
Naya yang mendengarkan suara merdu Juna pun lama lama akhirnya terlelap. kedua orang tua Naya pun sama ikut terlelap sebelum berpesan minta dibangunkan saat azdan subuh kepada Juna.
adzan subuh berkumandang Juna membangunkan kedua orang tua Naya dan pamit kemushola rumah sakit selesai sholat Juna pamit keluar untuk membelikan sarapan
"Nay kakak keluar dulu ya"
pamit Juna yang dianggukan Naya
"pak bu keluar dulu ya"
pamit Juna kepada kedua orang tua Naya
ia bergegas mencari warung makan yang lumayan berselera karna warung dirumah sakit pasti rasanya hambar
ceklek
"assalamualaikum"
ucap Juna saat kembali dari luar.
"waalaikum salam nak."
jawab yang ada di dalam ruangan.
"bu pak ini ada nasi, mohon dimakan ya"
pinta Juna.
"terima kasih ya nak, maaf selalu merepotkan kamu Jun"
ucap ibu Naya sungkan.
"gak papa bu saya mala senang, ibu jangan sungkan ya anggap aku seperti anak ibu sendiri."
pinta Juna tersenyum.
"iya nak, terima kasih nak"
jawab ibu Naya ikut tersenyum
"Wan datang dari tadi??"
tanya Juna pada Ridwan
"lumayan mas sekalian berangkat kerja"
jawab Ridawan.
Juna beralih ke Naya
"Nay kamu sudah makan??"
tanya Juna lembut
"belum kak nanti saja aku juga belum lapar, kakak makan dulu yang banyak biar kenyang biar bisa menghadapi kenyataan hidup "
Naya cengengesan.
"kamu itu ada ada saja, mau kakak suapin??"
tawar Juna
"terima kasih kak tidak usah kakak makan sendiri saja aku mau memandang cowok ganteng makan didepanku"
goda Naya
"ya sudah kakak makan dulu ya, perhatikan kakak makan dengan khusuk jangan berapaling dari yang lain "
Juna mengedipkan sebelah matanya mananggapi candaan Naya.
"gak lucu tau godain istri orang "
Naya cengengesan.
akhirnya Juna Ridwan dan kedua orang tua Naya sarapan bersama di dalam ruangan. Naya hanya memperhatikan mereka sarapan.
selesai sarapan Ridwan pamit berangkat kerja
"kakak gak kerja??"
tanya Naya heran
"gak kakak mau disini temenin kamu"
jawab Juna
"ada bapak dan ibu kak, kakak kerja aja aku gak papa kok"
Naya menenangkan
"tapi kakak yang kenapa napa Nay, kakak gak akan tenang kerja kamu masih disini walaupun ada bapak ibu, biarkan kakak menemanimu disini seenggaknya untuk hari ini saja ya?? besok kakak akan kerja"
pinta Juna memelas.
"ya sudah, bukannya aku ngusir kakak aku cuma gak mau kakak selalu kerepotan karna aku kak"
Naya menjelaskan
"apapun untukmu kakak akan lakuin, jangan merasa merepotkan Nay maafkan kakak selama ini tidak memperhatikanmu, kakak benar benar menyesal melepasmu bersama mas Ryan kalau tau kehidupanmu akan seperti ini kakak akan memilih merebutmu dari dulu kakak tidak peduli akan dikatakan membinor atau apalah kakak hanya ingin membahagiakanmu"
ungkap Juna jujur
Naya hanya terdiam mencerna perkataan Juna.
kedua orang tua Naya keluar mengantarkan Ridwan sampai parkiran sepeda motor sekaligus mencari angin diluar hingga Juna keluasa berbicara dengan Naya
"Nay kakak tau kakak salah masih mendekatimu yang berstatus istri orang walaupun kamu selalu berusaha menhindari kakak, tapi kakak yang tidak tau malu hati ku sakit Nay setiap kali melihatmu menangis setiap kali kamu selalu menyembunyikan kesedihanmu, kakak ingin sekali memelukmu ingin kamu menumpahkan kesedihanmu dipelukanku Nay, kalau kamu butuh sandaran kakak siap jadi sandaranmu"
Ucap Juna lagi
Naya masih terdiam tidak tau harus berkata apa hingga perawat rumah sakit mengetok pintu mengantarkan makanannya.
setelah selesai perawat pun kembali mengantarkan kepasien lain.
"Nay sini kamu makan dulu"
Juna sigap menyiapkan meja makan pasien ke Naya
Naya pun diam menerima makanan yang disodorkan Juna untuknya dan langsung menyantapnya, walaupun hambar tapi Naya tetap berusaha menelan makanan dari rumah sakit tersebut. tak lama pun ibu dan bapak Naya kembali keruangan Naya.
"kamu gak kerja Jun??"
tanya bapak Naya
"gak pak sengaja gak masuk mungkin besok saja sama kerjanya"
jawab Juna sopan.
"ohh tapi gak papa kamu gak kerja, bapak takut kalau kamu kenapa napa gak berangkat kerja nak"
ucap bapak Naya tidak enak.
"gak papa pak bapak tenang saja saya tidak berangkat sehari tidak akan membuat kantor saya bangkrut kok pak"
gurau Juna
" iya sih ada ada saja kamu Jun"
jawab bapak Naya cengengesan.
"kamu istirahat Jun kamu pasti capek jagain Naya dari semalam, biarkan bapak dan ibu yang menjaganya sekarang nanti kalau kami capek gantian"
__ADS_1
ucap ibu Naya.
Juna berfikir sebentar lalu mengiyakan saran ibu Naya
"ok deh bu, titip Naya ya bu saya istirahat dulu nanti kalau ada apa apa bangunin saya"
pinta Juna pada ibu Naya
lalu ia bangkit menuju kasur empuk yang disediakan rumah sakit untuk keluarga pasien tidak butuh waktu lama Juna terlelap menuju mimpinya.
**
jam 10 siang ibu Juna bekunjung menjenguk Naya tak lupa membawa kue dan buah buahan sebagai pegangan
tok tok
"assalamualaikum"
ucap ibu Juna setelah membuka pintu ruangan Naya
"waalaikum salam "
jawab kedua orang tua Naya
"ehh bu sari apa kabar bu"
sapa ibu Juna
"alhamdulillah baik bu, maaf ya bu baru datang"
jawab ibu Juna matanya melirik kearah anaknya yang tertidur pulang
"maaf bu nak Juna saya suruh istirahat dari Naya masuk dia belum istirahat, maaf merepotkan bu"
setelah ibu Naya menyadari lirkan mata ibu Juna
"ya bu gak papa, saya yang seharusnya minta maaf , maaf ya bu Juna selalu ikut campur rumah tangga Naya, walaupun saya tau itu salah tapi saya juga tidak bisa mencegahnya bu, ibu tau sendiri Juna benar benar tidak rela melihat Naya tersakiti dia benar benar mencintai Naya dengan tulus bu maafkan saya"
ucap ibu Juna membelai lembut Naya yang telah pulas.
"iya saya tau bu, rumah tangga Naya memang tidak baik baik saja dari dulu bu Naya saja yang selalu bertahan demi Malik anaknya"
jawab ibu Naya sopan bapaknya Naya hanya menyimak perbincangan wanita.
"Jun ibu datang kok kamu mala merem sih Jun, dan lagi kamu enak enakan merem tapi orang tua Naya yang jagain, bener bener ya kamu anak tak ada akhlak"
ibu Juna merajuk menggoyang goyangkan tubuh anaknya yang telah pulas.
"ibu kok kesini, kesini sama siapa bu??"
tanya Juna parau bangun tidur
"gak usah dibangunin bu biarkan Juna istirahat"
ucap ibu Naya
"gak papa bu, saya juga ingin melihat anak kesayangan seperti apa sekarang tampangnya tidak mau kasih tau orang tuanya untung tadi pagi Evan memberitahu, kalau tidak saya tidak akan tau bu"
jawab ibu Juna.
"ibu sama siapa kesini??"
Juna duduk dan mengulangi pertanyaannya
"sama supir, kamu kenapa gak kasih tau ibu sih Jun mala diam aja, udah gak nganggep ibu ya"
ibu Juna merajuk pada anak laki lakinya
"maaf bu Juna lupa, maafkan anakmu ini ya bu"
rayu Juna
"iya iya awas kamu ya kalau gak kasih kabar lagi, ibu lempar kamu kekandang buaya"
"maafkan hamba ibu ratu saya tidak akan lalai lagi jangan lempar anakmu yang ganteng ini ke kandang buaya lempar saja kerumah orang tua Naya bu biar dikasih makan enak terus hehehe"
Juna cengengesan
"ohh jadi masakan ibu tidak enak iya??"
ibu Juna pura pura marah
"lah kan ibu yang mau buang Juna kekandang buaya dari pada dikandang buaya kan lebih baik kerumah ibu Naya saja bu"
Juna masih cengengesan
"dasar anak nakal kamu ya"
ibu Juna menjewer telinga anaknya
"ampun bu ampuni hamba"
Juna mengibah
hahaha
Naya dan kedua orang tuanya tertawa melihat Juna dianiaya orang tuanya.
"kapan kamu bangun kok gak tau??"
tanya Juna agak malu karna melihat dirinya sedang dijewer seperti anak kecil yang baru bikin ulah.
"kamu udah bangun gimana keadaan kamu Nay masih sakit??"
tanya ibu Juna menghanpiri Naya
"alhamdulillah baik bu gak terlalu sakit kok bu mungkin karna obatnya mahal kali bu jadi gak terlalu"
jawab Naya sopan setelah menyimi punggung tangan ibu Juna.
"alhamdulillah kalau begitu semoga cepat sembuh ya"
doa ibu Juna
"amin terima kasih bu"
Jawab Naya
"Nay kamu bangun kapan kok tiba tiba udah ketawa aja kan serem"
tanya Juna lagi
"sejak sebelum dijewer hihihi lucu juga ya kak tampangmu hihihi"
Naya cekikikan dengan tingkah Juna
Juna hanya menggigit bibirnya nerasa malu.
"gak usah malu keles aku juga sering kok kak digituin sama ibu kalau ngeyel atau agak nakal hihihi"
Naya masih cekikikan.
setelah itu mereka berbincang ringan dan canda tawa tak lama pun ibu Juna berpamitan
***
keesokan harinya Juna pamit pulang untuk berangkat kerja setelah membelikan sarapan untuk kedua orang tua Naya
"pak bu saya pamit ya titip Naya untuk saya, nanti pulang kerja saya kesini lagi"
ucap Juna lalu menyalimi kedua orang tua Naya
__ADS_1
"ya nak kamu tenang saja ya kamu kerja yang semangat fokuslah biarkan Naya ibu dan bapak yang menjaganya"
ibu Naya menasehati
"iya bu terima kasih"
jawab Juna sopan
"Nay kakak pulang dulu ya"
pamit Juna pada Naya
"iya kak hati hati ya jangan kangen berattt hihihi"
Naya cekikikan
Juna hanya geleng geleng tersenyum menanggapi candaan Naya
Juna berlalu meninggalkan rumah sakit setelah mengucap salam dan dibalas oleh Naya dan kedua orang tuanya.
ting
ponsel Naya berbunyi menandakan pesan masuk Naya pun membuka pesannya ia sudah siap menghadapi suaminya
{kak maaf ya aku dan mas Bagas bangun kesiangan ini mau berangkat kerja ntar pulangnya aku mampir ke kakak ya??}
isi pesan dari Tata
Naya melirik jam didinding menandakan pukul jam 08.35
"baru berangkat ya allah Ta ngurusin aku kamu sendiri yang jadinya kualahan maafin aku Ta selalu bikin repot kamu dan mas Bagas"
ucap Naya berbicara sendiri
lalu ia pun membalas pesan Tata
{ iya Ta maafin kakak ya bikin repot kamu mulu kerja yang fokus nanti kita ketemu dirumah sakit semangattt}
tak lupa Naya memasang emoji love love banyak
lalu mengirimkannya ke Tata
ting
pesan masuk ke ponsel Tata dan langsung mebukanya
{geli tau pake love love an segala, keadaan kakak udah baikan?? kakak cepat sembuh ya ka udah kangen}
Tata pun mengirim balasan untuk Naya
"seru banget smsan ama siapa??"
tanya Bagas heran liha adiknya cengengesan membalas pesan
"kepooo mau tau aja apa mau tau banget??"
tanya balik Tata
"adik tak ada akhlak kamu"
jawab Bagas sewot
"ya iya gitu aja langsung ngambek cepet tua tau, ini aku smsan sama kak Naya alhamdulillah dia sekarang udah bisa balas sms mudah mudahan baik baik saja mas"
Tata memberitahu
"aminnn semoga"
jawab Bagas lalu fokus menyetir
"nanti pulangnya mampir ke Naya gak Ta??"
tanya Bagas kemudian
"ya nanti mampir mas tadi aku udah bilang soalnya"
Tata memberitahu
"ok"
jawab Bagas singkat
tak lama mobil sampai diparkiran pabrik mereka pun turun dan melanjutkan aktifitasnya diruangan masing masing.
**
hal yang sama dilakukan oleh Juna ia sibuk mengurus kantornya karna kemaren tidak masuk,
ia fokus dengan pekerjaannya supaya cepat selesai dan bisa melihat wajah sang pujaan hatinya yang entah sampai kapan harus ia tunggu
drr drr
ponsel Juna bergetar panggilan masuk dari mamanya di Jakarta
"halo ma ada apa, tumben telpon?? kangen ya??"
setelah mengucap salam Juna menyapa mamanya
"Jun kamu itu gimana sih Naya sakit gak kasih tau mama, mama kan juga mau berkunjung kesana"
protes mama Juna
"maaf ma Juna gak sempet kasih kabar ke mama Juan benar benar khawatir sama Naya ma apalagi bayinya tidak bisa diselamatkan, gak tau deh Juna harus gimana"
keluh Juna
"iya gak papa mama ngerti kok, tapi pesan mama kamu jangan terlalu begitu Jun Naya masih sah istri Ryan gak baik nak nanti mala menimbulkan masalah untuk Naya"
mama Juna menasehati.
"iya ma Juna tau kalau Naya udah sehat Juna akan jaga jarak ma tapi untuk sekarang Juna akan ada untuknya maafkan Juna ma Juna tau salah tapi Juna gak bisa hanya memandangnya saja tanpa melakukan apa apa, ditambah lagi suami bodohnya gak ada bahkan mertuanya saja tidak menampakkan batang hidungnya gemes aku ma"
jawab Juna.
"iya mama tau yang penting kamu tau batasan Jun kasian Naya masalahanya sudah rumit jangan kamu tambahin ya nak"
mama Juna masih menasehati anak sambungnya.
"iya ma, terus mama dimana sekarang??"
tanya Juna
"dibandara mau menuju kesana, mau jengukin Naya"
mama Juna memberitahu.
"mau Juna jemput??"
Juna menawarkan
"tidak usah nanti mau dijemput sama ibumu, biar mama kesana sama ibu saja ya kamu fokus kerja saja jangan khawatirkan kami"
jawab mama Juna
"ok deh kalau begitu Juna lanjut kerja lagi ya ma mama hati hati kalau sudah sampai rumah sakit kabari Juna ya ma"
pamit Juna
"iya jangan lupa makan Jun biar bisa memperjuangkan Naya nak siapa tau setelah ini ia pisah dari suaminya dan kamu bisa mengobati luka dihatinya"
ucap mama Juna
__ADS_1
"iya ma doakan Juna memang jodohnya"
jawab Juna lalu mematikan sambungan teleponnya setelah mengucap salam dan dibalas oleh sang mama.