.


hahhh


"tu orang gila ya teriak teriak kenceng banget lagi. tapi cakep orangnya. kasian banget cakep cakep gitu diputusin ceweknya sampai nagis lagi tu cowok. ceweknya sinting apa gimana. sampai mengabaikan cowok seganteng itu. bener bener deh. gue juga mau. awas kamu ya akan aku tangkap kamu. namanya bukan angel kalau aku tidak bisa menaklukan kamu"


ucap engel berbicara sendiri.

__ADS_1


naya terbangun dari tidurnya kala mendengar ada yang memanggil namanya. ia melihat sekeliling hanya ryan suaminya yang ada disampingnya.


tidak ada orang lain


"kenapa ada yang memanggil. dan suaranya kenapa mirip kak juna. bukankah kak juna ada dijakarta. tapi seperti suara kak juna sedang menangis memanggilku"


guman naya dalam hati.


"mungkin hanya perasaanku saja"


gumamnya lagi.


lalu ia mencoba untuk menutup matanya agar terlelap kembali. tapi tidak bisa pikiran naya tertuju ke juna.


"apa kabar dengan kak juna sekarang ya. dia tidak pernah mengirim pesan padaku walau hanya sekedar menanyakan kabar"


gumam naya dalam hati.


lalu ia membuka ponselnya untuk mengirim pesan ke juna sekedar menanyakan kabarnya.


"tidak jadi deh. rasanya tidak pantas aku seorang istri mengirim pesan ke seorang pria bujangan" akhirnya naya pun meletakkan kembali ponselnya. "ayo tidur nay besok mau ke malik"


ucapnya menyemangati dirinya sendiri agar cepat terlelap.


keesokan paginya setelah sholat subuh berjamaah bersama ryan. naya siap siap untuk keberangkatannya ke jogja bersama suaminya naik sepeda motor.


sudah siap sayang??


tanya ryan pada naya saat selesai memakai helm.


" siap bos hehhehe"


jawab naya cengengesan.


ryan menstater motornya.


"pegangan sayang"


ucap ryan sambil meletakkan kedua tangan naya keperutnya.


hehhehe


naya hanya cengengesan.


motor melaju menyusuri kota kendal beribadat ke kota istimewah jogyakarta.


sepanjang perjalanan naya beecerita tentang teman temannya dipabrik kepada ryan. ryan pun bercerita pada naya tentang pengalamannya selama diamerika. naya tertawa kala ada yang lucu yang diceritakan suaminya pun sebaliknya dengan ryan akan tertawa kala naya menceritakan kekonyolannya dipabrik.


itu yang membuat ryan sangat bahagia bersama naya. naya selalu bisa bikin suaminya tertawa dengan kecerewetan dan kebawelan istrinya.


"nay semoga kamu hamil agar kamu tidak meninggalkanku nay. aku benar benar tidak ingin kehilanganmu aku sangat mencintaimu."


gumam ryan dalam hati tangan ryan yang satu memegang tangan naya yang melingkar diperutnya"


motor ryan melaju dengan kecepatan sedang sambil menikmati hembusan dingin angin pagi.


tangan naya melingkar diperut suaminya memeluk ryan. kepala naya bersandar dipunggung ryan walaupun tubuh suamianya tidak senyaman dulu. tapi naya tetap berusaha untuk menyamankannya


"sayang laper gak"


tanya ryan pada istrinya


"laper"


jawab naya


"pengen makan apa sayang?? "


tanya ryan pada naya


"makan apa ya enaknya??"


jawab naya sambil mikir.


"soto kali ya mas seger tu kayaknya ada kuahnya gitu"


naya memutuskan


"bentar ya sayang mas cari warung sotonya"


ucap ryan


naya hanya mengangguk anggukan kepalanya tanda setuju.


ryan masih tetap melajukan motornya sambil celingukan mencari warung makan.


setelah ryan melihat warung soto akhirnya memarmirkan motornya ditempat parkir


"ayo sayang masuk"


ajak ryan setelah melepas helmnya dan helm miliknaya.


"iya mas"


jawab naya


lalu mereka masuk kewarung soto


"kamu duduk dulu ya sayang"


ucap ryan.


iya


jawab naya lalu mencari tempat duduk yang kosong.


"mas soto dua ya"


ryan menesan soto untuknya dan istrinya lalu duduk disamping naya


"minum apa mas"


tanya mbak pelayan warung


"es teh mbak".


jawab naya


"teh anget aja sayang masih terlalu pagi kalo es sayang. teh anget aja ya"


bujuk ryan


"tapi pengen es teh mas"


naya merajuk


"masih dingin sayang teh anget aja ya"

__ADS_1


bujuk ryan penuh perhatian


__ADS_2