Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
begitu rapuh


__ADS_3

"wahh bener bener ya tu orang masak sama adik sendiri dicemburuin, mana ada yang kayak gitu"


protes Naya matanya tajam melihat kearah Juna yang sedang menyapa keluarga Naya


Juna yang sadar akan tatapan Naya pun langsung bingung dan salah tingkah melihat Naya memicingkan matanya kearahnya


"waduh kenapa tatapannya begitu ya, apa ada yang salah ya ??"


batin Juna dalam hati


"kak udah lah jangan begitu ah lagi bahagianya juga"


tegur Tata


"aku kesel Ta masak dia begitu sama adiknya kan ngeselin banget"


keluh Naya


"pengen deh aku mukulin dia kesel aku"


lanjut Naya


Sukma dan Stela cekikikan melihat kekesalan Naya pada kakaknya


selesai sesi foto foto bersama berbagai pose tiba tiba Naya menarik tangan Juna dan menggigitnya sampai puas Juna mengjerit kesakitan karna Naya menggigitnya dengan sangat sangat kuat


Stela dan Sukma hanya cekikikan melihat kakaknya kesakitan


"kalian itu mala tertawa"


tegur mama Juna


"biarin aja ma salah sendiri selalu nglarang kami bersama mbak Naya terus kemarin padahal kami sudah merengek pengen ikut ke acara mas Bagas tapi gak diajak sama mas Juna, kami ngadu lah ke mbak Naya"


Stela memberitahu


"benar benar nakal ya kalian, awas nanti mas kalian marah"


mama Juna mengingatkan


"udah ada pawangnya ma aku gak takut"


jawab Sukma Stela mengangguk


setelah puas Naya pun melepaskan gigitannya


"sakit sayang, kamu kenapa sayang gak ada angin gak ada hujan kok gigit kakak kayak gini, ada apa sebenarnya"


tanya Juna lembut walaupun digigit didepan umum karna masih ada orang banyak orang dirumah Naya


"Nay kamu itu kenapa sih gak sopan banget masih banyak orang juga bikin malu Juna saja"


tegur ibu Naya pada anaknya


"kesel aku bu masak dia nglarang Stela dan Sukma main bareng aku, gimana aku gak kesel"


keluh Naya pada ibunya


Juna terperanjat mendengar ucapan Naya


"tapi gak boleh gitu juga kali Nay, kan bisa dibicaran baik baik nak"


ibu Naya mengingatkan


"gimana gak kesel kak Juna pasang tampang gak berdosa gitu"


Naya masih kesal


yang lain cekikikan melihat raut wajah Juna yang melas karna digigit Naya


"kamu itu ya dibilangin mala bantah mulu"


ibu Naya gemas dengan anak perempuannya


"sayang maafkan kakak gak bermaksud kayak gitu kok, kamu kan selalu lupa kalau kumpul jadi kakak gak mau dicuekin mulu sayang"


ucap Juna memelas


"tau ahh aku lagi kesel"


jawab Naya masih kesal


Juna menghela nafas pasrah


"baiklah kamu maunya bagaimana sayang kakak akan turuti sayang"


ucap Juna lembut


"tolong dong kak biarkan aku bergaul dengan semua keluargamu aku juga mau dekat dengan mereka seperti kakak juga dekat dengan keluargaku"


pinta Naya


Juna tersenyum mendengar permintaan Naya


"maafkan kakak sayang mungkin terlalu cemburu karna kamu selalu cuek dengan kakak kalau lagi kumpul dengan yang lain, kakak cuma gak mau kamu kacangin kakak mulu, kakak juga butuh perhatian juga darimu sayang"


ucap Juna agak menyesal dengan perbuatannya


"maafkan aku juga kak, mungkin aku juga egois karna sering cuekin kamu, tapi yang perlu kakak tau aku sayang kakak"


jawab Naya menahan malu


Juna langsung tersenyum senang mendengar pengakuan kekasih hatinya


"ehem ehem masih ada kita nih disini"


ledek Stela


"kamu biang keroknya tapi makasih adik adik mas yang bawel karna kalian Naya jadi ngakuin perasaannya terima kasih ya"


ucap Juna memeluk kedua adiknya


"aku sayang mas walaupun ngeselin sering nglarang aku main sama mbak Naya tapi tetep sayang kok"


jawab Stela manja dipelukan kakaknya bersama dengan Sukma


"sudah peluk peluknya lanjut dirumah saja udah malam gak enak sama yang punya rumah"


tegur ibu Juna


"kami mala senang melihat keakraban keluarga bu rasanya ikut bahagia, maafkan ketidak sopanan Naya pada Juna bu"


ucap ibu Naya tidak enak hati


"kami mala senang bu ada hiburan dan bisa melihat momen tampang Juna yang jarang kita lihat bu"


jawab ibu Juna yang diiyakan mama Juna


dan mereka pun tertawa dan mengobrol ringan


tidak lama mereka pamit pulang kekeluarga Naya


"sakit gak mas digigit mbak Naya"


ledek Sukma cekikikan


"sakit lah, tapi gak papa untung cinta"


jawab Juna cengengesan


"kamu itu ya benar benar deh"


ibu Juna mendorong pelan bahu anak laki lakinya

__ADS_1


"mbak Naya oranya gampang emosi ya mas tadi dikomporin dikit aja langsung meluap gitu"


ucap Sukma


"emang, walaupun orangnya gampang emosian tapi dia masih polos gampang dibohongi"


Stela memberitahu


"tapi bukan berarti kalian ngomporin mulu biar emosi"


mama Juna menasehati


"ya ma gak akan kamu komporin yang enggak enggak kok, cuma kesel aja sama mas Juna kalau kita mau ajakin mbak Naya gak dibolehin jangan salahkan kami kalau ngadu ke dia"


ancam Stela


"kalian ini ya bener bener, mas cuma gak mau Naya capek ngurusin kalian ajak main main kemana mana, selain itu mas jadi dicuekin sama Naya"


ucap Juna


"bilang aja gak mau diganggu"


kilah Sukma


yang ditertawakan semobil


"hehehe iya juga"


jawab Juna cengengesan


"sabar Jun masih ada tahap satu kali menuju halal dan kurang dua bulan lebih saja kok, tahan bentar"


ledek bapak Juna cekikikan


"ya pak"


jawab Juna malu


"anak muda jaman sekarang sukanya buru buru mas, maklumin saja"


papa Juna menimpali


"ya, kita pernah muda jadi tau "


jawab bapak Juna cengengesan


***


keesokan harinya mereka disibukkan kembali dengan pekerjaannya


"cie cie yang baru bertunangan, bahagianya"


ledek putri saat melihat Naya senyam senyum


"alhamdulillah"


jawab Naya dengan senyum merekah


"masuk ahh daa"


pamit Naya lalu masuk kedalam ruangannya


"lah tumben Tata belum sampai, telpon kali ya paling yang nyetir mas Bagas atau mas Rofik"


gumam Naya langsung mengambil ponselnya dan menghubungi sahabatnya


panggilan terhubung


"tumben telat dah sampai mana??"


tanya Naya disambungan teleponnya


"maaf anda siapa pemilik hpne mengalami kecelakaan mbak bisa hubungi pihak keluarganya ini saya akan lagi diperjalanan menuju rumah sakit"


ucap si penerima telepon


"ru rumah sakit ma mana pak?? sa saya akan ke ke kesana"


jawab Naya gugup


Naya menutup teleponnya setelah diberitahukan alamat rumah sakitnya oleh si penerima telponnya


Naya langsung lari keruangan Bagas sambil gemetaran sambil menghubungi Juna untuk mengantarkannya


panggilan terhubung


"selamat pagi sayang"


ucap Juna setelah mengucap salam


"kak kak Juna Tata kecelakaan kak mas Bagas belum datang aku gedor gedor ruangannya kak, bagaimana ini kak, aku khawatir"


Naya menangis sesugukan


"kamu tenang ya sayang kakak kesana sekarang jemput kamu ok jangan nangis jangan panik ada kakak, kakak yakin Tata akan baik baik saja"


Juna menenangkan


"cepet ya kak aku takut"


jawab Naya masih menangis


lalu mematikan teleponnya menunggu Bagas dan Juna datang


15 menit bagaikan waktu 15 tahun bagi Naya yang sedang dilanda kekhawatirannya terhadap Tata


Naya mondar mandir seperti setrikaan berjalan diluar ruangan Bagas menunggunya datang


tidak lama Bagas datang dengan senyuman pertanda ia tidak tau apa yanhg terjadi pada adiknya


"ada apa Nay kenapa kamu menangis??"


tanya Bagas panik melihat Naya berderai air mata


Naya tidak bisa bicara apa apa ia hanya memukul dada Bagas dan menangis dipelukan Bagas


Bagas pun bingung ia hanya bisa menenangkan Naya sampai tenang


tidak lama Juna pun datang menghampiri mereka berdua dan melihat adegan Naya dan Bagas berpelukan walaupun ia tau apa yang tejadu tetapi tetap saja ada rasa cemburu menghampirinya


"jangan cemburu Jun Naya hanya bingung, positif tinking saja, nanti minta penjelasan mereka kalau sudah aman"


gumam Juna dalam hati sambil mendekati Naya dan Bagas


"Nay?? Gas??"


panggil Juna


Bagas dan Naya langsung melepaskan pelukannya dan Naya pun langsung memeluk Juna


Juna hanya bisa mencoba menenangkan Naya yang masih menangis


"aku gak bermaksud begitu Jun, a aku"


belum selesai Bagas melanjutkan ucapannya Juna sudah memotongnya


"Tata kecelakaan Gas Naya menunggu kita datang kerumah sakit untuk mengetahui kondisi Tata"


Juna memberitahu


"apaaa??"


Bagas terkejut mendengar kabar adiknya

__ADS_1


"ayo kesana sekarang Jun"


pinta Bagas langsung berlari menuju parkiran mobil bersama Juna dan Naya


"dirumah sakit mana Tata Nay??"


tanya Bagas sambil menyetir mobilnya dengan panik


Naya hanya menyodorkan ponselnya ke Juna karna Naya masih belum berhenti menangis dan Juna yang memberitahu keberadaan Tata dirawat setelah tau rumah sakit Tata mendapatkan pertolongan mobil Bagas langsung menuju lokasi


dimana adiknya berada


saat masuk rumah sakit Bagas Juna dan Naya langsung keruang IGD mencari adiknya dengan panik Bagas berlari Naya yang masih menangis sambil ikut berlari digandeng Juna


saat Bagas sudah diberitahu perawat tentang adiknya ia langsung menuju dimana adiknya berada


Tata dan suaminya terkapar dibrangkas IGD tidak sadarkan diri


Bagas dijelaskan kronologi kejadian kecelakaan yang menimpa adiknya oleh orang yang membawanya sampai rumah sakit


"jadi ada yang tidak sengaja menabraknya pak??"


tanya Bagas


"iya pak dan yang laki laki berusaha menghindar tapi gagal dan akhirnya seperti ini pak"


jawab seseorang bapak bapak belum terlalu tua yang menolong dan membawa Tata dan suaminya


seketika Bagas langsung lemas


"ya allah"


ucap Bagas mengusap wajahnya sendiri mencoba untuk tenang


"Gas aku kasih tau ibu ya biar kesini aku takut ibu juga khawatir Gas biar orangku yang jemput ibu kesini "


saran Juna


"jangan Jun nanti ibu syok, aku lebih takut Jun, nanti saja kita tunggu kabar Tata dan Rofik selanjut dulu baru kasih tau ibu"


jawab Bagas berusaha untuk tenang


"pak terima kasih sudah menolong dan membawa adik saya pak"


ucap Juna berterima kasih


"sama sama mas, saya permisi dulu ya harus bekerja kembali"


pamit bapak bapak tersebut


"ya pak maaf merepotkan sekali terima kasih"


ucap Juna lagi sambil menyodorkan segepok uang tapi ditolak oleh orang tersebut


"maaf mas saya ikhlas menolongnya biarlah allah yang membalasnya"


tolak orang tersebut


"mohon diterima pak, ini juga rezeki dari allah"


ucap Juna lagi


"tapi mas"


jawab bapak tersebut ragu


"pak saya mohon"


Juna memohon


dan bapak tersebut pun akhirnya pasrah dan menerima uang yang diberikan oleh Juna dan berterima kasih lalu pamit pulang


tidak lama suster rumah sakit dan dokter keluar dari ruang IGD


"keluarga pasien??"


tanya dokter yang tidak tau mana keluarga Tata hanya memanggilnya saja karna ruangan IGD terbuka hanya disekat dengan gorden tebal


Juna Bagas dan Naya langsung menghampirinya


"saya dok"


jawab Bagas karna Bagas


"maaf pak pasien tidak bisa diselamatkan pasien mengalami pendarahan yang hebat hingga kami terlambat menyelamatkannya"


ucap dokter penuh penyesalan


Bagas dan Juna langsung lemas mendar perkataan dokter yang sebenarnya buka yang menangani Tata


Naya yang mendengar berita tersebut langsung syok dan tidak sadarkan diri


Juna langsung menggedongnya dan membawa masuk keruang IGD menuju brangkas yang kosong dan meletakkannya


dokter yang masih berada ditempat pun langsung menangani Naya yang pingsan


"Nay kamu harus sadar Nay tolong jangan bikin kakak takut Nay"


ucap Juna ketakutan


Bagas hanya terdiam memandang wajah Naya yang terbaring dibrangkas rumah sakit


Bagas tidak sadar dan tidak tau bahwa sebelah ruang Naya ada Tata adiknya yang juga sedang terbaring belum sadarkan diri dan sebelahnya lagi Rofik yang juga belum sadarkan diri Rofik dan Tata mengalami luka tidak terlalu parah walaupun mendapatkan perawatan nantinya, yang tadi meninggal adalah orang yang ditabrak Tata dan Rofik


keluarga korban belum datang dan mengetahui anak mereka meninggal dunia


"Nay bangun sayang, jangan seperti ini jangan bikin takut Nay"


ucap Juna menangis


"pak istrinya hanya pingsan karna syok tidak meninggal jadi jangan terlalu khawatir, sebentar lagi pasti akan siuman"


dokter memberitahu


tapi Juna tidak menghiraukan dokter berkata apa disaat Naya seperti ini Juna ketakutan ia takut kekasih hatinya meninggalkannya


Bagas hanya terdiam tidak berdaya sambil memandangi Naya yang belum juga sadar


Tata yang samar samar mendengar suara tangisan Juna yang menyebut nyebut Naya akhirnya ia berusaha untuk bangkit dan menghampiri sahabatnya tersebut


"Nay?? sayang??"


panggil Juna menangis mengelus lembut kepala Naya


"Jun kenapa kamu begitu rapuh bila tentang Naya?? gimana dengan Naya kalau kamu rapuh?? kamu harus kuat agar Naya lebih kuat lagi Jun"


ucap Bagas parau


Tata mendengar suara Bagas kakaknya dan ia pun bangkit dan menghampirinya walaupu kepalanya yang diperban masih terasa pusing karna takut terjadi sesuatu dengan Naya sahabatnya dan Juna yang menangisinya membuat Tata harus kuat


"mas?? kak Naya??"


panggil Tata membuka gorder pembatas yang membuat sekat ruangan tersebut


Juna dan Bagas yang merasa kenal sumber suara pun menoleh dan terkejut apa yang mereka berdua lihat


"apa yang terjadi dengan kak Naya mas??"


tanya Tata khawatir bersandar pada Bagas karna hampir jatuh karna kepalanya masih pusing


"Ta ini kamu Ta?? kamu masih hidup?? kamu masih hidup kan Ta?? jawab mas Ta?? jangan bikin mas takut"


Bagas memegang pipi adiknya dengan kedua tangannya melontarkan pertanyaan bertubi tubi yang membuat Tata semakin bingung

__ADS_1


"aku Tata mas, apa maksudnya dengan hidup??"


tanya Tata bingung


__ADS_2