Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
pacaran setelah halal itu nikmat


__ADS_3

seketika senyum ceria Malik kembali mengembang


"asikkkk, om Juna yang terbaik deh, aku sayang om Juna, eh tapi aku lupa mulai sekarang aku harus panggil papa atau ayah ya??"


ucap Malik cengengesan


Naya dan Juna terkejut matanya sampai melotot


"tadi oma sama nenek yang bilang umi om, aku disuruh panggil dengan sebutan ayah atau papa, kan bentar lagi om Juna jadi orang tua Malik juga??"


lanjut Malik


"om Juna mau panggil Malik apa?? ayah atau papa?? dady?? abi??"


Malik menawarkan


"Malik??"


tegur Naya


tapi Malik tidak mendengarkan


"om mau yang mana??"


tawar Malik lagi


"hmmm apa ya?? Malik ingin panggil apa?? om ikut aja?? apa yang Malik senang??"


tanya Juna tersenyum lembut


"apa ya?? ayah boleh??"


Malik meminta saran


"ok"


jawab Juna


"ayah Juna"


panggil Malik agak malu


"ya sayang"


jawab Juna lembut


Malik tersenyum senang


"ayah"


panggil Malik memeluk Juna dari belakang pengemudi


Juna tersenyum senang ia ingin mengubah cara memanggilnya tapi takut Naya marah akhirnya ia mengurungkan niatnya, ternyata kedua permaisurinya peka dan gercep menanggapinya ia juga melihat reaksi calon istrinya senang campur malu jadi satu membuatnya tersenyum bahagia


"umi umi, umi juga harus dibiasakan juga dong cara panggil om Juna jangan kakak terus, masak mau jadi suami masih pangil kak, kakak beradik doang, berati kayak om Ridwan sama umi dong?? ganti dong umi panggilnya??"


celoteh Malik


Naya hanya terdiam memandang wajah calon suaminya yang fokus menyetir sambil senyum senyum dan sesekali menoleh kearahnya dan anak


"umi denger tidak sih mala diam aja, ganti dong kayak aku, tapi beda kata om Ridwan, sayang?? suamiku?? my sweety?? my honey?? atau my darling umi katanya sih aku tanya om Ridwan tadu pagi"


lanjut Malik membuat Naya sedikit terlonjak mendengar anaknya pintar membuat puisi


"darling darling, terlor dadar"


celetuk Naya agak kesal dengan adiknya Ridwan


"awas kamu ya Wan, ngomporin anaku "


gumam Naya dalam hati menampakkan wajah kesalnya saja


Juna cengengesan melihat wajah kesal Naya ia tahu bahwa calon istrinya kesal dengan adiknya yang memberitahu anaknya aneh aneh walau sebenarnya tidak aneh


"udah sayang jangan ngambek terus nanti apa Malik sayang??"


ucap Juna minta pembelaan Malik


"cepet tua umi"


jawab Malik cepat


"oh my kamu sama Malik udah kompak ya kak udah kayak anak sama bapak aja, heran aku"


cibir Naya


"ya harus dong sayang, kakak kan sebentar lagi akan jadi ayahnya Malik, harus kompak"


ucap Juna lembut


"ya gak sayang??"


tanya Juna pada Malik minta pembelaan lagi yang dianggukan mantap oleh Malik membuat Naya pasrah


"bobok Lik, melek aja sih kamu, dah malam"


tegur Naya pada anaknya


"baiklah umiku yang cerewet"


jawab Malik kemudian memejamkan matanya tidak lama hanya suara dengkuran Malik yang terdengar sampai dihalaman rumah orang tua Naya


"kakak gendong Malik ya sayang"


ucap Juna yang dianggukan kepala Naya lalu membukakan pintu rumah dan kamarnya sedangkan Juna menggendong Malik dan merebahkannya di kasur ranjang tidur Naya dengan sangat hati hati agar tidak terbangun


setelah selesai membaringkan Malik Juna pun langsung pamit pulang kerumah hari sudah terlalu malam


"kakak pulang ya sayang, salam buat bapak ibu yang sudah terlelap "


pamit Juna


"waalaikum salam insyallah besok aku salamin kak, kakak hati hati ya dijalan kabari aku kalau sudah sampai, biar tidurku nyenyak"


pinta Naya


"baiklah sayang jangan khawatir, masuk gih, kunci pintunya dengan baik, jangan sampai ada maling masuk"


perintah Juna ia sempat melihat Ryan mantan suaminya mengendap endap diluar rumah Naya


"ya kak"


jawab Naya patuh dan masuk kedalam rumahnya dan mengunci pintu rumahnya dengan baik lalu Juna pun hendak masuk kedalam mobilnya tapi berhenti


"jangan sampai kamu menyentuh Naya dan Malik mas, aku gak akan tinggal diam"


ancam Juna dan dengan sigap orang suruhan Juna pun langsung menangkap Ryan

__ADS_1


"apa apan kamu mas, lepasin gak"


Ryan memberontak


"diam kamu, kamu yang apa apaan, Naya sudah bukan milik kamu lagi aku mohon jangan pernah ganggu dia lagi, aku berkali kali memohon padamu mas Ryan tapi entah kamu gak mengerti atau pura pura tidak mengerti seperti keluargamu yang gak tau malu itu, jangan sampai aku berbuat nekat membasmi kamu dan keluargamu seperti serangga yang menganggu mas"


ucap Juna dengan nada dingin dan datar


"awasi Naya dan dia jangan sampai dia menyentuh calon istriku walau seujung kukupun"


perintah Juna pada anak buahnya


"baik pak"


jawab anak buah Juna patuh lalu Juna pun berlalu dari kediaman Naya dan pulang ke rumah orang tuanya tidak lupa mengabari calon istrinya agar tidak khawatir sebelum mengistirahatkan tubunya menyambut hari esok


***


karna acara pertunangan Stela dan pernikahan Bagas dan Juna hanya berselisih hitungan hari keluarga Stela memutuskan memajukan acaranya tiga hari kedepan setelah acara lamaran agak dapat membantu dan menghadiri acara pernikahan Bagas dan Juna


"Assalamulaikum"


ucap Naya dan keluarganya yang diundang ke acaranya


Juna sengaja menjemput dan mengantarkannya dirumah orang tuanya agar bisa berangkat bersama tidak lain dengan keluarga Bagas pun sama berangkat dari rumah keluarga Juna bersama sama karna acaranya diadakan digedung hotel ternama milik Juna yang ada di Semarang


"waalaikum salam, wah sudah datang, monggo masuk bu sini"


mama Juna dan yang lainnya menyambut kedatangan keluarga calon besannya


"ibu apa kabar?? sehat kan bu??"


tanya mama Juna menuntun ibu Naya untuk duduk dikursi ruang tamu


ibu Naya takjub melihat kemewahan rumah orang tua Juna dia melihat kanan kiri atas bawah melihat dinding dan hiasan rumah dan membandingkan dengan rumahnya yang sangat sederhana jauh dari kata mewah


"masyallah rumahnya besar sekali ya bu, bersih"


ibu Naya memuji


"bisa aja ibu Naya ini"


ucap ibu Juna lalu menyuruh asisten rumah tangganya untuk membuatkan minuman buat tamunya


papa dan bapak Juna pun menyambut dengan ramah calon besannya mengobrol bersama sebelum waktunya berangkat


"mbak aku ikut mobilmu ya??"


pinta Stela


"bilang sama masmu dulu sana"


perintah Naya yang dianggukan Stela lalu ia pun meminta izin ikut mobil kakaknya setelah kakaknya menyetujuinya ia langsung masuk bersama Naya dan keluarganya, tidak lama setelah memastikan semuanya masuk mobil dan hadir akhirnya semua rombongan berangkat ke lokasi acara


sampai disana Naya dan keluarganya tercengang melihat betapa indahnya hotel tersebut dengan banyak hiasan lampu disetiap jalan menuju hotel dan tempat acara tidak lain dengan keluaga Intan dan ibu Bagas yang sama sama orang kampung ikut takjub melihat keindahan dekorasi hotelnya


setelah mengikuti acara demi acara dan waktunya menikmati hidangan yang disediakann hotel tersebut Juna dan Bagas dengan sigap mengambilkan makanan dan cemilan untuk kedua calon mertuanya karna ia tau mertuanya tidak terlalu mengerti dengan acara tersebut


"ibu bapak ini ada makanan, dimakan ya pak bu"


ucap Juna sopan menyerahkan nampan yang berisikan makanan dan minuman berbagai macam yang Juna ambilkan


"terima kasih Jun, kamu tau aja bapak ibu malu ambil disitu karna tidak biasa dan tidak tau"


jawab ibu Naya sungkan


ucap Juna lagi dan ikut menemani orang tua Naya menikmati hidangannya


semua teman rekan bisnisnya ia sapa sebelum acara agar ia bisa menemani calon mertuanya begitu juga dengan Bagas yang membatu menyapa tamu tamu keluarga Juna sebelum menemani calon mertuanya


Naya Sukma dan Intan ikut membantu menyapa dan berkenalan dengan teman teman Stela yang hadir hingga selesai


"hahh capeknya"


ucap Naya mendudukan pantatnya disofa acara setelah para tamu sudah hilang semua dari acaranya


"aku juga capek mbak"


jawab Stela ikut duduk disebelahnya yang dianggukan yang lain


"sayang apa gak mau tidur disini saja?? ibu bapak dan Malik sudah masuk dari tadi setelah makan"


Juna memberitahu


"masuk kemana??"


tanya Naya bingung


"kamar hotel, kamu tidur sini saja ya kasian kalau harus bangunin mereka"


ucap Juna


Naya menoleh ke yang lain meminta pendapat mereka mengangguk kompak untuk bermalam dihotel tersebut


"kapan lagi kak merem dihotel mewah ini, udahlah ayo mama ibu semua sesepuh udah pada masuk tu, masak mau dibangun gaj sopan dan gak enaklah kak"


celetuk Tata


Naya berpikir sejenak sebelum menyetujuinya


"ok deh, amu tidur sama siapa?? kamu aja ya mbak Intan??"


ajak Naya


"sipp biar Tata temenin ibunya, ibuku sama suaminya Stela pasti sama Sukma jadi aku sama kamu Nay, gak mungkin dong aku sama mas Bagas nanti kamu sama mas Juna bisa bisa khilaf lagi"


Intan cekikikan


"makanya mbak"


jawab Naya cengengesan


"khilaf juga gak papa kali, bentar lagi ijab kabul, gak masalah"


ledek Sukma


"hus kamu itu ada ada saja, sana tidur udah malam, besok setelah sarapan kita semua pulang"


perintah Juna pada adiknya


"yeee ngambek, gak papa mas sana tidur bareng sama mbak Naya aja, aku gak akan ngaduh sama mama ibu kok"


Stela ikut mengompori


"Stel kamu itu ya mala jadi setan"


tegur Naya yang lain cekikikan

__ADS_1


" hey Stela sayang dengerin mas ya, ini pelajaran buat kamu juga semuanya jangan mau diajak khilaf khilafan sebelum ada label halal, ngerti gak?? kalau kamu gak mau menyesal, pacaran setelah halal itu lebih nikmat rasanya, ya mas tau mas juga termasuk kategori pacaran dan khilaf sebelum halal, tapi mas akan selalu berusaha untuk tau batasan itu"


Juna menjelaskan yang dianggukan kepala semuanya


"sudah sana masuk, bobok"


perintah Juna seperti menyuruh anak kecil yang susah dikasih tau dan semua bubar kecuali Naya dan Intan yang sedang menunggu Bagas yang sedang berjalan kearahnya


"Naya masuk"


perintah Juna yang melihat calon istrinya cengengesan didepannya


"aku meleleh kak, so sweetnya calon imamku ini"


puji Naya cengengesan


seketika wajah Juna merah seperti tomat karna mendapat pujian dari calon istrinya


"ehem sudah sana masuk dan tidur"


ucap Juna menahan malu memalingkan wajahnya tidak ingin Naya melihat wajah malunya


"mau anterin gak sayang??"


tanya Naya tiba tiba membuat Juna terkejut dan menoleh


"apaa??"


Juna kaget


" kayak mbak Intan udah jalan kesana tuh , aku juga gak tau kamarnya nomer berapa??"


Naya cengengesan


Juna menghela nafasnya mengatur debadaran dihatinya agar tidak keluar dari tempatnya ia tau Naya tidak tau kamarnya yang mana karna ia belum tau akan bermalam dihotelnya


"ayo kakak anterin"


ajak Juna lalu berjalan bersama beriringan sambil bergandengan


Naya tidak menolak tangan Juna mala justru ia senang mengobrol bercanda bersama sepanjang perjalanan sampai kamarnya bersama Intan


"ini kamarnya??"


tanya Naya karna Juna berhenti melangkah


"iya sayang, sana masuk mungkin Intan sudah didalam"


ucap Juna


"ok"


jawab Naya lalu masuk kekamarnya dan Juna pun berlalu setelah Naya masuk


"kak??"


panggil Naya Juna menoleh


"good nigth"


ucap Naya tersenyun lalu menutup kembali pintunya


Juna terkekeh dengan tingkah Naya


"good nigth too, aku gak sabar ingin segera menghalalkanmu sayang"


gumam Juna sambil melangkah kekamarnya


***


keesokan paginya sesuai kesepakan setelah selesai beakfast merekapun kembali kerumah masing masing


"Jun nyaman banget tidur dihotel tadi, empuk kasurnya"


celetuk bapak Naya ditengah perjalanan


"alhamdulillah kalau bapak sekeluarga nyaman pak"


ucap Juna sopan


"gak nyaman lagi betah mala Jun, kalau gak ingat ibu gak mau pulang kata Malik dirumah kamu juga sama empuknya, tadi malam Malik bercerita"


ibu Naya menimpali cengengesan


"tapi emang iya kok mbah, enak banget kasurnya, ya kan Yah??"


Malik minta pembelaan yang dianggukan dan senyum Juna


"kalau ibu mau ibu bisa menginap sesuka hati ibu"


ucap Juna lagi


"malas bolak baliknya Jun, lumayan jauh soalnya"


jawab ibu Naya


"ok nanti semua ranjang yang ada dirumah ibu Juna ganti semuanya yang seperti dihotel ya bu biar ibu nyaman"


saran Juna


"aduh gak usah nak, repot boros uang juga "


tolak ibu Naya


"gak repot kok bu "


jawab Juna sopan


tidak lama mobil mereka sampai dihalaman dan semua penumpang turun termasuk Juna dan ikut masuk kedalam rumah untuk sekedar meregangkan ototnya di ruang tamu yang ditemani Ridwan dan bapaknya Malik pun ikut ngelendot Juna dengan manja


"ini kak diminum"


Naya menyerahkan teh hangat untuk calon suaminya dan bapak serta adiknya


"Malik ganti baju dulu gih"


perintah Naya Malik pun langsung berlari kekamarnya untuk berganti pakaian tanpa drama indonesia


Naya pun masuk kekamarnya membuka ponselnya untuk memberitahu yang lain kbahwa dirinya sudah sampai rumah dengan selamat


Naya lanjut menemani orang tuanya yang masih diruang tamu bersama yang lain


"ayah ayo main sama Malik yok??"


ajak Malik yang diiyakan Juna kedua orang tua Naya memilih masuk kekamarnya untuk beristirahat setelah perjalanan sedangkan Ridwan dan Juna menemani Malik bermain tembak tembakan dan mobil mobilan Naya yang melihat semua itu terharu


"alhamdulillah anakku tidak kehilangan sosok ayah kandungnya walaupun berpisah, kak Juna bisa menganggantikan semoga selamanya kak Juna tidak berubah amin"

__ADS_1


gumam Naya dalam hati berdoa sendiri iya menyeka air matanya yang tidak terasa menetes


__ADS_2