Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
takdir akan membuat skenario apa


__ADS_3

ibu dan mama Juna sampai dirumah sakit jam 13.00 setelah menunaikan ibadah sholat dhuhur dan makan siang ia menuju keruangan Naya berada


"mbak gimana dengan rumah tangga Naya sekarang mb??"


tanya Rina mama Juna


"gak tau Rin yang aku dengar dari Evan Naya disuruh menceraikan suaminya dan dia menyetujuinya karna Evan dengar sendiri si Bagas menceritakannya ke orang tua Naya"


ungkap Ibu Juna bernama Sari.


"ohhh apa Juna akan berhasil mengejar Naya mb?? yang aku cari tau infonya sih dia susah ditaklukin walaupun anaknya bar bar begitu"


cerita mama Juna


"kita doain aja semoga Juna berhasil"


jawab ibu Juna


"aminnn"


mama Juna mengaminkan.


"assalamualaikum"


ucap ibu dan mama Juna membuka pintu ruangan Naya dirawat.


"waalaikum salam"


jawab Naya dan kedua orang tuanya.


"ibu mama"


sapa Naya tersenyum melihat kedatangan orang tua Juna


"bu mari silahkan duduk, maaf ya jadi ngrepotin jauh jauh datang kesini"


ucap ibu Naya sungkan.


"gak papa bu Rina juga kangen sama Naya udah lama gak lihat katanya"


jawab ibu Juna


"mbak mala dibocorin kan ketahuan"


protes mama Juna yang tadi sempat mengungkapkan isi hatinya saat masih dimobil menuju kerumah sakit


"terima kasih ma mau merindukanku "


ucap Naya menyalimi mama Juna mencium punggung tangannya bergantian dengan ibu Juna.


"iya sayang gimana keadaan kamu hari ini??"


tanya mama Juna


"alhamdulillah ma baik, tapi gak tau kapan pulang"


keluh Naya


"ya sabar lah masih dua hari Juga nanti juga pulang kalau udah diijinin"


celetuk ibu Juna.


"iya semoga ceoat pulang bu udah bosen disini"


jawab Naya manja


"bu ini ada sedikit oleh oleh gak papa ya??"


Rina mama Juna menyodorkan bingkisan kepada ibu Naya.


"terima kasih bu jadi ngrepotin"


ibu Naya sungkan tetap menerima bingkisan dari mama Juna


"berangkat dari sana jam berapa bu?? udah sampai sini"


tanya ibu Naya basa basi


"sekitar jm sepuluh bu dari bandara terus muter muter dulu baru kesini"


ucap mama Juna cengengesan.


"ibu sama mama udah makan??"


tanya Naya sopan


"sudah sayang tadi makan dulu lalu kesini habis sholat dhuhur"


jawab mama Juna


"pasti enak ya ma makan diluar, makanan rumah sakit hambar rasanya"


keluh Naya manja


"namanya rumah Nay pasti hambar kalau masakan rumah sakit enak dan lezat restoran tutup hahaha ada ada saja kamu nak"


mama Juna tertawa


"dia itu sama kayak kamu Rin suka cengengesan bercanda"


tutur ibu Juna.


"masak sih mbak mirip aku"


tanya mama Juna


"iya gak percaya kamu sama embak"


ibu Juna tanya balik.


"percaya lah mbak masak gak percaya sama kakakku"


mama Juna menjawil dagu ibu Juna menggoda.


"ada ada saja kamu Rin"


ibu Juna geleng geleng dengan tingkah istri kedua mantan suaminya.


"bu kayaknya ibu dan bapak pendiam kok Naya kayak gitu ya mirip siapa bu??"


tanya ibu Juna bergurau.


"mirip ibunya bu dulu juga sama kayak Naya kelakuannya, sekarang mungkin sudah insaf bu udah berumur"


jawab bapak Naya cengengesan.


"ihh bapak buka aib deh"


protes ibu Naya malu pada kedua orang tua Juna.


"gak papa bu daripada pada diam kaku rumah sepi bu"


bela mama Juna pada ibu Naya.


"iya sihh biasa kalau laki laki itu orangnya kaku tapi suka emosi kita lah sebagai perempuan suka mencak gak jelas yang jadi pawangnya "


jawab ibu Naya.


"Nay foto yuk pamerin ke Juna biar iri"


ajak mama Juna


"ayo ma foto ibu ayo semuanya kita foto kirimin ke kak Juna"


ucap Naya cengengesan.


"kamu itu ya nakal nak"


celetuk ibu Naya mencubut pipi anak perempuannya.


Naya hanya cengengesan


mereka berpose berbagai macam gaya setelah selesai mama dan ibu Juna beserta Naya mengirim gambar hasil jepretannya ke nomer WA Juna.


ting ting ting ting ting


bunyi pesan diponsel Juna berkali kali membuat Juna yang sibuk pun akhirnya mengalihkan tangan dan pandangan pada ponsel tersebut


hahhh


mata Juna melotot sempurna melihat begitu banyak foto kebersamaan kedua orang tua Juna dan orang tua Naya tersenyum ceria di foto yang mereka ambil kemudia Juna tersenyum senang melihat kebersamaan itu ditambah melihat wajah imut Naya yang periang walaupun sakit seperti tidak terjadi apa apa.


"kamu itu ya Nay bener bener bikin aku jantungan tau tidak"


Juna berbicara sendiri diruangan kantornya.


kemudian ia pun membalas satu satu dari mereka yang mengirim pesan.


{siapa anak ibu yang sebenarnya kok aku gak diajak teganya ibuku ini}


lalu mengirim ke ibu Juna


{ aku iri ma kenapa aku tidak diajak, kenapa hanya Naya saja yang diajak foto mama sudah lupa sama aku}


balasan untuk mamanya


Juna sengaja tidak membalas Naya ingin mengerjainnya


"pasti kamu akan ngomel ngomel karna hanya kamu yang tidak kakak balas, kakak senang kamu ngomel ngomel dengan mengomel kamu lupa dengan masalahmu dan berharap bisa mengobatimu juga Nay"

__ADS_1


gumam Juna tersenyum


ting ting


ponsel berbunyi


ibu dan mama Juna beserta Naya bergegas membuka ponselnya masing masing


"lihat mbak anak kita langsung membalasnya hihi"


ucap mama Juna cekikikan


"iya ini juga"


jawab ibu Juna


kemudian mereka membaca isi pesan anaknya dan membalasnya


ting ting


{salah sendiri kamu sibuk mulu gak bisa kumpul kumpul deh}


balasan dari mama Juna


{sekarang ibu punya anak perempuan lagi namanya Naya nanti ibu kenalkan sama kamu}


balasan dari ibu Juna


Juna tersenyum dengan balasan dari kedua orang tuanya


{demi kalian mamaku sayang aku harus kerja biar bisa membeli mahar untuk bidadari surgaku untuk calon menantumu tolong titip Naya untukku}


balasan untuk mama Juna


{ok bu tolong lamarin buat aku ya bu, karna aku sudah punya adik perempuan yang bernama Stela dan Sukma yang bernama Naya untuk calon makmumku saja titip Naya untukku ibuku sayang}


balasan untuk ibu Juna


mama dan ibu Juna cengengesan membuka pesan dari Juna mereka pun membalasnya kembali


{aaaasiapppppp}


balasan yang sama untuk Juna


Juna yang membaca isi pesan dari kedua orang tuanya tersenyum melihat kekompakkan mereka berdua.


Juna lanjut bekerja kembali sambil menahan diri membalas pesan Naya.


"ma kok kak Juna gak balas pesan aku tapi pesan mama dan ibu kok dibales"


protes Naya


"masak ini punya ibu dibales kok"


jawab ibu Juna menunjukkan isi pesannya


"he'em punya mama juga dibalas kok Nay"


mama Juna pun ikut memperlihatkan isi pesannya


kedua orang tua Naya tersenyum melihat tingkah mereka ditambah keakraban Naya sama kedua orang tua Juna walaupun entah takdir akan membuat skenario apa untuk mereka berdua.


" hahh kak Juna pasti sengaja nih"


keluh Naya yang membuat ibu dan mama Juna tersenyum


"marahin aja orang kayak gitu gak merhargai banget udah dikirim gambar gak dibales"


mama Juna mengomporin


"ya anak kurang ajar gak bales pesan kamu, untung pesan ku dibales kalau gak udah ngomel ngomel aku"


ibu Juna ikut ngomporin.


"ya sudah aku sms dia lagi dia"


Naya tersulut akhirnya ia mengirim pesan kembali keJuna


{resekkk kok cuma aku yang tidak dibalas pesannya} diakhir kata Naya kasih emoji marah.


lalu mengirimkannya ke Juna


ting


pesan masuk kembali ke ponsel Juna dengan cepat ia membuka ponselnya


Juna cekikikan membaca pesan dari Naya tapi ia masih menahan diri untuk tidak membalasnya


"gak dibalas bu padahal udah dibaca"


keluh Naya kembali


"wahh anak tak ada akhlak itu gak bales pesan kamu"


" iya iya"


mama Juna pun ikut mengangguk menyembunyikan senyumannya


"aku telpon aja orangnya"


ucap Naya langsung memenjet panggilan telepon


panggilan terhubung


"assalamualaikum"


Juna mengangkat telepon cengengesan.


"waalaikum salam kenapa gak dibalas pesan ku kenapa hanya dibaca doang kak kok gitu sih aku kan juga ingin dibalas pesannya kak Juna nyebelin"


cerocos Naya diseberang telepon.


Juna menahan tawa mendengar ocehan Naya diseberang telepon


"kak Juna kenapa mala diam saja awas saja ya kalau sms aku gak akan aku balas"


ancam Naya.


"jangan marah marah dong cantik nanti cepet tua hihihi"


Juna crkikikan


"gak usah cekikikan gak jelas sebel aku untung ditelepon kalau kakak ada didepan akan aku pukul kakak aku cubit aku gigit ahh pokoknya aku kesel sama kakak"


Naya masih nyrocos


hahahaha


Juna tertawa karna sudah tidak bisa menahannya lagi


"maaf sayang kakak sengaja hihihi"


Juna menghentikan tawanya tapi masih bisa cekikikan


"gak usah pake sayang sayangan pokoknya aku kesel sama kakak"


Naya langsung menutup telponnya tanpa mengucap salam karna kesal ditertawakan oleh Juna


semua orang hanya cekikikan mendengar perdebatan Naya dan Juna.


karna telponnya dimatikan Naya Juna pun menghubungi kembali


panggilan terhubung


"apa lagi?? ngetawain lagi"


sewot Naya.


"jangan ngambek cantik nanti cepat tua kan gak asik"


goda Juna


"bodo amat"


jawab Naya kesal


"jangan kesal manisku, nanti kakak beliin kue dehh atau kamu ingin sesuatu?? kakak anterin sekarang bagaimana??"


tawar Juna


"gak mau"


tolak Naya


"terus maunya apa kakak beliin sekarang"


Juna menawarkan kembali.


"aku gak mau kalau dianterin sekarang"


jawab Naya.


Juna mengerutkan alis


"kenapa??"


tanya Juna


"kakak kan lagi kerja nanti saja saat pulang beli makanan yang banyak nanti sepulang kerja Tata dan mas Bagas mau mampir kesini dan temanku juga mau kesini, beli makanan yang banyak ya"

__ADS_1


Naya memberitahu.


"siap nyonya, apa lagi??"


tanya Juna.


"terserah kakak mau beli apa aja yang penting kita makan bersama sama"


jawab Naya ceria


"ok, yakin tidak ada yang mau kamu makan??"


tanya Juna kembali.


"gak"


jawab Naya singkat


"ok deh"


jawab Juna kemudian


mereka berdua terdiam beberapa menit


"kakak lanjut kerja lagi gih, maaf menganggu kakak"


Naya membuka suara.


"kamu gak kangen sama kakak??"


tanya Juna


"gak kan aku lagi kesel sama kakak, udah ahh sana kerja lagi nanti uangnya buat beli makanan"


usir Naya


"ok deh cantik tunggu kakak pulang ya sayangku manisku"


goda Juna.


"udah ah sana kerja"


jawab Naya mematikan telpon genggamnya setelah mengucap salam.


Juna tersenyum senang setelah mendengar celoteh Naya ia dengan cepat menyelesaikan pekerjaannya agar cepat kembali kerumah sakit.


"udah selesai Nay"


celetuk mama Juna


"udah lah ma kak Juna kan harus kerja nanti Juna kesini"


jawab Naya


"gak seru ahh masak segitu doang"


protes mama Juna.


"udah lah biarkan saja, kita sebagai emak emak jangan banyak nguping percakapan anak muda"


tegur ibu Juna.


"ayo kita pulang kamu gak mau istirahat dirumah"


ajak ibu Juna pada Rina


"ayo deh"


jawab mama Juna kemudian mereka berdua pamit pada kedua orang tua Naya dan Naya dan meninggalkan ruangan Naya.


"Nay kamu istirahat gih"


ucap ibu Naya.


"bu bosen"


Naya manja.


"istirahat biar cepat pulang"


perintah ibu Naya


"siap juragan"


jawab Naya pasrah lalu membaringkan tubuhnya ibu Naya membantu menyelimuti anak perempuannya.


tak lama Naya pun terlelap


**


disore hari setelah pulang kerja Juna kerumah sakit bersama Bagas dan Tata mereka sudah janjian sebelumnya.


"udah semuanya Jun??"


tanya Bagas.


"kurang gak ya Gas??"


Juna tanya balik.


Bagas menghitung orang yang akan hadir menjenguk Naya.


"mala kelebihan Jun"


ucap Bagas.


"gak papa kalau kelebihan Gas daripada kurang ayo berangkat sekarang"


jawab Juna lalu masuk kedalam mobilnya sendiri Bagas dan Tata pun masuk kemobil Bagas dan menuju rumah sakit.


"assalamualaikum"


ucap Juna Bagas dan Tata membuka pintu ruangan Naya kemudian masuk keruangan


"waalaikum salam"


jawab yang ada didalam.


"Wan sudah pulang"


sapa Juna pada Ridwan. setelah menyalimi kedua orang tua Naya dan adiknya.


"sudah mas baru saja sampai"


jawab Ridwan sopan menerima uluran tangan Juna


"alhamdulillah"


ucap Juna


"kak gimana keadaan kamu udah sehat kan, aku udah kangen sama kamu kak"


rengek Tata.


"udah kamu tenang aja Ta, pasti bentar lagi pulang"


jawab Naya santai


mata Juna melirik kearah Naya setelah mendengar ucapannya


"tunggu sampai benar benar sehat dulu baru pulang, belum sehat gak pulang, walaupun pulang gak boleh kerja dulu harus tunggu benar benar sehat"


ucap Juna tegas menyentil kening Naya pelan.


"siap pak guru"


jawab Naya sewot


Tata dan yang lain cengengesan melihat wajah sewot Naya.


"jangan lama lama kak aku bisa mati kebosanan disini kak"


keluh Naya


"Inayah maharani"


ucap Juna memperingati agar Naya menurut.


"iya iya pak guru, kakak tau tidak??


Juna menoleh kearahnya


"kakak tu kalau tegas banget kayak gitu kayak guru killer tau gak, menakutkan bikin nyali orang lain memciut tau gak termasuk aku"


Naya cengengesan teringat kata kata terakhirnya yang ia ucapkan.


"oh iya kamu takut??"


tanya Juna penasaran yang sebenarnya khawatir kalau Naya takut dan akhirnya menjauh.


"iya lah tegas banget kayak guru killer tapi tetap ganteng sih hihihi"


jawab Naya cekikikan.


"kamu itu ya kalau ketawa atau cekikikan kayak mbak kun tau gak??"


protes Juna.


"masak sih kak, tapi biarin aja lah mau kayak mbak kun atau mbak sun bodo amat"

__ADS_1


jawab Naya santai Juna hanya tersenyum menanggapinya.


tak lama pintu diketuk dari luar.


__ADS_2