Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
ketika cinta bertasbih


__ADS_3

mereka berangkat habis sholat magrib berjamaah melewati hutan rimba yang sesekali ada rumah ruma penduduk yang berjarak jauh menuju alun alun Sukorjo dan berlabjut menuju alun alun Wonosobo untuk melaksanakan sholat isya' berjamaah dan beristirahat sebentar untuk meregangkan otot otot yang kaku selama berkendara


"mbak dingin tidak??"


tanya Stela


"jangan ditanya ademe poll"


jawab Naya nyengir sambil meringis kedinginan.


"mau kakak peluk biar anget??"


Juna menawarkan


"ogahh"


jawab Naya cepat


Stela cekikikan melihat kakaknya ditolak mentah mentah yang biasanya kakaknya selalu digandrungi dan didekati tidak tau malu sama cewek cewek yang selalu dia tolak, ini yang dia menyediakan mala ditolak mentah mentah oleh satu perempuan yaitu Inayah maharani


"kasian mas ku"


Stela cengengesan


"kamu juga kedinginan Stel??"


tanya Juna akhirnya.


"h'em"


jawabnya cengengesan.


"kak aku kedinginan ayo pelukan biar anget??"


pinta Tata


"whattt Ta kakak masih waras kali, entar kalau dilihat orang dikira lesbi lagi ogah ahh"


tolak Naya


"kakak juga kedinginan kan, kakak mau dipeluk mas Juna atau mas Bagas??"


Tata mengompori


yang membuat Intan terkesiap dan penasaran mendengar perkataan Tata


"ogahhhh mending aku mati kedinginan dari pada dipeluk bukan suami"


gerutu Naya


"makanya ayo peluk aku aja biar sama sama anget"


ucap Tata tanpa rasa malu.


"boleh dehh, kak pinjam sarungnya hehehe"


Naya cengengesan.


"nihhh, gak mau peluk kakak aja sayang??"


Juna mengharapkan kembali menggoda Naya.


"enggak ya"


tolak Naya lagi dengan entengnya.


"kasian masku yang ganteng ini dianggurin"


ledek Stela cekikikan


"terus aja terus"


Juna kesal Naya yang melihatnya pun agak kasian dan juga tidak enak


"entar kalau udah sah boleh peluk sepuasnya"


ucap Naya malu malu.


Juna langsung terkejut mendengar pernyataan Naya


"benarkah?? jangan tolak lagi ya makmumku bidadari surgaku??"


tanya Juna dengan mata berbinar binar.


Naya mengangguk malu malu meong wajahnya ditutupi sarung pemberian dari Juna


Juna sengaja tidak memberikan sarungnya dari tadi karna ingin menggodanya lebih dulu.


"ya allah aku pengen cium kamu dikit aja"


ucap Juna gemas


"gak boleh"


teriak Naya


"sabar sayang tunggu halal"


ucapnya lagi dengan malu malu


Juna terkejut kembali mendengar kata kata sayang dari pujaan hatinya


"tadi kamu bilang apa Nay??"


tanya Juna memastikan


Naya hanya diam cengengesan


"sayangku cintaku darlingku i love you sak lempohe tolong katakan lagi sekali aja"


goda Juna memohon ingin mendengar kembali kata kata sayang dari bibir seksi Naya.


"apa sih, dapat darimana kata kata itu coba foto copy, gak kreatif ahh"


Naya pura pura kesal.


"kamu kan selalu mengatakan itu saat bersama Malik?? pasti lah kakak hafal"


jawab Juna dengan santainya.


"gak lucu"


ucap Naya cengengesan.


Tata sudah masuk satu sarung bersama Naya


Intan diam diam memperhatikan Naya Juna Tata Stela dan Bagas senang melihat keakraban mereka semua tapi ada yang mengganjal antara Naya dan Bagas entah tebakannya benar atau tidak ia sendiri belum tau


"mbak beli kopi yuk??"


ajak Lily pada Naya


"boleh ayok Ly"


jawab Naya bangkit meninggalkan Tata beserta sarungnya.


"biar kakak aja yang beli Nay?? kamu mau kopi atau teh sayang??"


Juna menawarkan diri


"teh aja kak"

__ADS_1


jawab Naya lalu kembali masuk kesarung.


"Ly biar saya aja yang beli kopi"


perintah Juna


"ayo yang cowok cowok bantuin saya beli kopi dan teh, yang cewek cewek tunggu disini saja ok"


perintah Juna


"ok"


jawab para cewek cewek


lalu Juna dan para laki laki menuju warung untuk membeli kopi dan Teh


"mbak Intan kok diam saja dari tadi, maaf ya kalau aku nyuekin baru lihat soalnya"


ucap Naya cengengesan


"iya gak papa kok santai saja dari tadi aku mratiin kalian lagi asik bercanda jadi gak enak takut ganggu"


jawab Intan jujur


"gak papa mbak kita mala seneng bercanda rame rame biar tambah seru. daritadi aku juga gak lihat mas Bagas mbak kemana tu orang??"


tanya Naya celingukan mencari keberadaan Bagas.


"tadi dia bareng sama calon suamimu mbak Naya"


jawab Intan taunya Juna calon suami Naya.


Naya mengerutkan alisnya bingung tidak merasa punya calon suami


"siapa??"


tanyanya biangung


"mas Juna mungkin mbak"


Stela yang menjawab


"ohh, iya bisa dibilang gitu sihh, doakan saja ya mbak semoga jodoh"


ucap Naya pada Intan.


"aminnn"


jawab semua orang yang paling keras adalah Stela.


"keras amat sih kamu Stela kupingku sampai berdengung"


keluh Naya mengorek telinganya.


"hehhehehehehhe saangking semangatnya kakak ipar"


Stela cengengesan


"tuh kak Stela aja setuju aku juga setuju kok kalau kamu mau jadi kakak iparku"


celetuk Stela yang membuat mata Intan terkejut sempurna karna kaget


"ihhh kamu tu ada pacarnya mas Bagas juga kasian tau nangis baru tau rasa kamu Ta"


tegur Naya pada Tata.


"sebenarnya apa hubungan kalian semua??"


tanya Intan penasaran


"kami teman mbak Intan kamu tenan saja"


"iya teman kucluk sejak ada kamu aku jadi ikutan stres kak cengengesan mulu"


ucap Tata memberitahu


"iya sangking stresnya abangku sayang jadi ikut ikutan tergila gila sama kamu mbak aku aja sampai heran orang dingin beku kayak es batu begitu sekarang jadi kayak orang kesambet setan, aku sampai tidak percaya kalau itu abangku sayang apa bukan"


curhatan Stela


Naya melongo mendengar ocehan Stela.


"iya jangankan mas Juna mas Bagas aja sampai kepincut sayang mas Juna lebih gentle daripada mas Bagas Stel, kadang aku juga gemes sih sama masku yang satu itu mungkin karna trauma yang menimpanya dia jadi takut dengan hal yang indah indah"


Tata ikutan curhat.


"yee kak Juna kelewat gentle mungkin karna sudah terpendam berabad abad sampai beranak jadi akut"


Naya cengengesan


"iya juga ya kak, kak Juna suka sama kamu kan sejak kita dipesantren baru ngungkapin perasaannya waktu kamu masih berstatus istri orang, hebat salut aku sama mas Juna nyatain perasaan sama istri orang hahahahha"


Tata cekikikan


Intan kaget dengan cerita mereka dia hanya diam saja menyimak dan mencerna apa yang mereka ceritakan.


"gak kayak mas ku suka cuma diam saja aku sering mratiin mas Bagas lagi lihatin kamu kak, terus kalau dirumah aku sering lihatin dia cengengesan tertawa sendiri sambil lihat fotomu diponselnya kadang aku kasian sih tapi gimana lagi kamu lebih milih mas Juna dibandingkan masku itu, padahal aku juga mau jadi adik iparmu kak, mungkin belum jodohnya, semoga mas ku bisa mendapatkan jodoh terbaiknya doakan ya semuanya"


Tata melanjutkan ceritanya


"aminnnnnnn"


jawab semua perempuan yang sedang berkumpul termasuk Lily ia tau jalan cerita antara Bagas Naya dan Juna


dan akhirnya Intan mengerti semua jalan cerita mereka walaupun ia sangat cemburu tapi dia juga butuh penjelasan dan pencerahan yang mengganjal hatinya.


"pantes kak Juna sampai kayak gitu ternyata cintanya sudah beranak kasian juga ya abangku yang satu itu, terus kapan mbak mau nikah dengan abangku yang akut itu???"


tanya Stela tiba tiba.


"doakan saja semoga allah mempersatukan kita Stel, masa iddahku juga belum selesai, jadi aku gak mau memberi masmu atau siapapun harapan Stel"


jawab Naya agak sedih.


"mbak kalau kamu tidak jadi nikah sama mas ku aku bakalan nangis kejer tega kamu buat aku dan ibu jatuh cinta padamu terus kamu sakitin bisa bisa masku itu jadi gila beneran kalau kamu gak nikahin dia mbak, mbak Naya harus bertanggung jawab atas perasaannya mbak"


ocehan Stela yang membuat Naya kikuk


"setuju, atau kalau gak mau sama mas Juna sama mas Bagas saja kak"


Tata menimpali


"ya allah kuatkanlah hatiku ini agar bisa menghadapi orang orang yang kurang kasih sayang dariku ya allah"


ucap Naya cengengesan seperti orang berdoa


"aminnnnnnn"


jawab semua orang tertawa dengan ocehan Naya


"lagi pada ngapain sih bikin ramai aja kalian?? ini minumannya"


tegur Bagas sambil menyerahkan teh dan kopi Tata dan Intan.


Intan dan Tata menerima teh dan kopi dari Bagas dan mengucapkan terima kasih.


"ini Stel kopimu dan ini Spesial untuk sayangku"


Juna menyerahkan kopi dan teh untuk Stela dan Naya


"makasih kak tapi ini tehnya gak ada peletnya kan kak?? biar aku klepek klepek sama kamu"

__ADS_1


canda Naya cengengesan.


"kakak sudah pelet kamu lewat zhikir dan doa disetiap sholat dan sepertiga malam kakak Nay jadi aman tehnya gak akan keracuran, tapi kalau kamu keracuan cinta kakak juga gak papa"


goda Juna


yang membuat semua orang tertawa.


"biarkanlah cinta yang bertasbih, karna ketika cinta yang bertasbih dan ketika allah membalikkan hatimu, hatimu pasti akan berdenyut seperti alunan lagu yang sangat merdu dan berdebar untukku, disaat itulah aku akan menghalalkanmu Nay"


gumam Juna dalam hati.


"Jun setelah ini kita lanjut lagi ya biar keburu kesikunir biar bisa lihat sunrise "


ucap Bagas membuyarkan lamunan Juna.


Juna yang tersadar pun mengiyakannya.


tak lama mereka melanjutkan perjalanannya ketujuan


"Nay sebaiknya kamu istirahat gih ikut yang lain masih jauh perjalanannya"


ucap Juna saat masih ditengah perjalanannya.


"kakak sendiri dong?? kakak gak ngantuk?? kalau aku tinggal tidur??"


tanya Naya


"kakak kuat kok, dingin banget ya??"


Juna tanya balik.


"iya hehehe"


jawab Naya cengengesan


"sabar ya sayang, tunggu halal kakak akan selalu menghangatkanmu"


goda Juna.


"lebayyyyyyy"


jawab Naya cekikikan.


"sudah tidur gihhh"


ucap Juna lagi sambil tangannya mengusap kepala Naya yang satunya fokus menyetir


tidak lama Naya pun tertidur dengan lelap karna dinina bobok oleh Juna.


"kamu itu ya kalau lagi merem kayak anak kecil tau tidak gemesin"


gumam Juna menoel hidung Naya yang sedang terlelap lalu fokus lagi menyetir.


dimobil Bagas Intan menemaninya menyetir sambil mengajak ngobrol dan mendekatkan diri pada Bagas.


"mas kamu Naya dan Tata sangat dekat banget ya, aku juga pengen dekat seperti mereka aku juga iri melihat persahatan Tata dan mbak Naya mereka tidak kelihatan seperti teman mala lebih ke kakak adik, apa aku bisa seperti itu sama Tata dan mbak Naya ya??"


tanya Intan.


"bisa, Naya orangnya netral dia tidak akan pilih pilih teman, kamu akan akrab dengannya nanti, Stela saja yang baru kenal langsung nemplok aja sama Naya"


jawab Bagas memberitahu.


"memangnya Stela baru kenal sama mbak Naya mas??"


tanya Intan penasaran


"iya mungkin kalau Juna tidak demam dan Naya tidak berkunjung mereka tidak akan kenal, apalagi pertemuan mereka sangat kocak karna kekonyolan Naya"


Bagas memberitahu.


"seperti apa sih mas kekonyolan mbak Nay?? ceritain dong aku pensaran"


tanya Intan antusias


Bagas pun menceritakan kejadian Naya dirumah Juna


Intan tertawa terbahak bahak


"ya allah kok bisa lah itu orang kayak begitu lucu, perutku sakit mas"


keluh Intan.


"aku aja sakit perut saat diceritakan, Juna saja lagi demam tinggi melihatnya jadi sembuh dari demamnya karna menertawakan kekonyolan Naya mungkin kalau Tata lihat langsung sudah terkencing kencing dicelana "


Bagas bercerita sambil menahan Tawa.


"iyalah mas aku saja yang hanya diceritakan sampai seperti ini apalagi yang melihat kejadiannya gak kebayang deh mas"


jawab Intan ditengah tawanya.


"dia memang seperti itu orangnya selalu bikin orang tertwa"


ucap Bagas lagi


"ya makanya kamu juga jatuh cinta sama dia ya mas??"


tanya Intan penasaran dengan reaksinya.


"hmmm iya aku memang jatuh cinta dengannya dan ternyata temanku Juna lebih dulu jatuh cinta padanya sebelum aku betemu dengan Naya dan kami bersaing dengan sehat apabila Naya lebih memilih Juna maka aku akan mengalah dan tidak akan egois sebaliknya jika Naya lebih memilih aku Juna juga akan merelakannya dan ikhlas, jika Naya tidak memilih diantara kami, maka kami akan ikhlas, kami hanya ingin Naya bahagia bersama siapapun."


ungkapnya jujur.


betapa nyeri hati Intan mendengar kejujurannya tapi ia lega bisa berlapang dada apa bila Naya tidak memilihnya dan Intan juga melihat bahwa Naya lebih sering bersama Juna daripada Bagas, jadi ia masih punya kesempatan untuk masuk dihatinya.


"yang sabar ya mas, tapi hebat ya mbak Naya bisa dicintai kalian berdua"


ucap Intan lagi.


"bukan hanya kami berdua tapi setiap lelaki yang melihatnya, Naya itu cantik baik dan juga humoris bisa dibilang bar bar, makanya banyak yang tertarik padanya"


jawab Bagas.


"ohhh iya sih berarti hati hati juga ya kalau punya istri seperti mbak Naya, bisa jantungan setiap hari melihat istrinya dilirik orang terus"


celoteh Intan


"ya mungkin, tapi bisa jadi suaminya akan bahagia setiap hari melihat tingkah konyolnya, walaupun terkadang seperti radio bodol, kalau sampai dengar bisa dihabisi aku sama dia udah ngatain radio bodol"


jawab Bagas cengengesan.


"emang bakalan dihabisi beneran mas??"


tanya Intan penasaran.


"ya apalagi ada adikku Tata yang selalu membelanya dikeroyok aku, padahal yang kakaknya aku bukan Naya"


jawab Bagas cengengesan


"ya kan mereka sudah dekat banget mas, wajar lah mas"


ucap Intan lagi.


"iya benar, Tata juga menginginkan seorang kakak perempuan jadi ya begitu deh ada temannya buat ngeroyok aku"


jawab Bagas cekikikan.


"segitu dekatkah mereka sampai seperti keluarga"


gumam Intan dalam hati melirik wajah tampan Bagas yang sedang menyetir

__ADS_1


__ADS_2