
Naya merasa gugup takut ketahuan keberadaanya
"kenapa mbak Rani??"
tanya Lintang yang nelihat tingkah aneh Rani (Naya)
Naya pun tersadar ia berusaha untuk tenang menarik nafas hingga benar tenang
"gak papa sayang ayo pulang kita sholat dirumah saja"
ucap Naya setelah benar benar tenang
Aryo hanya diam mengamati gerak gerik aneh Naya saja ia tau ada yang Naya sembunyikan darinya
mereka pun akhirnya menuju parkiran dan pulang kerumah
**
"mas sudah lima bulan lebih kenapa Naya belum juga pulang?? kandunganku sudah menginjak tiga bulan ini?? apa dia gak mau lihat aku lahiran"
keluh Intan pada suaminya mengelus elus perutnya yang masih rata
ia sedang hamil dan usia kandungannya berjalan tiga bulan
"gak tau Tan belum ada kabar dari Juna ataupun yang lain sudahlah kita doakan saja semoga Naya baik baik saja"
Bagas juga ikut merasakan kesedihan yang dirasakan istrinya tersebut ia tau istrinya sangat menyayangi Naya seperti Tata adiknya yang juga menyayanginya
"kamu gak tanya Tata mas siapa tau dia tau keberadaan Naya dia kan dekat mas"
saran Intan
"Tata juga tidak tau sayang sudahlah kamu pikirin anak kita saja ya?? mas gak mau kamu dan bayi kita yang didalam situ kenapa napa"
jawab Bagas ikut mengelus elus purut istrinya ia khawatir istrinya masih mengkhawatirkan temannya
"iya mas"
Intan menurut dikehamilan Intan biasa saja tidak seperti kehamilan yang lain yang sering mutah dan lain sebagainya mala yang dirasakan Intan sering makan dan tidak mau berhenti apapun ia makan Bagas senang karna Intan tidak rewel seperti kehamilan Naya terakhir kali yang yang susah masuk apapun dan kalau ada keinginan harus cepat dituruti
saat kehamilan terakhir Naya yang selalu siaga dirinya dan Juna walaupun bukan suaminya tapi mereka sangat memperhatikan Naya karna sama sama menyimpan rasa dan sekarang hanya kenangan kala Naya lebih memilih Juna untuk mengisi hatinya Bagas pun menerima keputusan sahabat adiknya tersebut dengan lapang dada dan iklhas jadilah tiada penyelasan dari Bagas baginya itu hanya untuk pengalaman hidupnya saja
***
sampai diJakarta Stela langsung memberitahu Sukma dan Juna kakaknya dengan apa yang ia lihat di Batam
"mas Sukma dengerin aku mau ngomong ya??"
pinta Stela mereka sudah berada diruangan Juna Sukma yang menjemputnya dibandara dan menuju kantor kakaknya
"mau ngomong apa mbak?? bikin kepo aja"
protes Sukma tidak sabaran sedangkan Juna masih cuek bebek ia sibuk dengan pekerjaannya
"sabar kali"
celetuk Stela manyun
"pas di Batam aku lihat ciri ciri orang mirip banget kayak mbak Naya..."
lanjut Stela membuat Juna menghentikan pekerjaannya dan menoleh kearah adiknya yang duduk disofa menatapnya lekat penuh penjelasan
"mbak Stela yakin?? mbak Naya sudah ketemu?? dimana dia sekarang?? bagaimana kabarnya sekarang?? mbak jadi maki maki dia mbak?? apa dia baik baik saja mbak Stel maki maki"
Sukma yang kepo memotong cerita Stela yang belum selesai
"kamu itu ya Sukma mbak belum selesai kamu main potong aja sih, lanjut gak nih?? kalau gak lanjut ya sudah kalau...
"lanjut ayo lanjut aku akan dengerin ceritanya"
Sukma lagi lagi memotong ucapan Stela
Juna hanya diam menyimak perdebatan dua adik sambungnya tersebut sambil menunggu cerita Stela
"ok ok dengerin ya?? jangan dipotong lagi"
pinta Stela Sukma mengangguk pasti
"mbak Naya bersama seorang anak kecil perempuan dan seorang laki laki yang miripnya keluarga kecil gitu panggilnya sayang sayang disebuah restoran didalam mall tapi mbak Naya pake cadar gitu cuma aku lihatnya sorot mata dan postur tubuhnya yang mirip banget dengannya dan si laki laki nyebutnya Rani bukan Naya disitu aku bingung apa aku yang halu atau hanya salah lihat?? tapi aku merasa kalau dia mbak Naya bukan Rani sebenarnya aku masih penasaran tapi aku takut sia sia kalau dia bukan mbak Naya hanya kebetulan mirip saja"
Stela menceritakan kejadian panjang kali lebar dan detail Juna dan Sukma menyimaknya dengan serius
"apa kamu yakin Stel dengan apa yang kamu lihat??"
Juna membuka suara setelah mendengar cerita adiknya
"kan tadi aku sudah bilang mas apa aku yang salah lihat atau lagi halu berarti ya belum pasti hanya aku merasa kalau itu mbak Naya saja aku belum yakin"
Stela menjelaskan kembali
"berarti bukan lah mbak orang punya anak dan suami terus panggilnya juga Rani bukan Naya gimana sih, ku pikir kamu sudah ketemu mbak Naya ternyata hanya dugakan saja"
__ADS_1
protes Sukma kesal ia mendengarkan cerita dengan serius ternyata hasilnya zonk
Stela hanya garuk garuk kepalanya yang tidak gatal ia pun bingung dengan apa yang ia lihat dan ia jelaskan
"apa kamu mengfotonya Stel??"
tanya Juna
"iya mas aku sempat foto dia tadi pas pura pura pulang lewat depannya"
ucap Stela membuka ponselnya dan memberikannya ke Juna
Juna terbelalak melihat siapa yang berada di ponsel adiknya dan ia fokus memperhatikan wanita yang memakai cadar tersebut setelah tau foto pria yang bersamanya
"ini seperti Naya?? apa ini benar benar Naya?? ini Naya iya ini Naya"
Juna berbicara sendiri setelah memastikan wanita tersebut
Stela dan Sukma fokus menatap kakaknya yang yakin bahwa yang difoto adalah calon istrinya yang kabur
"mas yakin?? dia namanya Rani bukan Naya dan laki laki itu memanggilnya sayang??apa mereka sudah menikah??"
Stela mendunga duga sendiri berpendapat sendiri
"dia teman mas diBatam seorang duda beranak satu belum menikah kembali dia sempat bercerita menemukan baby sister baru untuk anaknya karna baby sister lama keluar tapi dia gak cerita siapa baby suster barunya dia juga bilang belum melihat wajahnya pas pertama cerita setelah itu sudah tidak cerita apa apa lagi mungkin karna mas sibuk"
Juna menceritakan kejadian saat bertemu Aryo
Stela dan Sukma menyimaknya dengan serius
"apa dia sudah melihat wajahnya?? apa aku tanya saja dengannya cari tau tentang baby sister barunya?? Naya apa bukan??"
Juna bergumam sendiri dan menoleh ke dua adiknya yang memperhatikannya dengan serus Juna pun menghela nafas ia tau adiknya pasti ingin penjelasan darinya
"mas akan kesana menemui langsung untuk memastikannya sendiri apa benar dia Naya atau bukan"
ucap Juna memberitahu kedua adiknya
Stela dan Sukma langsung memasang wajah melasnya seperti anak kucing Juna pun menghela nafas kembali ia tau adiknya ingin ikut bersamanya
"ok kalian dan mama ibu ikut dengan mas keBatam"
lanjut Juna lagi seketika wajah kedua adiknya langsung tersenyum senang karna kakaknya sangat mengerti keinginannya
"yeee terima kasih mas"
jawab Sukma dan Stela mencium pipi Juna kanan dan kiri berjingkrak jingkrak lompat sana sini karna diizinkan ikut bersamanya
"kenapa adik adikku mirip denganmu sih Nay bikin aku gak tega dan harus menuruti semua keinginannya sepertimu"
gumam Juna keluar dari kamar mandi langsung menghubungi temannya untuk berkunjung kerumahnya
panggilan tehubung
"tumben kamu telepon ada apa?? katanya masalah kantor disini ada masalah?? sudah selesaikah??"
ucap Aryo disebrang telepon ia sedang berada dikantor
"aku dan keluargaku mau berkunjung kerumahmu Yo ada waktukah??"
Juna to the point mengutarakan tujuannya
"boleh boleh kapan kami akan menyambutmu dengan senang hati"
jawab Aryo senang teman bisnisnya akan berkunjung kerumahnya
"tiga hari lagi mungkin kamu sudah sampai disana"
Juna memberitahu
"siap tuan saya sendiri yang akan menjemputmu dibandara"
Aryo terkekeh
"dengan senang hati, kapan anakmu akan diadakan acara ultanya?? kami sekalian ingin membawakan kado untuk anak tersayangmu"
ucap Juna ia tau putri Aryo akan mengadakan acara ulang tahunnya
"lima hari lagi terima kasih Jun"
Aryo terharu temannya memperhatikan anaknyaia tidak tau maksud kedatangannya akan memisahkan anak dan baby sister tersayangnya
"ok nanti aku kabari kalau sampai kesana"
ucap Juna lalu memutus sambungan teleponnya
"gimana mas ok kan??"
tanya Sukma yang sedari tadi menguping pembicaraan kakaknya
Juna hanya mengacungkan jempolnya tersenyum lebar kemudian langsung menghubungi ibu serta mamanya untuk ikut bersama tanpa memberitahu tujuan sebenarnya
__ADS_1
***
tiga hari kemudian mereka berkumpul di bandara Jakarta menggunakan pesawat pribadinya untuk keberangkatannya ke Batam
"ini udah bener Jun mama bawa boneka??"
mama Juna meminta pendapat anak laki lakinya untuk kado yang akan diberikan kepada anak temannya tersebut
Juna mengangguk tersenyum
"kalian siap kan berangkat??"
ucap Juna
"siapp"
jawab Stela dan Sukma kompak karna tau tujuannya berbada dengan sang ibu dan mamanya yang biasa biasa karna hanya ikutan saja
"aneh"
ucap ibu Juna heran melihat anak bujangnya yang sedari tadi tersenyum terus
"gak kering tu gigi senyum mulu"
ceketuk ibu Juna bingung dengan anaknya
"gak bu, sudah kita akan lepas landas nih"
ucap Juna
setelah menempuh kurang lebih satu jam setengah pesawat Juna akhirnya tiba dibandara internasional Batam mereka pun sudah disambut oleh Aryo sendiri lebih tepatnya ia sengaja berangkat sendiri agar muat mobil yang akan mengantar keluarga Juna kerumahnya
"halo Yok"
Juna bersalaman dengan temannya tersebut
"halo Jun selamat datang lagi diBatam berapa bulan kamu gak kesini?? gak kangen sama aku tiba tiba langsung berondong kesini terima kasih sudah sudi mau mampir kerumahku"
ucap Aryo panjang kali lebar
"kebetulan saja sekalian mau mantau kantor yang bermasalah Yo, oh iya ini kedua ibu suriku yang cantik jelita dan dua adiknya yang cerewet jelita"
Juna memperkenalkan keluarganya yang ikut hadir Aryo pun mencium punggun kedua ibu Juna dan bersalaman dengan kedua adiknya saat melihat Stela ia agak kaget
"loh kamu?? kayaknya pernah lihat kamu di...
Aryo berfikir mengingat pertemuannya kembali dengan Stela
Stela hanya diam saja takut ketahuan telah memergokinya makan direstoran
"ahh iya kamu kayaknya yang diresto waktu sayang makan bersama anak dan Rani ya??"
tebak Aryo memang melihatnya duduk didekatnya
"masak sih apa kita pernah bertemu sebelumnya?? saya memang kesini untuk mengurus kantor mas Juna disini selama beberapa hari tapi untuk ketemu anda gak tau gak ingat saya, maaf kalau saya lupa soalnya saya juga mai kemall saat udah selesai kerja"
Stela pura pura tidak tau agar tidak curiga
"ah mungkin kamu gak ingat, karna memang tidak sengaja bertemu saja"
jawab Aryo mungkin memang kebetulan saja
"ayo masuk langsung kerumah ya"
ajak Aryo setelah semuanya masuk mobil ia pun langsung mengendarainya menuju rumahnya
"Aryo ngomong ngomong siapa Rani tadi aku denger kamu nyebutin nama Rani?? istri barumu??"
tanya Juna penasaran
"kalau gak ditolak ya mungkin jadi istri baruku Jun sayang aku ditolak langsung tanpa berpikir dulu, lucu ya aku ditolak sama baby sister anakku"
Aryo cekikikan dengan apa yang ia alami
"ohh jadi Rani itu baby sister kamu??"
tanya Juna memastikan
"iya Jun dia kelihatannya sayang banget sama Lintang aku pikir itu triknya dia agar aku mau dengannya sebenarnya aku juga jatuh cinta sih mama juga memintaku untuk segera melamarnya Lintang juga memintaku dia jadi mama barunya saat aku belum menyatakan cintaku dia sudah nolak duluan dengan tegas katanya dia masih mencintai calon suaminya yang ia tinggalkan gitu sih bilangnya, entah hanya akal akal saja atau apa saya tidak tau Jun kamu gimana udah ketemu sama istrimu yang hilang itu??"
Aryo bertanya
"belum masih usaha, doain ya semoga secepatnya ketemu"
ucap Juna ia berharap bahwa baby sister anak Aryo adalah Naya karna ia memang sempat berfikir untuk mengunjungi rumah Aryo sebelumnya karna tidak ada alasan yang jelas jadi dia pun mengurungkan niatnya saat sekarang ada tujuan ia menggunakan alasan tersebut
"aminn"
Aryo mengaminkannya
tidak lama mobil Aryo sampai dirumahnya yang sudah disambut oleh mamanya
__ADS_1