Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
ku pinang kau dengan bismillah


__ADS_3

mereka pun ikut bersiap siap untuk acara nanti.


setelah habis sholat isya' rombongan keluarga Juna berangkat menggunakan satu mobil


hati Naya dag dig der saat menerima pesan dari Juna bahwa keluarga mereka siap meluncur dan mengirim sebuah pesan gambar foto keluarga mereka yang sudah berada didalam mobil


Naya berdandan ala kadarnya tapi masih terlihat cantik dengan dandanan natural karna ini hanya acara lamaran


saat mobil Juna memasuki halaman rumahnya hati Naya semakin berdebar walaupun ini bukan yang pertama untuknya tetap saja ia merasa grogi


keluarga Naya menyambut kedatangan rombongan keluarga Juna dengan ramah setelah keluarga Juna masuk dan duduk Juna celingukan mencari keberadaan Naya yang belum menampakkan diri


" bismillahirrohmanirrohim assalamualaikum warohmatullahhiwabarokatuh selamat malam pak Ali sekeluarga"


ucap papa Juna memulainya


yang dijawab salam oleh semua yang hadir


hati Juna mulai dag dig dug


"alhamdulillah saya sekeluarga dapat bersilaturahim kekeluarga bapak dan berniat untuk meminang anak bapak yang bernama Inayah Maharani, apakah bapak bersedia anak gadis bapak kami pinang untuk anak kami yang bernama Arjuna Wijaya??"


papa Juna mengutarakan niatnya


hati Juna sudah semakin dag dig dug saat papanya mengucapkan niatnya


"bismillah ya allah, sebentar ya pak saya panggilkan anak kami dulu"


jawab bapak Naya dan langsung mengisyaratkan istrinya untuk memanggilkan anak gadisnya


ibu Naya pun menurut dan langsung bangkit menghampiri anak perempuannya satu satunya.


"kami tidak kuasa memutuskannya sendiri pak, semua keputusan ada di tangan Naya, dia yang akan menjalaninya kami sebagai orang tua hanya bisa mendoakan pak"


lanjut bapak Naya lagi


"iya pak semoga Naya menerima pinangan ini ya pak"


harapan papa Juna yang diaminkan yang lain


tidak lama Naya pun keluar menghampiri tamu yang dan menyalimi satu persatu yang hadir dirumahnya kemudian ia duduk disamping bapak ibunya sambil menundukkan wajahnya Naya sangat gugup dihadapan semua yang hadir


"Nay keluarga nak Juna datang kemari ingin melamarmu nak apakah kamu besedia nak??"


tanya bapak Naya pada anak perempuannya


Naya hanya diam saja menunduk tanpa menjawab membuat hati Juna semakin deg degan dan tegang dengan kediaman Naya Juna takut Naya berubah pikiran


walaupun gugup dan deg degan Naya masih sempat mengerjai calon suaminya tersebut semua orang menunggu jawaban Naya


sampai beberapa detik berlalu Naya menarik nafas sebelum menjawabnya


"aku bersedia pak "


jawabnya sambil nyengir


puas melihat wajah tegang Juna lalu menunduk kembali


seketika semua keluarga Juna merasa lega Naya menerima pinangannya


Juna tersenyum ternyata Naya hanya mengerjainnya


"awas kamu ya Nay udah berani ngerjain kakak"


gumam Juna tersenyum memandang Naya yang sedang tersenyum menunduk


"Juna sabar kenapa udah kayak uler keket aja sih kamu, masih lamaran juga masih ada tahap tunangan dan akad Jun"


tegur ibu Juna yang sejak tadi memerhatikan anak laki lakinya selalu memandangi calon istrinya tidak berkedip semenjak Naya datang menghampiri


Juna cengengesan dapat teguran dari sang ibu


"habis Naya cantik bu jadi mata Juna tidak bisa dialihkan ke yang lain"


jawab Juna malu


ibu Juna menggeleng gelengkan kepalanya dengan tingkah anak laki lakinya


bapak Naya dan papa Juna beserta bapak Juna sedang mengobrol mendiskusikan hari pertunangan dan pernikahan anak mereka selesai berdiskusi bapak dan ibu Naya mempersilahkan untuk mencicipi hidangan yang sudah tersedia


"ehem ehem cie cie yang udah dilamar senyum senyum terus giginya kering lohh"


ledek Stela pada Naya yang sedang mengembangkan senyumannya Sukma ikut mengekorinya karna ia tidak mengenal siapapun dirumah Naya


"Stela"


ucap Naya langsung memeluk calon adik iparnya


"aku kangen loh mbak gak ketemu kamu seabad"


gurau Stela setelah melepaskan pelukannya


"aku juga"


jawab Naya mencubit pipi Stela


"mbak kenalin ini Sukma adiknya mas Juna juga yang ada di Jakarta, Sukma ini yang namanya mbak Naya"


Stela memperkenalkan


"Naya"


ucap Naya menjabat tangannya


"Sukma"


jawab Sukma membalas jabatan tangan Naya dan Naya pun memeluk Sukma tanda perkenalan


Sukma hanya diam saja


"ayo Sukma Stela makan dulu yuk"


ajak Naya


belum menjawab jawaban Sukma dan Stela Juna sudah muncul menghampirinya


"kenapa hanya Stela dan Sukma saja yang diajak makan?? kenapa kakak gak diajak"


protes Juna tersenyum menyeringai


"mati aku, aku harus cepetan kabur dari kak Juna"


gumam Naya dalam hati


ia hendak meninggalkan Juna tapi dengan cepat Juna memegang pergelangan Naya karna Juna tau Naya akan melarikan diri.


"maafkan aku kak aku cuma iseng saja tadi, tolong ampuni aku"


Naya mengakui kesalahannya


Juna tertawa Naya mengakuinya tanpa Juna digertak


Sukma melongo melihat tawa kakaknya


Stela yang dulunya kaget seperti Sukma sekarang sudah terbiasa melihat senyum yang terukir dibibir kakaknya bila bersama Naya


"kamu akan terbiasa dengan senyuman ini Ma kalau kamu sering bersama mas Juna dan mbak Naya"

__ADS_1


bisik Stela pada Sukma


Sukma hanya diam saja mendengarkan


"kamu harus tanggung jawab dengan hati ini sayang, kamu sudah membuat kakak benar benar tegang menunggu jawabanmu"


ucap Juna cekikikan


"ampunilah aku kak aku janji tidak akan mengulanginya lagi"


jawab Naya nyengir menampakkan giginya


"ayo makan saja dulu kak ajak Stela dan Sukma juga, ayo"


ucap Naya kemudian


"baiklah baiklah"


jawab Juna tersenyum


"ayo Stela Sukma kita makan sekarang jangan bengong saja"


ajak Juna menggandeng tangan kedua adiknya


"yang bengong Sukma mas lihat senyumanmu itu bukan aku"


Stela memberitahu


Naya ikut membantu mengambilkan lauk untuk Juna dan bercanda ria sambil menyantap masakan ibu Naya


"ini enak siapa yang masak??"


tanya Sukma sambil mengunyah


"telan dulu baru ngomong dek, kebiasaanku itu ya "


tegur Juna mencubit hidung mancung Sukma


"aku penasaran mas enak soalnya"


jawab Sukma setelah menelan makanan yang ia kunyah


"calon istri mas mungkin, coba kamu tanya sana"


ucap Juna


"malu mas takut dikatain kepo"


jawab Sukma nyengir


"baiklah"


jawab Juna lalu menoel noel bahu Naya yang lagi mengobrol sama mama dan ibu Juna


"apa kak??"


tanya Naya menoleh kebelakang


Juna menarik tangan Naya


"sayang ini kok enak banget siapa yang masak??"


tanya Juna lembut


Sukma dikejutkan kembali oleh tingkah Juna yang menurutnya aneh karna ia belum pernah melihat dan mendengar kakaknya ceria dan lembut terhadap perempuan


"ibu yang masak kak??"


jawab Naya


"masak?? bukan kamu??"


tanya Juna lagi


jawab Naya lagi


"bohong mas itu dia yang masak, karna ibu dan mbak Lulu masak yang lain, ini aku sempat vidoein dia masak mas, nanti aku kirim videonya ke kamu mas tenang aja"


celetuk Ridwan saat mengambil lauk untuk Farel keponakannya


Naya melotot menatap Ridwan yang memberitahukannya


Juna tersenyum dan mengacungkan jempolnya ke Ridwan lalu Ridwan pun pergi takut kena semprot Naya kakaknya


"sayang bisa jelaskan ucapan Ridwan barusan"


ucap Juna lembut


Naya nyengir menampakkan giginya


"kering mbak giginya kamu nyengir terus gitu"


celetuk Stela menahan tawa karna Naya ketahuan berbohong


"Inayah Maharani"


panggil Juna


"ok maafkan aku kak aku kasian ibu dan mbak Lulu hanya berdua saja yang masak sedangkan aku hanya jadi penonton jadilah aku bantuin hanya bantuin kok kak"


kilah Naya


"kamu masak yang mana saja??"


tanya Juna lagi


"ini kak"


jawab Naya


"yakin??"


tanya Juna mengangkat satu alisnya


"hehehe ini ini dan ini"


jawab Naya cengengesan


Juna Stela dan Sukma pun ikut mencicipi masakan Naya


"katanya hanya ini saja mbak tapi masih ada ini dan ini, ini kan yang tadi aku makan"


protes Stela sambil mengunyah makanannya


"aku takut kena marah masmu Stel, katanya aku gak boleh capek capek harus jaga kesehatan biar nanti malam fres , gitu katanya, padahal aku lagi berbagi kesenanganku lewat memasak jadi ya terpaksa aku bohong "


Naya memberitahu cengengesan


"pinter kamu ya sayang sudah bisa bohong"


ucap Juna mencubit hidung pesek Naya


"ampuni aku calon imamku, karna aku terlalu senang dan bahagia aku dilamar sama kamu kak jadi aku memasaknya dengan senang hati dengan penuh cinta, seperti cintaku padamu enakkan masakanku??"


goda Naya menaik turunkan dua alisnya


Juna tersenyum dan mengacungkan jempolnya

__ADS_1


"kenapa gak bicara?? apakah tidak enak?? bilang dong kak?? enak gak masakanku"


protes Naya


"perfect sayang"


ucap Juna mengangkat tangannya ok


Naya langsung tersenyum lebar mendapatkan pujian masakannya sesuai selera Juna dan yang lain


Stela dan Sukma hanya menggeleng dengan tingkah Naya


"Stela Sukma makan yang banyak ya biar kenyang nanti bisa bungkus juga buat makan dirumah"


ucap Naya


"siap mbak nanti aku bungkusin ya??"


pinta Stela


"sipp"


jawab Naya


"aku takut gendut jangan suruh aku makan banyak banyak, aku ingin seksi dan langsing seperti yang lain, kamu saja mbak yang makan banyak mbak jangan ngajak aku"


protes Sukma


"hahaha aku makannya banyak Sukma tapi gak tau kenapa aku masih kurus kurus saja gak gemuk gemuk, gak tau larinya kemana makanan yang aku telan"


Naya tertawa bila membahas tentang bentuk tubuh dan makanan


"kok bisa?? gimana caranya mbak?? makan banyak tapi masih tetap kurus?? apa resepnya "


tanya Sukma penasaran


"gak tau mungkin emang akunya gak bisa gemuk kali"


jawab Naya cengengesan


"bagaimana bisa??"


protes Sukma tidak terima


"bisa lah Sukma orang kalau perawakannya kurus ya kurus gemuk ya gemuk, walaupun gemuk bisa dikurusin rapi tetap bis kembali lagi jadi gendut kalau tidak bisa mengatur pola makannya, beda sama yang kurus mau dikasih makan sebanyak apapun kalau memang dasar perawakannya kurus ya kurus susah untuk jadi gemuk, kayak aku ini contohnya kecuali minum obat penggemuk"


ucap Naya cekikikan


"kok mbak Naya menurutku gak kurus ya mala bagus mbak bentuk tubuhmu aku iri lihatnya"


Sukma mengakuinya


"tapi jangan benci aku ya Sukma walaupun kamu iri dengan bentuk tibuhku ini"


pinta Naya


"mana ada aku kayak gitu, gimana sih"


ucap Sukma sewot"


"hehehe jangan marah Sukma aku cuma bercanda, tapi yang tadi aku ceritakan masalah kurusku memang benar kok, aku gak pernah olah raga gak pernah jaga pola makan tapi tetap saja kurus"


jawab Naya cengengesan


lalu mereka pun bercanda bersama sama dan tidak lama rombongan keluarga Juna pamit pulang hari sudah malam


"kami sekeluarga terima kasih pak bu sudah disambut dengan hangat dan hidangannya enak enak bu, terima kasih ya bu pamit pak bu assalamualaikum"


ucap papa Juna menjabat tangan calon besannya yang diikuti yang lain


"sayang kakak pulang ya, jangan kangen"


goda Juna


Naya tersenyum malu


"sudah sana pulang jangan ngegombal mulu"


ucap Naya cengengesan


"ku pinang kau dengan bismillah sayang, atas restu allah aku mencintaimu menyayangimu, jadilah bidadari cintaku istri salehahku Nay"


Juna menggem tangan Naya


Naya tersentuh dengan ucapan Juna


membuat Stela dan Sukma iri melihat ucapan manis kakaknya


"insyallah kak, aku akan selalu berusaha jadi yang terbaik untuk kita, dan aku juga akan berusaha jadi selimutmu jadi makmummu kak, bimbinglah aku jadi istri saleha sesuai yang kamu inginkan dan harapkan"


ucap Naya terharu dan malu


" gombalnya pinter amat yang?? ikut les dimana neng??"


ledek Juna tersenyum membuat Naya menggigit lengannya


"sakit sayang, jangan disitu gigitnya disini saja"


tawar Juna menunjuk bibirnya tanpa dosa


"sana pulang dah malam aku mau tidur"


usir Naya karna malu ia tidak sadar ada banyak orang yang memperhatikannya.


"ok ok sayang kakak pulang dulu, bu pak Juna pulang ya pak terima kasih atas semuanya pak bu"


ucap Juna mencium punggung tangan kedua orang tua Naya


"ya nak sama sama bapak sekeluarga juga berterima kasih pada keluargamu nak"


jawab bapak Naya ramah


"sama sama pak assalamualaikum"


ucap Juna lagi yang dibalas salam semua keluarga Naya dan berlalu meninggalkan kediaman keluarga Naya seluruh keluarga pun masuk kerumah dan mulai membereskan semua barang barang yang ada didalam rumahnya satu rumah bekerja sama untuk menyelesaikan pekerjaannya


setelah selesai Naya pamit kekamarnya untuk istirahat


sampai kamar pun ia mengecek ponselnya karna tau Juna pasti mengirim pesan atau menghubunginya dan benar saja beberapa pesan dan panggilan tak terjawab sudah tertera dilayar ponselnya


ia pun membalas pesan dari Juna'


{ maafkan aku kak, aku baru saja selesai semuanya dan baru pegang hpnya, kakak lagi apa?? apakah sudah tidur?? kalau sudah tidur ya sudah good nigth kak Juna}


isi pesan Naya untuk Juna lalu Naya dengan ceparnya terlelap karna lelah seharian membantu ibunya mengurus semuanya


Juna yang habis dari kamar mandi pun mengecek ponselnya dan membuka pesan dari Naya


Juna langsung menghubungi kekasih hatinya tapu tidak diangkat karna Naya memang sudah healing ke mimpi indahnya.


"mungkin kamu sudah tidur sayang, sudah malam"


gumam Juna lalu ia pun mengirim pesan ke Naya


{good nigth too sayang ku}


lalu Juna pu merebahkan tubuhnya ditempat tidurnya dan tidak lama Juna pun tertidur pulas

__ADS_1


***


keesokan harinya Juna dan papanya kekantor untuk bekerja Juna sudah meminta Naya untuk libur istirahat dirumah karna takut kecapekan dan Naya pun menurut tidak masuk kerja


__ADS_2