
selesai mengemas barang Tata mandi untuk siap siap dan Naya pun ikut mandi bergantian meminjam kamar mandi Tata
selesai sholat magrib berjamaah yang dipimpin Juna mereka bersantai mengobrol bersama untuk menyambut sholat isya' dan berangkat bersama menuju rumah Intan menggunakan satu mobil milik Bagas
"kamu cantik sekali sayang"
puji Juna pada Naya
"gombal"
jawab Naya
"tapi lebih cantik kalau riasannya natural, hapus sedikit ya make up nya"
ucap Juna mengambil tisu ingin menghapus make up Naya
Naya dengan cepat mangambil tisu dari Juna
"bilang aja aku gak boleh dandan ini sudah natural banget ya gak tebal tebal amat "
jawab Naya sewot masuk kembali kekamar Tata menghapus sedikit make up nya
Juna tersenyum melihat Naya ngambek
"kamu itu ya seneng banget bikin macan ngamuk"
celetuk Bagas cengengesan
"habis gemesin Gas bikin aku ingin cepat cepat nikahij dia"
ucap Juna tersenyum
"sabar habis ini juga kamu dan keluargamu yang akan datang melamarnya"
jawab Bagas
Juna tersenyum
tidak lama Naya keluar dengan riasan natural senatural mungkin seperti tidak memakai make up
"kak kenapa kamu gak make up an?? bukannya tadi kamu udah dandan??"
tanya Tata karna tadi ia berdandan bersama dan Tata pun keluar lebih dulu tidak melihat Naya lagi
"aku hapus Ta daripada nanti kena ceramah kak Juna malas aku kayak ustad ustad yang lagi ngisi pengajian aja, jadi ya gini deh"
jawab Naya kesal
Juna dan Bagas cengengesan dengan Naya yang lagi memonyongkan bibirnya karna kesal
Tata tertawa kecil
"kalau mau ketawa ketawa aja gak usah ditahan"
celetuk Naya masih memonyongkan bibirnya
"ya ya kak aku takut dosa tertawa diatas kekesalanmu"
akhirnya Tata pun tertawa puas
"kamu itu ya bikin orang kesal saja sayang, sudah deh jangan ketawain orang lain, kamu saja seperti badut dandanannya terlalu menor gitu, nanti kalau aku larang kamu lebih marah lagi dari mbak Naya"
protes Rofik yang ikut
Naya tertawa Tata diledek suaminya
"jadi kamu bilang aku badut gitu mas"
ucap Tata kesal
"ibu memang kayak badut bu bibirnya merah gitu, cantikkan tante Naya"
Akmal ikut menimpali karna Tata memakai lipstik Merah cabe
Bagas dan yang lainnya tertawa lepas melihat keponakannya ikut protes dengan penampilan ibunya
" Akmal saja tau Ta mana yang cantik dan yang menor"
ledek Bagas sambil fokus menyetir
"beruntung kamu Nay sudah diperingatin Juna dari tadi, kalau Juna membiarkanmu seperti Rofik sudah jadi bahan tertawan satu mobil kamu sekarang"
lanjut Bagas membuat Naya nyengir malu tidak jadi manyun lagi
"maafkan aku kak sempat kesal sama kamu"
sesal Naya cengengesan
"iya sayang, tapi ada imbalannya permintaan maafmu sayang"
jawab Juna menggigit bibirnya agar tidak tertawa lepas takut Naya marah kembali
"huft sama saja kamu kak"
protes Naya manyun kembali
"ya sudah kalau begitu kakak tidak jadi terima maafmu sayang"
Juna merajuk
"tau ahh, nanti saja bahasnya aku ingin happy dulu untuk sekarang"
tawar Naya
"baiklah baiklah sayangku"
jawab Juna tersenyum
ibu Bagas yang melihat tingkah anak anak muda disekelilingnya hanya menggeleng geleng tersenyum
tidak lama mobil Bagas sampai dihalaman rumah keluarga Intan
keluarga Intan pun menyambutnya dengam senang bahagia
"assalamuailaikum"
ucap salam rombongan Bagas lalu manyalami keluarga Intan dihalaman rumah
"waalaikum salam"
jawab ramah keluarga Intan dan mempersilahkan masuk tamunya
"bismilahirrohmanirrahim assalamualaikum warohmatullahhiwabarokatuh pertama tama maksud kedatangan keluarga kami kesini untuk bersilatuhrahim kepada bapak sekeluarga, kedua ada sedikit jajanan ibu saya untuk keluarga bapak, yang paling utama saya Ahmad Bagaskara berniat ingin meminang anak bapak yang bernama Intan Permata sari untuk dijadikan istri saya pak, sudikah bapak menerima pinangan saya??"
ucap Bagas tenang setenang mungkin yang sebenarnya ia gugup
"waalaikum salam warohmatullahhiwabarokatuh
jawab semua orang
"bismillahirohmanirohim, terimakasih kasih atas semua oleh oleh dari ibu Bags dan keluarga semua yang sudah mau singgah dirumah kami yang sederhana ini nak, terima kasih nak Bagas sudah mau meminang anak kami Intan bapak sangat bahagia sekali tapi semua keputusan ada ditangan Intan sendiri yang akan menjalaninya nak"
jawab bapak intan ramah
"Intan apakah kamu bersedia dan menerima pinangan nak Bagas nak??"
tanya bapak Intan yang sebenarnya sudah tau akan jawaban anak gadinya
Bagas berkeringat dingin menunggu jawaban Intan yang tersenyum malu malu menundukkan kepalanya walapun Bagas tau Intan akan menerima lamarannya tetap saja Bagas gugup jantungnya berdisco ria
Naya dan Tata tersenyum cengengas menyaksikan semuanya ditambah melihat wajah Intan yang tersipu malu malu keong
"mau pak, Intan menerima pinangan mas Bagas"
__ADS_1
jawab Intan wajahnya masih menunduk malu
"alhamdulillah"
jawab semuanya lega apalagi Bagas benar benar plong hatinya mendengar jawaban dari mulut Intan sendiri
selesai menerima pinangan semuanya dipersilahkan makan makan sederhana bersama keluarga Intan dan berbasa basi
"duh senengnya yang baru saja dipinang"
ledek Naya mencolek colek lengan Intan
"ah kamu Nay, bisa aja, aku jadi tambah malu"
jawab Intan menutup wajahnya dengan telapak tangannya
"selamat ya mbak Intan semoga lancar sampai hari H nya"
ucap Naya dan Tata kompak
Intan semakin malu dibuatnya
ibu Bagas dan ibu Intan dan yang laiannya yang melihat geleng geleng dengan tingkah ketiganya
"apa mereka selalu seperti itu bu kalau kumpul?? Intan selalu bercerita cerita tentang mereka bertiga katanya seru kalau kumpul bareng tapi kok kurang satu ya?? yang satu dimana??"
tanya ibu Intan karna pernah diperlihatkan Intan dilayar ponsel teman teman barunya
"ohh Stela bu namanya adiknya Juna dia tidak ikut, gak tau Juna kenapa adiknya gak diajak padahal kalau diajak tambah ramai ini bu"
ibu Bagas memberitahu
"ya bu lihat mereka bertiga saja sudah ramai kayak pasar malam apalagi tambah satu, tapi saya senang bu melihat Intan banyak senyum begitu, padahal Intan itu orangnya pendiam tidak banyak bicara bu jarang punya teman apalagi setelah penipuan mantan suaminya itu dia lebih banyak murung bu, alhamdulillah sekarang dia lebih ceria setelah bertemu nak Bagas dan yang lainnya, terima kasih bu"
ucap ibu Intan terharu
"alhamdulillah bu, saya juga senang bisa bikin anak ibu ceria, terima kasih bu sudah mau menerima pinangan Bagas anak saya yang kaku itu"
jawab ibu Bagas merangkul ibu Intan mereka pun tersenyum bersama bercanda bercerita bersama
kehebohan Naya Tata dan Intan menarik perhatian Renita darmawanti istri Fauzi kakak Intan
"heboh sekali kalian ini, kenapa gak ajak aku sih"
protes Reni menghampiri rombongan Intan
"mbak Reni, maaf mbak Reni tidak keliahatan jadi gak diajak, perkenalkan mbak ini Tata adiknya mas Bagas dab yang ini Naya teman Tata dan mas Bagas"
Intan memperkenalkan
"Ta Nay ini mbak Reni istrinya mas Fauzi kakak ipar aku"
Intan memberitahu
Tata dan Naya pun menjabat tangan an memeluk Reni kakak ipar Intan tanda perkenalan ala ala para ladies
mereka cukup asyik mengobrol bersama bercada dan tertawa membuat Juna merasa dikacangin ingin menghampiri tidak sopan dan takut Naya marah marah tidak dihampiri Juna kangen ingin mengobrol bercanda bersama kekasih hatinya
tidak lama rombongan keluarga Bagas pamit pulang setelah menyampaikan acara pertunangannya minggu depan
Naya heran dengan raut wajah Juna yang manyun dari rumah Intan
sekarang Juna dan Naya duduk bersama ditengah belakang pengemudi sedangkan yang menyetir dan duduk didepan Rofik dan Tata Bagas dan ibunya duduk dibelakang
"kak Juna kenapa mukanya kusut gitu??"
tanya Naya heran
"daritadi kakak gak gombalin kamu jadi lemes gini, kakak kan kangen sama kamu sayang, tapi yang dikangenin mala sibuk dengan yang lain"
Juna merajuk membuat satu mobil geleng geleng kepala dengan tingkah Juna
"kamu itu ya sudah bujang lapuk masih saja ingin dimanja seperti anak kecil Jun"
yang membuat Naya cekikikan
Juna hanya cengengesan
" jodohku dulunya masih dipinjam orang bu jadilah aku bujang lapuk"
ucap Juna cengengesan membuat Naya dan Tata tertawa lepas
"makan itu Jun bikin para emak emak kayak kuntilanak aja kamu"
ceeltuk Bagas
"hmm mentang mentang udah laku sombong sombong"
ledek Juna cekikikan
"bentar lagi juga kamu laku Jun gaya amat kamu"
jawab Bagas tertawa yang diikuti Juna
"kapan Nay Juna melamarmu, awas saja kalau Juna membatalkannya"
ancam ibu Bagas
"lusa bu Juna akan datang melamarnya, ibu tenang saja Juna akan menjaganya dengan sepenuh hati Juna bu"
ucap Juna mengedip ngedipkan satu matanya kearah ibu Bagas
"awas saja kamu ya Jun kalau sampai menyakiti Naya, ibu juga sayang padanya Jun seperti ibu menyayangimu dan dan yang lain"
ibu Bagas memberitahu
"terima kasih bu sudah mau menyayangiku seperti anak ibu"
ucap Naya menoleh kebelakang dimana ibu Bagas berada
"iya sayang"
jawab ibu Bagas membelai kepala Naya dari belakang
setelah mobil Bagas sampai dirumah ibunya mereka semua turun Naya dan Juna langsung berpamitan karna hari sudah malam
"sayang??"
panggil Juna ditengah perjalanan mengantarkan pulang Naya
"hmm"
Naya menoleh ke arah Juna yang sedang menyetir mobilnya
"sayang??"
panggil Juna lagi
"apasih kak??"
tanya Naya
"kamu ingin acara pertunangan seperti apa?? ingin digedung apa dirumah saja??"
tanya Juna
"dirumah saja kak lebih hemat biaya, apa kakak ingin digedung??"
Naya bertanya balik
"kalau kakak terserah kamu sayang senyaman kamu, yang terpenting buat kakak adalah kamu"
jawab Juna menatap lekat wajah cantik Naya
__ADS_1
"nyetir yang fokus kak aku masih ingin menikah lagi"
tegur Naya
Juna tersenyum mendengar perkataan kekasih hatinya
"baiklah cintaku sayangku darlingku i love you sak lempohe"
jawab Juna cengengesan
Naya cekikikan
"kakak pulang dulu ya sayang sudah malam kamu juga langsung tidur jangan begadang kakak tidak mau disaat acara kamu pucat seperti mayat"
ucap Juna cengengesan
"apa kalau aku pucat seperti mayat kakak jadi membatalkan acaranya??"
tanya Naya penasaran
"ya enggak lah cuma kan kakak mau melihatmu cantik membahana dan sumringah seperti Intan tadi dilamar Bagas sayang"
jawab Juna lembut
"hmm diam diam kak Juna juga memperhatikan mbak Intan juga ya??"
tanya Naya curiga
"kan pas didepan mata pasti lah kakak lihat, janganlah cemburu sayangku"
pinta Juna manja
"hmm tau ahh aku masuk dulu assalamualaikum"
ucap Naya langsung masuk kedalam rumah
"waalaikum salam"
jawab Juna cengengesan dan masuk kedalam mobil setelah memastikan Naya masuk dan mengunci pintu rumahnya
dan Juna pun pulang kerumah ibunya dan mempersiapkan acara lamarannya
"sayang kamu besok kamu libur saja ya??"
pinta Juna
saat ini sedang melakukuan panggilan videonya bersama Naya seperti biasanya
"ok deh besok aku akan libur bantu bantu ibu dirumah dan menyambut calon misua datang melamarku"
jawab Naya cekikikan
"sana istirahat calon tulang rusukku"
usir Juna cengengesan
"baiklah baiklah my future husband assalamualakum"
ucap Naya cengesan dengan suara cemprengnya mematikan panggilannya
"waalaikum salam"
jawab Juna
"kebiasaan"
lanjutnya lagi tersenyum dengan tingkah Naya yang seenaknya
Naya memutuskan libur kerja seperti perintah Juna dan ikut bantu bantu memasak untuk acara nanti malam ia tersenyum bahagia karna nanti malam akan dipinang sang kekasih
"duh bahagianya yang mau dilamar senyum senyum sendiri"
ledek Lulu istri Lukman kakak ipar Naya
"aku juga gak tau mbak padahal ini bukan pertama kalinya untukku tapi aku tetap saja deg degan"
curhat Naya sambil mengiris bawang merah
"apa Ryan tau Nay kalau kamu dilamar sama Juna??"
tanya luluk penasaran
"tidak mbak ini rahasia bahkan tetangga pun tidak dikasih tau takut nanti ada yang ngadu sama ibunya mas Ryan dan bikin ulah, mbak kan tau sendiri ibu mas Ryan seperti apa, aku takut nanti mas Ryan dan keluarganya mengacaukan acaranya"
jawab Naya panjang lebar
"Malik bagaimana Nay apa dia setuju dengan Juna??"
tanya Lulu lagi
"kemarin pas berkunjung sudah dikasih tau mbak tapi ya namanya anak kecil belum mengerti apa itu lamaran apa itu tunangan apa itu pernikahan"
jawab Naya memberitahu
"terus bagaimana nantinya Nay??"
tanya Lulu lagi
"nanti aku dan kak Juna akan kasih tau pelan pelan mbak, semoga Malik mau mengerti dan menerimanya ya mbak??"
ucap Naya
"aminnn"
jawab Lulu
tidak terasa hari sudah menjelang magrib Naya membantu memasak membereskan rumahnya sampai selesai
Juna yang uring uringan karna Naya tidak menjawab panggilannya dari pagi hingga sore
saat Naya mengecek ponselnya sudah banyak panggilan tak terjawab dari Juna dan ia pun langsung memghubunginya kembali
panggilan terhubung
"assalamualaikum sayang masyallah cintaku sayangku darlingku darimana saja dari tadi kakak sampai jamuren nungguin kamu sayang"
ucap Juna gemas
"maafkan aku kak daritadi calon istrimu inu sedang sibuk membantu calon mertuamu"
jawab Naya cekikikan
"allah salehahnya calon istriku ini"
puji Juna tersenyum
Naya masih cekikikan, tau ahh aku mau mandi bentar lagi magrib"
ucap Naya tersenyum
"dandan yang cantik ya sayang"
pinta Juna
"asiapppp"
jawab Naya
lalu mematikan ponselnya dan bergegas mandi dab siap siap untuk menampilkan dirinya nanti
dikediaman Juna ia sedang senyam senyum sendiri menantikan acara yang akan dimulai beberapa jam kemudian
papa dan mama Juna beserta Sukma sudah sampai dari tadi asar
__ADS_1