
Intan terdiam memandang lurus ke depan
"begitu senang dan bahagia dia menceritakannya apakah aku bisa masuk kedalam hatinya menggantikan dia dihatinya??"
Intan berbericara sendiri dalam hatinya
tidak lama Intan terlelap karna sudah tidak ada bahan obrolan yang bisa dicarakan
Bagas masih fokus menyetir tanpa menghiraukan perempuan yang ada disampingnya
setelah menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam sambil istirahat sejanak akhirnya mobil mereka sampai ketujuan
"duhh capeknya"
keluh Stela turun dari mobil
"he'em pantatku"
Naya ikut mengeluh
"mau kakak pijit??"
Juna menawarkan sambil cengengesan.
"tidak terima kasih"
tolak Naya dengan cepat.
"segitunya sih mbak kamu sama mas ku??"
protes Stela
"Stela bukan muhrim"
celetuk Naya
"gak papa kali mbak"
ucap Stela cengengesan
Bagas datang menghampiri Juna
"Jun istirahat bentar ya baru naik keatas"
ucap Bagas
"ok"
jawab Juna singkat
selesai istirahat mereka pun melanjutkan perjalanan mendaki gunung.
"semua perlengkapan sudah siap kan??"
tanya Juna pada pasukan mobilnya tidak jauh berbeda dengan Bagas pun mengingatkan agar tidak ada yang ketinggalan
"siap"
jawab semua orang dengan kompak lalu mereka mulai mendaki gunung dari pos awal sampai akhir
"alhamdulillah kakiku pegel"
ucap Nay ngos ngosan
Juna tersenyum melihat tingkah Naya.
"punggungku encok kak"
celetuk Tata ngos ngosan
"sama"
Naya cengengesan
"mbak Intan capek ya??"
tanya Naya basa basi
"iya capek banget mbak Nay"
jawab Intan
"kita istirahat bentar ya guys sambil meninggu sunrise"
ucap Juna memberitahu
"menunggu fajar menyingsing kali kak bukan sunrise"
jawab Naya cekikikan
"kamu itu ya bener bener bikin gemes"
Juna mencubit pipi Naya dengan gemasnya.
"sakit tau"
kelu Naya
"yang gak sakit dicium, mau kakak cium??"
tanya Juna lagi.
"ogahhh"
jawab Naya cepat
Juna cengengesan melihat tingkah Naya mulut menolak tapi ekpresi senyum malu malu
mereka menggelar tikar untuk bersantai berselonjor bersama sama sambil minum dan ngemil
"mas kenapa gak bikin tenda kan asik bikin tenda"
protes Stela
"gak soalnya setelah ini kita turun lagi pindah lokasi sayang kalau bikin tenda bentar doang habis itu bongkar lagi capek bongkar pasangnya"
Juna menjelaskan
"ohhhh terus nanti nginep dimana??"
taya Stela lagi.
"villa dekat Candi Arjuna nanti sekalian keliling Dieng"
Juna memberitahu
"yesss terima kasih mas ku"
ucap Stelah memeluk kakaknya
"ya ya sudah malu sudah besar masih meluk meluk"
jawab Juna berusaha melepaskan pelukannya
"hehehehe habisnya aku seneng banget mas"
Stela cengengesan setelah melepaskan pelukannya.
mereka menikmati pemandangan sampai tiba sunrise
"masyallah cantik banget"
Naya mengungkapkan kekagumannya
"cantik seperti kamu"
ucap Juna memandangi wajah Naya
dan diam diam memotretnya.
"kak Juna sudah cuci muka belum??"
tanya Naya serius
"sudah tadi sekalian mandi dan sholat subuh"
jawab Juna heran
"sikat gigi??"
tanya Naya lagi
"sudah"
jawab Juna santai
"hmm berati kakak kurang tidur makanya kakak bilang aku cantik padahal aku belum mandi"
ucap Naya cengengesan
"tapi tetap cantik kok walaupun belum mandi beneran"
jawab Juna meyakinkan sambil cengengesan.
"mana ada orang belum mandi cantik gak usah ngegombal deh kak"
protes Naya.
"ya sudah kalau gak percaya, yang penting kalau kakak bilang cantik ya cantik"
jawab Juna santai
__ADS_1
"mbak walaupun tampangmu kayak monyet sekalipun mas Juna bakalan selalu bilang kamu cantik, dia kan sudah terjerat cintamu, cinta dari hati yang tulus cieee cieee"
Stela membela Juna
Juna geleng geleng tersenyum dibela adik perempuan kesayangannya.
"prett ahh mana ada orang jelek kayak monyet ada yang mau ada ada saja gombalnya"
celetuk Naya
"kamu gak percayaan amat sich Nay kamu beneran cantik loh?? mau lihat??"
Juna memperlihatkan potret Naya diponselnya
"lihat apa??"
jawab Naya ikut melihat diponsel Juna yang diikuti Stela dan Tata
"wahhhhhh cantik banget kak, gila siapa nih yang motoin aku ngiri"
ucap Tata
"ho'o aku juga"
Stela juga ikut menimpali
"kakak yang motret ini??"
tanya Naya takjub dengan mata berbinar
Juna hanya mengangguk tersenyum
"curang kenapa gak bilang aku kan bisa berpose kak"
protes Naya pada Juna
"kakak gak sengaja pas foto lihat bagus ya sudah kakak ambil aja"
kilah Juna.
"iya kak bagus kok fotonya"
Tata setuju dengan Juna.
"padahal kakak belum mandi lohh "
ucap Naya cekikikan
"kita kan sepakat mbak gak mandi karna dingin"
celetuk Stela
"he'em"
jawab Naya dan Tata barengan.
"kompak banget sih ciwik ciwik"
ledek Juna cekikikan.
mereka tertawa bersama
"ada yang mau pop mie??"
tawar Juna
"mau"
jawab Naya Tata Stela dan Lily
"ok kakak buatin"
ucap Juna kemudian ia membuka bungkus pop mie untuk diseduh
"mas aku bantuin ya"
Ridwan menawarkan
"ok, darimana aja baru kelihatan aja sih kamu Wan??"
tanya Juna sambil mengambil air panas dari tremos
"habis dari sana mas sama Nurul"
jawab Ridwan membantu membuka bungkus pop mie dan menuangkan bumbu bumbunya kedalam wadah.
"ohh, yang ini udah aku kasih air panas ya langsung kasiin aja biar pada makan"
pinta Juna pada Ridwan
setelah yang lain datang pun semua saling membantu dan makan bersama sama
selesai makan mereka turun gunung menuju ketempat wisata lainnya
ucap Juna
"ok"
jawab semuanya lalu masuk mobil untuk melanjutkan perjalanan
sampai di Telaga Warna mereka berjalan menyurusi jalanan kearah telaga pengilon sambil mengambil gambar terbaik dengan berbagai gaya.
selesai dari telaga warna mereka berlanjut ke Kawah Sekidang seletah menunaikan ibadah sholat dhuhur dan mengisi perut masing masing mereka berjalan menyusuri jalan jembatan yang ala ala Korea sambil bercanda gurau dan sesekali selfi kanan dan selfi kiri.
dua jam semua rombongan Juna dan Bagas menikmati pesona keindahan Kawah Sekidang dan keluar sambil menjajaki jajanan dan oleh oleh khas Dieng seperti kentang roll sostang dan carica untuk oleh oleh.
dan mereka pun berlanjut ke Candi Arjuna dan menuju villa yang sudah Juna pesan untuk rombongannya
"mbak Naya gak capek mbak jalan daritadi??"
tanya Stela penasaran yang melihat raut Naya masih terlihat ceria sedangkan dirinya sudah lemes karna kecapekan
"ya capek Stel tapi ya dinikmati aja mumpung masih disini"
jawab Naya santai.
"iya sih, mbak sebelumnya udah pernah kesini belum??"
tanya Stela lagi.
"pernah tapi hanya sekali sih waktu Malik masih kecil dan belum sebagus ini, sekarang sudah direnovasi jadi sangat menakjubkan apa lagi ala ala Korea gitu jadi gak perlu ke Korea kesini saja"
ocehan Naya senang
Stela dan Juna senang mendengar ocehan Naya
"mbak pengen ke Korea??"
tanya Stela lagi
"pengen sih, tapi ya taulah kalau mau merantau kesana banyak sekali ujiannya dan biayanya 50jt sampai 80jt belum tentu lulus kadang malah ada yang sampai habis 100jtan lebih begitu sulit prosesnya kesana dan mbak malas mikir jadi jangan berangan angan kesana karna itu sangat mustahil"
jawab Naya polos
"kok merantau mbak, jalan jalan lah mbak"
celetuk Stela
"ya allah Stela kampung kami kalau mau kesana ya merantau sekalian cuci mata oppa oppa Korea yang imut imut itu, hehehe kalau mau jalan jalan sampai kesana jual rumah dan warisan orang tua gak akan sampai tiketnya saja puluhan juta, udah deh Stel jangan bikin aku halu sampai sana bikin ngiler aku saja"
Naya cengengesan
"suatu saat kalau kamu mau kakak akan ajak kamu kesana tapi tidak ada yang namanya cuci mata sama oppa oppa Korea fokus jalan jalan kemana pun yang kamu inginkan"
ucap Juna lembut dan tegas
"terus ngapain aku kesana gak lihat oppa oppa, mubazhir dong disana, kan mau lihat oppa oppa sambil kerja, kalau tidak bisa lihat ya gak usah kesana lah kak nonton you tube aja dirumah"
jawab Naya tanpa dosa.
Juna langsung melototi Naya yang berbicara seenak jidat
Stela yang duduk di kursi belakang pengemudi cekikikan dengan tingkah Naya yang bicara tanpa disaring
"hehehe bercanda kak, gitu aja ngambek"
Naya cengengesan menjawil dagu Juna
dimobil Bagas Tata mengobrol dengan Intan dan yang lainnya
kebetulan Intan duduk dikursi belakang pengemudi karna didepan sebelah mengemudi diduduki Amran
"mbak Intan udah nikah belum??"
tanya Tata penasaran karna ia melihat wajah Intan seperti sudah berumur.
"sudah, tapi cerai"
jawab Intan berusaha tersenyum walau dihatinya masih ada luka atas perceraiannya
"ohh kirain masih bersuami mbak takutnya marah gak diajak"
ucap Tata cengengesan
Intan hanya tersenyum
"mas ni ada yang lagi single kapan mau halalin"
celetuk Tata pada Bagas
Intan terkejut mendengar perkataan Tata ternyata tujuannya mala ingin mendekatkan dirinya dengan Bagas kakaknya sendiri
__ADS_1
"doakan saja Ta, semoga allah menjodohkan kita, kalau memang tidak berjodoh semoga mas diberi jodoh secepatnya"
ucap Bagas dengan halus takut Intan tersinggung.
Intan tersenyum bahagia mendengar perkataan Bagas
"ya mas, aku dan kak Naya selalu mendoakan semuanya yang terbaik termasuk mas Bagas"
jawab Tata tersenyum
"bu Tata apa mbak Naya dan pak Juna sudah pacaran??"
tanya Lily penasaran
"gak mereka gak pernah pacaran Lily hanya saja kak Naya mau mencoba membuka hatinya untuk pak Juna, doakan semoga mereka berdua berjodoh dan cepat dipersatukan"
jawab Tata
"aminnn"
jawab semua yang berada dimobil Bagas.
tidak lama mobil mereka sudah sampai diparkiran Candi Arjuna dan mereka pun turun dan menikmati suasana Candi Arjuna dari memakai jarik batik putih kotak kotak hitam saat dipintu masuk dan berfoto ria bersama coplay hanoman sikera putih dan kawan kawan dan menikmati alunan merdu gamelan khas orang jawa.
setelah bercapek ria dari Bukit Sikunir Telaga Warna Kawah Sekidang dan Candi Arjuna akhirnya mereka menuju villa untuk beristirahat
"ya allah lempohnya"
ucap Naya duduk disofa villa
"capek banget mbak"
keluh Stela
"aku juga"
Tata menimpali
"sudah ayo kita istirahat dulu dan persiapkan diri besok malam minggu untuk acara Festival Lampion Dieng, mau ikut kah??"
tanya Juna semangat
"wahhh mau mas "
jawab Stela yang diikuti anggukan semua orang
"nah sekarang sebentar lagi magrib kita siap siap untuk sholat ok"
perintah Juna
"ok"
jawab semuanya dan mereka bergegas dan bersiap untuk menunaikan ibadah sholat magrib berjamaah didalam villa dan menikmati suasana malam dikampung Dieng yang dingin dan berkabut.
"kak ayo tidur"
ajak Tata pada Naya.
"ayo dingin soalnya"
jawab Naya mengapitkan kedua tangannya diketiaknya agar tidak terlalu dingin.
akhirnya Naya dan Tata bangkit dari duduknya
"mau kemana Nay??"
tanya Juna saat masuk kedalam dan mendapati Naya dan Tata berdiri hendak pergi.
"mau merem kak dingin"
jawab Naya cengengesan
"sini kakak peluk saja biar hangat"
goda Juna
"ogahhh"
jawab Naya cuek melanjutkan langkahnya kekamar bersama Tata
"mbak aku ikut ahh kita tidur bareng"
rengek Stela
"hmmm gak tidur jadi ngrumpi kalian bertiga jadi satu"
Bagas meledek.
"gak lah mas dingin banget gini kok mau ngrumpi yang ada membeku"
kilah Naya yang dianggukan Stela dan Tata
"hmm kalian itu ya benar benar kompak kalau disuruh ngeles dan meledek orang"
celetuk Juna
"dan ini masih jam 8 belum terlalu malam"
Juna melanjutkan perkataannya
"orang dingin bawaannya mau merem kak"
kilah Naya lagi
"ya sudah sana awas saja kalau nanti kakak periksa mala lagi arisan kakak cium kamu"
ancam Juna cengengesan
"ngancem kok nyium?? lucu?? mana ada, biasanya ty dipukul atau disakitin apa gitu"
Naya menerangkan
"kalau dipukul kasian nangis nanti mala kapok, tapi kalau dicium kan mala bikin nagih jadinya kamu mau selalu bikin salah terus biar kakak cium kamu"
ucap Juna cengengesan.
"mana ada hehmmmmm"
jawab Naya bangkit yang diikuti Tata dan Stela.
Juna cekikikan senang menggoda Naya.
"kamu gak ikutan merem Ly Tan??"
tanya Juna melihat cewek tiga masih betah menonton tivi.
"gak mas lagi mau nonton tivi"
jawab Intan matanya masih fokus ke tivi.
"ya sudah kalau begitu aku juga masuk kamar masih ada berkas yang harus aku selesaikan, Gas temenin Intan dan Lily ya, jangan dibikin nangis anak orang"
ledek Juna berlalu meninggalkan rombongan Bagas
"ya sana selesaiin biar besok gak ada kerjaan"
jawab Bagas santai
"heran aku sama dia masih aja kerja disaat kayak gini"
gumam Bagas yang suaranya masih terdengar jelas ditelinga Intan
"emang biasanya dia sibuk mas??"
tanya Intan penasaran
"ya gitu deh orangnya memang begitu"
jawab Bagas santai
"ohhh"
***
Intan manggut manggut
keesokan paginya sehabis sholat subuh mereka semua berencana untuk menikmati suasana Dieng dipagi hari dengan berjalan kaki.
"dinginn"
Naya menggigil berselimut sarung Juna membalut tubuh kurusnya.
"iya aku juga kedinginan mbak"
Intan ikut berpendapat
"mas sarungnya kasiin mbak Intan napa, kedinginan tu gak kasian napa??"
protes Naya yang melihat Bagas cuek bebek
"iya bawel, udah kayak emak emak aja sih cerewetnya"
keluh Bagas sambil menyopit sarungnya dan memberikannya ke Intan
"ini pake ya biar tidak kedinginan"
pinta Bagas
"makasih mas"
jawab Intan menerima sarung dari Bagas dan memakainya untuk dijadikan selimut orang jawa selalau mengatakan kemol.
__ADS_1
"dingin ya sayang mas peluk ya biar anget"
celetuk Ridwan pada Nurul pacar barunya