Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
masukkan aku kedalam mimpimu


__ADS_3

menandakan waktunya makan


"maafkan mama sayang sudah dulu ya kami mau makan dulu paksu sudah kasih kode"


ucap mama Juna


Naya cengengesan


"ya ma maafkan Naya menganggu waktu mama "


jawab Naya sopan.


"mama kasih ke Juna lagi ya nak"


ucap mama Juna langsung memberikan ponselnya ke anak laki lakinya


dan Juna menerima ponselnya


"aku makan nanti saja pa masih kangen"


pamit Juna yang dihentikan ucapan Naya dilayar ponselnya


"kakak harus makan kak nanti lagi sambung telponnnya aku gak mau kakak sakit, kangen juga butuh makan kak agar bisa menahannya"


Naya cekikikan.


"ma papa juga mau nyapa Naya kok mala dikasih ke Juna gimana sih??"


protes papa Juna


"ya kirain pa, makanya kasih ke Juna ya sudah sana minta ke anakmu"


jawab mama Juna


"Naya itu siapa pa ma kalian akrab banget??"


tanya Sukma penasaran karna belum pernah bertemu Naya sekalipun


"calon istri abangmu"


jawab mama Juna


mata Sukma membulat terkejut kakaknya sudah memiliki calon padahal ia tidak pernah melihat kakaknya begandengan atau mendengar berita dengan sang kekasih


"baiklah sayang kakak nurut kamu, nanti sambung lagi ya assalamualaikum"


ucap Juna kemudian yang dibalas salam Naya lalu mematikan ponselnya.


huftt


papa Juna menghela nafas kasar karna tidak jadi menyapa calon menantunya.


"kenapa pa?? "


tanya Juna heran


"sudah mati telponnya, papa ingin menyapa Naya sebentar saja"


keluh papa Juna lemas


"lahh kirain gak mau nyapa ya Juna matikan, nanti sajalah pa habis makan Juna sambung lagi nanti kalau papa mau nyapa Naya tapi jangan lama nanti lupa sama aku, dia kalau diajak ngobrol sama yang lain lupa aku"


Juna mengingatkan


"hihihi kasian banget anak mama ini bisa sampai dilupain"


celetuk mama Juna cengengesan


"ya ma ngenes ya dikacangin orang yang kita cinta, tapi aku seneng sih Naya akrab dengan keluarga jadi aku gak perlu susah susah mendekatkan kalian, udah ahh ayo makan mau lanjut soalnya"


ucap Juna memimpin doa makan lalu mereka pun menikmati hidangan makan malam yang sudah tersedia


"Jun kamu tidur sini kan??"


tanya papa Juna


"pulang aja"


jawab Juna


"ya sudah tapi telpon Naya dulu papa mau nyapa dia"


papa Juna mengingatkan


"sippp"


jawab Juna mantap


Juna baru menyadari ada dua wanita remaja teman adiknya yang masih duduk dimeja makan bersamanya


ia hanya memandang sekilas lalu kembali ke kamarnya untuk melanjutkan panggilan bersama ayang Naya


"gila masmu cuek amat Suk??"


ucap Anisa pada Sukma yang dianggukan Reyna


"ya emang gitu dia cuek dan dingin orangnya makanya tadi aku sempat kaget liat dia tersenyum bahagia gitu ternyata udah punya calon sendiri, jadi penasaran siapa yang bisa naklukin gunus es seperti abangku itu, kayak apa orangnya"


Sukma penuh rasa penasaran


"udah ah ayo kita lanjut bikin skripsinya biar cepat di acc"


Sukma menyudahi gosipannya dan mulai sibuk dengan tugas kuliahnya bersama teman temannya


disudut kamar Juna sedang asyik telepon video call an bersama Naya seperti anak ABG yang baru pertama kali merasakan indahnya jatuh cinta


"sayang mau ya kesini mama papa kangen sama kamu sayang tadi papa bilang ingin nyapa kamu dia ternyata nungguin ponselnya kakak kasih ke dia karna kakak pikir dia nyuruh makan karna memang waktunya makan malam ya kakak tutup aja telponnnya"


Juna memberitahu


"anak tak ada ahklak papanya mau ngomong mala ditutup"


Naya cengengesan


"ya gak tau gimana"


jawab Juna ikut cengengesan


"ya sudah kasiin ke papa kak Juna gih gak enak juga aku tau beliau ingin menyapaku seharus aku kak yang nyapa papa kak Juna"


Naya memberitahu


"tapi aku belum rela ngasih ke papa sayng masih kangen"


rengek Juna

__ADS_1


Naya cekikikan dengan tingkah Juna yang seperti orang puber


"udah sana kasih beliau gih, aku juga mau nyapa papa kak Juna"


ucap Naya


"ok deh, tapi janji jangan lama lama ya sayang masih kangen"


pinta Juna manja


"iya sayang"


Naya keceplosan panggil Juna sayang ia langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya


Juna terkejut mendengar mendapat panggilan sayang dari Naya


"tadi kamu bilang apa sayang?? kamu panggil sayang kan iya kan"


tanya Juna tersenyum lebar


"kakak salah dengar aku gak bilang apa apa tadi aku cuma bilang sayap ayam kak"


kilah Naya mencari alasan


"kuping kakak masih normal sayang, coba bilang sekali lagi"


rengek Juna


"kakak udah deh kasih ke papa kak Juna beliau pasti nungguin aku"


pinta Juna


"kakak makin gak rela kasih ke papa, ayo dong bilang lagi sayang sekali aja"


Juna masih merengek seperti anak kecil yang minta dibelikan mainan


Naya pun pasrah


"sayang"


ucap Naya malu malu meong


"iya sayang, sekali lagi kakak ingin dengar lagi"


jawab Juna tersenyum senang


Naya terdiam malu malu mengatakannya


tiba tiba pintu kamar Juna diketuk


tok tok


Juna pun menoleh kearah pintu dan membukakan pintu tersebut


"selamet selamet, oon nya aku pake keceplosan segala"


Naya merutuki dirinya sendiri.


ceklek


"eh papa ada apa??"


tanya Juna sopan


"papa mau mongong sama Naya sebentar, kalian masih telponan kan"


Juna mengangguk dan menyerahkan ponselnya ke papanya


"assalamualaikum nak, apa kabar??"


sapa papa Juna tersenyum ramah duduk dipinggiran ranjang kasur anak laki lakinya.


"alhamdulillah sehat pa, papa sehat juga kan?? semoga papa dan sekeluarga selalu diberi kesehatan ya pa "


ucap Naya sopan


"aminn, terima kasih atas doanya nak, tadi mamamu sempat cerita sebentar tentang hubunganmu dengan anak papa ini, kapan mau main kesini nak biar nanti papa memintakan izin kepada kedua orang tuamu, bila perlu dengan kedua orang tuamu Nay jadi mereka juga biar tau rumah kami di Jakarta mainlah secepatnya kesini mamamu sudah kangen katanya"


bujuk papa Juna


"ya insyllah pa nanti, Naya bilang dulu sama bapak bagaimana"


jawab Naya sopan


"kamu masih kerja dipabrik nak??"


tanya papa Juna


"alhmdulillah masih pa"


jawab Naya lembut.


"apa kamu mau pibdah kerja di Jakarta saja nak nanti papa siapin semuanya untuk kamu"


tanya papa Juna lagi


Juna mengcolek colek paha papahnya agar menyudahi obrolannya dengan sang pujaan hatinya


"terima kasih pa, tidak usah Naya masih betah dipabrik sini pa"


tolak Naya lembut


"gak papa kalau mau biar dekat juga dengan Juna"


papa Juna masih membujuk


Juna masih setia mencolek colek paha papanya


"haisttt ya sudah papa kasih ke Juna lagi ya Nay ini anaknya sudah tidak sabaran dari tadi"


ucap papa Juna kemudian dan menyerahkan ponselnya ke tangan anak laki lakinya.


Juna tersenyum sudah mendapatkan ponselnya kembali seperti mendapatkan mainannya yang sudah dipinjam temannya.


Naya hanya mengangguk mengiyakan


dan ponsel dengan cepat beralih ke wajah tampan Juna yang sedang tersenyum manis semanis janji suci Nagita Slavina dan Rafi Ahmad di disereal tivi


"dasar labilun"


umpat papa Juna yang masih terdengar ditelinga anak laki lakinya dan berlalu keluar kamar


Juna yang mendengar umpatan papanya cuek bebek tidak peduli ia asyik dengan pujaan hatinya hingga Naya tertidur dilayar ponsel Juna setelah tertidur pulas Juna pun mematikan ponselnya setelah mengucapkan


"selam tidur sayang tidur yang nyenyak ya masukkan aku kedalam mimpimu ya"

__ADS_1


Juna tersenyum sendiri dikamar tidur miliknya ia tidak jadi pulang kerumahnya dan memutuskan menginap dirumah sang papa karna lupa waktu berkomunikasi dengan pujaan hatinya.


Juna pun memutuskan untuk memejamkan matanya untuk menyambut hari esok dengan senyuman yang sudah diisi oleh Naya


***


Naya terbangun mendengar suara iqomah subuh


"whatt aku ketiduran gimana dengan kak Juna"


ucap Naya kanget ia langsung mengambil ponselnya yang ternyata sudah tidak terhubung panggilan dengan Juna ia pun bergegas mengambil air wudhu dan sholat setelah mencarger ponselnya


selesai sholat Naya membantu ibunya menyapu rumah dan halaman dan berlanjut bersiap siap berangkat kepabrik.


Ridwan adik Naya selalu setia mengeluarkan dan memanasi motor kakaknya agar kakaknya tidak kerepotan dan langsung berangkat kerja


"bu pak mama papa kak Juna ngajak aku ke Jakarta kalau bisa ibu bapak ikut"


Naya memberitahu saat selesai sarapan dan masih duduk diruang makan


"terus kamu menyetujuinya??"


tanya bapak Naya


"gak lah pak aku cuma bilang nanti bapak dan ibu gimana, terus gimana menurut bapak ibu apakah perlu kesana?? jujur aku masih minder pak dengan perbedaan status kami, kak Juna bukan orang biasa ia puja jabatan dan orang terpandang apa iya aku pantas bersanding dengannya sedangkan kami bagaikan langit dan bumi aku yang buminya"


ungkap Naya dilema


"kaya miskin itu rezeki Nay tapi kalau memang jodohmu ya sudah berarti kekayaan Juna bonusmu dan Malik bonus Juna yang jadi pertanyaannya apakah Juna bisa menerimamu dan anakmu apa adanya dengan lapang dada itu yang paling penting nak"


bapak Naya memberitahu


Naya mengangguk angguk tanda mengerti


"Nay berangkat kerja dulu pak bu takut telat"


pamit Naya kalu mencium punggung tangan kedua orang tuanya dan langsung melesat ke tempat ia beraktivitas.


***


Juna memutuskan untuk kembali ke Semarang karna sangat merindukan sang pujaan hatinya setelah sebulan tidak bertemu hanya panggilan videonya pengobat rindu mereka berdua karna terhalang pekerjaan Juna yang menumpuk harus dinas diberbagai negara


Juna sengaja tidak memberitahu Naya kedatangannya ia ingin membuat kejutan dengan membawa satu buket bunga mawar merah tanda cintanya dan oleh oleh dari luar negeri


ia mala dikejutkan oleh pertengkaran Naya dan Ryan mantan suaminya dipojokan pabrik


Ryan sengaja pulang cuti untuk membujuk Naya rujuk tapi Naya menolak rujuk dengannya


Juna terpaksa menguping pembicaraan mereka berdua


"maafkan aku Nay mas minta maaf"


ucap Ryan terlihat menyesal


"mas aku sudah memaafkanmu mas, tapi maaf aku tak mau dan tidak berniat rujuk denganmu, sudah cukup sampai disini hubungan kita mas, aku tidak akan pernah menghalangimu untuk bertemu Malik, Malik tetap anakmu mas darah dagingmu, aku mohon dengan sangat mas jangan membujukku rujuk dengan alasan Malik mas"


Naya tegas dan membalikkan badan meninggalkan Ryan yang berderai air mata


"Nay aku mohon"


Ryan memegang tangan Naya hingga Naya menghentikan langkahnya


"mas sudah cukup biarkan aku bahagia dengan kehidupanku sendiri, aku mohon mas biarkan aku bahagia"


ucap Naya masih memohon


"membiarkanmu dalam bahaya bersama mas Juna?? iya?? itu maksudmu?? kamu tidak tau mas Juna orang seperti apa, kamu tidak tau kan Nay??"


tanya Ryan penuh penekanan yang membuat Naya mematung dan bingung dengan ucapan mantan suaminya tapi ia menepis mungkin mantan suaminya hanya menggertaknya saja.


"kamu tidak perlu mengurusi aku dan kak Juna mas, yang penting sekarang pikirkan orang tuamu ia ingin menjodohkanmu dengan orang lain yang sesuai kriteria orang tuamu, jadi aku mohon jangan pedulikan kehidupanku jangan hiraukan aku bersama siapa"


Naya semakin menekankan ucapannya dam melepaskan genggaman tangannya.


Juna masih setia memantau pujaan hatinya dari jauh dan menguping pembicaraannya


"memang cinta dan sayangku sak lempohe paling the best dia memang tegas menghadapi mantan suaminya aku salut"


gumam Juna tersenyum matanya masih fokus memantau Naya


"Nay aku mohon aku masih sangat mencintaimu sayang"


ucap Ryan kembali memegang pergelangan Naya mantan istrinya


"tapi aku sudah tidak cinta lagi denganmu mas"


jawab Naya cepat berusaha melepaskan tangan Ryan


Ryan semakin menjadi ia tau kelemahan mantan istrinya bila ditekan pergelangan tangannya ia akan lemas tidak berdaya.


Ryan menekan kedua pergelangan mantan istrinya dengan sangat erat hingga kesadaran Naya lama lama semakin hilang walaupun berusaha memberontak tetap Naya tidak berdaya


Juna langsung membuang buket bunga dan bingkisan yang akan dikasih ke Naya ia dengan cepat mengangkap Naya yang akan terjatuh dan mendorong Ryan hingga terjatuh


Ryan mangaduh kesakitan karna jatuh didorong keras oleh Juna


"kamu benar benar keterlaluan ya, kalau sampai Naya kenapa kenapa aku bunuh kamu"


ucap Juna dingin dengan mata gangternya ia menggendong Naya yang sudah tidak sadarkan diri


Ryan takut tapi ia mencoba berani menghadapi pria didepannya demi cintanya ke Naya


"aku mau rujuk dengan Naya, apa aku salah ingin mempertahankannya demi anak kami"


ucap Ryan berusaha tenang berhadapan dengan Juna yang dingin


"persetan dengan rujukmu"


jawab Juna sinis ia membawa Naya masuk dan membaringkan tubuhnya disofa ruangan Tata dan membiarkan Ryan masih mematung pojokan pabrik dan tidak lupa Juna memerintahkan satpam untuk melarangnya masuk kepabrik bila membetontak usir itu perintah Juna sebelum membawa masuk kedalam


Tata terkejut melihat Naya berada digendongan Juna tidak sadarkan diri


"mas kenapa dengan kak Naya, apa yang terjadi??"


tanya Tata panik dan khawatir


"Ryan menekan pergelangan tangan Naya hingga kehilangan kesadarannya, tolong ada minyak angin kah Ta"


Juna memberitahu dan meminta tolong


Tata dengan cepat mengambil minyak angin dari tasnya dan memberikannya ke Juna untuk mengoleskannya ketubuh Naya


"kalau nanti belum sadarkan diri kita bawa kerumah sakit saja Ta, mas berharap Naya bisa sadar tanpa harus membawanya kerumah sakit, mas takut Naya kenapa napa Ta"


ucap Juna parau

__ADS_1


"insyallah kak Naya gak akan kenapa napa mas, dia orang yang kuat kita berdoa ya"


jawab Tata menghibur


__ADS_2