
"asiappp"
jawab Naya cengengesan.
"sekarang jangan sedih lagi ya sayang tersenyumlah"
pinta Juna dengan senyuman yamg termanis.
"ya allah meleleh deh aku"
jawab Naya cekikikan.
Juna tersenyum dengan tingkah pujaan hatinya.
"ya sudah kakak istirahat dulu ya sayang"
ucap Juna mengakhiri panggilan setelah mengucapkan salam dan dibalas salam oleh Naya.
***
keesokan paginya sebelum berangkat kerja Naya memutuskan mampir kerumah mantan mertuanya untuk memberitahu bahwa ia telah resmi bercerai dari anaknya.
"assalamualaikum bu"
ucap salam Naya berkali kali karna belum ada orang yang keluar
"waalaikum salam"
jawab ibu Ryan dari dalam rumahnya
"ada apa??"
tanya ibu Ryan ketus.
Naya menghela nafas untuk menenangkannya dan menahan emosi.
"bu saya mau memberitahu bahwa kami sudah resmi bercerai, kata ibu kemarin ibu kesana tapi gak ketemu ya bu, maaf bu baru datang hari ini"
ucap Naya berusaha sopan sesopan mungkin.
"hmm"
jawab ibu Ryan dengan deheman saja.
"ya sudah kalau begitu saya cuma ngasih tau ini saja bu terima kasih assalamualaikum"
ucap Naya langsung berlalu meninggalkan rumah mantan mertuanya.
"kok motornya baru ya, dari mana tu motor itukan keluaran baru kok bisa punya ya si Nay"
ucap ibu Ryan kepo melihat Naya mengendarai sepeda motor baru
"bu lagi apa diluar kok aku lihat Naya bu dia dari sini??"
tanya Agung
"iya dia dari sini ngasih tau kalau Naya dan Ryan sudah resmi bercerai, terus kok dia pake motor baru ya?? berarti baru beli dong tu motor Gung bagus lagi modelnya duit darimana ya Gung Naya bisa beli motor baru??"
tanya ibu Ryan penasaran.
"dari selingkuhannya kali bu kan semua atm buku tabungan punya si Ryan udah dikasih semua sama ibu, Naya kan pintar bu gaet cowok gampanglah"
jawab Agung dengan entengnya.
"bu motor ku sudah laku bu tapi cuma 5 juta doang lakunya"
ucap Agung pada ibunya.
"terus mana uangnya kasih ibulah itu kan ibu yang beli dan sekarang kamu yang pake motor Ryan jadi uangnya buat ibu"
jawab ibu Ryan.
"gak bisa gitu dong bu kita bagi dua aja lah bu kasian si siska marah marah terus malas aku jadinya bu, bagi dua ya??"
tawar Agung.
"ya deh tapi ibu yang 3 juta ya dan kamu 2jt saja"
ucap ibu Ryan memberi pendapat.
Agung berfikir sebentar sebelum mengiyakan permintaan sang ibu.
"iya deh gak papa, aku bosen denger Siska ngomel ngomel terus, Siska gak kayak Naya dan mbak Ika yang selalu nurut bu kadang aku budek dengernya bu"
keluh Agung.
"ya sudah biarkan saja mungkin karna kamu gak kerja kerja makanya dia ngomel terus, makanya kamu cari kerja biar istrimu itu gak kayak mak lampir ibu juga males lihat kalian berantem terus"
jawab ibu Ryan.
"iya iya aku juga lagi nyari bu sabar napa, emang ibu pikir cari kerja itu gampang apa susah bu, makanya yang sabar"
protes Agung.
"udah deh terserah kamu mana duitnya mau ibu puterin biar beranak"
ucap ibu Ryan.
"iya iya ini"
jawab Agung lalu menghitung uang yang akan diberikan kepada ibunya.
"udah ya bu ya, Agung pulang nih mau kasih duitnya ke Siska dahh bu assalamualaikum."
pamit Agung kemudian berlalu menuju pulang kerumahya.
"mayan 4 juta, 2juta kasih Siska biar gak ngomel yang 2 juta lagi aku tilep buat seneng seneng untung ibu gampang dikibulin laku 7 ngakunya 5, maafkan Agung ya bu bukanya Agung mau durhaka dengan ibu tapi Agung juga pengen seneng seneng kayak yang lain bu"
gerutu Agung.
setelah sampai rumah Agung pun menyerahkan uang 2 jutanya ke tangan sang istri kemudian ia pamit untu keluar kepada istrinya.
Siska hanya mengiyakan saja karna ia sudah mendapatkan uang dari suaminya.
**
Naya yang datang telat setengah jam pun masuk keruangannya dengan terburu buru.
"assalamualaikum"
__ADS_1
Naya mengucap salam ngos ngosan karna ia lari agar cepat sampai karna ia gak enak masuk kerja seenak jidat
"waalaikum salam kenapa kak ngos ngosab gitu habis dikejar maling??"
tanya Tata heran.
"gak Ta kakak cuma terburu buru aja kok soalnya udah telat banget tadi kena macet"
jawab Naya menjelaskan.
"ohhh kirain sijanda baru dikejar oppa oppa korea atau gimana"
ledek Tata.
"dikejar oppa oppa mah kakak gak mau berangkat kerja Ta mau nemplok aja sama si oppa"
jawab Naya cengengesan sambil menyalakan komputer kerjanya.
"hihihi, ngebayangin gimana ya kak seandainya beneran dikejar kejar oppa oppa korea gitu"
tanya Tata cekikikan.
"haluuu masih pagi ta udah ah mulai kerja"
Naya menghentikan obrolannya dan mulai fokus kerja
**
Juna disibukkan dengan pekerjaannya rapat dan bertemu klien dimana mana sampai pekerjaannya benar benar selesai dan ia melanjutkan perjalanannya menuju kota Jakarta untuk mengurus kantor yang telah ia tinggalkan beberapa minggu.
"Van pesawatnya sudah siap??"
tanya Juna pada Evan.
"sudah pak mari saya antar pak"
jawab Evan sopan lalu mengantarkan bosnya menuju pesawat pribadinya.
ahirnya Juna sampai di Jakarta
"Jun kenapa kamu gak kasih kabar ke kami??"
protes papa Juna saat melihat anak laki lakinya masuk kedalam rumahnya sendiri sang papa sudah duduk manis menanti kepulangan anak laki lakinya
"kabar apa sih pa?? ada ada saja dehh si papa"
jawab Juna malas
"kabar si Naya yang katanya sudah bercerai??"
"iya Naya sudah resmi bercerai dari suaminya dan sekarang masih menjalani masa iddahnya"
Juna menjelaskan.
"terus??"
tanya papa Juna
"terus kenapa pa??"
tanya balik Juna.
tanya papa Juna.
akhirnya Juna duduk disebelah papanya yang tadinya ia berdiri untuk menceritannya. sang papa dan mama penyimak dengan serius apa yang akan dikatakan oleh sang anak laki lakinya.
"pa Naya belum siap untuk berumah tangga lagi mungkin ia masih trauma karna rumah tangga yang sebelumnya papa tau sendiri seperti apa, butuh waktu pa untuk memenangkan hatinya, dan aku akan sabar menantinya pa yang penting Naya masih bisa mengizinkan ku berkeliaran disisinya, tenang saja pa insylalah kalau allah menzinkan aku pasti akan menyembuhkan hatinya yang terluka kalau allah meridhoi pasti kita akan dipersatukan pa, papa jangan khawatir ya Juna pasti laku"
Juna memberitahu panjang kali lebar.
seketika kedua orang tua Juna lemas mendengar perkataan anaknya.
"ya sudah mau bagaimana lagi, papa hanya bisa berdoa semoga kamu lebih cepat mendapatkan jodohnya nak"
ucap papa Juna lemas.
"Jun tapi Naya gak depresikan Jun??"
tanya mama Juna.
"alhamdulillah baik baik saja ma yaaa hanya mata sembab dan bengkak seperti panda saja, tapi ia masih bisa teesenyum walaupun dipaksakan senyumnya"
jawab Juna apa adanya.
"ya sudah mau gimana lagi, pasrah ini judulnya pa"
adu mama Juna.
papa Juna hanya mengangguk.
"ya sudah papa pulang sekarang udah malam"
pamit papa Juna yang diikuti sang istri.
Juna hanya mengangguk mengiyakan dan berlalu menuju kamarnya,
ia langsung merebahkan tubuhnya diranjang tempat tidur matanya melihat kelangit langit begitu lama dengan tatapan kosong
Juna disadarkan oleh panggilan teleponnya ia dengan malas melihat dan menerima panggilannya.
"halo"
ucap Juna setelan mengucap salam.
"Jun udah sampai Jakarta??"
tanya Bagas diseberang telepon.
"iya nih lagi rebahan meregangkan otot otot setelah perjalanan, kenapa Gas??"
tanya balik Juna.
"gak ada apa apa sih cuma mau cerita tadi habis magrib mas Fauzi telepon mau mengajak ketemuan besok mau ngobrol ngobrol dikit gitu katanya, dia juga mau ngajak invest katanya, menurutmu gimana Jun?? mau ketemuan gak ya??"
Bagas meminta saran.
"coba temui saja Gas nanti aku cari tau apa maksud orang tersebut dan kamu ketemu dimana kok secara tiba tiba kenal kamu??"
tanya Juna penasaran. ia juga takut dan khawatir kejadian temannya beberapa tahun yang lalu terulang kembali.
__ADS_1
"ok deh aku temui tapi bener ya kamu cari info tentangnya aku gak mau kejadian lalu kembali lagi"
ucap Bagas masih trauma.
"ok deh dah ahh aku mandi lengket soalnya"
jawab Juna memutus sambungan telepon setelah mengucap salam dan dibalas oleh sahabatnya.
tidak lupa Juna menghubungi orang kepercayaannya sebelum pergi kekamar mandi.
selesai mandi orang suruhan Juna menelepon memberikan laporan yang Juna suruh.
ia langsung menghubungi Bagas untuk memberirahunya
panggilan terhubung.
"halo??"
jawab Bagas tidak lupa mengucap salam sebelumnya.
"Gas katanya sih cuma mau bincang biasa, coba aja temui siapa tau kamu dan dia minat satu sama lain dengan invest nya"
ucap Juna memberitahu tanpa menjabarkan tujuan yang sebenarnya kepada Bagas, ia takut Bagas menolak kalau diberi tau. sebenarnya ia juga was was kalau sampai Bagas kembali mengejar Naya karna ia juga tau sahabatnya menyukai orang yang sama dengannya walaupun itu tidak akan mungkin karna dirinya lebih terang terangan memperlihatkan cintanya.
"ok deh coba besok temui, tank ya Jun, dah ya aku mau istirahat capek assalamualsikum"
ucap Bagas.
"ok, waalaikum salam"
jawab Juna mengkahiri panggilan.
"sorry Jun bukanya bermaksud bohongin kamu tapi aku sangat mencintainya dan kamu tau itu apalagi kamu sudah mau mengalah untukku aku takut kamu berubah pikiran dan ikut mengejarnya, walaupun aku tau kamu tak akan saingan denganku demi persahabatan kita tapi tetap saja Gas aku takut kehilangan kalian, biarkan allah yang menentukannya saja"
gumam Juna lalu ia memejamkan matanya agar cepat terlelap kedalam mimpi.
***
keesokan paginya.
"mbak Nay sudah kerumah mertuamu kata ibu kemarin mbak suruh kesana??"
taya Ridwan penasaran
"kamu itu ya Wan kepo banget"
proten Rizky kakak tertuanya.
"ya kali mas namanya juga kepo hahaha."
Ridwan tertawa.
"udah makan jangab kepoin orang"
tegur ibu Naya.
"aku udah kesana udah kasih tau kalau kami sudah resmi bercerai dan udah nunjukin akte cerainya."
Naya menjelaskan kemudian menyendok nasinya.
"kok mbak Naya gak nangis, biasanya nangis??"
tanya Ridwan kepo.
"gak lihat nih mata ku masih sembab gini masih nanya lagi"
ucap Naya kesal.
Ridwan memperhatikan wajah Naya.
"oh iya itu masih kelihatan walaupun gak terlalu jelas sih, udah lah mbak gak usah dipikirin mantan suami bodohmu itu, males aku lihatnya"
jawab Ridawan
"Naya hanya mengangguk meiyakan.
terus rencana hari ini mau kemana mbak??"
tanya Ridwan.
gak kemana dirumah aja rebahan kenapa?? mau ikut??"
tanya Naya heran.
"hehehe sewot amat sih mbak udah gak hamil juga masih galak aja"
Ridwan cengengesan
"sudah makan"
tegur bapak Naya.
"iya pak"
jawab Ridwan sopan.
selesai makan Naya mencuci piring bekas makan dirinya dan keluarga setelah itu ia pun kembali ke kamar untuk aktifitas rebahannya.
Naya membuka buka ponselnya melihat lihat aplikasi belanja online nya
"gak ada yang menarik malas ahh"
tiba tiba ponselnya bunyi dengan malas Naya melihat layar yang bertulisan mas Ryan ia hanya memandangnya saja tanpa mengangkat karna ia tau pasti ada drakor lagi kalau mereka berbicara.
ponsel Naya berbunyi beberapa kali karna Naya tak kunjung mengangkatnya.
"mbak hpmu itu bunyi mulu budek tau dengernya."
protes Ridwan
"malas Wan dari mas Ryan soalnya."
ucap Naya.
"owchhh kirain kok dianggurin"
jawab Ridawan kemudian berlalu meninggalkannya
maaf ya kak dikit dulu soalnya lagi persiapan hajatan sunatan anak ku tapi besok saya usahain ngetik juga kak 🙏😆😆
__ADS_1