
juna kembali ke apartementnya di semarang. juna sengaja tidak pulang kerumah orang tuanya karna takut orang tuanya khawatir melihat tangan juna yang terluka. sampai diapartement juna langsung istirahat. ia berbaring diatas tempat tidur menatap kelangit langit.
nay apakah ibumu.
"nay sepertinya ibumu merestui kita kalau kita menikah nay."
ucap juna tersenyum.
"tapi gimana dengan bapakmu nay apakah bapak juga merestui bila aku menikahimu."
ucapnya parau.
takut tidak direstui oleh bapak naya.
"aku akan memperjuangkanmu nay apapun caranya. iya. aku akan menunggumu dan memperjuangkanmu nay."
ucap juna pasti. lalu juna terlelap
dikediaman naya.
"nay kata ibu nak juna datang kemari.'
tanya bapak naya.
" iya pak tadi kemari sebentar. "
jawab naya
"ada perlu apa kemari. "
tanya bapak.
" gak tau pak tadi hanya diam saja. tadi tanganya kak juna terluka lalu diobati sama ibu. setelah itu kak juna pulang pak. "
jawab naya menjelaskan.
ohhh.
bapak naya mengangguk angguk.
"nay bapak boleh tanya sesuatu nak."
tanya bapak.
"iya pak mau tanya apa."
jawab naya.
apa kamu mempunyai perasaan terhadap nak juna nak."
tanya bapak.
"tidak pak. naya tidak punya perasaan ke kak juna pak."
jawab naya tenang.
walaupun naya tidak menyimpan perasaan terhadap juna tetap saja naya gugup ditanya.
" ya sudah kalau begitu bapak tidak akan memaksa keinginanmu nak. bapak hanya ingin melihatmu bahagia. "
ucap bapak.
"terus gimana kelanjutan rumah tanggamu dengan ryan."
tanya bapak lagi.
"aku gak tau pak. aku benar benar gak tau harus bagaimana."
jawab naya parau menatap lurus kedepan.
naya membayangkan jika rumah tangganya hancur apa yang akan terjadi selanjutnya.
"nay bukannya bapak ikut campur. bapak hanya tidak mau kamu sedih terus nak. kamu juga berhak bahagia nak."
ucap bapak naya menasehati.
"iya pak naya tau. mungkin naya hanya butuh ketenangan saja pak."
jawab naya.
"pak naya masuk kamar ya pak mai istirahat sudah malam."
pamit naya.
" iya nak."
jawab bapak naya.
"bapak juga harus istirahat pak."
naya menasehati.
"iya nak."
jawab bapak naya.
sampai dikamar. naya membuka ponselnya bayak panggilan tak terjawab dari suaminya dan sms masuk. akhirnya naya memutuskan untuk membuka pesan dari suaminya ryan. baru saja naya membuka ponselnya telepon masuk dari suaminya. akhirnya naya mengangkatnya dengan terpaksa.
"assalamualaikum."
jawab naya malas.
"waalaikum salam sayang."
ryan membalas salam naya.
"kamu lagi apa sekarang."
tanya ryan tanpa dosa seperti tidak terjadi apa apa. naya sudah lelah meladeni tingkah suaminya yang selalu seperti ini. melupakan masalah tanpa menyelesaikannya.
"mau tidur udah ngantuk. assalamualakum."
lalu naya mematikan teleponnya dengan sepihak.
ryan kesal dengan istrinya kenapa mengabaikannya ryan tidak menyadari bahwa dirinyalah yang membuat istrinya mengabaikannya.
"kamu sudah berani ya nay mengabaikan suamimu ini. kenapa kamu jadi berubah nay. apa salahku. aku sudah berusaha untuk selalu membahagiakanmu tapi kenapa kamu mala seperti ini."
ryan kesal.
"nay aku aku akan pulang menyelesaikan semuanya."
ucap ryan geram.
keesokan harinya ryan menyelesaikan tugasnya sebelum mengajukan cuti pulang kampung.
dikediaman orang tua naya. naya memutuskan untuk mengunjung anaknya dijogja darpada berdiam diri dirumah.
naya menggunakan masa cutinya untuk mengunjungi anakny yang berada dipesantren.
"bu pak naya pamit ke jogja ya untuk menjenguk malik.
"
pamit naya kepada ibu dan bapaknya.
" ya sudah. apa ojeknya sudah datang atau bapak saja nak yang mengantarkanmu sampai stasiun." tanya bapak naya.
" tidak usah pak nanti mala ngrepotin bapak." jawab naya.
"naya pamit ya pak bu assamalamualaikum."
__ADS_1
"ayo bang kestasiun ya bang."
ucap naya.
"ya mbak."
jawab bang ojol.
akhirnya naya naik ojek online menuju ke stasiun untuk mengunjungi putranya.
"terima kasih bang."
ucap naya setelah sampai distasiun dan mengembalikan helm milik bang ojol.
naya menunggu keretanya selama 15menit. saat naya duduk dikursi tunggu tiba tiba ada seorang masinis ikut disebelah naya.
"hay mbak sarangeo."
sapa masinis pria tampan itu.
naya hanya diam saja tidak menanggapi.
"kok cuek amat sih mbak."
tanya masinis tersebut.
"seminggu yang lalu aja tangan mbak melambai lambai dengan tangan diginiin.
ucap masinis itu sambil menunjukkan jarinya berbentuk love didepan naya.
naya terkesiap dengan tingkah masinis itu.
hahh
naya bingung lalu mengingat ingat apa yang terjadi padanya seminggu yang lalu.
masinis itu dimemandangi wajah naya yang nampak kebingungan mengingat ingat kejadiannya.
ia juga melihat tiket kereta naya nama dan tujuan keberangkatannya.
"ohh namanya naya maharani. tujuan ke jogja. gerbong 5."
ucap masinis itu dalam hati
"dipos rel kereta depan sana mbak naya melambaikan tangan ke kereta penumpang yang sedang melaju pelan ke arah jakarta. mbak naya melambaikan degan satu orang gemuk dan satu anak kecil waktu itu. lalu tangan mbak naya gini." masinis itu menjelaskan sambil menunjukkan jari yang berbentuk love.
"astagfirrallah ya allah hehehe."
ucap naya sambil cengengesan.
naya baru ingat ia ikut melambaikan tangan ke kereta untuk menghibur keponakannya. karna biasanya anak kecil paling senang bila melihat kereta api yang sedang berjalan lalu ia melambaikan tangan kearah kereta api.
"ya allah tingkah konyolku waktu itu."
batin naya dalam hati.
itu kebiasaan anak keci bila mehilat kereta api.
"sekarang sudah ingat mbak naya maharani."
tanya masinis itu.
"hay mbak naya aku reza saputra."
masinis mengajak kenalan naya.
naya hanya diam tidak menanggapinya.
" mbak naya kenapa diam saja. mbak aku mengajak mbak naya berkenalan loh."
ucap reza.
naya bangkit dari duduknya karna kereta api yang akan ditumpangi sudah tiba.
tanya reza.
naya masih diam melangkahkan kakinya menuju gerbong tempat duduknya.
"mbak naya kok aku dikacangin mulu sih."
reza mengomel sambil membuntuti naya dari belakang.
tiba tiba teman reza sesama masinis memanggilnya. akhirnya reza tidak jadi menghampiri naya.
setelah naya mendapatkan nomer tempat duduknya. naya pun duduk anteng ditempat sambil mengecek barang bawaannya. takut ada yang tertinggal atau kelupaan.
setelah selesai naya pun membuka ponselnya. untuk mengabari ibu dan bapaknya bahwa keretanya sudah mulai berangkat.
setelah selesai mengirim pesan ke bapak naya. naya lanjut membuka pesan yang belum ia baca.
dimulai dari pesan kakak naya lukman
{kalau sudah sampai kabari mas ya dek.}
isi pesan lukman.
lalu naya pun membalas pesan dari lukman.
{iya mas nanti nay kabarin kalau sudah sampai pesantren.}
jawab naya dipesan kakaknya.
lalu naya membuka pesan dari tata.
{kak udah sembuh belom?? kapan kakak berangkat kerja lagi seminggu tu lama loh kak aku kan udah kangen.}
isi pesan dari tata. naya pun membalas isi pesan dari tata
{iya ta kakak kan cuti baru 3 hari ta kurang 4 hari lagi kakak masuk kerja. yang sabar ya sayang hehehe}
lalu naya membuka pesan dari teman pabriknya putri.
{ nay kamu udah 3 hari gak masuk katanya sakit bener gak sihh nay?? soalnya ada yang bilang kamu gak saki tapi lagi pergi dengan om om. yang benar yang mana sich nay. pusing aku. naya membalas pesan dari putri.}
{ 3 hari yang lalu aku masuk rumah sakit put esoknya pulang langsung ijin sakit selama seminggu. surat injinnya udah diterima sama pak bagas kok put. gak usah didengerin omongan orang yang gak penting put. ini aku udah agak mendingan jadi mau jenguk anak aku yang ada dipesantren. nanti kalau mau jenguk aku tunggu aku pulang dari jogja aja ya.}
lalu naya membuka pesan dari ryan suami naya. {nay katanya kamu ijin gak masuk kerja. kenapa apa kamu sakit. sakit apa sampai kamu gak masuk kerja. kenapa kamu tidak mengangkat telpon dariku. nay tolong balas pesan ku jangan seperti anak kecil.}
naya pun membalas pesan dari suaminya.
{ya aku gak masuk kerja. lagi sakit hati mas jadi tolong jangan hubungi aku lagi aku sudah lelah.} lalu naya membuka pesan dari juna
{nay lagi apa jangan lupa makan ya obatnya juga jangan lupa diminum jaga kesehatan kamu. jangan sampai kamu sakit lagi.}
naya membalas pesan dari juna.
{ iya.}
singkat padat dan jelas.
lalu naya menutup ponselnya dan tak lama lagi naya terlelap dikereta.
kereta berhenti distasiun jogja naya pun bangun saat sedang mengambil barang naya
tiba tiba ada seseorang membantu mengambilkan barangnya. reflek naya menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang membantunya.
{eh pak masinis. biar saya saja pak ambil sendiri saya bisa kok.}
ucap naya.
reza tidak menanggapi ucapan naya sampai selesai membantu mengambilkan barang.
__ADS_1
setelah selesai baru ia angkat bicara.
"apa saya terlalu tua sampai kamu memanggilnya dengan sebutan bapak. saya masih bujangan mbak belum menikah."
jawab reza.
naya hanya diam saja tidak menanggapi ucapan reza.
"dari berangkat aku mau membantumu mbak naya tapi ada teman ku memanggil gak jadi deh bantuin mbak naya. maaf ya mbak. mumpung sekarang gak ada yang manggil aku bantuin minimal sampai taksi mbak naya datang ya."
reza menawarkan.
"maaf mas tidak usah tidak berat kok. biarkan saya membawa sendiri barangnya."
jawab naya menolak.
"mbak naya takut aku culik ya."
tanya reza.
naya hanya diam saja.
"gak usah takut aku culik mbak aku bukan penculik kok. lagian seharusnya seneng kalau aku culik. kan yang nyulik ganteng."
jawab reza sambil menggerakkan alis keatas kebawah cengengesan.
"seharusnya aku yang minta tanggung jawab mbak naya soalnya mbak naya sudah menculik hatiku seminggu yang lalu belum dikembalikan."
ucap reza menggombal.
naya terkesiap.
"kapan aku menculik hatimu. enak aja. aku kan cuma iseng ngikutin ponaan aku. gimana sich."
naya tidak terima kalau harus bertanggung jawab hanya karna kekonyolannya seminggu yang lalu.
"ya kan mbak gini gini .ucap reza sambil menunjukkan jarinya membentuk love. kan aku jadi jatuh cinta sama mbak naya. gimana sih mbak tanggung jawab dong mb."
cerocos reza sambil mengikuti langkah naya keluar dari stasiun.
"tau ah tarok tu barang dah dapet ni taksinya. terima kasih sudah bantu aku bawain barangnya." ucap naya.
"aku anterin aja mbak ya. mbak naya mau kemana." tanya reza.
"aku mau kepesantren jenguk anak ku."
jawab naya.
reza kaget mendengar naya menjenguk anaknya. "lah emang mbak naya sudah menikah kok punya anak."
tanya reza heran.
naya masih kelihatan muda seperti gadis belum menikah.
"aku sudah menikah dan anakku sekarang sudah umur 7tahun mas.".naya menjelaskan
hahhh
reza kaget.
mendengar anak naya sudah berumur 7 tahun ditambah lagi tinggal dipesantren.
"mbak yakin mbak sudah menikah tanya reza memastikan."
naya hanya ngengangguk angguk lalu masuk kedalam taksi dan meninggalkan reza yang masih berdiri di loby stasiun. mbak naya mbak minta nomer hpnya mbak. reza berteriak meminta nomer ponsel naya. tapi naya sudah berlalu dari stasiun.
naya hanya geleng geleng kepala melihat tingkah masinis tampan itu.
"pak pesantren almunawwir ya pak."
ucap naya pada supir taksi.
"siap mbak."
jawab supir taksi.
naya melihat lihat jalanan yang ia lewati.
ia teringat saat masih tinggal dipesantren kalau libur kegiatan atau pas diajak belanja oleh temannya selalu melewati jalan ini.
naya sering minta dibeliin jajan pinggir jalan sini. saat naya melintas dijalanan yang bayak penjual jajanan dipinggir jalan.
tiba tiba naya ingat teman teman pondoknya. "mbak siti mb umaroh temen temen apa kabar kalian ya. lama banget gak ketemu kalian"
gumam naya dalam hati.
tak lama mobil yang ditumpangi naya sampai dipekarangan pesantren naya langsung turun dari mobil dan menurunkan barangnya dan membayar ongkos taksi.
naya celingakan mencari keberadaan putranya. saat melihat anaknya naya tersenyum senang. pandangan naya beralih kesebelah anaknya.
mata naya melotot sempurna melihat juna bersama anaknya malik.
hahhh
"kok kak juna sampai sini sih sama malik lagi. gawat ni bisa ada oerang selanjutnya kalau gini." gumam naya dalam hati.
malik melambaikan tangan sambil berlari kearah ibunya yang diikuti juna.
"umi umi sudah datang."
ucap malik sambil memeluk naya dan mencium tangan punggung naya.
naya pun membalas pelukan anaknya.
" ya umi kesini jenguk malik sayang."
jawab naya sambil mengecup kening anaknya.
"umi kenalin ini om juna. om juna sudah tiga kali kesini nemenin malik loh mi. ucap malik bercerita." degg
"kak juna sudah tiga kali kesini nemenin malik sejak kapan kak juna kesini."
gumam naya dalam hati.
"iya sayang."
lalu naya menuntun dan menggandeng tangan malik jalan keteras pondok untuk duduk. barang yang tadi naya bawa diambil alih oleh juna dan malik.
"berat gak sayang."
tanya juna dengan penuh perhatian.
"gak om. malik kan anak laki laki harus kuat om. biar bisa jaga umi nanti kalau sudah besar."
jawab malik tersenyum senang.
"pinter."
juna menimpali jawaban malik sambil tersenyum manis
naya hanya tersenyum kikuk.
"ya allah manisnya senyummu kak juna bikin hati meleleh tapi sayang aku sudah punya suami."
gumam naya dalam hati.
setelah sampai teras akhirnya mereka duduk bersama. seperti keluarga bahagia.
"umi haus gak. kalau haus malik beliin minum dulu ya bentar umi tunggu disini sama om juna malik beli es dulu."
ucap malik.
__ADS_1
lalu berlari kewarung depan pondok untuk membeli es untuk naya dan juna.