Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
andai saja kamu belum berkeluarga aku pasti akan melamarmu


__ADS_3

tata takut kalau salah satu tersakiti. pertemanan mereka akan retak.


adikku sayang kenapa bibirnya monyong terus kayak gitu.?? sariawan. ??


tanya bagas.


karna dari tadi bibir adiknya cemberut.


"sakit gigi."


jawab tata kesal.


"ooooo. "


ucap bagas masih fokus menyetir.


"ihhhhh mas bagas nyebelin."


tata makin kesel.


aaaaa.


tiba tiba bagas berteriak lalu menepikan mobil dipinggiran jalan.


naya yang sedang asyik membuka ponselnya sontak kaget mendengar teriakan bagas.


"ta lepasin mas bagas ta kasian mas bagas."


ucap naya sambil berusaha melepaskan gigitan tata.


"ta lepasin sakit ta."


bagas memelas.


tata belum melepaskan gigitannya karna ia belum puas. setelah puas tata melepaskan sendiri gigitannya.


"aku kesel sama kamu mas."


ucap tata masih dengan muka keselnya.


"udah ta sabar dong jangan gitu sama masmu ta." naya menasehati.


kamu tu kenapa sih ta, kok tiba tiba gigit mas kayak anjing lihat tulang aja kamu. ??


ucap bagas kesal karna bekas gigitan tata membiru dan terukir gigi tata dilengan bagas.


"awas kamu ya mas."


ancam tata.


" sudah ta."


naya menasehati.


"kenapa sih nay dengan adik kesayanganku ini. apa salah minum obat.?? "


tanya bagas ke naya.


" mas jangan mulai deh nanti makin kesal anaknya."


giliran naya yang menasehati bagas.


"kan aku kaget nay."


kilah bagas.


" awas kamu ya mas."


ancam tata lagi.


akhirnya bagas melanjutkan perjalanannya kembali tak lama mereka sampai diparkiran rumah sakit. naya dan tata keluar mobil duluan dan disusul oleh bagas.


" sudah ta jangan monyong mulu jelek tau.


naya menggoda tata.


" iya nih makin jelek kalo monyongnya lebih maju."


timpal bagas.


yang membuat tata semakin kesal.


masss


naya memperingati bagas agar jangan menganggu tata dulu.


tata menghentak hentakan kakinya karna masih kesal dengan bagas.


"udah masak mukanya masih ditekuk sih gak sopan didalam ada ibu"


ucap bagas memberi tahu.


"awas kamu mas."


tata masih mengancam.


wadohhh.


bagas syokk karna tata masih mengancam.


" berati agak serius ni tu anak keselnya sampai begitu."


gumam bagas dalam hati.


mereka jalan bersama menuju ruangan juna. sampai pintu naya tata dan bagas mengucap salam.


"assalamualaikum."


kompak naya tata dan bagas.


muka tata sudah berubah menjadi putri imut. "waalaikum salam."


jawab yang ada didalam ruangan.


lalu naya tata dan bagas bersalaman mencium tangan ibu juna dan seorang wanita paruh baya yang bersama laki laki yang agak tua tapi masih jelihatan kuat juna tersenyum bahagia kala melihat naya ikut menjenguknya.


"gimana kabarnya bro udah agak baikan kan."


tanya bagas saat bagas dan juna bersalaman dan berpelukan ala khas laki laki.


"alhamdulillah udah baikan.i nsyallah besok udah boleh pulang."


jawab juna.


"alhamdulillah."


ucap naya dan tata bersamaan ikut senang. "beneran kak besok udah bisa pulang."


tanya naya memastikan.


" iya besok udah boleh pulang kok."


jawab juna tersenyum.


" masyaallah manis banget lah ciptaanmu ini ya allah. emang bener bener ganteng ya kayak arjuna dimahabarata "


gumam naya dalam hati.


memuji ketampanan juna.


astagfirullah hal azhim ya allah aku khilaf maafkan aku mas ryan."


gumam naya lagi dalam hati.


kak kenapa ngelamun aja.??


tanya tata tiba tiba.


tata heran dengan tingkah naya diam saja melamun tersenyum lalu cemberut saat melihat juna.

__ADS_1


"gak papa ta."


jawabnya saat tersadar dari lamunannya.


" oh ya nak naya tata kenalin ini papa dan mama juna."


ibu juna memperkenalkan orang tua juna yang ada dijakarta.


hahh


naya dan tata kaget seorang wanita dan pria paruh baya itu ternyata orang tua juna juga. tata juga heran kenapa masih ada mama papa lagi sedangkan sudah ada ibu didepan juna. tata dan naya belum tau kalau juna memiliki ibu sambung. karna ayahnya menikah lagi


"eh iya bu."


naya dan tata menganggukan kepalanya.


"mas ini yang namanya tata adiknya bagas."


ibu juna memperkenalkan.


"dan ini naya teman pesantren juna dulu ingat tidak."


ibu juna memperkenalkan.


naya dan tata bersalam kembali mencium punggung tangan mama papa juna untuk memperkenalkan namanya.


"yang ada difoto juna itu ya mbak yu??"


tanya mama juna.


" ya ris yang itu."


jawab ibu juna.


" oala masyaallah kamu cantik sekali nak sekarang sudah besar ya mama agak pangling."


ucap mama juna sambil memeluk naya.


" i iya tante terima kasih."


jawab naya.


" jangan panggil tante panggil mama ya biar sama dengan bagas. supaya akrab juga."


ucap mama juna memberitahu.


" i iya tan ehh mama maksudku hehehe."


jawab naya tergagap lalu nyengir karna malu.


akhirnya mereka berbincang bincang ringan. naya tata ibu dan mama juna bergosip ria sendiri. sedangkan juna bagas dan papa juna pun ngabrol juna semakin bahagia melihat keakraban naya dengan keluarganya.


"andai saja kamu belum berkeluarga nay tak kan butuh waktu lama aku akan langsung melamarmu nay."


ucap juna dalam hati.


"ya allah kalau memang dia jodohku persatukanlah kami ya allah hamba siap menunggunya. hamba masih sanggup menunggunya. tapi jika dia memang bukanlah jodohku. hapuskanlah hati ini dan gantikanlah namanya dengan jodoh yang akan engkau berikan ya allah."


juna berdoa dalam hati.


disetiap sepertiga malam juna selalu melasanakan sholat sunah malam. walaupun juna selalu disibukkan dengan berbagai pekerjaan tapi juna tak pernah lupa melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim. ibunya selalu berpesan jangan pernah tinggalkan sholat dan jangan lupa bersedekah. pesan ibunya selalu terpatri dihatinya.


"nak kamu pasti capek pulang kerja langsung kesini.??"


tanya ibu juna kepada naya.


"alhamdulillah gak capek kok bu."


jawab naya.


"kamu sudah ijin belum sama suamimu nay."


tanya mama juna.


" alhamdulillah sudah ma tadi waktu kami teleponan aku sudah meminta ijin buat jenguk kak juna. dan alhamdulillah mas ryan mengijinkan." jawanb naya.


"alhamdulillah kalau begitu mama cuma takut ada kesalah pahaman nantinya."


bukan tanpa alasan mama juna berucap seperti itu sebelum berangkat ke semarang papa juna sudah menyelidiki identitas dan keluarga naya. papa dan mama juga mendengar informasi dari orang suruhan papanya. bahwa naya sering mendapatkan kesalahpahaman dari suaminya atas ulah mertua naya.


ibu mama dan papa juna prihatin atas rumah tangga naya yang selalu diperlakukan tidak adil dan tidak baik oleh mertuanya.


berbeda dengan tata yang mendapatkan suami dan mertua yang sangat baik dan pengertian.


"nay ta apa kalian sudah makan ??"


nak tanya ibu juna.


"alhamdulillah belum bu."


ucap naya jujur


hahhh


tumben belum makan kak biasanya prioritas kak naya makan??


tanya tata.


tata heran tumben sahabatnya yang ini belum ngisi perut biasanya ia selalu teratur makan. katanya kerja ikut orang jangan sampai sakit. makanya naya selalu teratur makan saat jam istirahat tiba.


" gimana mau makan ta masmu aja ngajak ngobrol gak dikasih makan lama lagi ngobrolnya hampir sejam. kakak cuma ngobrol beberapa menit doang telpon mas ryan. mau sambi beli makanan gak enak sama yang lain dikirain pamer suami atau oramg gila ngomong sendiri. setelah selesai telpon mau makan jam istirahat udah habis gak jadi deh makannya."


naya panjang kali lebar menjelaskan.


bagas yang mendengar suara naya protes.


"kok aku sih yang disalahin.


"lah emang mas bagas kan ngajak ngobrol kak naya lama terus lagi dikunci lagi pintunya dari dalam aku jadi gak bisa masuk. terus waktu keluar kak naya lari terus nyari tempat dipojokan aku panggil gak dengar. ternyata telponan sama suaminya sambil senyum senyum. padahal aku mau ngajakin makan bareng. kan jadi sebel akunya. dikacangin kalian berdua."


jawab tata


juna yang mendengar "ngobrol berdua dikunci pintunya kaget apa yang mereka berdua obrolin sampai harus mengunci pintu. apa yang mereka bahas sampai sampai adiknya pun dicuekin. apa jangan jangan mereka berdua."


juna berkelana dengan pikirannya.


ibu juna juga kaget dan penasaran dengan tingkah bagas dan naya yang berduaan diruangan. daripada su'udzon akhirnya ibu juna memberanikan diri bertanya.


"apa yang kalian obrolkan sampai kamu melupakan tata nak."


tanya ibu juna pada naya.


"tanya mas bagas sendiri itu bu orangnya ada disini."


jawab naya.


ibu juna mengerutkan alis heran kenapa harus bertanya bagas kalau dia sendiri bisa menjelaskannya.


"kok aku nay"


tanya bagas kan malu.


"pret ah tadi aja gak malu pas ngomongnya sama aku kenapa malu ngenjelasinnya ke ibu atau tata mas."


jawab naya sewot.


juna semakin heran dan penasaran dengan tingkah bagas dan naya.


"kenapa sih gas sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian berdua."


ucap juna penasaran.


tata yang tau masalahnya hanya diam saja karna naya sudah cerita tentang perasaan bagas ke nay. gas jawab.??


tanya juna lagi.


ehm ehm.


bagas ragu ragu mau mengatakannya atau tidak. kenapa nak. ??

__ADS_1


tanya ibu juna


"i itu bu tadi tadi. bagas menyatakan cinta ke naya. ucap bagas gugup."


sontak saja semua orang didalam ruangan kaget. "bagaimana bisa bagas juga jatuh cinta ke naya. sehebat apa naya sampai juna dan bagas jatuh cinta."


ucap mama juna dalam hati.


apa. ??


juna kaget mendengar pengakuan bagas.


" gas kamu gak bercanda kan gas."


tanya juna memastikan.


karna juna masih mengharapkan naya dan juna berharap kuping juna salah dengar.


"iya aku memang menyatakan cinta ke naya jun. tapi sayang aku ditolak karna naya memilih untuk bertahan dengan suami sialannya itu."


ucap bagas menjelaskan.


"mau sampai kapan kamu akan bertahan dengan suami bodohmu itu nay."


tanya bagas kesal.


bagas kesal dengan naya selalu terluka oleh ulah suaminya dan mau memaafkan suami bodonya yang selalu memercayai ibunya itu.


bahkan bagas sering memergoki naya menangis sebdirian kala mereka bertengkar.


"mas kok kamu ngomongnya gitu."


tanya naya pada bagas.


"iya aku kesel sama kamu nay kamu selalu sakit hati kamu selalu yang tersakiti tapi kamu masih mau bertahan sedang suami bodohmu."


naya memotong


"mas ini semua hanya salah paham kok mas. aku sudah jelaskan. dan mas ryan sudah minta maaf mas."


naya menjelaskan.


" iya dan nanti salah paham lagi. bertengkar lagi menangis lagi tersakiti lagi."


ucap bagas.


"nay kamu tau q benar benar gak tega melihatmu menangis terus dan terus menangis nay. hatiku sakit nay."


ucap bagas dengan mata berkaca.


juna dan yang lainnya hanya diam menatap perdebatan naya dan bagas.


"mas bagas maaf kalau hatimu tersakiti mas. maafkan aku. aku gak bermaksud nyakitin kamu mas. maaf."


ucap naya menangis.


"maafkan mas nay mas gak bermaksud membuatmu menangis. mas cuma gak tega melihatmu sedih saja. maaf ya nay."


bagas meminta maaf.


" iya mas aku juga minta maaf."


jawab naya.


"itulah mas kenapa aku melarangmu naksir sama kak naya. yang ada kamu tersakiti mas. karna aku tau kak naya akan selalu setia dengan suaminya. dia tidak akan berpaling dari siapapun mas."


ucap tata menasehati.


"maaf ta aku gak tau kalau masmu naksir aku ta." ucap naya menyesal.


" bukan salahmu kak. ini salah perasaan sialan mas bagas kak."


jawab tata.


husss


"kamu tu gak sopan ta jangan gitu ah masak mala nyalahin perasaan mas mu. nanti kalau trauma gimana gak bisa jatuh cinta lagi kan kasian jadi duda lapuk."


naya ngajak bercanda agar suasana tidak kaku.


"kok mala doain mas duda lapuk sih nay tega amat. bu lihat naya doain aku gak laku bu."


ucap bagas merengek pada ibu juna seperti anak kecil minta jajan.


hahahaha sudah sudah.


ibu juna tertawa.


kalian pasti akan mendapatkan jodoh masing masing sayang.


"kamu dan juna pasti akan mendapatkan jodoh yang terbaik. allah pasti akan memberikannya yang terbaik. berdoalah."


ucap ibu juna meraih tangan juna dan bagas. "terima kasih bu ucap juna dan bagas.


lalu ber alih ke naya.


"dan kamu nak semoga kamu selalu bahagia ya. jangan sedih."


ibu juna mendoakan naya.


lalu naya memeluk ibu juna.


"terima kasih bu. aku pingen punya mertua penyayang seperti ibu. perhatian seperti ibu."


ucap naya parau masih dalam pelukan ibu juna. "iya ibu juga pengen punya menantu sepertimu nak."


ucap ibu juna dalam hati.


setelah itu mereka melepaskan pelukan.


"bu ibu akan selalu sayang sama aku kan. walaupun aku bukan menantu dirumah ibu."


tanya naya penuh harap.


" ibu akan selalu selalu menyayangi kamu nak. jangan khawatir ya."


jawab ibu juna.


juna memandang pemandangan penuh haru terhadap ibunya dan naya. juna sangat bahagia melihat naya akrab dengan ibunya. dan ibunya juga kelihatan menyayangi naya.


"ayo makan katanya mau makan. nanti pingsang disini loh kak kalo gak makan hehehehe."


ucap tata bercanda.


semuanya tertawa dengar candaan tata.


"iya ayo."


jawab naya.


"ibu mama mau makan bareng tidak."


naya menawari.


"tadi ibu sudah makan nak. kalau kalian mau makan silahkan makan sana daripada nanti pingsan disini. nanti ada yang ngamuk lihat kamu kenapa napa nay."


jawab ibu sambil melirik ke putranya.


"iya bu aku duluan ya bu ma. kalau ada yang mau dipesan telpon aku ya bu ma nanti aku bawain makanannya."


ucap naya.


"iya sayang nanti kalau ada yang pengen ibu telpon kamu."


jawab ibu juna


sipp


naya dan tata mengacungkan jempol.

__ADS_1


"ehh mama ikut deh mau lihat kantin sini."


ucap mama juna mengekor naya dan tata.


__ADS_2