
sampai diparkiran mobil naya tata bagas langsung masuk mobil dan meninggalkan rumah sakit. sampai tengah perjalanan bagas memulai obrolan. nay mas anterin sampai rumha ya???
"gak usah mas motorku masih dipabrik soalnya." jawab naya.
"gak papa. besok mas jemput kamu berangkat kepabrik."
ucap bagas.
"gak usah mas takut ngrepotin hehehe."
jawab naya agak sungkan.
" gak ngrepotin kok. besok kita kerumah sakit bareng bareng lagi."
bagas memberitahu.
" iya deh tapi kalau mas bagas repot ngabarin ya biar aku naik ojol mas."
jawab naya.naya tidak mau kalau merepotkan orang lain.
"aku juga anterin sampai rumah ya mas. mobil ku juga dipabrik soalnya. besok juga anterin aku sekalian."
ucap tata juga ingin diantar dan dijemput oleh kakaknya."
" iya tuan putri."
jawab bagas sambil mencubit hidung adiknya. naya hanya tertawa melihat tingkah teman dan kakaknya.
"mas apa ibunya kak juna itu orang yang baik mas." tiba tiba naya tanya tentang ibu juna.
"ehmm ibu memang orang yang baik nay dia juga penyayang. ibu juga sayang sama mas. mas juga sayang sama ibu. mas sudah menganggap ibu seperti ibuku sendiri nay."
bagas menjelaskan.
apa terjadi sesuatu antara kamu dengan ibu nay.?? bagas bertanya.
"gak terjadi apa apa mas."
jawab naya.
"aku cuma heran aja mas. aku yang membuat anaknya celaka tapi ibu gak marah. beliau tidak menyalahkanku mas. beliau mala merangkulku menenangkanku."
naya menjelaskan.
"iya ibu memang orang yang baik."
jawab bagas
"seandainya aku punya mertua baik dan sayang seperti ibu pasti aku sangat bahagia.
gumam naya lirih.
degg
dada bagas terasa terbakar api cemburu mendengar ucapan naya.
"nay apa kamu juga mencintai juna."
batin bagas dalam hati.
tata tidak mendengar gumaman naya karna tata sudah terlelap dijok depan.
"tapi sayang mertua ku tidak pernah menganggapku. sebaik apapun aku terhadapnya tidak akan pernah berati padanya. bahkan beliau selalu menuduhku yang tidak tidak yang membuatku dan mas ryan selalu ribut. kapan aku punya mertua sebaik ibunya kak juna. seenggaknya aku ingin dihargai sebagai menantu atau minimal jangan selalu mencampuri rumah tanggaku."
batin naya dalam hati.
melihat naya melamun dari kaca spion mobil dengan mata berkaca kaca seperti mau menangis bagas pun bertanya pada naya.
"kenapa nay?? apa yang kamu pikirkan?? jangan mikir yang tidak tidak. nanti gak cantik lagi."
bagas bercanda.
naya yang tersadar dari lamunan karna mendengar ucapan bagas pun menjawab.
" tidak apa apa mas. aku tidak memikirkan macam macam kok. aku cuma capek ingin cepat istirahat dirumah aja."
jawab naya tersenyum.
"nay jangan mikir macam macam ya. serahkan sama mas. mas akan membantumu sebisa mas nay."
bagas menyemangati.
"iya mas terima kasih mas bagas selalu ada untukku.
jawab naya tersenyum. bagas pun membalas senyuman naya. sampai depan rumah naya. naya pun pamit masuk rumah.
"mas makasih ya"
ucap naya.
"ya sama sama. besok mas jemput ya??
tanya bagas.
iya kalau mas tidak repot jemput aku tapi kalau mas repot kabarin ya??
tanya naya.
iya
jawab bagas mengancungkan jempol.
mas pamit ya. bagas pamit.
" iya mas hati hati. kalu sudah sampai rumah sms ya mas."
tanya naya.
sipp
bagas mengacungkan jempol.
lalu ia berlalu dari rumah naya menuju rumah adiknya tata. sebelum masuk rumah ibu naya datang.
nay dari mana tumben baru pulang.??
tanya ibu naya.
"iya bu habis dari rumah sakit. nengok temen." naya agak berbohong.
owchhh.
ibu naya ngengangguk anggukan kepalanya.
" tadi bagas kan nay kenapa gak disuruh mampir nak.??"
tanya ibu naya.
"iya bu mas bagas. gak bu kasian tata dan mas bagas udah capek jadi langsung pulang untuk istirahat."
" ya sudah.
jawab ibu naya.
__ADS_1
"ada apa bu?? tumben dateng kesini."
tanya naya heran.
tidak biasanya ibu naya berkunjung kerumahnya. "tidak hanya mau memastikan saja kok tumben belum pulang kirain lembur" .
jawab ibu naya berbohong.
sebenarnya ibu naya mendapat laporan dari tetangga mertua naya kalo naya kerja tidak pulang tapi selingkuh bersama pacarnya. jadi ibu naya mau memastikan bahwa anak perempuannya tidak macam macam seperti yang diberitakan mertuanya.
apalagi kondisi suami naya merantau dan anak dipesantren. naya hanya tinggal sendirian dirumah bisa mengundang fitnah. ibu naya selalu menasehati naya untuk tidak bergaul dengan sembarangan orang. selalu menjaga jarak dengan laki laki yang bukan suaminya. untuk selalu berhati hati dalam bertindak. apa lagi mertuanya sering ikut campur. ibu naya takut rumah tangga anaknya hancur karna hanya kesalah pahaman yang tidak ada ujungnya.
ibu pulang nay kasian bapak dirumah sendiri.
ibu naya pamit.
"gak masuk dulu bu.???"
tanya naya.
"gak nay kamu istirahat ya nak pasti capet dari kerja langsung pergi kerumah sakit. ibu pulang ya. hati hati dirumah jangan lupa pintu dikunci."
ibu naya memeringati agar naya hati hati. iya bu jawab naya lalu masuk rumah dan mengunci pintu. sampai dikamar naya merebahkan tubuhnya diatas kasur. ia melihat ke atas langit langit.
huft capek.
ucap naya.
tak lama ponsel naya berdering. dilayar ponsel tertuliskan nama suamiku. naya pun langsung mengangkatnya.
"assalamulaikum sayang."
"wa'alaikum salam"
jawab ryan suami naya.
kamu habis dari mana saja nay??
tanya suami naya dengan nada tinggi seperti orang marah.
degg
dada naya terasa sakit mendengar suara tinggi suaminya.
"mas tadi atasan aku kecelakaan karna menolongku mas jadi aku menemaninya dirumah sakit sampai keluarganya datang. disana ada tata dan mas bagas kok mas. aku tidak sendirian dirumah sakit."
naya menjelaskan dengan mata berkaca kaca.
selalu seperti ini setiap ada masalah suaminya langsung marah dan emosi. tidak mau mempertanyakan dengan kepala dingin.
oya ???apakah atasan yang memelukmu.??? bukan selingkuhanmu nay???
. tanya ryan mengintrogasi naya.
"mas dia bukan selingkuhanku mas dia atasan ku. aku tidak pernah selingkuh mas. tolong percaya padaku mas. kenapa kamu selalu menuduhku selingkuh mas. kenapa. "
air mata naya tumpah mengalir membasahi pipi cubbynya.
"kenapa kamu selalu memercayai omongan ibu mas apa ibu pernah melihatku selingkuh. apa ibu punya buktinya aku bersama pria lain??
naya makin terisak.
"nay mas bukannya menuduhmu ada orang yang melapor ke mas kalau kamu selingkuh."
suara ryan agak merendah.
" yang melapor ibumu."
jawab naya cepat.
memang yang melapor ibunya ryan sendiri bukan orang lain.
"kenapa mas selalu percaya omongan ibu sedang kan ibu hanya dirumah. bagaimana ibu bisa tau kalau aku selingkuh. dari mana ibu tau kalau aku selingkuh mas.?? darimana.??"
tanya naya.
"mas ryan aku capek mas dengan pertengkaran ini terus menerus mas. aku capek. kalau memang mas ryan sudah tidak sayang padaku. tolong ceraikan aku mas. aku siap." ucap naya lagi.
"jangan ngomong gitu terus nay. tiap kali kita bertengkar kenapa kamu selalu meminta cerai. masalah kan bisa diselesaikan nay."
ucap ryan.
" iya mas penyelesaiannya cuma cerai dengan cerai masalah kita akan selesai."
jawab naya cepat.
naya benar benar lelah dengan pertengkaran yang tidak aja ujungnya. setiap pertengkaran antara naya dan ryan selalu disebabkan oleh orang tua ryan. ryan tau kalau orang tuanya selalu menjelek jelekan naya dibelakang. ryan tau kalau orang tuanya selalu memojokkan naya. tapi ryan selalu emosi setiap kali mendengar naya selingkuh. itu di karenakan ryan sangat mencintai naya. ryan sangat takut kehilangannya.
tapi ryan tidak menyadari dengan pertengkarannya mala membuat hati naya tersakiti dan terluka.
"nay tolong jangan seperti itu nay. jangan bicara itu lagi nay."
ucap ryan dengan suara parau.
"terus aku harus bicara apa mas. aku sudah menjelaskannya kekamu mas tapi kamu masih seperti ini. kamu selalu meledak ledak mas. apakah tidak bisa mas bicara baik baik tanya baik baik. tidak dengan emosi mas. mas kalau memang ibu tidak suka denganku tolong ceraikan aku mas. aku tidak mau penikahan kita tidak direstui orang tuamu mas. "
tanya naya kemudian.
" nay tolong jangan seperti ini mas sangat sayang padamu nay. maafkan mas nay mas yang selalu emosi. mas tidak akan mengulanginya lagi nay. maaf."
jawab ryan.
"mas aku capek aku mau istirahat. assalamualaikum.
naya memutuh telepon dengan sepihak. lalu naya menangis sejadi jadinya. ia benar benar menumpahkan emosinya.
setiap kali bertengkar dengan suaminya naya selalu menangis sendirian didalam kamar sampai lelah dan ketiduran.
keesokan harinya naya terbangun adzan subuh berkumandang. naya menunaikan sholat subuh setelah itu naya bersih bersih rumah lalu siap siap berangkat ke pabrik. kebetulan naya masih mendapatkan sift pagi. setelah selesai persiapan naya duduk diruang tamu menunggu kabar dari bagas. lalu ia membuka ponselnya. ada banyak sms dan panggilan tak terjawab.
naya membuka satu persatu panggilan tak terjawab. banyak panggilan tak terjawab dari suaminya ryan ada 30 panggilan. yang 5 panggilan dari nomer baru dan 3 panggilan tak terjawab lainnya dari bagas tadi malam. lalu naya membuka satu persatu pesan yang belum terbaca. 20 pesan dari ryan yang berisikan maafkan aku nay
maaf sayang
sayang kamu lagi apa
jangan marah lagi mas mohon
sayang kenapa tidak balas
naya tolong jangan seperti ini
mas sayang banget sama kamu nay
nay tolong balas
naya
naya
jangan seperti ini nay
tolong maafkan mas
__ADS_1
mas tau mas salah sayang
maafkan mas nay
naya mas tidak akan seperti ini lagi nay
tolong beri kesempatan lagi sayang
sayang mas kerja dulu ya
sayang mas kerja
tolong bales sayang kalau kamu sudah bangun
sayang
naya tidak membalas satupun pesan dari ryan. lalu naya membuka kembali pesan dari tata.
kak aku dah sampai rumah ni
kakak lagi apa????
kok gak bales dah tidur ya kak???
besok berangkat bareng kak
good nigth kak naya
naya membuka lagi pesan dibawanya. pesan dari bagas.
nay mas sudah sampai rumah
nay besok mas mau bicara berdua sama kamu bisa gak
nay kok gak dibales
dah tidur ya
good nigth
naya membuka lagi pesan dari nomer yang tidak ia kenal karna nomer baru.
nay aku juna save ya nomerku
kamu lagi apa
sibuk ya nay
maaf ya ganggu
good nigth
oala nomernya kak juna toh. gak papa kali ya nyimpan nomer kak juna. naya bicara sendiri. simpen gak ya. tau ah simpan aja kali. lagian dia atasan dipabrik. ya udah deh simpen aja.
akhirnya naya menyimpan nomer juna..
tak lama ponsel naya berdering. dilayar tertulis nama bagas.
"assalamualaikum mas."
naya menjawab telpon dari bagas.
"waalaikum sayang eh salam."
jawab bagas bercanda yang diikuti tawa naya. "kamu siap siap ya mas jempot kamu sama tata." bagas memberitahu.
" siap mas aku tunggu. maaf mas kalau ngrepotin." jawab naya.
" gak kok santai aja."
ucap bagas lalu mereka mengakhiri panggilan dengan salam.
naya menunggu kedatangan tata dan bagas setengah jam dirumah. setelah mobil mereka samapi naya langsung keluar dan mengunci pintu rumah. naya langsung membuka pintu mobil bagas dan masuk. lalu bagas melajukan mobilnya menuju pabrik
"maaf nunggu lama ya nay.'
bagas memulai obrolan.
"gak papa mas santai aja. "
jawab naya.
mereka bertiga diam tanpa membuka suara satu pun yang terdengar hanya suara musik mobil.
"kak matamu kenapa kakak habis nangis.???" tanya tata melihat mata naya bengkak.
bagas yang mendengar ucapan adiknya langsung menoleh kebelakang.
"kamu berantem lagi sama suamimu."
tanya bagas
"mas lihat depan dong lagi nyetir juga. mas mau aku dan kak naya celaka."
cerocos tata.
"sembarangan aja kamu. mas masih pengen nikah lagi ta. gimana sih kamu ni."
jawab bagas sewot
"kak kamu berantem lagi sama suamimu kak." giliran tata yang bertanya. naya hanya diam tak menjawab.
"mau sampai kapan kamu akan bertahan dengan suamimu itu nay."
tanya bagas kesal.
naya masih diam dengan beribu bahasa.
bagas dan tata mengetahui rumah tangga naya. saat naya dan suaminy bertengkar ditelepon. bagas dan tata sengaja menguping karna ingin tau yang sebenarnya.
dibalik keceriaan naya tersimpan hati yang teluka. dibalik keramahan naya ada tangis tak terdengar. bahkan bagas dan tata pernah mendengar ucapan pedas mertuanya terhadap naya. tata pernah mendengar mertua naya menjelek jelekan naya dibelakang saat pergi kemini market. tata sedang belanja minuman diminmarket tak sengaja mendengar nama naya disebut sebut akhirnya tata menguping pembicaraan mertua dan para ibu ibu. didalam minimarket. itu yang membuat tata tidak suka mertua naya.
kak kamu masih mau bertahan??
tanya tata dan naya hanya mengganggukan kepala. sampai kapan??
tanya tata lagi.
"sampai aku benar benar lelah."
jawab naya sambil menangis.
"sampai mas ryan bersedia menceraikan aku ta." ucap naya.
hahhhh
tata dan bagas menarik nafas agar tak termakan emosi.
"kenapa kamu harus menunggu suamimu menceraikanmu nay. kamu bisa mengajukannya kalau kamu mau nay."
ucap bagas.
"aku tau mas aku bisa mengajukannya tapi aku tidak bisa. aku masih memikirkan malik mas. gimana dengan malik kalau tau orang tuanya berpisah. aku takut malik mengalami broken home."jawab naya.
__ADS_1
yang seharusnya memikirkan broken home itu suami dan mertuamu kak bukan kamu. mereka yang menyakiti mu.