
assalakualaikum bu.
ucap ryan setelah sampai rumah ibunya.
rumah ryan ibu dan mertuanya tidak terlalu jauh hanya beda dukuh saja jadi gampang dijangkau.
"kamu kenapa lagi nak. kamu mau marah marah lagi sama ibu??"
tanya ibu ryan ketus.
"gak dijawab salamku bu. dosa"
ryan menasehati ibunya.
"waalaikum salam"
jawab ibu ryan ketus
"aku gak marah marah bu. aku cuma mau tau siapa yang benar bu siapa yang salah bu. hanya itu kok bu" jawab ryan memelas
"terus kamu kesini mau apa lagi. kalau kamu gak percaya sama ibu. mending gak usah kesini. urus itu istri kesayangan kamu."
ucap ibu ryan kesal.
"naya gak salah bu. dia tidak pernah selingkuh kok bu. naya kan gadis baik baik bu. ibu tau itu kan."
jawab ryan membela naya.
"gadis baik baik kok selingkuh. mana ada orang baik baik selingkuh." ucap ibu ryan meremehkan
huft
"aku gak tau harus gimana lagi bu."
gumam ryan dalam hati
ryan melamun dirumah ibunya. ingin pulang tapi masih marah dengan istrinya. dirumah ibunya malas berdebat.
"ryan kamu ceraikan saja naya ibu akan carikan kamu wanita lain yang kebih baik dari naya. naya sudah berani selingkuh dari kamu nak. ibu tidak rela kamu dikhianati."
ucap ibu ryan terisak.
sebenarnya ibu ryan tidak suka dengan naya yang hanya lulusan sma bersanding dengan anaknya yang lulusan playaran. ibunya tidak bisa apa apa karna anaknya ingin menikahi naya yang dari keluarga biasa biasa saja. ibu ryan selalu mengusik rumah tangga anaknya dan melakukan berbagai cara agar anaknya bisa berpisah dengan naya.
tapi sayang anaknya ryan begitu sangat mencintai dan menyayangi istrinya naya. jadi ibunya selalu gagal memisahkan mereka.
"sudahlah bu biarkan ryan menyelesaikan rumah tangga ryan ya bu"
ucap ryan masih dengan nada lembut. takut menyinggung perasaan ibunya dan berakhir dengan tangisan.
"ya sudah terserah kamu saja. yang penting ibu sudah kasih tau kamu ryan"
jawab ibu ryan masih dalam mode isakan.
"iya bu"ucap ryan lemas.
ibu ryan mengusap air matanya dan berlalu keluar saat mendengar suara tukang sayur
"ibu mau kemana bu"
tanya ryan masih dengan nada lembut melihat kaki ibunya melangkah keluar.
"kamu tidak dengar mas tohir lewat. itu artinya ibu mau beli sayur." jawab ibu masih dengan nada ketus
"ada uangnya tidak bu. kalau tidak ada ini ryan kasih uang buat beli sayur dimas tohir."
ucap ryan sambil menyodorkan uang seratus ribu ke ibunya.
ibunya pun mengambil uang dari tangan anaknya buat beli sayuran dan berlalu menghampiri tukang sayur.
huft ryan menghela nafas kasar. akhirnya ryan pun berlalu meninggalkan rumah ibunya mencari udara segar untuk menjernihkan pikirannya.
"bu ryan pamit ya"
pamit ryan mencium tangan ibunya.
"mau kemana. gak mau makan disini saja yan." ibu ryan menawarkan.
"ryan sudah makan kok bu tadi dirumah. kesini cuma nengokin ibu aja. ini ryan mau pulang bu kasian naya dirumah sendirian" jawab ryan masih dengan nada lembut.
"palingan lagi selingkuh ditinggal kamu"
ucap ibu ryan mengejek
ryan pun tidak menghiraukan ucapan ibunya dan berlalu dengan motornya.
"siapa yang selingkuh bu"
tanya bu ida pada ibu ryan
"siapa lagi kalau bukan mantu kesayangan aku itu." jawab ibu ryan dengan nada ketus
"sepertinya naya anak baik baik kok bu masak selingkuh bu."
bu mirna menimpali
"baik kok selingkuh. baik dari mananya"
jawab ibu ryan
"jangan ngarang bu naya kan anak baik baik bu dia tidak pernah neko neko jangan main fitnah kasian bu itu kan menantu ibu sendiri bu gak baik" ucap mas tohir tukang sayur menasehati.
__ADS_1
"kamu tuh tau apa soal mantu kesayangan ku itu. jangan sok tau. aku yang lebih tau"
jawab ibu ryan.
"ya sudah kalau memang ibu tidak mau dikasih tau. yang penting yang saya lihat naya itu orang yang baik bu"
ucap mas tohir.
"orang baik baik kok selingkuh. mana ada . hehhh" jawab ibu ryan sewot.
"emang ibu punya buktinya kalau istri ryan itu selingkuh. ibu kan gak pernah keluar jauh bu. cuma ngerumpiin mantu ibu itu ke tetangga."
ibu ida menimpali.
"ya kan banyak yang lihat. aku juga tau kok kalau naya selingkuh banyak yang lapor padaku. kalau naya itu gak jarang masuk kerja. dia selalu bertemu dengan pacarnya. kerja dipabrik itu hanya alasan saja. biar bisa bertemu sama pacarnya. ditambah lagi suka ngabisin uang anakku. maklum dia kan sering ditinggal marantau anakku ryan pasti kesepian lah. dan anakku yang bodoh itu percaya aja kalau istrinya anak baik baik. tau ah ngomong sama orang yang selevel itu susah mengerti. ini mas udah ini aja malas belanja."
ucap ibu ryan meremehkan.
setelah selesai belanja ibu ryan berlalu masuk kerumahnya.
"astagfirrullah ada ya mertua suka nyinyir gitu sama mantunya. kalau memang tidak suka kenapa dinikahkan kan kasian rumah tangga anaknya. terganggu terus. untung anakku masih smp. semoga nanti kalau nikah tidak dapat mertua yang seperti itu."
ucap mas tohir gemes dengan kelakuan ibu ryan.
" iya iya mertua kok suka nyinyirin mantu. gak kasian apa kalau rumah tangga anaknya hancur karna ulahnya. untung dulu anakku nolak diajak pacaran sama sih ryan. kalau jadi dan nikah bisa darah tinggi terus aku besanan sama tu orang." bu mirna menimpali
"tapi masak sih naya selingkuh bu mirna. sepertinya naya anak yang baik kok bu."
ucap bu ida.
"bu ida jangan percaya omongan ibu jumiah. bu jumiah ibunya ryan memang seperti itu dari dulu. yang dia omongin cuma naya istrinya ryan. mana berani dia ngomongin istrinya agung atau kakaknya yang tua itu. naya kan kalau diomingin cuma diam saja tidak tidak seperti istinya agung dan kakanya kalau denger omongan yang tidak enak dikit langsung ngelabrak mertuanya."
mas tohir menjelaskan.
"oya pantesan. si bu jum tidak berani nyinggung mantunya yang lain. kalau disinggung langsung ngamuk ternyata. kenapa naya gak berani seperti kakak kakak iparnya yang lain. seharusnya ikut ngamuk aja biar tau rasa mertuanya. jadi mertua kok suka sing song."
ucap bu ida.
"udah ah mas ghibahin orang kan jadinya. berapa ini semua mas. mau masak." ucap bu ida
"wkwkwkwkwk namanya juga orang bu. itu pelajaran buat kita nantinya jangan jadi mertua tukang nyinyir hehehe. 50rb semua nya bu ida"
mas tohir menasrhati.
"iya mas. ini uangnya makasih mas tohir. monggo bu mirna permisi dulu"
ucap bu ida. berlalu setelah menyerahkan uang sayur.
" iya bu ida monggo monggo."
jawab bu mirna pada bu ida yang sudah selesai belanja.
" iya sih mas kalau dipikir pikir itu pelajaran buat kita. jangan sampai anak kita jadi target nyinyiran mertua dan kita sebagai mertua jangan sampai nyinyirin mantu biarkan saja mantu kita melakukan apa saja. yang penting tidaj selingkuh atau menghianati anak kita mas. sudah ya mas aku juga mau masak. ini semua berapa.
"70rb bu mirna ikannya naik dikit bu maklum lagi langkah ikan." ucap mas tohir.
"iya gak papa mas. yang penting bisa makan ikan. ini uangnya pas ya." jawab bu mirna kemudian berlalu setelah membayar uang belanja.
mas tohir tukang sayur pun kembali berkeliling ke kampung kampung untuk menjajah dagangannya.
ryan tidak kembali kerumah melainkan pergi kepantai untuk menenangkan pikirannya.
ryan termenung mengingat semua kejadian yang terjadi padanya selama berumah tangga dengan naya.
ryan dan naya tidak pernah bertengkar untuk masalah ekonomi. yang selalu jadi bahan pertengkaran mereka berdua hanya orang tuanya sendiri.
"apakah aku harus berpisah dengan naya. tapi aku tidak sanggup. aku sangat mencintainya. aku menyayanginya. bagaimana bisa aku berpisah dengannya. terus bagaimana dengan malik. aku tidak bisa membayangkan semuanya. aku tidak kalau tanpa kalian berdua. kalianlah semangatku. " gumam ryan menitikkan air matanya.
ia membayangkan hidup tanpa anak dan istrinya. tanpa canda tawa mereka.
setelah ryan memikirkan semuanya dan hatinya tenang. ryan pun beranjak dan pulang kerumah. sampai dirumah ryan mendapati istinya ketiduran diruang tivi. ia mengusap kepala istrinya dengan lembut. mengecup keningnya.
naya terbangun dengan kecupan suaminya.
"mas sudah pulang. mas dari mana saja. aku nungguin sampe ketiduran."
ucap naya dengan suara khas bangun tidur.
"mas cuma dari ibu aja kok sayang. maaf ya mas kelamaan ya dirumah ibu sampai kamu ketiduran. pindah kamar gi lanjut tidur. nanti sakit badannya kalau kamu tidur disini."
jawab ryan mengusap kepala istrinya menyuruh pinda ke kamar.
naya pun bangkit dari kursi dan duduk.
"iya gak papa mas. cuma ketiduran aja kok. mas udah makan belum. mau makan lagi.???"
tanya naya.
"mau makan kamu boleh sayang. mas lapar pengen makan kamu. jawab ryan dengan mata genit.
"emang aku makanan mau dimakan. ada ada aja sih kamu mas."
ucap naya manja
"ya kan kamu istriku sayang gak papa dong kalau aku makan kamu."
ryan menaik turunkan alisnya
"kamu tuh ya. ayo??"
nayapun menuruti ke inginan suaminya.
__ADS_1
naya dan ryan melangkahkan kaki ke dalam kamar untuk memenuhi keinginan suaminya.
selesai memenuhi permintaan suaminya. naya dilarang langsung mandi oleh suaminya dengan alasan ingin manja manjaan dengannya. naya pun menuruti keinginan suaminya.
"mas ryan nanti malam aku berangkat kerja ya mas?? gak enak harus libur terus. walaupun tata nyuruh aku untuk mengurus mas karna memar keributan tadi malam. tapi mas masih bisa genjot aku. berangkat kerja gak papa ya mas."
naya meminta ijin suaminya sambil menonyol nonyol manja dada suaminya.
"hehehe. ini ceritanya kamu lagi ngrayu mas ni."
jawab ryan membelai rambut naya manja.
"ya enggak ngrayu lah mas. aku tuh takut dosa kalau nolak suami gimana sih. kalau masalah kerja aku gak enak libur terus apa lagi aku masih kontrak pertama. takutnya nanti aku gak bisa diperpanjang kontraknya mas. nanti aku nganggur lagi dong."
ucap naya masih betah memainkan dada suaminya.
"nganggur ya gak papa dong sayang. biar mas yang cari nafkah untukmu dan malik. sudah kewajiban mas sebagai suami dan ayah sayang. jadi gak masalah kalau kamu nganggur. kecuali mas tidak bisa mencukupi kamu baru kalau mau bantu mas sayang. mas juga gak ingin kamu capek sayang."
jawab ryan memberikan pehatian istrinya.
"iya kan aku cuma mau cari aktifitas aja mas. daripada aku bingung mau melakukan aktifitas apa saat mas merantau. malik juga tinggal dipesantren aku sendirian celingukan kayak orang gila. ya mas biarkan aku kerja mas. kecuali kalau mas dirumah mungkin aku mau duduk manis dirumah." naya masih membujuk suaminya.
" lah ini mas dirumah kan sayang tapi kamu masih aja mau berangkat kerja. jadi mas dianggurin dong" ryan mencubit hidung pesek naya.
"ya kan mas ryan dirumah cuma sebentar doang kalau aku berhenti kerja selama mas dirumah terus pas mas berangkat berlayar lagi aku mau masuk kerja kan gak enak mas. sama tata masak sekarang berhenti terus nanti saat mas berangkat aku masuk lagi. iya tata dan bagas bakal nrima aku. terus nanti yang lain gimana pasti mikir macem macem. malas lah akunya mas. biarkan aku kerja ya mas." ucap naya masih manis manja suaminya.
huft
ryan menarik nafas.
"iya dehh tapi yang antar jemput kamu mas ya sayang??" akhirnya ryan menuruti keinginan istrinya yang masih ingin bekerja.
walaupun sebenarnya berat mengijinkan istrinya bekerja. tapi mau bagaimana lagi istrinya sungkan nganggur. apa lagi kalau ditinggal merantau. naya selalu menyibukan diri dengan bekerja. kerja apapun ia terima yang penting halal. itu kata istrinya tercinta.
"yesss mas memang suamiku"
ucap naya mengecup pipi suaminya.
"tu kan nyetrum jadi mau lagi deh."
ryan genit
"itumah akal akalan kamu mas."
naya mencubit perut suaminya manja
"lagi ya sayang kasian nih tegang lagi"
ucap ryan memelas
"mau dhuhur mas"
alasan naya
"bentar aja sayang mas akan cepat ya ya "
ryan masih memelas
"ya udah deh. gak usah pake tampang kayak gitu lah mas ksn jadi kasian hehehe"
naya cengengesan.
akhirnya pun mereka berdua bergulat kembali.
selesai bergulat naya dan ryan mandi bersama dan menunaikan sholat dhuhur. karna sudah selesai adzan dhuhur.
selesai sholat naya memasak untuk makan siang.
ryan menonton televisi sambil menunggu masakan istrinya selesai.
tak lama masakan istrinya siap dinikmati
"mas ayo makan udah mateng nih"
ucap naya mengajak makan siang bersama.
"masak apa sayang"
tanya ryan menghampiri istrinya dimeja makan
"masak sop tempe goreng dan sambel mas. gsk papa ya yang ada dikulkas cuma itu doang aku belum belanja soalnya."
jawab naya.
"iya sayang gak papa yang penting masakan istri. apapaun pasti enak kalau yang masak istri"
ucap ryan memeluk naya dari belakang.
ryan tipe suami tidak pemilih. apapun masakan istrinya ia makan.
"ayo duduk mas"
ajak naya.
ryan pun duduk
"sepiring berdua ya sayang mas kangen."
ucap ryan
"iya mas"
__ADS_1
jawab naya lalu mengambilkan nasi dan lauk dalam satu piring berdua.