
setelah naya mematikan ponselnya naya menangis tersedu sedu diatas motornya.
juna benar benar hancur melihat pujaan harinya terluka. juna tak tega melihat naya menangis. tanpa sadar kaki juna sudah melangkah menghampiri naya untuk memeluknya untuk memberikan kenyamanan dan ketenangan. ibu juna yang menyadari putranya langsung mengikuti langkah juna dan menghampiri naya duluan sebelum putranya bertindak.
"sabar nak."
ucap ibu juna memeluk dan membelai kepala naya dengan penuh kelembutan.
"aku harus bagaimana bu. aku harus bagaimana." tanya naya ditengah isakannya.
"kamu yang sabar nak ada ibu dan juna yang akan selalu ada untukmu. kamu tenang ya."
ibu juna menenangkan.
naya hanya ngangguk angguk. naya memeluk ibu juna sangat lama sampai hatinya benar benar tenang.
setelah tenang naya melepaskan pelukannya. tiba tiba kepala naya pusing tak tertahankan.
akhirnya naya pingsang dipelukan ibu juna
juna dengan sigap menangkap naya dari pelukan ibunya. juna menggendong naya yang tidak sadarkan diri membawanya ke dalam mobil yang dibukakan pintu oleh ibunya. setelah mereka masuk mobil juna pun melajukan mobilnya menuju rumah sakit. sampai rumah sakit naya mendapatkan pertolongan di ruang IGD.
juna dan ibunya menunggu diruang tunggu setelah juna menyelesaikan pendaftaran naya. diruang tunggu juna benar benar gelisah dengan keadaan naya.
"sabar nak naya pasti baik baik saja."
ucap ibu juna menenangkan.
"bu apa yang harus aku lakukan bu. aku benar benar tidak terima naya diperlakukan seperti itu bu."
tanya juna menangis dipelukan ibunya.
"kamu yang sabar nak. bagaimanapun juga itu rumah tangga naya. kamu tidak bolek ikut campur urusan mereka nak."
ibu juna menasehati.
"tapi aku tidak terima bu. kalau memang mas ryan tidak bisa membahagiakan naya kembalikan naya padaku bu. aku siap menerimanya."
ucap juna.
" jangan begitu nak naya bukan barang yang bisa dikembalikan seenaknya. mungkin ini ujian untuk kalian semua nak."
ucap ibu juna.
"bu aku benar benar tidak terima bu. kalau sampai naya kenapa napa aku akan membunuhmu mas." ucap juna mengancam.
"juna tidak boleh seperti itu nak. kamu tidak bisa mengancam orang sembarangan nak. tidak baik. itu urusan rumah tangga naya dan kamu tidak berhak ikut campur."
ucap ibunya masih mencoba menasehati putranya agar tidak bertindak gegabah"
tapi bu.
juna masih mencoba membantah.
"juna."
suara ibu juna merendah.
ibu juna tidak mau putranya dibutakan oleh cinta dan berbuat sembarangan. tak lama pintu ruangan naya terbuka. dokter dan suster rumah sakit keluar dari ruangan.
" keluarga pasien."
tanya dokter.
"saya dok."
jawab ibu juna.
"bagaimana keadaan naya dok. "
tanya juna kepada dokter.
"pasien baik baik saja. hanya stress. tolong ya pak istrinya dijaga kasih perhatian lebih supaya tidak rapuh dan stress. pasien akan dipindahkan diruangan biasa."
ucap dokter menerangkan.
"wanita itu gampang rapuh jadi kita sebagai laki laki harus selalu mendukung dan mensuport. memberi perhatian dan kasih sayang."
dokter menasehati.
juna hanya mengangguk angukan kepala.
juna tau dokter mengira dirinya adalah suami naya. kalau beneran ia suami naya betapa bahagianya juna.
"iya dok terima kasih atas sarannya."
jawab juna
akhirnya juna dan ibunya menunggu naya diruangan pasien rawat inap.
"jun udah hubungi keluarga naya."
tanya ibu juna.
" sudah bu. juna sudah menghubungi orang suruhan juna untuk menjemput orang tua naya bu."
jawab juna.
"ya sudah."
ucap ibu juna
setelah naya dipindahkan diruangan biasa juna dan ibunya menunggu disamping bangkas naya. mereka saling diam dalam pikiran mereka masing masing. tak lama naya siuman.
"naya kamu gak papa kan nak. apakah masih ada yang pusing."
tanya ibu juna
bu aku dimana??
tanya naya heran karna terakhir kali naya masih diparkiran pabrik dan sekarang berpindah tempat.
"kamu tadi pingsan nak dipelukan ibu."
jawab ibu juna.
naya mengingat ingat sebelum pingsan.
"iya bu aku ingat sekarang. maaf ya bu aku ngrepotin ibu."
naya meminta maaf.
"iya gak papa kok nak. "
"bentar lagi ibu kamu sampai nak."
ibu juna memberitahu.
" iya bu. kalau ibu sibuk ibu bisa pulang sekarang aku sendirian gak papa kok bu. bukannya aku mau ngusir bu cuma takut terlalu banyak ngrepotin ibu."
ucap naya.
"kamu gak usah khawatir nay. yang penting kamu baik baik saja."
juna menenangkan.
"kami akan tunggu sampai orang tua kamu datang nak. ibu tidak tenang kalau harus meninggalkanmu sendirian sebelum keluargamu datang nak."
ucap ibu juna
"biarkan ibu disini menemanimu sampai orang tuamu datang ya nak??? "
ucapa ibu juna lagi.
__ADS_1
"iya bu. maaf merepotkan."
jawab naya.
tak lama orang tua naya datang.
tok tok tok
"assalamualaikum."
ucap ibu dan bapak naya.
"waalaikum salam."
jawab naya juna dan ibunya.
lalu mereka berjabat tangan
" maaf ya bu jadi ngrepotin "
ucap ibu naya sungkan.
"tidak apa apa bu. naya sudah saya anggap seperti anak saya bu jadu jangan terlalu sungkan."
ucap ibu naya.
"maaf bu kalau boleh tau apa hubungan nak ini dengan naya bu"
tanya ibu naya sambil menunjuk ke arah juna. "perkenalkan bu saya juna teman pesantren naya waktu dulu. dan ini ibu saya namanya sari bu."
juna memperkenalkan.
" oh iya nak juna maaf ya nak jadi ngrepotin nak juna."
ucap ibu naya sungkan.
"gak papa bu. aku tidak merasa direpotin kok bu" jawab juna.
lalu mereka berbincang ringan. setelah selesai berbincang. juna dan ibunya pamit pulang.
setelah juna dan ibunya benar benar berlalu
ibu naya menanyakan keadaan anak perempuannya.
"nay apa yang terjadi sama kamu nak."
" aku gak papa kok bu."
jawab naya.
"nay sebaiknya kamu pisah saja dengan ryan nak bapak tidak rela kamu seperti ini terus."
ucap bapak.
naya hanya diam saja tidak menanggapi ucapan bapaknya.
"nay sebaiknya kamu pikrkan lagi ucapan bapak nak."
ucap bapak membelai rambut naya.
naya hnya tersenyum getir.
keesokan harinya naya sudah diperbolehkan untuk pulang. dan beristirahat dirumah. naya mendapatkan cuti karna sakit.
selama dirumah sakit sampai dirumah ryan selalu menghubungi naya. tapi naya tidak pernah menghiraukan panggilan dari suaminya.
keluarga ryan pun tidak ada satunpun yang datang menjenguk dirumah sakit ataupun dirumah. mereka benar benar tidak menganggap naya keluarga sama sekali.
setelah juna mengantarkan naya dan keluarganya pulang kerumah. juna langsung berangkat ke amerika menggunakan jett pribadinya untuk bertemu suami naya.
juna memang orang terkaya sedunia yang misterius. karna juna tidak pernah menampakkan kekayaannya.
setiap ada pertemuan juna tidak pernah menghadirinya. biasanya yang mewakili undangannya sekretaris juna yang bernama rangga sepupu juna dari papanya. juna juga seorang mafia yang misterius. tak ada seorang pun yang tau identitas juna yang seorang mafia.
setelah menempuh perjalan panjang akhirnya juna sampai dan langsung menghampiri suami naya yang lagi nongkrong bersama teman temannya.
bukkk
satu pukulan mendarat dipipi ryan.
bukk bukk dua kali pukulan mendarat diperut ryan.
"hey kamu benar benar bajingan."
maki juna sambil memukul wajah ryan.
bukk
brengsek kamu mas kamu benar benar brengsek. maki juna lagi.
"aku udah bilang sama kamu kalau kamu tidak bisa membahagiakan naya kembalikan naya padaku." tangan juna mencengkeram baju ryan.
"kalau kamu tidak bisa membahagiakan naya jangan sakiti dia mas. tolong jangan sakiti dia mas. kembalikan naya padaku mas."
juna memohon sambil berlutut.
"maafkan aku mas."
ucap ryan.
"maafkan aku kalau aku nyakitin naya. tapi aku juga lebih sakit mas. naya berani menghianati ku. dia selingkuh."
ucap ryan berkaca kaca.
" aku sudah berusaha membahagiakannya tapi dia mala selingkuh."
ucap ryan lagi.
"naya tidak pernah selingkuh. naya tidak pernah menghianatimu."
suara juna membentak karna marah.
"kamu lebih percaya dengan keluargamu ketimbang istrimu hah. padahal kamu sendiri tau mas penyebab semua pertengkaran kalian adalah orang tuamu sendiri."
tanya juna.
ryan hanya diam saja.
"kamu juga lebih tau kalau orang tuamu selalu menyudutkannya kamu juna tau kalau ibumu selalu memojokkan istrimu tapi kenapa kamu lebih percaya dengan keluargamu daripada istrimu. kamu lebih memercayai orang tuamu daripada istrimu. jangan pernah menyesal setelah naya pergi meninggalmu mas."
ucap juna dengan marah lalu pergi meninggalkan ryan.
sampai mobil juna masih memendam emosi. juna sadar kalau sampai juna menumpahkan semua emosinya ke ryan yang ada ryan akan mati ditangannya. maka dari itu daritadi juna masih menahan emosinya.lalu juna melampiaskannya dengan memukul mukul mobil depan hingga penyok.
bukk bukk bukk ahhhhhhhh.
juna berteriak sekencang kencangnya. mengeluarkan emosinya tanpa sadar tangan juna sudah berdarah juna tidak menghiraukan darahnya. ia berlalu meninggalkan amerika menggunakan jett pribadinya
sampai indonesia juna tidak langsung pulang kerumahnya atau rumah ibunya melainkan pulang kerumah orang tua naya. juna tau naya tinggal bersama orang tuanya untuk sementara waktu sampai naya sembuh.
sampai didepan rumah orang tua naya juna mengetuk pintu
tok tok tok
"assalamualaikum"
tok tok tok
mendengar suara ketukan pintu dan salam naya keluar untuk membukakkan pintu. kebetulan ibu naya sedang memasak untuk makan siang dan naya juga sedang membatu memasak.
ceklek
pintu dibuka dari dalam. naya membalas salam
__ADS_1
waalaikum sa belum selesai naya mengucap salam juna sudah lebih dulu memelukya. naya mematung sesaat setelah sadar naya hanya diam tak membalas ataupun menolak pelukan juna.
"diam sebentar ya nay sebentar saja."
ucap juna parau.
naya hanya diam saja menuruti kemauan juna. setelah tenang juna pun melepaskan pelukannya.
"ada apa kak."
tanya naya.
tapi juna tidak menjawab pertanyaan naya.
"kamu baik baik saja kan nay."
tanya juna. tangannya memegang pipi cubby naya membelai dengan lembut. nayapun tidak menolaknya. naya mala menikmati belaian lembut juna.
"kamu baik baik sajakan."
tanya juna lagi.
kali ini juna seperti mau menangis.
"kamu harus baik baik saja nay. harus."
ucap juna
naya masih diam menikmati belaian juna.
"kamu harus selalu baik baik saja"
ucap juna lagi.
"aku baik baik saja kak. aku selalu baik baik saja." jawab naya menenangkan juna.
ehemm.
tiba tiba ibu naya muncul.
naya jaga sikap kamu. kamu masih istri sah ryan nay. jangan menambah masalah nay. sudah cukup kesalah paham ini jangan menambah jadi kenyataan."
ucap ibu naya menekankan.
"dan kamu nak juna tolong mengerti situasi naya nak. tolong pahami keadaan naya nak."
ibu naya memberitahu.
"ibu tau kamu cinta dan sayang sama naya. tapi status naya istri sah ryan. jadi kamu tidak berhak ikut campur nak. biarkan naya menyelesaikan masalah rumah tangganya."
ucap ibu naya tegas.
"kalau memang kamu ingin bersatu dengan naya tunggulah sampai masalah naya selesai. tunggulah ryan menceraikan naya dan masa iddahnya selesai ibu akan merestuimu menikahi naya nak. asal kamu bahagiakan naya."
ibu naya memberi harapan.
"jangan sakiti hatinya seperti ryan dan keluarganya menyakitinya. kalau memang kamu tidak mampu membahagiakan naya. jangan nikahi dia."
ucap ibu naya memberitahu.
"iya bu aku tau aku hanya ingin melihat keadaan naya bu. aku hanya ingin memastikan bahwa naya baik baik saja bu."
ucap juna.
"kamu sekarang sudah lihat naya baik baik saja kan sekarang pulanglah nak. ibu tidak bermaksud mengusirmu ibu cuma tidak mau menambah masalah. ibu mau naya cepat menyelesaikan masalahnya. dan lepas dari keluarga ryan."
ucap ibu naya.
" iya bu maaf. saya pamit bu."
ucap juna.
lalu bersalaman mencium tangan ibu naya.
tapi ibu naya yang melihat tangan juna terluka pun tidak tega lalu mengobati lukanya.
" kamu obati dulu lukanya. jangan pulang dulu." ucap ibu naya. lalu ibu naya menyuruh naya untuk mengambil obat p3k didapur.
" nay tolong ambilkan obat didapur nak. "
ucap ibu naya.
"iya bu."
jawab naya.
naya yang juga melihat tangan juna terluka cuma bisa mengiyakan ucapan ibunya lalu berlalu kedapur untuk mengambil obat.
setelah selesai mengambil obat naya lalu keluar menyerahkannya ke ibu untuk mengobati luka juna.
ini bu obatnya. naya menyerahkan obat dimeja. lalu naya duduk dikursi sebelah ibunya dan memperhatikan ibunya mengobati luka juna.
iya.
jawab ibu.
"sini tangan kamu nak."
ucap ibu naya meminta tangan juna diserahkan ke ibunya naya untuk diobati.
"iya bu."
jawab juna.
lalu menyerahkan tangannya. naya dan ibunya hanya diam mengobati luka ditangan juna. sedangkan naya hanya memperhatikan ibunya mengobati. juna hanya diam memandangi wajah ibu naya dan naya bergantian.
"naya mirip ibu ya ternyata."
ucap juna.
" cantik."
ucapnya lagi.
"jangan melirik ke naya. naya masih istri sahnya ryan."
jawab ibu naya.
" naya memang lebih mirip ibu daripada bapaknya. yang mirip bapaknya hanya tinggi badannya saja." ibu naya bercerita.
"berati dulu ibu juga cantik seperti naya ya bu." tanya juna.
"iya tapi lebih cantik naya banding ibu. naya juga lebih bar bar dan konyol dari ibu."
jawab ibu juna.
ohh.
juna hanya mengangguk angguk.
" sudah selesai udah sana pulang tidak baik seorang bujang berlama lama dirumah istri orang." ucap ibu juna.
"iya bu maaf jadi ngrepotin."
jawab juna sungkan.
"iya tidak apa apa nak. maaf bukannya ibu mengusirmu ibu cuma tidak mau ada masalah lagi nak"
ucap ibu naya.
"iya bu juna ngerti. juna permisi bu. assalamualaikum."
juna mencium puggung tangan ibu naya sebelum berlalu meninggalkan kediaman ibu nayan. ibu naya membalas salam lalu masuk rumah lagi.
__ADS_1