
"Nay mas bisa jelasin tolong dengerin mas dulu ya??"
Ryan meyakinkan
"mas Ryan yang terhormat dengerin ya?? aku gak peduli dan gak mau peduli denganmu"
jawab Naya tegas ia melanjutkan kakinya melangkah yang sempat terhenti
Ella melongo dengan ketegasan Naya
"sejak kapan Naya tegas begitu, biasanya dia gak enakan, gak tegaan, manja"
gumam Ella dalam hati
"Nay??"
panggil Ryan mengejar Naya
Naya tidak menghiraukannya ia masih tetap melangkah keluar mall hingga Ryan terpaksa menggunakan cara ektrim dengan memegang pergelangan Naya dengan erat Naya meronta berusaha melepaskannya
"lepas mas"
pinta Naya masih meronta
bruakkk
tiba tiba Ryan jatuh karna tendangan Stela yang terlalu keras
Ryan terjatuh dan mengaduh kesakitan
Naya yang hampir lemas karna genggaman Ryan pun melongo dengan tingkah Stela
"aduhhh sakit"
keluh Ryan memegang perutnya yang ditendang Stela
"gemes aku liatin doang dari tadi, kalau udah bilang lepasin ya lepasin, kamu tuli?? hahh??"
ucap Stela menendang perut Ryan yang masih terkapar dilantai dan jadi pusat perhatian pengunjung tapi Stela tidak peduli dia jadi tontonan
"gila kamu ya, hentikan, mas Ryan kesakitan"
Ella mencoba menghentikan
tapi mala decekik lehernya sama Stela
"dan kamu ulet keket denger ya jangan ganggu mbak Naya lagi"
ucap Stela memperingati
Ella masih meronta berusaha lepas dari cekikan Stela
"Stela sudah lepaskan ya kasian dia"
Naya membujuk tapi Stela tidak peduli
"kamu perempuan gila, lepasin gak, kamu gak usah ikut campur urusan aku dan Naya, urus saja urusanmu sendiri, aku gak akan biarkan Naya bersatu dengan kak Juna, aku gak rela"
ucap Ella sambil meronta
Naya terkejut dengan pengakuan Ella tapi ia masih mengasihaninya
"Stel nanti dia mati, aku gak mau kamu dipenjara, aku gak mau kehilanganmu Stel"
Naya masih membujuk
"aku cuma mau kak Juna, kamu siapa berani menghalangi, jangan ikut campur, aku mau dia pergi dari kehidupan jak Juna apapun caranya"
lanjut Ella lagi
Naya semakin terkejut
"secinta itukah dia dengannya"
gumam Naya menatap iba Ella yang masih tercekik lehernya dengan tangan Stela
Stela pun melepaskan tangannya dari leher Ella dan menjatuhkannya kelantai tidak lupa ia menendang Ryan hingga tidak sadarkan diri
Naya panik melihat Ryan sudah tidak bergerak lagi dan Ella kesakitan dan terbatuk batuk akibat cekikkan Stela
"kamu gak usah khawatir mbak dia gak mati cuma pingsan dan perempuan ini masih hidup"
Stela memberitahu karna melihat kepanikan Naya
"kamu mau tau siapa aku?? hahh??"
tanya Stela memengang dagu Ella seperti preman sedang mengontrol mangsanya
"aku adalah adik mas Juna dan sengaja menemani mbak Naya yang terus merengek ingin bertemu denganmu yang kamu manfaatin kepolosannya mas Juna terpaksa mengijinkannya bertemu denganmu, aku tau kamu mantan pacar mas Juna dan sampai sekarang masih mengejarnya dan menggunakan segala cara untuk mendapatkannya kembali termasuk bersekongkol dengan mantan suami mbak Naya"
Stela memberitahu
Ella terkejut sejak tadi memasang wajah juteknya ke Stela ternyata ia adiknya Juna yang ia incar
"maafkan aku Stela aku gak sengaja, aku cuma mau jadi istri masmu saja kok, aku bisa jadi kakak iparmu yang baik"
Ella bernada lembut pada Stela
"aku gak mau dan gak sudi punya kakak ipar sepertimu"
ucap Stela langsung pergi kemobil menarik tangan Naya yang masih syok ditempat
Naya masih terdiam sampai didalam mobil mencerna semua yang ia lihat dan dengar
"jalan pak"
perintah Stela pada sang supir
**
disudut kantor Juna was was dengan Naya dan Stela setelah adiknya memberitahu apa rencana mantan suami tunangannya ia belum mendapat kabar kembali dari adiknya
bahkan Juna sudah mengirim pesan dan mencoba menghubungi keduanya tapi tidak ada satu pun yang mengangkatnya
sampai Juna tidak fokus bekerja dan uring uringan tidak jelas
tok tok
pintu ruangan Juna diketuk dari luar
"masuk"
perintah Juna dan pintu pun dibuka
"mas ini jadikan jadwal besok ke London?? aku udah suruh orang untuk nyiapin jet nya"
Rangga memberitahu
"nanti saja aku masih lagi males"
jawab Juna
"PMS??"
tanya Rangga cengengesan
"emang aku perempuan datang bulan segala"
prptes Juna kesal
"ya abisnya dari tadi gak jelas banget ada masalah mas??"
tanya Rangga penasaran
"Stela dan Naya gak ada kabar, dari tadi aku sms aku telpon gak ada yang ngangkat atau bales sms aku"
curhat Juna
"mungkin batrenya habis kali mas"
__ADS_1
jawab Rangga
"gak mungkin firasatku gak enak, aku takut Naya kenapa napa karna dia lagi janjian sama Ella"
Juna memberitahu
"jangan su'udzon dulu lah berdoa saja semoga mantan pacarmu itu gak aneh aneh, katamu kan mereka berteman sejak dipesantren??"
ucap Rangga
"ya tapi dia juga orang yang gak baik, aku cuma khawatir saja, semoga mereka baik baik saja"
harapan Juna
**
"mas ini kita udah muter muter ketemu WO loh masak masih belum ada yang cocok sih?? emang kamu mau cari yang bagaimana??"
tanya Intan penasaran
"ya cari yang cocok lah Tan, mas mau yang terbaik untuk kita"
Bagas memberitahu
mereka sedang mencari WO untuk acara pernikahan mereka berdua
"aku hanya ingin yang sederhana saja mas gak papa yang penting sah"
ungkap Intan tidak menuntut apapun dari calon suaminya tersebut
"mas tau kamu gak ingin aneh aneh tapi mas yang menginginkannya sayang, mas ingin ada moment dan kenangan indah itu supaya nanti kalau kita punya anak ada yang akan kita ceritakan ke anak anak kita"
Bagas memberitahu
"ya allah mas, memeleh aku dibuatmu"
manja Intan
Bagas hanya tersenyum menoleh sekilas lalu fokus menyetir kembali
"ya sudah deh aku nurut aja"
akhirnya Intan menyetujuinya
"nah gitu dong"
jawab Bagas mencubit hidup Intan
**
Stela hanya ikut diam memerhatikan Naya yang terdiam saja ia tau Naya masih terkejut dengan apa yang ia lihat
"apa mbak butuh penjelasan mbak??"
tanya Stela
Naya hanya menoleh
"kalau mbak sudah tenang aku akan jelaskan"
lanjut Stela
"sepertinya kamu sudah menjelaskannya tadi apa rencana mereka, yang aku butuhkan penjelasan dari kak Juna dan masalah kamu jago bela diri, kok aku gak pernah tau ya??"
ucap Naya heran
" gak nyambung banget sih kamu mbak"
protes Stela
"hihihi abis dari pada aku pusing mikirin kejadian tadi lebih tertarik kamu Stel"
jawab Naya cekikikan
"apa yang kamu tertarikin dari aku mbak??"
tanya Stela
Naya tertawa diakhir kalimatnya
"bahasamu itu ya mbak bikin aku pusing"
jawab Stela ikut tertawa
"kampungku banyak yang unik"
Naya menimpali
"kamu sering les silat atau taekwondo gitu Stel??"
tanya Naya sampai memiringkan kepalanya kearah Stela
"gak usah segitunya kali kepalanya mbak kalau sampai kecengklak aku bisa diomelin masku"
ledek Stela cekikikan yang diikuti Naya
"aku kepo"
ucap Naya
"dari kecil aku harus mengikuti les ini itu termasuk bela diri mbak sama seperti mas Juna juga makanya aku pinter beladiri"
Stela memberitahu
"wahh capek juga lah Stel dari kecil harus mengikuti yang begituan emang ya orang kaya harus serba bisa sama persis yang aku baca dinovel dan komik juga, aku waktu kecil main sesuka hati kadang sampai dikejar kejar sama ibu sangking nakalnya aku hihihi"
ungkap Naya cekikikan teringat masa kecilnya yang nakal
"enak ya hidup bebas kayak mbak Naya, bebas kemana mana"
celetuk Stela
"maksudnya??"
tanya Naya bingung
"enak bisa main kemana mana bisa bergerak bebas lah aku hidupku dari kecil belajar mulu baru kuliah aku bisa menghirup udara bebas mbak baru merasakan yang namanya pacaran kadang aku ngiri sama yang lain pada bebas gitu"
curhat Stela
"hidup emang enak sawang sinawang Stel kamu mandang kami yang dibawahmu enak bisa bebas tapi kami yang dibawahmu mandang kamu kelas atas enak banyak uang bisa bebas kemana aja beli apa aja gak usah mikir masa depan gimana hidup mewah gak usah capek banting tulang"
Naya memberitahu
"iya juga ya mbak, tapi menurutmu enakan mana??"
tanya Stela penasaran
"enak semua yang penting bersyukur, syukuri apa yang ada hidup adalah anugrah kita jalani hidup ini melakukan yang terbaik hahhaha"
Naya mala menyanyi
"jangan menyerah jangan menyerah jangan menyerah ahhaha ya allah aku ikitan stres mbak lama lama bersama kamu"
Stela melanjutkannya
"tapi asik kan?? yang penting happy"
jawab Naya tertawa
tidak lama mobil Naya sampai dihalaman rumah ibunya dan Naya pun turun bersama Stela dan menyuruhnya masuk sebentar
"alhamdulillah sudah pulang kalian, Juna sampai gila mikirin kalian berdua gak bisa dihubungi"
tegur ibu Naya
Naya dan Stela mengerutkan kening dan langsung membuka ponselnya yang begitu banyak pesan dan panggilan tak terjawab dari orang yang sama tidak lupa Naya dan Stela mencium punggung tangan ibu Naya bergantian
"masyallah Stel masmu"
__ADS_1
ucap Naya
"he'em"
jawab Stela juga mengecek ponselnya
"mbak telpon gih aku takut"
ucap Stela
"lah kok aku Stel, kamu kan adiknya??"
tanya Naya
"tapi kan kamu calon bininya mbak pasti bisalah naklukin masku yang es batu gitu"
ucap Stela
Naya mengehala nafas pasrah
"baiklah aku coba"
jawab Naya menyerah dan ia mencoba menghubungi calon suaminya tersebut tapi tidak diangkat dan barkali kali masih tetap tidak diangkat
"selamat selamat"
gumam Naya Stela cekikikan
"udahlah gak diangkat kok, daripada telpon kak Juna mulu nanti aku kesel lagi, ayo ahh masuk pengen rebahan"
ucap Naya
kemudian mereka pun masuk kekamar Naya dan bersantai disana
"lagi rapat kali ya mbak, aku telpon gak diangkat"
tanya Stela
"mungkin Stel masmu kan sibuk, nanti kalau aku udah jadi istrinya apakah akan selalu sibuk ya?? ada waktu gak ya buat aku, kenapa aku baru kepikiran ini huft"
Naya mengehela
"emang gak dipikirin dari dulu??"
tanya Stela cekikikan
"enggak"
jawab Naya
"entar tanyain sendiri aja sama orangnya"
saran Stela
Naya mengangguk
dan tidak sadar mereka berdua ketiduran sampai ponselnya berdering tidak ada yang mendengarnya karna Naya dan Stela terlalu pulas
magrib tiba mereka baru terbangun tanpa dosa dan tanpa memikirkan ponselnya yang sudah mengeluh capek berbunyi terus menerus
Naya mandi dan Stela pun melaksanakan sholat magrib bergantian dengan Naya dan langsung pamit pulang kerumah tanpa memeriksa ponselnya begitu pun dengan Naya setelah Stela pulang baru Naya mengecek ponselnya dan terkejut begitu banyak pesan dan panggilan tak takterjawab dari Juna semuanya
"ya allah mak mati aku seratus lebih lagi, marah gak ya dia, aku takut marah kata Stela dia kayak es batu beku apa lagi kalau marah serem, itu kata Stela sih, coba ajalah"
akhirnya Naya pun langsung menghubungi Juna
panggilan terhubung
"assalamualaikum kak Juna"
ucap Naya agak takut kena marah Juna menampakkan wajah melasnya kelayar ponsel Juna
"waalaikum salam"
jawab Juna mengehela nafas lega
"masyallah bidadari surgaku salehahku gak ada kabar dari tadi ya?? mau bikin kakak sakit jantung?? iya sayang??"
ucap Juna lembut tapi pas mak jlep dihati Naya
"hehehe maaf kak tadi keasyikan shoping sama Stela dan lihat tontonan gratis juga jadi lupa"
jawab Naya cengengesan
"tontonan gratis apa itu sampai melupakan calon imammu yang ganteng ini?? kebiasaan kamu ya sayang??"
tegur Juna
"ya maaf kak namanya juga perempuan maklumin lah"
Naya memelas
"ya ya ya dimaklumin tapi kenapa sampai gak ngangkat telepon dari kakak sayang?? apa yang terjadi??"
tanya Juna lagi
"ada bakwan dibalik Stela kak"
Naya cekikikan Juna mengerutkan alisnya bingung
"maksudnya??"
tanya Juna penasaran
"aku pikir Stela itu wanita yang anggun dan elegan karna dia tidak pernah menunjukkan bakat premannya tapi ternyata tadi kak dia pinter gelutnya kak, ada adegan tendang sampe teler segala lagi, ada juga tu cekik leher sampe batuk"
cerita Naya
"siapa yang teler siapa yang kecik??"
tanya Juna penasaran
"apa Ryan dan Ella??"
tanya Juna dalam hati karna tadi siang Stela yang memberitahu rencana Ryan dan Ella tanpa sepengetahuan Naya dan mengirim video ke Juna
"mas Ryan kak dia teler ditendang sama Stela dan mantanmu itu kak dicekik hampir mati kalau gak aku cegah"
ucap Naya kesal
Juna terkekeh melihat kekesalan Naya walaupun lewat ponselnya saja
"gak usah ketawa, aku kesel"
ucap Naya lagi
"kenapa kamu kesal sayang?? apa yang dia katakan??"
tanya Juna
"dia bilang katanya gak rela kalau kakak bersamaku, dia ingin misahin kita, apa dia segitu sayangnya sama kamu kak??"
tanya Naya serius
"kakak gak tau, yang kakak tau kakak hanya cinta sama kamu dan cinta Ella kakak gak peduli"
Juna meyakinkan
"tapi kalau dia lebih mencintaimu gimana kak?? gimana denganku?? apa lebih baik aku mengalah saja?? aku gak mau ada pengganggu"
Naya memberitahu
Juna menghela nafas menahan emosi ia kesal dengan perkataan Naya yang ingin mengalah
"sayang??"
panggil Juna
Naya hanya memandang Juna lewat panggilan videonya menunggu ucapan Juna
__ADS_1
"kakak gak peduli dengan Ella, kakak hanya ingin kamu, tolong kita berjuang sama sama ya?? hadapi bersama sama"
pinta Juna