Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
kepulangan ryan


__ADS_3

"biarkan naya berpisah dengan suaminya dengan cara baik baik nak"


ucap bapak naya memberitahu.


"iya pak saya mengerti"


ucap juna.


lalu ia pamit pulang ke apartement.


sampai diperjalanan menyusuri kota semarang. juna terdiam memikirkan kecerobohannya yang tidak bisa menahan diri untuk tidak mendekati naya.


"aku memang bodoh, sudah tau naya bersuami tapi aku masih saja mendekatinya. dan sekarang rumah tangganya hancur karna aku"


gumam juna.


sampai diapartement, juna mengemasi barangnya lalu pergi kerumah ibunya yang ada dikaliwungu untuk berpamitan pulang kejakarta.


sampai dirumah ibunya.


juna mengucap salam.


"assalamualaikum bu" lalu masuk kedalam rumah yang tidak dikunci.


"waalaikum salam."


ya allah nak kenapa kamu tidak pulang kesini beberapa hari ini.


terus ini apa??. kamu mau pulang kejakarta nak" cerocos ibu juna.


"iya bu juna mau pulang kejakarta"


jawab juna.


"apa pekerjaanmu sudah selesai nak?? hingga kamu memutuskan untuk pulang kejakarta apa ada masalah"


tanya ibu juna lagi.


ibunya tau pasti ada masalah karna bisa dilihat dari raut wajah anaknya yang tampan itu.


"bu apa aku salah ya bu. memang aku yang salah bu"


ucap juna tiba tiba.


ada apa nak??. ada masalah dengan naya??


ucap ibu juna menebak.


"bapak naya mengatakan bu, kalau aku tidak boleh mendekati inayah sampai masalah rumah tangganya selesai bu.


tapi aku hatiku sakit setiap kali melihanya menangis bu"


jawab juna dengan mata berkaca kaca.


"yang dikatakan bapak naya benar nak. biarkan naya menyelesaikan masalahnya. kamu tidak berhak ikut campur. setelah masalah naya selesai kamu bisa coba mengejarnya lagi nak."


ibu juna menasehati.


"iya bu juna akan mencoba untuk tidak mendekati naya dulu untuk sementara bu. juna akan kembali ke jakarta untuk menyibukkan diri. biar tidak teringat dengan naya bu. dan juna juga akan mencoba ikut perjodohan itu. agar bisa melupankan naya bu."


jawab juna parau.


"iya nak. terserah kamu asalkan kamu bahagia ibu ikut bahagia nak."


ucap ibu juna.


akhirnya juna pamit pada ibunya untuk kembali kejakarta.


sampai dijakarta juna benar benar menyibukkan dengan bekerja dan ikut perjodohan. tapi gagal karna juna masih tetap tidak bisa melupakan naya. juna mengirim orang untuk mengawasi naya untuk memastikan bahwa naya baik baik saja.


setiap hari orang suruhan juna selalu melaporkan apapun kegiatan naya. walaupun juna masih tetap menyibbukan diri dengan bekerja. tapi juna selalu lega mengetahui keadaan naya baik baik saja.


naya pun sudah selesai masa liburnya dan memulai aktifitasnya bekerja dipabrik. naya pun tak pernah menghiraukan panggilan atau sms dari ryan suaminya.


naya sudah benar benar lelah menjalani rumah tangga yang selalu bertengkar dengan kesalah pahaman yang tiada henti.


sebulan telah berlalu naya ryan dan juna menjalani aktifitas masing masing. ryan pulang kekampung halaman. ryan dapat kabar dari orangtuanya bahwa naya tinggal dirumah orang tuanya.


tok tok tok


"assalamualakum"


ryan mengetuk pintu rumah orang tua naya sambil mengucap salam.


"waalaikum salam"


jawab ridwan adik naya.


mau ngapain kesini??


tanya ridwan tanpa basa basi.


"maaf wan aku mau jemput mbakmu"


jawab ryan sopan.


ia merasa bersalah karna sering membuat hati naya terluka. ryan pun sadar akan sikap dingin ridwan padanya.


"tidak usah jemput mbak ku. biarkan mbak naya tinggal disini dan cepat ceraikam mbak naya"


ucap ridwan tegas.


siapa wan yang datang??. tanya bapak naya dari dalam rumah.


"assalamualaikum pak"


saya ryan mau jemput naya pulang. ucap ryan masuk kedalam rumah mencium punggung tangan bapak naya.


kamu sudah pulang yan?? tanya bapak naya.


"iya pak saya kesini untuk menjemput naya pulang kerumah pak."


jawab ryan pada bapaknya.


"wan tolong panggilkan mbakmu wan"


ucap bapak naya memerintah ridwan.


"iya pak."


jawab ridwan menurut.


akhirnya ridwan pun beranjak dari duduknya untuk memanggil naya kakaknya.


tok tok tok.


ridwan mengetuk pintu kamar naya.


ada apa wan??


tanya naya setelah membukakan pintu untuk adiknya.


mbak itu ada mas ryan didepan.


jawab ridwa.


huft


naya menghela nafas. ia tau maksud kedatangan suaminya kesini.


"iya makasih wan"


ucap naya sambil melangkah menuju ruang tamu.


"mbak selesaiin masalah baik baik ya mbak. jangan emosi.

__ADS_1


ridwan memanggil naya untuk menasehatinya. ridwan tidak menyadari dirinya bahwa tadi saat bersama ryan ia mulai emosi.


untung bapak naya cepat keluar kalau tidak pasti ridwan sudah menghajar ryan habis habisan karna sudah membuat naya kecewa.


iya.


jawab naya lalu berlalu dari adiknya. naya duduk disamping bapaknya.


"nay suamimu datang menjemputmu pulang"


ucap bapak naya setelah naya duduk disampingnya.


naya hanya diam saja tidak menjawab ucapan bapaknya.


"nay ayo kita pulang. kita perbaiki masalah kita nay. maafkan aku nay membuatmu kecewa"


ucap ryan menyesal.


naya masih tetap bungkam.


"nay maafkan aku nay. beri aku kesempatan sekali lagi"


ryan memohon melihat naya hanya diam saja.


ryan tau naya sangat kecewa padanya. ryan tau karna melihat raut wajah istrinya terlihat kecewa. ryan ingin memperbaiki kesalahannya. tapi naya masih tetap diam tanpa kata.


"nay aku mohon. kita pulang ya sayang. mas janji tidak akan mengulanginya lagi"


ucap ryan penuh permohonan dan keyakinan.


naya hanya melirik kebapaknya untuk meminta pendapatnya.


bapak naya hanya mengangguk tanda untuk memberi kesempatan sekali lagi. akhirnya pun naya ikut menyutujui pendapat bapaknya.


"sebentar aku ambil baju dulu"


lalu naya bangkit dari duduknya dan menuju kamarnya untuk mengemas bajunya ke dalam tas. wajah ryan sumringah akhirnya naya mau ikut pulang kerumahnya. ryan menunggu diruang tamu.


"bentar ya yan bapak mau kekamar mandi dulu" pamit bapak naya berbohong. karna sebenarnya bapak naya mau menasehati anak perempuannya. "yan ini diminum dulu"


ucap ibu naya membawa nampan yang berisi minuman untuk ryan dan suaminya. lalu menyerahkan minuman kepada ryan dan duduk untuk menemani ryan.


gimana kabarmu yan diperantauan??


tanya ibu naya basa basi.


"alhamdulillah ryan baik baik saja bu"


jawab ryan sopan.


lalu meminum minuman yang disuguhkan untuk oleh mertuanya.


"alhamdulillah kalau begitu. yan tolong jaga naya ya yan"


ucap ibu naya.


"kalau memang kamu tidak bisa menjaga naya tolong jangan sakiti dia nak"


ucapnya lagi.


degg


ryan benar benar teetampar mendengar ucapan mertuanya. ryan benar benar merasa belum bisa menjaga naya dengan baik.


"maafkan ryan bu, ryan akan lebih berusaha membahagiakan naya bu"


ucap ryan dengan penuh penyesalan.


"iya ibu percaya denganmu nak."


jawab ibu naya menenangkan ryan.


didalam kamar bapak naya mengobrol dengan anak perempuannya untuk menasehatinya.


"pak apa keputusan ku ini baik pak memberi kesempatan untuk mas ryan??.


"insyallah nak. kalau memang sikap ryan masih sama dan kamu tidak tahan. pulanglah nak, pintu rumah ini selalu terbuka untukmu"


ucap bapak naya.


huft


naya menghembuskan nafas menenangkan hatinya.


"iya pak" jawab naya menurut.


lalu bapak naya berlalu dari kamar anak perempuannya dan kembali keruang tamu.


"eh ibu sudah pulang dari pasar bu"


saat bapak naya keruang tamu mendapati istrinya duduk menemani menantu laki lakinya.


"iya pak tadi ibu lihat motor seseorang. ibu pikir ada tamu jadi ibu lewat belakang eh ternyata nak ryan pak."


jawab ibu naya sopan pada suaminya.


"iya bu ini ryan mau jemput naya pulang."


bapak naya memberitahu istrinya.


ohhh iya pak.


jawab ibu naya.


tak lama naya keluar dari kamar menuju ruang tamu sudah membawa tas yang berisikan pakaiannya. naya sengaja membawa pakaian sedikit agar bisa bolak balik kerumah orang tuanya.


sudah nay?? tanya ibu naya.


"sudah bu".


jawab naya.


"bu pak kami pamit pulang ya pak bu"


ucap ryan berpamitan pada bapak ibu naya.


"iya bu pak naya pamit pulang"


ucap naya. sambil menyalami dan mencium punggung tangan kedua orang tuanya.


"iya hati hati ya nak"


ucap ibu bapak naya bergantian saat anak perempuannya pamit.


"pulang ya bu pak"


ucap ryan. pun ikut berpamitan.


"iya nak hati hati"


jawab ibu bapak naya bergantian saat anak menantu laki lakinya berpamitan.


lalu naya dan ryan keluar dari rumah orang tuanya dan menuju rumahnya sendiri.


sampai rumah naya dan ryan mengucap salam saat masuk rumah.


"assalamualaikum."


walaupun rumah kosong naya ataupun ryan pasti mengucap salam saat masuk rumah.


sudah lama tidak ditempati ya sayang??


tanya ryan pada naya.


iya mas.

__ADS_1


jawab naya canggung.


"ya sudah kita bersihkan bareng bareng ya biar cepat selesai."


ajak ryan sambil tersenyum ceria.


sebenarnya ryan orang yang baik hanya saja ryan terlalu sayang kepada ibunya hingga apapun yang dikatakan oeh orangtuanya selalu ia turuti dan percaya begitu saja. iya mas. naya hanya mengiyakan dengan senyum terpaksa.


ryan tau naya masih susah untuk memaafkannya karna ryan sadar sudah berulang kali ia menyakiti hati istrinya


lalu mereka pun membersihkan rumah bersama sama. setelah selesai semua. ryan beranjak untuk membersihkan diri dari keringat.


"sayang mas mandi dulu ya bau acem"


ucap ryan sambil tersenyum genit pada istrinya. naya hanya senyum saja tanpa mengatakan sepatah katapun.


sayang mau mandi bareng??


tanya ryan kemudian


biasanya ryan kalau dirumah sering mandi bersama istrinya.


"enggak usah mas. mas duluan saja aku nanti mau masak dulu buat makan malam."


jawab naya.


ok deh.


ucap ryan kemudian berlalu menuju kamar mandi.


"akhirnya kamu mau buka suara juga nay. maafin mas ya sayang. mas terlalu banyak salah hingga mas bingung harus memperbaiki kesalahan mas dari mana"


gumam ryan dalam hati sambil masuk ke kamar mandi.


naya masih sibuk dengan pekerjaannya memasak. tiba tiba ryan datang memeluk naya dari belakang. belum sempat ryan berucap naya sudah berteriak reflek mendorong tubuh ryan menjauh.


wuahhhhh.


tubuh ryan pun terdorong mundur beberapa langkah kebelakang.


"maaf mas. maaf"


ucap naya pada suaminya.


"gak papa sayang"


jawab ryan.


tanganmu nay. saat mata ryan melihat jari tangan naya berdarah.


mana mas?? tanya naya yang tidak sadar jarinya berdarah karna panik.


"sini sayang mas obatin dulu tangan kamu ya". jawab ryan lalu menggandeng naya menuju kursi makan menyuruh istrinya duduk dan ryan mengobati tangan istrinya.


sakit ya sayang??. tanya ryan saat sudah selesai mengobati jari tangan naya.


naya hanya memandang wajah ryan dengan wajah yang sudah dibasahi air mata.


"jangan nangis nay. maafkan mas sayang mas salah"


ucap ryan lalu memeluk naya untuk menenangkan istrinya dan memberikan kenyamanan.


tapi sayang pelukan suaminya sudah tidak senyaman dulu saat hati naya belum terlalu parah terluka. tapi naya tetap mencoba menyamankan dirinya pada suaminya.


"maaf ya sayang maafin mas"


ucap ryan sambil mengecup kening istrinya.


naya melepaskan pelukannya.


"aku mau lanjut masak mas"


ucap naya kemudian setelah melepaskan pelukannya.


"gak usah masak ya sayang kita beli makan diluar aja."


tawar ryan pada naya.


naya hanya menganggukan kepalanya tanda setunju.


lalu naya pamit mandi lalu siap siap untuk makan diluar.


saat naya dan ryan keluar rumah naya pun mengunci pintu.


tiba tiba ibu ryan datang bersama agung kakak ryan.


mau kemana kalian berdua??


tanya ibu ryan ramah.


tapi naya tau keramahan mertuanya karna ada anak laki lakinya disisi naya. karna kalau tidak ada ryan suaminya nada suara mertuanya selalu ketus pada naya. bahkan tidak segan segan memojokkan naya walaupun banyak orang. naya selalu bersabar menghadapi keketusan mertuanya.


"ini bu mau makan diluar. soalnya kami capek bu habis beres beres rumah berdua"


ucap ryan sopan penuh hormat pada ibunya.


"ibu ikut ya kebetulan ibu juga belum makan soalnya"


jawab ibu ryan.


"iya bu gak papa."


jawab ryan.


"gak papa kan sayang."


ryan bertanya pada naya.


naya hanya tersenyum mengiyakan suaminya.


" ayo bu"


ucap ryan.


lalu mereka naik motor bersama berboncengan. naya berboncengan sama ryan suaminya. ibu ryan beboncengan sama agung kakak ryan. karna mereka datang kerumah naya menggunakan motor.


motor ryan dan agung kakaknya berhenti diparkiran pondok lesehan. sampai dipondok lesehan mereka masuk bersama sama. lalu duduk. bersama sama.


ryan bersikap manja pada naya karna sudah setahun LDR an ditambah lagi banyak masalah yang menimpa mereka berdua membuat ryan merindukan istrinya. ryan terus bergelayut di pundak naya.


naya yang sadar akan manja suaminya mengiyakan saja tingkah manja suaminya. naya masih sadar akan statusnya yang masih istri sah ryan.


karna dulu yang selalu manja adalah naya. dan ryan selalu senang kalau istrinya manja. ryan selalu rindu dengan kemanjaan istrinya. naya selalu bisa membuat ryan nyaman senang ditamabah naya selalu memuaskan ryan dari segi apapun.


itu yang membuat ryan susah berpaling dari naya. selagi mertuanya tidak ikut campur atau menuduh naya yang tidak tidak. rumah tangganya akan aman aman saja. karna sumber masalah mereka hanya orang tua ryan.


yan kamu cuti berapa bulan nak??


tanya ibu ryan pada anak laki lakinya.


"hanya sebulan bu"


jawab ryan.


kok hanya sebulan yan gak produksi adik dong yan??


tanya agung kakak ryan.


"iya nanti juga produksi mas."


jawab ryan santai. ohhh jawab agung dan ibunya bersamaan.


emang gak KB nay kamu selama ini??.


tanya ibu ryan pada naya.

__ADS_1


huft


naya menghela nafas mendengar perkataan mertuanya.


__ADS_2