Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
anda belum beruntung


__ADS_3

"bu tata dan bagas sudah datang bu??"


teriak bapak naya dari ruang tamu.


"iya pak."


jawab ibu naya dari dalam kamar keluar menuju ruang tamu.


"ta gas sudah lama???"


tanya ibu naya.


bagas tata bangkit dari duduknya menyalimi ibu naya.


"kak naya mana bu kok sepi??"


tanya tata celingukan.


"kayaknya masih tidur deh. soalnya tadi ibu suruh istirahat. kasian mual terus. sana bangunin gih??"


perintah ibu naya.


"gak usah ajalah bu kasian."


jawab tata.


"bangunin aja ta. biar gak banyak tidur. selain itu daritadi dia menanti kedatangan kalian."


ibu naya memberi tau.


"ya sudah kalau begitu. tata kesana ya bu."


pamit tata.


ibu naya mengangguk.


"kak bangun. aku udah sampe nih. kok mala molor gak lucu ah."


tata membangunkan naya saat sudah masuk kekamarnya. naya pun terbangun.


"ta kamu udah datang kirain gak jadi. aku mau ngomel ngomel sama kamu."


ucap naya suara parau bangun tidur.


"yee bumil mau ngomel ngomel. gak bagus tau untuk kesehatan janin. ayo ah bangun. dah laper tau kak."


keluh tata.


"ya bentar ya cuci muka dulu."


naya bangkit dari tidurnya dan berlalu kekamar mandi untuk mencuci mukanya.


tata pun kembali keruang tamu.


"sudah bangun ta??"


tanya ibu naya saat tata sudah diruang tamu.


"sudah bu lagi cuci muka."


jawab tata sopan.


ibu naya mengangguk angguk.


"maaf ya lama mas hehehe."


ucap naya cengengesan saat menuju ruang tamu.


"udah genap belum nyawanya nay.??"


bagas bercanda.


"alhamdulillah udah mas."


jawab naya cengengesan.


"ayo ayo makan sekarang pasti sudah lapar kan??"


ibu naya mengajak makan


"tau aja sih bu kalau udah laper hihihi."


tata cengengesan.


"kalian kan baru pulang kerja pasti lapar lah."


bapak naya menimpali.


akhirnya semuanya menuju ruang makan rumah naya.


"eh eh tunggu foto dulu ya mau aku bikin story."


aja naya saat sudah berada dimeja makan.


"boleh boleh boleh. pamerin mas juna kak biar iri hehehe."


tata semangat.


"sippp."


naya setuju.


selesai berfoto naya mengunggahnya distory aplikasi hijaunya. lalu makan bersama sama.


walaupun naya makan sedikit karna mual bau masakan. naya tetap memaksakan untuk makan dan menahan mualnya.


selesai makan naya pamit ke kamar mandi dengan alasan kebelet pipis.


selesai makan tata membantu naya mencuci piring. ibu naya membereskan makanan dimeja. sedangkan bagas dan bapak naya mengobrol diruang tamu.


"kak kamu masih mual ??"


tanya tata


"sedikit."


jawab naya.


"jangan bohong kak dosa."


tata memperingati.


"gak percayaan amat sih ta."


naya cemberut.


"bukannya gak percaya kak cuma ya kan kasian kalau kerja mual terus pasti lemes."


tata memberitahu.


"tenang aja ta gak akan lemes kok. daripada dirumah mulu mala lemes ta. gak punya aktifitas."


naya meyakinkan.


"iya kakak ku sayang nanti kalau sudah lebih baik kakak masuk kerja lagi ok??"


tata tidak mau dibantah.


"ok deh. iya."


jawab naya lemes.

__ADS_1


"kak bukannya aku gak mau kakak kerja lagi kak. aku juga ingin kakak kerja lagi biar kita bisa bareng bareng lagi. cuma kondisi kakak seperti ini bukan hanya mas juna yang yang khawatir kak. tapi aku juga kak. aku juga gak mau kehilangan kakak. aku gak mau kakak kenapa napa kak."


tata jujur.


"kakak tau ta. maaf ya kakak selalu ngrepotin kamu sama mas bagas terus."


naya tidak enak hati.


"kak aku mala seneng deket kakak dan bisa bantu kakak. jadi kakak jangan sungkan ya kak. kakak tau kan kalau aku sayang sama kakak."


tata meyakinkan naya.


"kakak tau. kakak sangat tau. kakak juga sangat sayang sama kamu ta. kamu jangan bosen sama kakak ya."


ucap naya memeluk tata dari samping.


"iya deh kakak nurut. tapi kalau kakak udan bener bener boring dirumah boleh ya kakak masuk kerja.??"


pinta naya.


"ok boss."


tata tersenyum.


"kakak gak tau kan kalau mas juna itu serem banget orangnya."


tata memberitahu.


naya mengerutkan alis mendengarkan kata kata tata.


"maksudnya??"


"mas juna tu serem banget kak kalau lagi kerja tanpa ampun orangnya. apalagi kalau kena semprot huft mukanya kayak setan tau gak kak. makanya aku gak berani macam macam sama dia. kak. bisa bisa aku dibunuh sama dia kak. ihhh serem."


tata merinding.


"masak sih ta. emang kak juna malaikat pencabut nyawa. sampe pake kata serem segala. ada ada saja kamu ta. hihihi."


naya membayangkan tampang juna seperti malaikat pencabut nyawa sambil cengengesan duduk dimeja makan.


"ihh gak percayaan banget sih kak."


ucap tata ikut duduk dimeja makan.


"soalnya kakak gak pernah lihat ta gimana mau percaya??"


jawab naya.


adzan magrib berkumandang tata naya dan ibunya sholat dirumah. sedangkan bagas dan bapak naya sholat dimusholat kampung naya. bagas dan tata sudah sering makan sholat dirumah ibu naya atau rumah naya. jadi tidak heran mereka sudah seperti keluarga sendiri. walaupun naya juga sering main kerumah tata dan orang tuanya. tapi tata belum pernah main kerumah bagas.


selesai sholat tata dan bagas berpamitan untuk pulang.


"bu pak pamit ya assalamualaikum."


ucap bagas mengucap salam dan mencium punggung tangan kedua orang tua naya yang di ikuti tata.


"iya hati hati ya nak dijalan."


balas kedua orang tua naya.


tata dan bagas pun berlalu dari rumah orang tua naya.


naya dan orang tuanya masuk kedalam rumah.


ridwan memberhentikan motornya didepan rumah.


"assalamualaikum."


ridwan mengucap salam saat turun dari motornya.


naya dan orang tuanya yang baru duduk diruang tamu pun bangkit lagi menyambut anak bontotnya.


"waalaikum salam wan."


"mas bagas sama mbak tata habis dari sini ya bu??"


tanya ridwan setelah mencium punggung tangan kedua orang tuanya.


"iya tadi mampir kesini wan."


jawab ibu naya.


"mandi dulu ya bu gerah."


pamit ridwan berlalu menuju kamar mandi.


drr


ponsel naya berbunyi menandakan ada pesan masuk. naya pun membuka pesannya.


"kak juna komen wkwkkwkwkkwk."


gumam naya cengengesan sambil masuk kekamarnya.


{duh senengnya yang lagi kumpul kumpul. kakak gak diajak }


isi pesan dari juna berakhir dengan emoji cemberut.


naya cekikikan membaca pesan dari juna. dan membalasnya.


"kakak udah pulang kejakarta dan terlalu sibuk. maaf ya gak ngajak." dengan emoji maaf dan sedih lalu naya mengirim pesannya.


"lain kali kalau kakak pulang ke semarang diajak ya. kakak juga pengen ikut kumpul kumpul." ada emoji memelas. balasan dari juna. naya pun membukanya.


"ok. kabari ya kak kalau ke semarang nanti biar ibu masak yang banyak. kak juna yang semangat kerjanya ya." terpasang emoji tangan berbentuk ok dan senyum gembira. lalu mengirim pesannya ke juna.


juna langsung membuka balasan dari naya melupakan kerjaannya diatas meja yang menumpuk.


"siappp ratu."


juna membalas pesannya dengan emoji tertawa. setelah mata juna menoleh ke arah meja juna baru sadar kalau kerjaannya masih banyak.


"naya naya kamu tu ya bikin aku lupa dengan kerjaanku yang menumpuk ini."


juna berbicara sendiri cengengesan dan tangannya menunjuk berkas diatas mejanya. juna pun melanjutkan pekerjaannya yang menumpuk itu setelah selesai kirim pesan sama naya.


naya cekikikan membuka pesan dari juna.


tiba tiba ridwan nongol dari pintu selesai mandi.


"mbak kesambet kuntilanak ya cekikikan sendirian. bahayaaaa."


ridwan meledek naya.


" kamu gak lihat aku sudah kayak kuntilanak. ganggu kesenangan orang aja."


balas naya sewott


"mbak naya bukan kayak kuntilanak tapi kayak mak lampir. kaborrrr hihihi."


ledek ridwan langsung kabur ke kamarnya.


"sotoy lu. ganggu kesenangan orang aja. huhhh"


gumam naya kesal.


tak lama tata mengirim pesan memberitahu bahwa dirinya sudah sampai rumah dengan selamat. naya dan tata sering berkirim bila sudah sampai rumah saat habis main. supaya tidak ada rasa khawatir satu sama lain.


mendengar ponselnya berbunyi naya pun langsung membukanya.


{kak aku udah sampai rumah. mandi dulu ya}

__ADS_1


isi pesan dari tata.


naya pun membalas pesannya.


{ok alhamdulillah. yang bersih ya mandinya biar wangi}


naya menambahkan emoji tertawa diakhir pesannya. lalu mengirim pesannya ke tata.


selesai mandi tata menghampiri rumah ibunya yang sebelahan untuk menjemput putranya. "assalamualaikum bu."


tata mengucap salam sambil masuk kedalam rumah orang tuanya.


"waalaikum salam."


jawab ibu tata diruang keluarga.


"kamu udah pulang ta. habis main ya pulang sampai jam segini."


tanya ibu tata.


"iya bu habis dari rumah kak naya."


jawab tata.


"ta ibu mau tanya ya.?? apa bener sih naya itu sudah menikah??"


tanya ibu tata masih belum percaya.


"iya bu kak naya sudah menikah sudah punya anak mala."


tata memberitahu.


"hahhh udah punya anak. kamu serius ta naya sudah menikah dan punya anak."


ibu tata penasaran.


"iya bu kak naya sudah menikah dan punya anak."


tata mengulangi perkataannya.


hahhh


ibu tata mengehela nafas kecewa.


tata cengengesan melihat kekecewaan diwajah ibunya.


"sudah bu mungkin bukan jodohnya mas bagas bu mau gimana lagi. kita serahkan saja pada allah biarkan allah yang mengatur semuanya."


tata menenangkan ibunya.


"iya ta. ibu ngerti. padahal ibu srek sama dia ta. apalagi lihat masmu sepertinya juga naksir sama naya. kirain masih gadis lah ternyata sudah bersuami. anda belum beruntung judulnya ta. hihi"


ucap ibu tata dengan nada pasrah dan tersenyum kecut.


"hihihi. sabar bu. kalau gadisnya secantik dan seimut kak naya mah langsung laku bu. walaupun bentuknya kayak gitu. gak mungkin dong kalau secantik kak naya jadi prawan tua. hihi."


canda tata.


"iya juga ya. tapi sih naya kok gak kelihatan kalau sudah bersuami ya ta. suaminya kemana. kayaknya juga gak pernah kesini??"


tanya ibu tata penasaran.


"wajah kak naya emang penitu bu hihi."


tata terkekeh.


ibu tata mengerutkan alis bingung. tata yang menyadari raut wajah ibunya bingung pun akhrinya menjelaskan.


"wajahnya nipu bu. gak kelihatan kalau sudah berumah tangga. setiap orang ketemu dia pasti pada mengira masih gadis. karna emang mukanya bukan muka emak emak bu. aku sama mas bagas aja ketipu pas ketemu dia kalau kak naya sendiri gak ngomong kalau dia sudah nikah. hihihi. awalnya aku mau jodohin mas bagas sama kak naya bu setelah tau statusnya gak jadi deh. hehehe.


tata cengengesan.


" ohhh jadi kamu mau jodohin masmu awalnya ta. hahh berati emang belum beruntung ta."


ibu tata kecewa.


"ya sudah bu tidak usah kecewa gitu lah. tampangnya jadi ngenes gitu. ahahha."


tata tertawa.


"sudah ahh bu aku mau pulang udah malam. akmal aku gendong."


tata pamit.


lalu ia berlalu dari rumah ibunya dan masuk rumahnya dengan menggendong akmal anaknya.


**


dirumah bagas berbaring diatas tempat tidur memandangi foto naya yang tersimpan diponselnya.


"nay semoga aku diberikan jodoh yang baik ya."


gumam bagas.


"mungkin bener apa kata ibu mungkin aku dijodohin aja kali ya. daripada aku galau terus. besok deh aku coba ngomong sama ibu."


bagas bicara sendiri.


"aku telpon juna deh gimana ya enaknya."


ucap bagas membuka aplikasi hijaunya mencari nama juna. setelah ketemu langsung memencet panggilan.


panggilan terhung dan dijawab oleh juna.


"assalamualaikum gas. gimana?? kangen sama s


aku??"


ucap juna terkekeh.


"sotoy lu masak aku kangen sama kamu. gimana aku masih normal junnn."


jawab bagas ikut terkekeh.


"terus ada apa?? mau pamer dati makan bareng keluarga naya??"


tanya bagas dengan hati perih mengingat keakraban keluarga naya dengan bagas. ia juga ingin akrab dengan keluarganya naya tapi mau dikata. juna lebih memperlihatkan perasaannya hingga ia harus menjaga jarak dan menunggu rumah tangga naya benar benar selesai.


"gak jun gini. tadi pagi ibu nawarin aku perjodohan apa gak sebaiknya aku mau in aja ya jun. dan mencoba membuka hatiku untuk orang lain lagi??"


bagas minta pendapat juna.


"kalau itu yang terbaik coba saja gas. aku juga lagi bingung gas. papa juga udah nyiapin perjodohan untuk ku tapi aku masih bimbang. mau terima apa gaknya. aku sadar gas aku sudah terlalu banyak menyakiti hati perempuan karna hati ku masih terpaut oleh naya. aku selalu sholat tengah malam agar dikasih petunjuk agar aku juga bisa membuka hati untuk perempuan lain gak tapi nihil. yang selalu muncul hanya bayangan naya dan naya. apa karna aku terlalu mencintainya gak sampai sampai semua bayangan hanya dia seorang apa memang dia jodohku tapi dia masih bersama orang lain."


curhatan juna. bagas pun hanya mendengarkan sampai juna selesai bicara.


" tau ah jun kita mencintai perempuan yang sama. cinta kita juga sama sama besar. kita juga sama sama tidak bisa lepas dari perasaan itu. tapi kita juga sama sama ditolak. lucu."


bagas dan juna tersenyum kecut mengingat cinta mereka ditolak dengan orang yang sama.


"aku akan coba perjodohan ini gas untuk yang terakhir kalinya. semoga berjodoh. aku akan belajar melupan naya dengan cinta yang baru."


bagas menyemangati diri sendiri.


"ok deh kita sama sama belajar melupakan naya jun. bismillah."


bagas meyakinkan.


"ok deh aku mau istirahat capek ngurus kerjaan dari pagi. assalamualaikum.


ucap juna mengakhiri panggilan.

__ADS_1


"waalaikum salam."


jawab bagas membalas salam juna dan mengakhiri panggilannya.


__ADS_2