
Lintang melongo binging
"siapa yang terpesona??"
tanya Lintang penasaran
"kamu lah nanti kalau Lintang lihat wajah cantiknya tante Shifa jadi terpesona terus mbak Rani dicuekin deh sama Lintang jadi sedih deh mbak Raninya"
ucap Rani (Naya ) cemberut
hahhh
Lintang kembali melongo
"gak lah mbak aku sayang banget sama mbak Rani gak akan berpaling dari mbak Rani jadi jangan cemburu ya??"
Lintang memberitahu memegang kedua pipi Naya
Naya tersenyum dan terharu mendengar perkataan majikannya tersebut
" berasa punya anak perawan kalau gini Malik punya adik"
batin Naya cengengesan
"bener ya sayang?? mbak Rani juga sayang banget sama Lintang "
Naya memeluknya dengan penuh kasih sayang
"aku tau mbak Rani sayang sama aku, jangan sedih lagi ya??"
bujuk Lintang Rani (Naya) mengangguk terharu
**
"mas apa Naya masih belum ada kabar sampai sekarang??"
tanya Intan saat sarapan bersama sebelum Bagas berangkat kerja
Bagas hanya menggeleng
Intan menghela nafas lemas
"terus gimana dengan mas Juna apa masih lanjut pencariannya??"
tanya Intan lagi
"masih tapi tidak seketat awal menurutnya Naya hanya ingin menenangkan diri jadi orang orang Juna hanya memantau saja bila melihat Naya harus lapor gitu aja yang mas denger dari Juna "
Bagas menjelaskan
Intan mengangguk
"apa benar Naya di Batam?? apa mas Juna cari di kota atau negara lain juga mas??"
tanya Intan penasaran
"iya Juna menyelidiki semua negara tanpa terkecuali karna takut Naya diculik dan diperdagangkan Naya benar benar seperti hilang ditelan bumi Juna benar benar khawatir"
jawab Bagas yang ikut merasakan kesedihan sahabatnya tersebut
"tapi masih saja gak ketemu ya mz?? mungkin ini takdir mereka semoga mereka berdua cepat bertemu kembali"
ucap Intan yang diaminkan Bagas lalu berangkat bekerja karna sudah selesai sarapan dan siap siap berangkat
Tata yang sudah cantik pun menunggu kakaknya menjemputnya setelah pernikahan Juna batal Rofik pun kembali ke Bogor untuk melanjutkan pekerjaannya setelah cuti sakit
"mas kenapa lama banget sampai bosen aku nunggunya"
protes Tata
"maaf tadi sayang sayangan dulu sama mbakmu"
ucap Bagas cengengesan
"kebiasaan"
Tata sewot masuk mobil dan melaju menuju tempat kerja mereka Tata pun menanyakan hal yang sama dengan Intan dirumah
"apa mas Juna kesini mas??"
tanya Tata
"kesini tapi cuma mengunjungi keluarga Naya dan keluarganya saja lalu kembali ke Jakarta paling mengunjungi Malik sebulan sekali seperti biasanya"
Bagas menjelaskan Tata mengangguk paham
**
sementara di pabrik kantor Aryo berada ia penasaran ingin tau identitas Naya yang sebenarnya ia tanpa ragu bertanya pada teman Naya
"Fa Rani beneran janda ya??"
tanya Aryo penasaran
"ya pak dia bilang janda anak satu batal nikah katanya"
Shifa memberitahu
"kenapa batal nikah?? ada masalah kah?? "
Aryo kepo
" katanya sih dilecehkan mantan suami jadi dia takut akan bikin malu keluarga akhirnya kak Rani batalin pernikahannya sepihak pa, yang aku dengar sih"
cerita Shifa
Aryo manggut manggut paham
"kenapa pak?? bapak naksir kak Rani??"
tanya Shifa penasaran
"gak papa cuma nanya aja kok makasih ya udah kasih tau Fa"
ucap Aryo yang dianggukan kepala Shifa
sebenarnya Aryo sempat melihat wajah cantik Naya waktu ia menyelinap dikamar anaknya tengah malam mengecek putri kecilnya yang tertidur pulas ia terpesona dengan Naya yang terlelap memeluk Lintang seperti anak sendiri ia jadi memikirkan tentang ibu sambung untuk anaknya tersebut
**
disebuah rumah sakit tempat Ryan dirawat ia sudah sadar dari komanya selama dua bulan lebih
"Yan kamu makan dulu ya biar cepat sehat alhamdulillah kamu sudah mendingan nak"
ucap ibu Ryan
"bu aku mau pulang aja bosen disini terus"
rengek Ryan
"ya sayang tunggu kamu sehat dulu ya nak ibu gak mau kamu kenapa napa lagi"
ibu Ryan menyuapi anaknya sangat telaten
"ya Yan kamu harus sehat"
Agung menimpali
Ryan hanya diam saja
ia yang sebenarnya merasa bersalah atas tindakannya tapi ia juga terpaksa demi cintanya
selesai menyuapi anaknya ibu Ryan pun keluar mencari makanan dikantin dan Ryan pun ditemani Agung kakaknya
"mas apa benar Naya batal nikah?? katanya dia kabur??"
tanya Ryan penasaran
"ya Yan Naya batal nikah dan dia kabur tengah malam setelah kejadian itu"
__ADS_1
Agung menjelaskan
"terus sekarang dia dimana mas??"
tanya Ryan lagi
"gak tau gak ada info gak ada yang ngasih tau jangan bilang kamu juga mau ikutan nyari dia Yan??"
tanya Agung curiga
Ryaj hanya diam saja tidak berkata apa apa
"jangan cari mati Yan nanti ibu sedih kamu lihat sendiri kamu dihajar sampai koma berbulan bulan terus kamu bakal nyari Naya lagi yang ada kamu bakalan mati ditangan Juna sialan itu mas gak mau kehilanganmu Yan jangan banyak acara"
ucap Agung khawatir
"tapi cintaku gimana mas?? aku hanya cinta sama Naya aku gak mencintai Yayuk mas?? aku gak mau nikah sama dia aku gak mau"
rengek Ryan
"bilang baik baik sama ibu Yan bujuk ibu agar tidak nikahkan kamu dengan Yayuk tapi mas gak yakin setelah kejadian ini ibu membiarkanmu rujuk dengan Naya walaupun ibu setuju pasti rumah tangga akan tetap sama kasihan Nayanya"
nasehat Agung
Ryan hanya diam saja memikirkan semuanya
"sudah jangan dipikirin sekarang yang paling penting kamu sehat Yan"
bujuk Agung Ryan mengangguk
tidak lama ibunya datang setelah dari kantin mereka berdua pun saling diam tidak berani membahas Naya karna akan membuat sang ibu marah
"udah selesai makan bu??"
tanya Agung
"udah kalian lagi ngobrolin apa kok jadi diam ibu masuk??"
ibu Ryan mencurigai
"gak kok bu cuma tanya Ryan apa ada yang masih sakit gitu doang kok bu katanya udah lumayan"
kilah Agung ibunya pun mengangguk
Ryan dan Agung menghela nafas lega
**
"mbak Rani lagi lihat apa?? kok ganteng??"
Lintang kepo
Rani (Naya) tersenyum dan memperlihatkan foto anak sholehnya ke Lintang
"ganteng ya mbak siapa dia??"
tanya Lintang lagi
"anak mbak Rani namanya Malik sayang"
Rani (Naya) memberitahu
"anak?? sudah besar ya mbak??"
tanyanya lagi
"sudah kelas satu sayang"
jawab Rani (Naya)
"kenapa gak diajak kesini mbak kan aku jadi punya teman main lagi selain mbak Rani"
protes Lintang
"lagi asrama sayang gak boleh kebanyakan main apalagi ikut mbak kerja tidak akan diizinin sama ustadnya"
"kenapa harus minta izin mbak tinggal ikut aja kok ribet aman minta izin"
Lintang sewot
"gak ribet dong kalau Malik ikut mbak gak izin dulu nanti pasti pada khawatir dan nyariin kan kasian"
ucap Rani (Naya)
"yasudah papa saja yang minta izin biar kak Malik bisa kesini"
jawab Lintang dengan polosnya
"ya nanti gampanglah ya yang penting sekarang bobok siang ayo"
ajak Naya
"mbak sehari saja gak usah bobok siang kenapa mbak aku masih pengen main"
rengek Lintang cengengesan
"tidak harus tidur siang takutnya nanti kalau pas papa pulang kamu mala anteng kan gak bisa nyambut papa "
Naya memberi pengertian Lintang tampak berfikir sebentar
"iya juga ya mbak, ya sudah deh aku aku tidur siang nanti papa sedih gak ada yang nyambut"
celetuk Lintang
"anak pintar ayo merem sayang"
bujuk Rani (Naya) memeluk Lintang ia sudah terbiasa ngelonin Lintang saat tidur bersamanya
hingga adzan asar berkumandang Naya bangun dan membangunkan Lintang untuk sholat bersamanya dikamar
Lintang yang yang dulunya jarang sholat sekarang terbiasa sholat bersama Naya karna Naya selalu mengajaknya menunaikan ibadah sholat selesai sholat Lintang pun mandi dibantu Naya dan mengajaknya bermain didalam rumah
mama Aryo hanya memantaunya sehari hari ia sudah sangat cocok dengan Naya yang kadang sering mengajak ngobrol Naya kala ikut menemani cucunya bermain
"Rani apa kamu tidak punya keinginan untuk menikah lagi??"
tanya mama Aryo dengan hati hati takut menyinggungnya ia tau cerita Naya dari mbok Ija kala bercerita tentang baby sister barunya
Naya tersenyum dibalik cadarnya
"untuk saat ini saya belum ingin menikah nya ingin fokus kerja dulu"
jawab Naya sopan
"ohh kalau mau nikah dan belum dapat calonnya saya mau nyariin jodoh untukmu Ran"
mama Aryo menawarkan
"iya nya insyallah nanti kalau saya siap menikah minta tolong nyonya tapi jangan marah atau komplain ya nya"
canda Rani (Naya)
"tidak akan bahkan saya akan senang dapat membantumu apalagi calonnya anakku sendiri"
jawab mama Aryo semangat dan bergumam diakhir kelimatnya
ia ingin Naya menjadi menantunya karna selalu melihat kasih sayangnya yang tulus untuk cucunya
"tapi apa Aryo mau ya sama dia nanti aku tanya ajalah"
batin mama Aryo dalam hati
**
diruangan kantor Juna yang selalu disibukkan dengan pekerjaannya dan penyelidikan Naya terdiam ia selalu memikirkan ingin berkunjung kerumah Aryo tapi ia juga bingung apa yang membuatnya ingin sekali kesana
"Juna jangan gila kamu hanya karna penasaran dengan baby sisternya saja kamu kesana"
gumam Juna dalam hati
__ADS_1
tok tok tok
pintu ruangan Juna diketuk membuat lamunannya buyar ia menegakkan tubuhnya dan kelihatan berwibawa
"masuk"
perintah Juna
"mas kapan akan kesana aku kangen"
ucap Stela setelah membuka pintunya
Juna menghela nafas
"nanti Stel mas kan baru aja kesana setengah bulan yang lalu lagian kamu gak kerja mala kesini kenapa??"
tanya Juna
"bosen dirumah pengen refresing aja kesini"
jawab Stela sudah mendudukan pantatnya disofa
Juna mengangguk
"mas mau ke Batam Stel mau urus kantor disana ada masalah sedikit tapi mas sibuk banget kerjaan numpuk"
curhat Juna
"biar aku saja kesana sekalian mau jalan jalan boleh ya mas??"
rengek Stela
"nanti sajalah"
jawab Juna cuek
"kenapa sih mas?? takut ketemu mafia sainganmu??"
tanya Stela curiga
"saingan banyak tapi tidak ada yang bisa ngalahin mas gak usah ngadi ngadi"
ucap Juna masih sibuk dilaptopnya
"siapa tau kan mafia mas disana juga banyak"
ucap Stela enteng
"udah gak usah banyak sing song pulang kerumah sana temani Sukma"
perintah Juna
"aku mau tidur dirumah mas Juna aja nemenin mas"
pinta Stela ia tau kakaknya kelimpungan mencari keberadaan calon istrinya
"terserah kamu saja yang penting jangan bikin mas pusing"
jawab Juna masih cuek sibuk membuka berkasnya
"siappp"
Stela antusias
akhirnya Stela mengajak Sukma bermalam dirumah Juna selama disana
selama beberapa hari menginap dirumah kakaknya Stela sering mendapati kakaknya melamun terkadang menangis sendirian menatap ponselnya yang pasti ia tebak gambar calon istrinya yang pergi entah kemana
***
keesokan harinya saat sarapan pagi Stela mengutarakan niatnya membantu mengurus pekerjaannya ke Batam dan mencari keberadaan Naya disana karna menurut informasi yang ia dengar Naya ke Batam mungkin kakaknya yang belum dapat menemukan Naya karna hatinya yang masih campur aduk tidak jelas
Stela yang sedikit agak tenang dibanding kakaknya mungkin dapat mendapat petunjuk disana
"mas aku saja ya yang kesana bantu kerjaan mas Juna??"
rengek Stela
"nanti saja Stel kalau tidak memungkinkan kamu boleh turun tangan untuk sekarang jangan dulu mas tau kamu bakat menyelesaikannya tapi mas juga harus kasih kepercayaan orang sana juga ya"
Juna memberi pengertiannya adiknya
"tapi kabari aku ya mas??"
ucap Stela penuh harap
"iya sudah habisin nasimu katanya mau pulang ke Semarang?? dan kamu Sukma berangkat kuliah"
tegur Juna
"iya iya"
jawab Stela dan Sukma patuh
***
hari berganti hari tidak terasa tiga bulan telah Juna lewati tanpa Naya yang sudah lima bulan lebih Naya meninggalkannya
Stela pun dikasih kepercayaan untuk mengurus kantor cabangnya yang ada di Batam karna masalahnya semakin membengkak karna pekerjaan Juna terlalu banyak hingga Stela yang harus turun tangan
"terima kasih mas aku akan selesain masalah disana secepatnya tapi aku mau mampir dulu di kamu ya??"
pinta Stela diujung telepon mereka sedang berbicara disambungan telepon
"terserah kamu kapan kesini??"
tanya Juna
"besok pagi jemput dibandara ya mas??"
rengek Stela
"mas sibuk Stel"
tolak Juna
"ya sudah aku yang kesana"
jawab Stela semangat
***
keesokan harinya setelah Stela turun dari pesawat yang dijemput Sukma mereka langsung menghampiri Juna kakaknya dikantor sebelumnya ia mengabari dan menanyakan keberadaan kakaknya
"mbak yakin mau kesana??"
tanya Sukma Stela mengangguk pasti
"aku gak diajak aku ikut ya mbak aku janji gak akan ganggu pekerjaan kamu disana??"
rengek Sukma seperti anak kecil minta jajan
"no nanti aku dimarahin mas Juna kalau kamu kenapa napa disana dunianya lebih lepas dari Jakarta akan bahaya untukmu tunggu saja kabar dariku dan doakan semoga aku bisa bertemu mbak Naya aku ingin memakinya seenak jidat meninggalkan kakak tersayangku sampai seperti ini"
Stela mengeluarkan unek uneknya sebelumnya ia sudah cerita ke Sukma mengenai niatnya disana
"ya sudahlah percuma walaupun aku merengek kayak apapun guling guling sekalian kalau kamu udah bilang A ya akan tetap A kayak mas Juna mirip kadang aku kesel"
jawab Sukma sewot karna Stela terkadang mirip kakak sambungnya yang terkenal dingin dan datar
Stela terkekeh mendengar pengakuan Sukma yang manyun
"ya lah orang aku juga adiknya gimana sih"
ucap Stela geleng geleng kepala
"ya ya aku doain semoga mbak Naya cepat ketemu mbak kasian mas Juna kayak ditinggal mati aja"
celetuk Sukma
__ADS_1