Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
nyinyiran mertua


__ADS_3

"tapi bu. dengarkan dulu bu."


bu Mina membujuk.


"saya tidak peduli."


Tata menanggapi. mengandeng lengan ibunya agar cepat melangkah menuju mobil.


sampai mobil tata dengan cepat membukakan pintu mobil untuk dirinya dan ibunya. Bagas langsung menjalankan mobilnya setelah memastikan ibu dan adiknya masuk dan menutup pintu mobil.


sampai ditengah jalan Tata mengoceh karna kesal dengan keluarga Elvi yang seenak jidat menjodohkan anaknya yang kurang waras.


"aku gemes deh bu bagaimana bisa itu orang tua menjodohkan anaknya yang seperti itu. bukannya mengobati anaknya dulu agar sembuh mala langsung main jodoh jodohan. dan apa itu tadi dia bilang kalau menikah kan suaminya yang merawat dan mengobati supaya sembuh jadi biar gak pusing keluarganya. mana ada yang seperti itu. yang ada semuanya kabur melihat modelan kayak gitu. heran aku sama orang tuanya itu."


Tata kesal.


"ibu juga kaget Ta. tiap kali ibu tanya orangnya seperti apa. apa bisa ibu bertemu dulu. mereka selalu mengelak Ta. ibu hanya disuruh datang melamar langsung. saat melihat ibu juga kaget. lihat bentuknya seperti itu. ya allah."


ibu Bagas nyebut.


Bagas hanya nyengir kuda mendengar ibunya frustasi.


"kamu kenapa mas. kok mala nyengir gitu. jangan bilang kamu kepelet sih Elvi."


Tata curiga.


"hahaha mana ada kepelet. mas tu cuma lucu aja Ta dengan nasib mas. mas juga gak nyangka dengan kejadian tadi. mimpi apa aku semalam sampai ketemu perempuan modelan kayak gitu. hihihi. ya allah."


Bagas cengengesan.


"maafin ibu ya Gas. gara gara ibu kamu jadi seperti ini nak."


ibu Bagas menyesal.


"bukan salah ibu kok bu. mungkin memang nasibnya Bagas sedang apes bu. jangan salahin diri sendiri ya bu."


Bagas menengakan ibunya agar tidak nenyalahkan diri sendiri.


"ibu masak tidak bu??Bagas lapar bu belum makan."


tanya Bagas.


"ibu tidak masak nak. kirain ibu bakalan berjalan lancar perjodohannya terus kita bisa makan disana. ternyata mala angel kabeh."


ibu Bagas cengengesan.


"ya sudah kalau begitu kita makan diluar saja. Bagas cari tempat makan ya bu."


akhirnya Gagas mencari tempat makan untuk mengisi perut.


"mas kalau aku cerita ke kak Naya pasti kak Naya bakalan ketawa kepingkal pingkal mas. mas tau sendiri kan kak Naya orangnya seperti apa."


Tata cekikikan membayangkan Naya tertawa saat diceritakan.


"ngawur kamu Ta masak mau diceritakan sama Naya. malu lah mas Ta."


Bagas kesal kalau aibnya sampai diceritakan ke orang lain apa lagi Naya.


"ya gak papa mas paling dia cuma kekikikan doang."


Tata masih. bersikeras ingin memberitahu temannya sambil cengengesan.


"kapan Naya janda ya Gas??"


celetuk ibu Bagas tiba tiba.


"astagfirullah hal adzim bu. nyebut."


ucap Tata dan Bagas bersamaan. Tata dan Bagas heran dengan perkataan ibunya yang ngawur itu.


"ibu tu ada ada saja. kak Naya sedang hamil bu. gak usah aneh aneh deh bu. lagian walaupun dia janda belum tentu mau sama mas Bagas. gimana sih bu."


Tata sewot.


"kan siapa tau ta. namanya orang. mau hamil mau apa kalau allah sudah berkehendak kita bisa apa Ta. kun faya kun."


ucap ibu Bagas tanpa dosa.


" ibuku sayang gini ya bu. misal ni bu. mas bagas baru dijodohin tu sama mbak Elvi. ibu juga tau sendiri kan mbak Elvi itu bentuknya kayak apa. terus mas Bagas yang tadinya nolak terus sekarang mau menerima mbak Elvi. atas kuasa allah kun faya kun. gimana perasaan ibu."


tanya Tata balik.


"ya gak mau lah masak Bagas nikah sama perempuan gak waras gigi tonggos lagi."


jawab ibu Bagas.


" itu kun faya kun loh bu."


ledek Tata.


"ogah."


jawab ibu Bagas cepat.


"nah ibu tau. jangan suka ngadi ngadi bu. biar kan mas Bagas dan kak Naya menjalani hidup mereka masing masing tanpa harus menyakiti satu sama lain. aku juga gak mau mas Bagas sakit hati terus kecewa terus karna cintanya tak pernah terbalaskan oleh kak Naya."


Tata memberitahu isi hatinya.


"iya ibu ngerti. maaf ya Gas ibu ngada ngada tadi tentang kamu dan Naya."


ucap ibu Bagas menyesal.


"ya gak papa bu. Bagas tau setiap ibu pengen yang terbaik untuk anaknya bu. jadi ibu tidak usah bersalah ya bu."


Bagas tersenyum.


ibu Bagas pun membalas senyuman anaknya.


"kita makan disini aja ya bu. Bagas sudah lapar banget."


ucap Bagas saat menemukan tempat makan dan memberhentikan mobilnya.


setelah mobil terparkir Tata Bagas dan ibunya pun keluar dari mobil dan masuk kedalam warung makan tersebut.


"duduk sini aja bu biar gak terlalu jauh."


pinta Tata pada ibunya. dan mereka duduk tidak jauh dari pintu masuk.


"bentar ya bu Bagas ambil menunya dulu. biar cepet."


ucap Bagas bangkit dari duduknya untuk mengambil buku menu dimeja kasir.


Bagas tidak sengaja melihat dompet seseorang jatuh ke bawah lantai dekat dengan meja kasir. seseorang yang menjatuhkan dompetnya sudah melangkah keluar.

__ADS_1


"mas mas maaf dompetnya jatuh."


Bagas mengejar sang pemilik dompet.


orang tersebut berhenti dan menoleh arah sumber suara.


"mas apakah ini dompet mu. tadi jatuh disitu."


Bagas memberitahu.


"bentar mas."


orang tersebut meraba raba kantong saku tempat dompet berada yang ternyata kosong tidak ada dompet yang singgah dikantongnya.


"ahh iya mas ternyata dompet saya."


ucap pemilik dompet.


"ini mas dompetnya lain kali hati hati."


Bagas menyerahkan dompet ke pemiliknya.


"terima kasih."


ucap orang tersebut.


"oh iya nama saya Fauzi. nama anda siapa??"


orang pemilik dompet memperkenalkan diri. menjabat tangan Bagas.


"saya Bagas."


Bagas membalas jabatan tangan Fauzi.


"boleh saya minta no whattsapp anda. lain kali saya ingin mengajak anda berbincang bincang. maaf untuk sekarang saya agak sibuk soalnya. maaf ya??"


ucap Fauzi sungkan.


"boleh. tidak masalah. ini nomernya."


jawab Bagas menyerahkan ponselnya untuk dicatat no nya."


setelah selesai Bagas pun memasukkan kembali ponselnya disaku kemejanya.


"terima mas bagas. sekali lagi terima kasih mengembalikan dompet saya."


ucap Fauzi.


"santai saja mas."


jawab Bagas.


mereka melanjutkan aktifitasnya. Fauzi masuk kemobil dan siap siap untuk pulang. dan Bagas masuk kembali ke tempat makan untuk mengisi perutnya.


"ada apa mas??"


tanya Tata penasaran nelihat kakaknya keluar.


"gak papa Ta. mas cuma tadi nemuin dompet jadi punya orang terus kembaliin kepemiliknya."


jelas Bagas.


"ohh. aku udah pesenin makanannya mas. nunggu mas Bagas kelamaan."


Tata memberitahu.


selesai makanan yang dipesan datang Tata Bagas dan ibunya langsung menyantap makanannya dengan lahap.


"mas bentar ya aku ketoilet dulu kebelet nih."


pamit Tata.


"bukannya tadi kamu sudah pipis dirumah bu Mina Ta."


tanya ibu heran.


"nanti deh bu aku ceritain. bentar ya. gak tahan nih."


ucap tata langsung berlalu menuju toilet.


"ada apa Gas??"


tanya ibunya bingung.


Bagas mengangkat bahunya tanda tidak tau.


"nanti saja bu tunggu Tata jelaskan ya."


Bagas menggenggam tangan ibunya agar lebih tenang. ibu Bagas hanya mengangguk mengiyakan.


Tata selesai dari toilet dan bergegas menuju kakak dan ibunya.


"itukan mertuanya kak Naya. makan kok sampai sini segala. apa gak kejauhan. mungkin dari bepergian darimana gitu kali ya. udah ahh bodo amet."


ucap Tata dalam hati.


saat mau melewati rombongan mertua Naya Tata mendengar pembicaraan mertuanya. akhirnya tata pun menguping pembicaraan para emak emak.


"masak si yu. mantumu kayak gitu. bukannya dia itu kalem ya.??"


tanya bu pami salah satu teman mertua Naya.


"yee yang kalem yang mencurigakan. masak anak ku berlayar dia nya hamil. terus yang hamilin siapa kalau bukan orang lain. kalau firasatku mengatakan sih yu yang hamilin yang sering berkunjung kerumahnya dan ibunya itu yu atau mungkin juga yang satunya lagi itu. yang membawanya ke rumah sakit.??"


ucap mertua Naya pasti.


"wahhh pinter juga dong itu sih Naya mantumu. cari selingkuhan ganteng ganteng. gak kalah ganteng dari anakmu yu."


jawab bu miati teman bu pami.


"yeee anak ku juga gak kalah ganteng kok dari selingkuhan mantu ku. cuma ya dia sering berlayar mungkin kesepian mangkanya cari mangsa."


ucap mertua Naya lagi.


"iya juga sih kok tega ya mantumu itu. suaminya digoyang ombak istrinya digoyang selingkuhan. miris yu nasib anakmu. kalau aku sudah aku suruh cerai itu anakmu itu."


bu yuni menimpali.


"astagfirullah."


ucap Tata dalam hati mengusap usap dadanya.


"ya gimana ya yu anakku susah dikasih tau. namanya juga cinta buta sama mantuku itu. ya pasti lah susah bilanginnya."

__ADS_1


mertua Naya memelas.


"nanti saya nasehati Naya dan ibunya yu. saya kan tetangganya. bikin malu aja. pantesan sih Naya tidak pernah keluar rumah. apa mungkin malu ya anaknya hamil anak orang lain. bikin gedek aku aja."


bu kasiah geram.


"jangan saya tidak enak yu. sampean sampai angkat suara. biar nanti saya saja yang menasehati Ryan anak saya. agar istrinya sadar."


mertua Naya masih memasang tampang memelas.


"ya sudah la ya ayo kita makan saja daripada bahas mantumu yang gak bener itu bikin gak enak makan saja."


ajak bu Pami.


akhirnya para rombongan mertua Naya pun menikmati hidangan yang dipesan.


Tata pun melanjutkan langkahnya ke tempat duduk kakak dan ibunya.


"lama sekali sih Ta. pipis di jakarta??"


tanya ibu Bagas.


"yee udah selesai daritadi bu. cuma tadi tidak sengaja Tata dengar nyinyiran mertua kak Naya. jadi nguping deh."


ucap Tata kesal.


"mertua Naya makan disini. dalam rangkah apa?? jangan ngadi ngadi deh ta."


Bagas tidak percaya.


"lihat tu disana. dilihat baik baik dengan mata kepala mas sendiri kalau gak percaya. kalau masih belum percaya samperin aja tu. yang duduk dipojokan itu."


Tata menunjuk ke arah rombongan mertua Naya.


mata Bagas membulat sempurna melihat mertua Naya bercanda gurau. ibu Bagas pun ikut memperhatikan.


"iya bener kamu Ta. kok sampai disini kan agak jauh ta??"


tanya Bagas.


"mana kutau mas. mereka sampai disini. orang aku gak nanya."


jawab Tata sewot.


"gak usah sewot juga kali ta."


ucap bagas.


"mertua Naya yang mana Gas??"


tanya ibu Bagas penasaran memandangi rombongan mertua Naya.


"udah deh bu gak usah kepo."


jawab Tata.


"terus tadi kamu nguping apa Ta??"


tanya Bagas.


"mas tau tidak tadi ibu ibu itu lagi gosipin kak Naya hamil anakmu atau mas Juna. kata mereka mas dan mas Juna selingkuhan kak Naya. terus ibu ibu itu nyusuh suaminya kak Naya memceraikan kak Naya. gimana gak gedek coba."


tata menjelaskan.


"apaaa."


Bagas dan ibunya syok mendengar penjelasan Tata.


"aku gemes banget deh. kok ada ya mertua kayak gitu. jelas jelas anaknya pulang genjot terus sampai kak Naya hamil. saat giliran hamil gak diakui. aku juga pernah denger mas waktu kak Naya hamil Malik katanya juga kayak gitu. kak Naya pernah cerita. gak diakui anak dan cucunya. dikira selingkuh. sekarang yang kak Naya takutin terulang lagi."


Tata menceritakan.


Bagas dan ibunya syok kembali.


"kasian sekali nasibnya sih Naya itu Gas. dapet mertua kayak gitu. berarti ada kesempatan untuk ngejar Naya Gas."


celetuk ibu Bagas tanpa dosa.


"husss ibu. jangan bilang kayak gitu bu. sama saja kita mendoakan Naya berpisah dengan suaminya bu."


Bagas menasehati ibunya.


"ya abis gimana Gas mertuanya modelan kayak gitu. apa gak lama lama anaknya bakalan berpisah juga kalau mertuanya suka menfitnah."


ibu Bagas tidak mau disalahkan.


"ya kita doakan saja bu semoga Naya dapat melewati ujian ini bu."


Bagas memberitahu ibunya. walapun didalam hati yang paling dalam masih mengharapkan Naya.


"sudahlah bu biarkan saja. ayo kita pulang bu udah malem. aku capek ingin istirahat."


Tata menyudahinya.


"ya sudah ayo."


ajak ibu Bagas.


akhirnya Bagas Tata dan ibunya keluar dari tempat makan tersebut setelah membayar dikasir.


dan melajukan mobilnya menuju kerumah.


"Ta apa kamu akan memberitahu Naya soal kejadian tadi??"


tanya Bagas ditengah perjalanan.


"gak tau mas. aku juga bingung. dikasih tau kasian kak Naya pasti sedih denger ceritanya. gak dikasih tau juga gedek sama mertuanya."


Tata galau.


"gak usah aja kali ya mas. gak tega aku."


Tata minta pendapat.


"terserah kamu saja Ta. sebenarnya dikasih tau gak dikasih tau sama saja. pasti Naya akan tau dengan sendirinya. apa lagi mertuanya menyebarkannya ke tetangga. pasti akan cepat tau Ta. tugas mu kamu menenangkan Naya agar tidak berlarut larut sedihnya."


Bagas memberitahu.


"iya mas insyallah. apa kita nyuruh kak Naya masuk kerja lagi aja ya mas. mas bilang ke mas Juna. pasti dia mau mengerti mas. apa lagi mas nyeritain tentang kejadian tadi. pasti mas Juna bakalan ngebolehin kak Naya masuk."


Tata memberi saran.


"kalau mas nyeritain tentang kejadian tadi ke Juna yang ada Juna akan membakar hidup hidup orang kampung mertua Naya Ta. kecuali Naya bisa mengatasi Juna mungkin hanya sedikit pelajaran yang akan diterima rombongan mertua

__ADS_1


Naya. kamu tau sendiri kan Juna orang kejam. kamu tidak ingat dulu waktu kamu hampir diperkosa dan ketahuan Juna. Juna tidak segan segan langsung membunuh orang yang memperkosamu. kamu masih ingat tidak??"


tanya Bagas mengingatkan.


__ADS_2