Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
takdir cinta kita sampai disini


__ADS_3

Juna sengaja mengikutinya memberi jarak agar tidak ketahuan oleh Naya. Juna mengikuti sampai tempat tujuan.


ia mengikutinya kemanapun Naya melangkah seperti penguntit


Juna hanya ingin memastikan pujaan hatinya dalam keadaan baik baik saja.


selesai dengan urusannya Naya pun langsung pergi meninggalkan tempat tersebut


ia melanjutkan perjalanannya tapi tidak pulang kerumah melainkan kearah pantai untuk menenangkan dirinya sebelum pulang kerumah.


Juna masih setia mengikutinya kemana pun Naya melangkah.


Naya duduk dibangku yang kosong menatap lurus kearah lautan yang sangat luas


tiba tiba Juna duduk disampingnya


"kalau butuh sandaran kakak siap Nay"


ucap Juna menatap lekat Naya.


tanpa berkata apa apa Naya langsung memeluk Juna dengan erat menumpahkan semua yang dirasa, Juna hanya bisa membalas pelukan Naya dan memberikan kenyamanan untuknya.


ia menangis sesugukan dipelukan Juna sampai puas dan tenang


setelah tenang Naya pun melepaskan pelukannya.


"aku gak salah kan kak mengambil langkah ini??"


tanya Naya dengan tatapan nanar


"gak, kamu sudah benar dengan semua ini Nay, kamu berhak bahagia dan semua orang menginginkan kamu hidup bahagia Nay termasuk kakak"


ucap Juna menenangkan pujaan hatinya.


"ayo kita hadapi bersama Nay kakak akan selalu berada disisimu selalu mendukungmu yaaa apapun yang terjadi tolong jangan pernah kamu bersembunyi dariku Nay"


pinta Juna dengan yakin.


Naya hanya terdiam mencerna setiap perkataan Juna.


ia hanya memandang lekat wajah ganteng nan tegas Juna dari dekat.


mereka hanya terdiam saling memandang satu sama lain dalam kesunyian begitu lama hanya suara ombak yang mengiringi musik hening mereka berdua.


"kak pulang yuk aku capek dan lapar"


ucap Naya setelah sekian lama mereka saling diam.


"kita cari makan dulu ya??"


pinta Juna Naya hanya mengangguk mengiyakan


kemudian mereka melangkah mencari rumah makan terdekat.


"kak makasih ya udah mau nemenin aku dari tadi"


ucap Naya setelah sampai dirumah diantar Juna menggunakan mobil dan motor Naya dibawa pak Ayup supir Juna.


"sama sama Nay, jangan sungkan ya apapun yang terjadi tolong biarkan kakak berada disisimu "


jawab Juna.


Naya hanya mengangguk tersenyum.


"kakak pulang dulu ya sampaikan pada bapak ibu"


pinta Juna.


"iya kak hati hati ya dijalan"


jawab Naya


kemudian Juna pun meninggalkan rumah orang tua Naya.


karna hari menjelang sore akhirnya Naya pun berberes beres rumah setelah menunaikan sholat asar sambil menunggu ibunya pulang kerumah.


jarum jam menunjukkan pukul 16.40 ibu Naya baru kembali


"assalamualaikum"


ucap salam ibu Naya.


"waalaikum salam bu darimana kok baru pulang??"


tanya Naya heran karna tidak biasanya ibunya tanpa kabar.


"ibu dari mertuamu Nay tadi kata bu leha dia kesini tapi ibu lagi arisan bu RT jadi ibu kesana nyamperin"


jawab ibu Naya santai


Naya mengerutkan alisnya heran


"emang ada apaan bu sampai ibunya mas Ryan kesini??"


tanya Naya kembali.


"dia nanyain kapan surat cerai kalian selesai kalau sudah katanya suruh kesana dia bilang gitu sih, tadi pesannya kayak gitu"


ucap ibu Naya jujur.


"buat apa lagi bu?? aku malas kesana bu"


jawab Naya malas.


"gak usah kesana Nay nanti pasti ribut tadi aja udah bikin gara gara sama ibu, ibu males ngladeni orang kayak mertuamu itu udah kamu gak usah ngurusin dia lagi nak"


ibu Naya mengingatkan


"dia sudah bukan mertua ku lagi bu, Nay juga malas bu urusan sama dia terus, sekarang sudah selesai semua bu Nay mau buka lembaran baru lagi menata hidupku lagi jadi lebih baik"


jawab Naya.


"ya Nay semoga setelah kamu lepas dari mertua seperti itu hidupmu jadi lebih berkah ya nak"


ibu Naya mendoakan


"aminnn doain ya bu"

__ADS_1


ucap Naya


"ya sayang, udah ah ibu mau mandi dulu belum sholat juga"


jawab ibu Naya berlalu meninggalkan anak perempuannya diruang tivi.


drr drr ponsel Naya berbunyi menandakan pesan masuk.


Naya pun langsung membukanya


{Nay kakak gak jadi ke jakarta tapi ini kakak berangkat ke Surabaya baru aja nyampe}


{kamu lagi apa??}


isi pesan dari Juna.


{nih lagi nyantai kak, kakak hati hati ya di Surabaya}


Naya membalas pesan Juna


tiba tiba ponselnya berdering kembali sebuah panggilan dari Ryan Naya bingung harus menjawab atau tidak panggilan dari sang mantan suami yang sekarang statusnya


"jawab gak ya tapi sudah terlanjur online tapi kalau dijawab pasti bertengkar lagi"


gumam Naya


setelah mati ponselnya berdering kembali dengan panggilan yang sama.


mau tidak mau Naya akhirnya pun mengangkatnya


"assalamualaikum mas"


Naya mengucap salam.


"waalaikum salam Nay kamu benar benar ya gak punya hati kamu lebih memilih Juna daripada aku Nay aku tau Juna memang lebih kaya dari pada aku aku tau Nay aku sadar tapi kenapa kamu begitu tega Nay kita sudah melalui semuanya bersama sama Nay apa kamu tidak ingat Nay kenapa kamu keterlaluan"


ucap Ryan menangis terisak diseberang telepon.


Naya hanya diam saja mendengarkan ocehan mantan suaminya


"Nay apa kamu gak kasian dengan Malik sayang


bagaimana dengannya nanti Nay bagaimana kalau dia tau orang tuanya telah berpisah hahhh kamu gak mikir sampai kesitu Nay, ya allah Nay sejak kapan kamu berubah menjadi perempuan yang matrealistis Nay kemana Nayaku yang cantik dan manis nan penurut itu, kemana hilangnya"


ucap Ryan masih dalam isakannya.


Naya masih diam saja tanpa kamu ia juga ikut menangis dalam diam tangannya menutupi mulutnya agar suaranya tidak terdengar siapapun.


"Nay kenapa kamu hanya diam saja tolong jawab Nay, apakah rasamu sudah berubah denganku Nay maafkan aku Nay maaf aku memang salah aku yang egois tidak pernah mempercayaimu aku lebih percaya dengan orang tuaku karna aku juga bingung Nay amu tau kamu tidak pernah macam macam dibelakangku tapi setiap kali mendengar ibu mengadu dengan isakannya hatiku merasa panas Nay aku benar benar gelap mata ingin selalu marah denganmu maafkan aku Nay tolong cabut lagi ya gugatanmu aku mohon aku akan berubah sayang aku akan berubah lebih baik lagi Nay Naya??"


Ryan menjelaskan panjang kali lebar kali persegi memohon dengan sangat kepada Naya.


tapi hati Naya yang sudah tertutup amat sulit untuk menerimanya kembali apa lagi mereka sudah resmi berpisah.


"mas dengarkan aku, aku tidak bisa mas kita sudah resmi bercerai, ibumu juga sudah meminta akte cerai kita besok aku akan mengatarkannya kerumah ibu mas"


Naya memberitahu dengan hati yang berat.


degg


seketika hati Ryan benar benar hancur mendengar penuturan mantan istrinya sekarang.


Ryan terkejut


Naya hanya diam tanpa kata.


"Nay kamu serius?? ya allah Nay kamu lebih tega Nay aku sudah minta maaf padamu tapi kamu benar benar, bagaimana aku nanti akan menjalani hidup tanpamu Nay kenapa kamu tidak memikirkannya dengan itu Naya"


ucap Ryan lemas


"mas aku sudah memikirkannya berulang ulang kali mas, aku juga sudah memberimu kesempatan kesekian kalinya mas, aku juga sudah berlapang dada dengan perlakuan mu dan keluargamu, aku kurang apa mas?? jujur aku menceraikanmu karna orang tuamu lah yang memintanya"


ucap Naya dengan kesal


degg


Ryan dikejutkan kembali oleh mantan istrinya tersebut.


"ibu mendatangi ku dipabrik dan mempermalukanku mas, dia menuduhku selingkuh dan tidak mengakui bayi dalam kandunganku beliau juga yang meminta agar aku secepatnya menceraikanmu terus siapa yang keterlaluan disini mas siapa yang yang tega disini, dan kamu menyuruhku untuk menggurkan anak itu hingga akhirnya aku kecelakan dan keguguran, tidak ada satupun keluargmu yang menjengukku atau sekedar menanyakan kabar untukku, sekuat tenaga aku mempertahankan rumah tangga kita mas, tapi ibu dan kamu dengan mudahnya selalu membuatku terluka hingga akhirnya aku menyerah"


Naya mengeluarkan semua unek uneknya yang selama ini ia simpan


"apa Nay ibu menghampiri kamu?? kenapa kamu gak cerita ke aku dan kenapa ibu gak memberitahuku sebenarnya apa yang terjadi Nay kenapa ceritmu dan cerita ibu bertolak belakang"


tanya Ryan bingung.


"mas maafkanlah aku mas apabila ada kesalahan yang selama ini hidup bersamamu baik disengaja dan tidak disengaja mas


semua apa pun yang mas rasakan aku pun juga ikut merasakannya namun apakah yang hendak dikatakan mas apabila suratan tadir kita sudah menetukannya sekarang mas mungkin jodoh kita sudah cukup sampai disini.


perpisahan ini sebenarnya bukan kehendak hatiku mas tapi kehendak orang tuamu. jangan pernah kamu menyangka aku telah sengaja mengingkari janji suci pernikahan kita.


kita hanya manusia biasa mas yang punya impian dan keinginan tapi hanya allahlah yang bisa menentukan takdir kita masing masing mas dan mungkin takdir cinta kita hanya sampai disini mas maafkan aku mas"


ucap Naya panjang lebar untuk yang terakhir kalinya


Ryan hanya terisak mendengarkan semua perkataan Naya


mereka saling terisak satu sama lain


"Nay apakah tidak bisa kita bersama lagi Nay aku mohon??"


Ryan memohon


"maafkan aku mas aku tidak bisa dan tidak mau"


jawab Naya tegas


"Nay bagaimana dengan malik??"


tanya Ryan berharap setelah memikirkan anaknya ia akan luluh kembali


"jangan khawatir soal Malik mas aku akan bicara pelan pelan dengannya mas Ryan jangan khawatirkan itu soal hubungan mas dengan Malik aku tidak akan melarang kamu bertemu dengannya mas karna bagaimanapun juga kamu ayah kandungnya kamu bisa bertemu dengannya kapan pun kamu mau mas aku tidak akan melarangnya"


ucap Naya penuh wibawa.


"ok"

__ADS_1


jawab Ryan singkat langsung menutup teleponnya sepihak tanpa mengucap salam. karna ia pun bingung harus mencari alasan apa lagi untuk membujuk Naya agar bisa mengubah keputusannya Ryan


Ryan semakin frustasi dibuatnya ia menyadari semua kesalahannya kepada mantan istrinya yang selalu ia ragukan karna menuruti perkataan orang tuanya akibatnya ia jadi kehilangan istri tercintanya.


"maafkan aku mas aku benar benar sudah lelah maaf"


gumam Naya disela isakannya


**


Juna yang berada di Surabaya merasa tidak tenang perasaannya.


ia selalu khawatir dengan pujaan hatinya.


selesai rapat Juna langsung menghubungi Naya ingin tau keadaannya.


panggilan terhubung


"iya kak ada apa??"


tanya Naya setelah mengucap salam videonya ia slihkan ke tembok kamarnya Juna menggunakan video call


Juna mengerutkan alisnya karna Juna dipelihatkan tembok bukan wajah Naya


"kakak??"


panggil Naya


"kenapa mala tembok yang kakak lihat kemana wajah cantikmu itu?? apakah udah ilang??"


protes Juna pada Naya.


"wajahku lagi buluken kak gak mau ahh malu"


jawab Naya cengengesan ia berusaha tersenyum walaupun hatinya masih sakit atas perpisahan hidupnya.


"kenapa harus malu kakakkan mau lihat sayang??"


goda Juna


"sayang sayang kepala kakak yang peyang, males ahh kakak kon panggilnya sayang sayang terus sih kan geli kak??"


giliran Naya yang protes kepada Juna karna sebuah panggilan untuknya.


akhirnya ia menampakkan wajah bengkak dan sembabnya.


Juna tersenyum akhirnya Naya menampakkan wajahnya dilayar ponselnya walapun hatinya sakit melihat wajah sembab sang pujaan hatinya


"kamu siapa kok bukan Naya kesayangan aku, Nayanya kemana mbak??"


tanya Juna pura pura tidak mengenalinya ia ingin menghiburnya dengan cara menggodanya.


"apaan sih gak lucu tau"


jawab Naya cemberut memonyongkan bibirnya.


Juna cekikikan melihat tingkah Naya yang lagi ngambek.


"Naya kesayangan aku kemana mbak kok gak kelihatan, tolong bilangin mbak kalau kak Junanya lagi kangen"


Juna cekikikan masih menggodanya.


"kak Juna aku tutup nih"


ancam Naya tersenyum.


"hihihi ya deh ya ampun nyai."


jawab Juna cekikikan.


"Nay apa mas Ryan telepon kamu marah marah lagi sama kamu"


tanya Juna lembut ia menampakkan wajah sedihnya dilayar ponselnya.


Naya hanya mengangguk mengiyakan.


Juna menghela nafas karna tau pasti akan seperti ini jadinya.


"tapi mas Ryan gak marah marah kok kak, iya sih awalnya marah marah tapi setelah itu ya gitu deh"


Naya menjelaskan.


"mengakui kesalahannya dan memintamu untuk kembali lagi denganmu??"


tebak Juna


Naya mengangguk lagi


hufttt


Juna menghela nafas kasar mencoba untuk tenang


"terus??"


Juna butuh penjelasan.


"ya aku gak mau kak aku sudah memutuskan untuk berpisah dengannya, selain itu ini juga ibunya yang memintanya, jadi untuk apa aku masih memperthankannya"


Naya menjelaskan.


"kak apakah aku bodoh ya kak, apa benar aku bodoh kata Laela dan Rina aku itu bodoh sudah tau disakiti tapi masih mau bertahan dan gak peka maksud mertuaku selama ini karna menginginkan perpisahan aku dan mas Ryan"


curahan hati Naya


Juna tersenyum kecut ia bingung harus berkata apa agar tidak menyinggung perasaannya.


"kamu gak bodoh sayang, kamu sudah benar karna ingin mempertahankan apa yang kamu punya itu sudah benar, mungkin sekarang kamu sudah lelah makanya kamu melepasakan semuanya, itu juga sudah benar kamu melepaskannya karna kamu juga gak mau tersakiti terus. begitu pun dengan kakak juga dan semua keluarga kamu tidak rela kalau kamu disakiti terus apalagi melihat perlakuan mertuamu yang tidak punya perasaan itu membuat kami mengelus dada dan mengucap istigfar Nay, jadi jangan pernah menyesali apa yang sudah kamu putuskan, bukalah lembaran baru Nay lepaskan semua beban kamu yang selama ini menumpuk, kamu berhak bahagia"


jawab Juna panjang kali lebar.


Naya hanya mengangguk.


"iya kak terima kasih atas sarannya"


jawab Naya tersenyum.


"jangan sedih lagi ya, ada kakak yang selalu berada disisimu ingat itu"

__ADS_1


ucap Juna penuh ketegasan.


__ADS_2