Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
menjap menjep


__ADS_3

Shifa menggeleng dengan teman barunya tersebut menyamakan sebuah film


"kebanyakan nonton tivi kamu kak"


jawab Shifa ikut cengengesan


"Fa nanti jangan bilang namaku Naya ya?? pake nama Rani aja biar beda"


ucap Naya


"kenapa kak?? jangan bilang biar gak ketahuan seperti didrakor drakor gitu??"


Shifa menduga duga Naya mengangguk cengengesan


"ya salam, kamu bener bener ya kak, ok deh tapi "


jawab Shifa menurut


"tapi kak kenapa dari nama Naya menjadi Rani??"


tanya Shifa penasaran


"namaku kan Inayah Maharani Fa biasa panggilan Naya karna ini aku lagi kabur jadi pake nama Rani aja"


Naya memberitahu Shifa mengangguk mengerti


"kakak mau sampai kapan pake cadar gitu??"


tanya Shifa


hmm


Naya tampak berfikir sejenak


"insyallah aku hijrah Fa doakan ya semoga istiqomah??"


ucap Naya tersenyum riang


"aminn kirain hanya sampai ketahuan doang"


jawab Shifa tertawa


"gak lah nyaman kok pake gini kayak ninja hatori"


Naya tertawa lepas Shifa ikutan tertawa


**


Juna hanya terdiam termenung diruangannya menatap lurus


"apa kamu marah sama kakak sayang?? kenapa kamu tega?? apa kamu ingin menenangkan diri atas peristiwa itu ok kakak akan memberikan waktu untukmu sampai kamu benar benar tenang dan kembali ke kakak"


Juna berbicara sendiri


akhirnya Juna menghungi pihak pesantren untu kenanyakan Malik ia takut Malik mengetahui hilangnya ibunya dan sedih


pamggilan terhubung


"assalamualaikum"


jawab kang Fajar pengurus pondok


"waalaikum salam kang bagaimana kabarnya Malik baik baik saja kan??"


tanya Juna sopan


"alhamdulillah baik pak insyallah aman bapak jangan khawatir"


Fajar menenangkan


"ya kang maaf ganggu kalau ada apa apa tolong kabari saya ya kang??"


pinta Juna


"insyallah pak"


jawab Fajar lalu memutus sambungan teleponnya


**


"Naya bagaimana pak?? apa sudah ada kabar dari Juna??"


tanya ibu Naya yang mengkhawatirkan anak perempuannya


"belum bu kata Ridwan seharusnya dia sudah sampai Batam tapi saat dilacak orang suruhan Juna gak ketemu semoga anak kita baik baik saja bu doakan saja"


pinta bapak Naya


"iya pak"


jawab ibu Naya pasrah


***


seminggu kemudian


"maaf Fa telat ini ada yang harus kamu perbaiki"


ucap atasan Shifa yang bernama Aryo


"ya pak gak papa"


jawab Shifa sopan


"aku lagi pusing Fa Lintang merengek minta baby sisternya kembali tapi baby sisternya mau nikah dan udah risent, mau cari baby sister kemana ya?? Lintang rewel banget lagi ehh jadi curhat maaf ya Fa"


curhat Aryo tidak enak hati


"aku ada teman pak yang lagi nyari kerjaan bapak mau?? tapi dia cadaran kayak aku bagaimana??"


Shifa menawarkan


"boleh deh siapa namanya?? tapi saya maunya cepat kerja"


Aryo memberitahu


"bentar pak saya hubungi"


jawab Shifa lalu menghubungi Naya


panggilan terhubung


"assalamualaikum Fa ada apa??"


Naya menjawab panggilannya


"waalaikum salam kak ini ada kerjaan tapi baby sister mau gak?? ngasuh anaknya siboss"


Shifa memberitahu


"ok ok kapan??"


tanya Naya semangat


"bilang aja namanya Rani ya??"


lanjut Naya


"secepatnya kak"


ucap Shifa


"nanti sore bisa ketemu dan langsung kerja"


Aryo memberitahu Shifa yang dianggukan


"nanti sore kak gimana?? langsung otw rumah kalau ok"


Shifa memberitahu


"siap boss"


jawab Naya semangat lalu memutus sambungan teleponnya


"iya pak temanku mau katanya"


Shifa memberitahu


"alhamdulillah nanti selesai kamu kerja temanmu suruh kesini ya??"


pinta Aryo tersenyum


"tapi dia belum tau jalan sini pak"


Shifa memberitahu


"ya sudah kalau begitu antar saya ketempat temanmu saja kalau begitu"


saran Aryo


"baik pak"


jawab Shifa


Aryo pun berlalu dari Shifa dan melanjutkan pekerjaannya


menjelang sore Aryo mengantar Shifa pulang sekalian bertemu Naya dikos kosannya sebelumnya Naya sudah diberitahu akan kedatangan bosnya


"rumahnya dimana Fa??"


tanya Aryo sambil fokus menyetir

__ADS_1


kali Aryo membawa mobilnya sendiri tanpa supir


"dia ngekos sama aku pak"


Shifa memberitahu


"ohh kasih tau jalanannya saya juga tidak tau kos kosanmu"


pinta Aryo yang dianggukan kepala Shifa


setelah Shifa memberi petunjuk tempat tinggalnya akhirnya mereka sampai didepan kos kosan Shifa


"assalamualaikum"


ucap Shifa masuk kedalam kos kosannya tapi Naya tidak menjawab melainkan masih dikamar mandi sambil bernyanyi riang


"kebiasaan banget sih tu orang kalau mandi pake nyanyi segala untuk pak Aryo diluar gak masuk kedalam"


gerutu Shifa ia mennunggunya di depam kamar mandi tidak lama pintunya pun terbuka


ceklek


"astagfirullahal adzim Shifa kamu mau bikin kakak jantungan ya"


celetuk Naya kesal


"ya kakak mandi gak ngira ngira udah kebiasaan ya nyanyi dikamar mandi??"


ucap Shifa penuh selidik


"hehehe biar gak sepi Fa"


jawab Naya cengengesan


"ada apa?? jadi bosmu datang kesini??"


tanya Naya


"tu udah diluar nungguin kamu mandi kak"


jawab Shifa tangannya menunjuk diluar


"ohh my ayolah temenin Fa gak mungkin kan kakak sendirian bentar ya ambil cadar dulu"


ucap Naya lalu mengambil cadar di meja sebelahnya


dan mereka pun keluar bersama


"assalmualaikum"


ucap Naya sopan


"waalaikum salam"


jawab Aryo mengapitkan tangannya didada begitupun dengan Naya sebagai tanda bersalaman


"pake cadar juga ternyata bismillah saja lah semoga Lintang mau sama dia"


gumam Aryo


"saya Rani pak yang nglamar kerja jadi baby sister dirumah bapak"


ucap Naya memperkenalkan diri


"ah iya saya Aryo kamu mengasuh anak saya yang bernama Lintang dia masih umur 3 tahun duduk dibangku play grub apa kamu bersedia menjadih pengasuh anak saya?? maaf umur kamu berapa tempat asalmu dimana??"


tanya Aryo penasaran


"umur saya 28 tahun pak sa saya janda anak satu asal saya tempatnya di tempat astral ehh salah pak maaf maksud saya pulau jawa pak jawa tengah"


jawab Naya cengengesan


"mati aku ngomong sembarangan"


batin Naya dalam hati


Aryo terkekeh mendengar Naya (Rani) salah bicara menurut ia sangat lucu


"ok ok ok kamu mau kan jadi baby sister anak saya??"


tanya Aryo memastikan


Naya mengangguk pasti


"ok kalau begitu kemasi barang barangmu sekarang dan ikut saya pulang kerumah ya"


pinta Aryo


Naya pun mengangguk dan masuk kedalam rumah dan mengemasi barang barangnya yang dibantu Shifa


"kak Naya yakin nih pergi ninggalin aku padahal aku masih seneng banget loh ditemani kamu udah pergi aja"


"mau gimana lagi Fa kakak kan juga harus kerja masak numpang terus terus sama kamu nanti duitmu habis nafkahi kakak"


canda Naya


"tapi aku senang kak kakak ada disini"


rengek Shifa


"kamu tenang aja Fa kalau dikasih libur kakak akan main kesini atau minta jemput kamu"


Naya menenangkan


"ok deh, janji ya kak??"


ucap Shifa mengangkat jari kelingkingnya


"janji"


jawab Naya tersenyum membalas jarinya berbentuk janji


Aryo hanya mendengarkan percakapan dua wanita diluaran saja sesekali ia melirik kedalam untuk melihat mereka berdua


diam diam Aryo tersenyum melihat keakraban Naya dan Shifa


tidak lama Naya pun selesai berkemas dan keluar bersama Shifa


"kakak hati hati ya?? jangan lupain aku??"


pinta Shifa


"ya Fa kakak gak akan lupain kamu, kamu satu satunya teman disini kakak pamit ya kamu juga hati hati jaga diri kamu"


ucap Naya Shifa mengangguk dan berpelukan sebelum pergi


"pak tolong jagain temanku ya pak Aryo"


pinta Shifa pada bosnya


"ya Fa akan bapak jagain ya sudah kami pulang dulu ya hati hati dirumah assalmualaikum"


pamit Aryo dan Naya yang dijawab salam Shifa lalu pergi menuju rumah Aryo


**


di Jakarta Batam Juna dan mamanya sedang melakukan panggilan suara menanyakan kabar calon menantunya yang kabur


"Jun apa Naya sudah ketemu??"


tanya mama Juna disebrang telepon


"belum ma"


jawab Juna lesu


mama Juna menghela nafas


"yang sabar ya Jun mama cuma bisa mendoakan semoga Naya cepat kembali"


mama Juna nelangsa dengan keadaan anak sambungnya


"amin terima kasih ma mungkin Naya butuh ketenangan ma makanya dia pergi untuk ketenangan hatingnya"


ucap Juna lemas


"ya Jun kamu hati hati ya nak disana"


pinta mama Juna


"ya ma mungkin lusa Juna kembali ke Jakarta setelah pekerjaan Juna disini selesai"


Juna memberitahu


"ya nak"


jawab mama Juna mematikan teleponnya


**


"kamu sama Shifa dekat ya?? kalian akrab sekali"


ucap Aryo mencari obrolan karna daritadi hening


"alhamdulillah pak Shifa yang menolong saya pak disini yang saya kenal juga hanya Shifa"


Naya memberitahu Aryo mengangguk mengerti


"udah berapa lama kamu kenal dengannya??"


tanya Aryo lagi

__ADS_1


"mungkin setengah bulan pak, kenal dikapal"


jawab Rani (Naya) cengengesan


"padahal baru sebentar ya kalian kenal tapi langsung akrab gitu, hebat"


puji Aryo


"alhamdulillah"


jawab Naya singkat


"itu Ran mau tanya lagi kamu beneran janda ya??"


tanya Aryo hati hati takut Rani (Naya) tersinggung


"ya pak saya janda anak satu anak saya umur 7 tahun pak kelas satu SD bentar lagi naik kelas 2"


jawab Naya ceria memberitahu identitasnya


walaupun Naya memakai cadar tapi Aryo tau kalau Naya orang yang periang dan murah senyum


"udah besar ya terus kamu nikah umur berapa?? terus anakmu gimana ditinggal merantau"


tanya Aryo lagi


"saya nikah umur 19 lebih pak baru lulus SMA nikah muda"


jawab Naya


" anak saya tinggal dipesantren masuk kelas satu SD pak jadi saya pengangguran dirumah"


lanjut Naya


"oh"


Aryo mengangguk mengiyakan


"orang kampung kebiasaan nikah muda terus gak lama pasti cerai jadinya janda muda"


batin Aryo dalam hati terbiasa mendengar asisten rumah tangganya bila izin pulang kampung nikah padahal usia masih muda


"jadi tugasmu hanya mengasuh Lintang saja Ran sama nganter sekolah tapi Lintang anak yang susah jadi kamu pinter pinter aja gimana ngambil hatinya ya"


Aryo menjelaskan


"ya pak insyallah"


jawab Naya sopan


tidak lama mereka pun sampai dirumahnya


"papa"


teriak Lintang berlari mengetahui ayahnya pulang


"sayang anak papa pinter ya udah gak cengeng lagi"


puji Aryo memeluk dan mencium anaknya penuh kasih sayang


"ya pa Lintang anteng kan pintar kan"


jawab Lintang bangga


"anak pinter, sayang ini mbak Rani jadi teman barumu ayo salim sayang"


Aryo memperkenalkan


"halo cantik namanya Lintang ya?? nama mbak Na Rani mau kan jadi teman mbak??"


tanya Rani(Naya)


"kok pake penutup gitu apa gak sumpek"


celetuk Lintang polos


"mbak lagi pilek jadi ya ditutup biar gak ketularan"


jawab Naya mencari alasan


Aryo terkekeh mendengar alasan Rani


"ada ya orang kayak dia aneh"


batin Aryo dalam hati


"ayo masuk sayang kasih tau mbak Rani ya kamarnya dimana"


ucap Aryo yang dianggukan kepala oleh anaknya


Lintang menarik tangan Naya menuju kamarnya


Aryo juga mengikuti untuk menjelaskan tugas tugas Naya


"mbak Rani ini kamarku sama kamu aku tidur diatas mbak Rani tidur dibawah ya"


Lintang memberitahu


"ok sayang terus ini gimana baju mbak taruh mana??"


tanya Rani (Naya)


"dikamar sana bareng mbok Ija dan mbak Titin dan lainnya "


Lintang memberitahu


"ok bisa antar mbak kesana??"


pinta Rani(Naya)


"baiklah"


jawab Lintang lalu berjalan menuju kamar asisten rumah tangganya


"Ran kamu bangun pagi ngurusin Lintang ya untuk sarapan udah ada yang mengurusnya kamu tinggal nyuapin dan nyiapin segala keperluan Lintang kalau ada yang habis bilang sama mbok Ija biar nanti dia yang ngurusin pokoknya kamu hanya fokus ke Lintang aja jangan yang lain kamu mengerti kan??"


Aryo menjelaskan panjang kali lebar sambil berjalan menuju kamar asisten rumah tangga Aryo


"baik pak"


jawab Rani (Naya) paham


"halo mbok aku punya teman baru loh mbok gantinya mbak Lisa ini orangnya tapi dia lagi pilek mbok jadi wajahnya ditutup"


Lintang memberitahu


"ini kak bajunya taruh situ saja ditata nanti ya sekarang temenin aku makan"


pinta Lintang


"ok sayang"


jawab Rani (Naya) lintang menggandeng tangan Naya menuju ruang makan yang diikuti mbok Ija dan Aryo


diruang makan Naya membantu menyiapkan makan malam Aryo dan keluarganya beserta Lintang lalu menyuapi Lintang dengan telaten sambil diajak cerita Lintang berbagai hal yang ia ceritakan


"Yo itu pengasuh barunya Lintang??"


bisik mama Aryo yang bernama Tika


"ya ma dia dapatnya"


jawab Aryo sambil setelah mengunyah nasinya


"kok pake cadar?? terus itu Lintang kok mau sama dia?? biasanya juga Lintang susah dekat sama orang lah itu mau aja mala ngajak ngobrol menjap menjep gitu lagi"


ucap mama Aryo heran


"alhamdulillah dong ma Aryo jadi gak pusing mala protes gimana sih ma"


jawab Aryo heran dengan mamanya


"ya kan syok aja sama anakmu yang rewelnya minta ampun itu dulu waktu sama Lisa butuh waktu"


mama Aryo mengingatkan


"sudahlah ma yang penting Lintang anteng"


jawab Aryo santai


selesai makan mbok Ija memperkenalkan Naya dengan majikannya tersebut


"maaf nyonya ini namanya Rani pengasuh barunya non Lintang"


ucap mbok Ija


"saya Rani nyonya"


Naya memperkenalkan


"ya tadi saya sudah diberitahu Aryo semoga betah ya"


jawab mama Aryo


"insyallah"


Naya menimpali


ia mengajak Lintang dikamarnya membantunya belajar mewarnai dan menulis sesuai usinya


Naya mengajarinya dengan telaten sambil mewarnai Lintang bercerita ria dengan Naya dan Naya pun menanggapinya dengan tersenyum senang sesekali mereka berdua tertawa kala ada yang lucu tidak sadar bahwa Aryo memerhatikannya di pintu kamar anaknya ia tersenyum senang melihat anaknya kembali ceria seperti semula

__ADS_1


__ADS_2