Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
sama comelnya kayak umi


__ADS_3

"Naya Malik??"


panggil ibu Naya saat melihatnya ia langsung berlari tidak sabaran ingin memeluk anak dan cucunya bahkan bahkan Ridwan menyuruhnya untuk hati hati tidak ia hiraukan karna ingin segera memeluk Naya dan Malik


Naya yang melihat ibunya berlari pun ia menghampiri sang ibu dan memeluknya mereka berdua saling menangis meluapkan rindunya


"maafkan Naya bu?? maaf??"


Sesal Naya meminta maaf pada sang ibu ia bersujud dikakinya memohon maaf sebesar besarnya


"kemana saja kamu nak?? ibu khawatir dengan keadaanmu, kamu baik baik saja kan sayang?? kamu tidak kenapa napa kan??"


sang ibu mengkhawatirnya anak perempuannya ia membangunkan Naya yang bersujud dikakinya memeluk kembali putri satu satunya


"Naya baik baik saja bu, maafkan Naya bu maaf"


Naya terus terusan meminta maaf pada sang ibu


"tidak apa apa nak, yang penting kamu baik baik saja"


ibu Naya mengusap pipi anaknya yang penuh air mata begitu pun sebaliknya Naya mengusap air mata sang ibu diwajahnya yang sudah agak keriput dimakan usia yang melihat hanya terharu dengan pemandangan didepannya


"anak nakal kamu ya bisa bisanya bikin pusing Juna dan anakmu, ibu jadi keriput juga gara gara ikut mikirin kamu Nay, ibu minta ganti rugi minta perawatan disalon biar awet muda lagi, dan harus pakai uang kamu gak mau pakai uang Juna"


ibu Naya menjewer telinga anak perempuannya yang tertutup hijab panjangnya gemas dengan kelakuan anaknya yang tiba tiba pergi meninggalkan semuanya


"sakit bu, tadikan Naya sudah minta maaf masak masih marah gimana sih"


Naya merajuk karna dijewer didepan banyak orang ditambah didepan anaknya sendiri menertawakannya


"rasain umi dijewer mbah uthi nakal sih"


gerutu Malik tertawa puas melihat ibunya disiksa sama neneknya begitupun dengan yang lain setelah haru yang disrasa kini berganti tertawa dengan adegan jeweran telinga Naya


"hey kamu kok mala tertawa katanya dia umimu kenapa dikayak gituin mala ditertawakan kamu, jahat kamu ya, aku tidak terima mbak Raniku disakitin orang lain termasuk orang itu"


Maki Lintang tidak terima ia melangkahkan kakinya untuk memarahi orang tua Naya tapi dengan cepat Aryo menariknya dan menggendong sang gadis kecilnya agar tidak bikin ulah


"papa lepasin kasian mbak Rani kesakitan pa dijewer sama nenek sihir itu"


Lintang memberontak digendongan papanya minta dilepasin dan menolong Naya


"gak papa sayang itu ibunya mbak Rani kok gak sakit dijewer doang"


Aryo menenangkan gadis kecilnya


"gak sakit gimana mbak Rani bilang sakit gitu kok papa tu gimana sih gak lihat mbak Rani kesakitan"


Linta tidak menerima ucapan papanya ia masih kekeh ingin menolong Naya dari jeweran orang tuanya dan pada akhirnya Lintang pun menggigit pundak papanya dengan keras hingga Aryo pun menjerit dan melepaskan putri kecilnya dengan cepat Lintang memarahi orang tua Naya yang sedang menjewer tersebut


"hey nenek sihir lepasin mbak Rani sakit tau kamu main jewer saja nanti kalau putus gimana"


protes Lintang papa ibu Naya dan seketika ibu Naya pun melepaskan tangannya dari telinga anaknya


"siapa lagi ini Nay??"


tanya ibunya yang belum pernah melihat Lintang sama sekali


"dia Lintang bu yang aku asuh, aku kan baby sisternya bu selama ini"


jawab Naya jujur pada ibunya ia memegang dan mengusap telinga bekas dijewer sang ibu

__ADS_1


"nanti aku bawa ibu kesalon pake uang gajiku selama ini bu ibu tenang saja selama ini gajiku gak pernah kepake menumpuk diatm bu"


lanjut Naya lagi


"kok kalian gak kayak baby sister Nay mala mendekat anak sama ibu"


celetuk ibu Naya menganalisa kedekatan anaknya dan anak majikan


"ibu gak tau aku saja aku dekat dengan siapapun bu lagian kan bentar lagi aku nikah sama kak Juna, dia maksa mulu dari tadi ketemu ya sudahlah aku pun masih cinta"


Naya mengoceh


"sayang Lintang ini ibunya mbak Rani neneknya kak Malik, salim gih"


Naya meminta Lintang untuk menyalimi ibunya Lintang mala memicingkan matanya keibu Naya penuh curiga Naya yang mengetahui karakter anak majikannya pun langsung menjelaskannya agar Lintang tidak salah paham setelah dijelakan Lintang tersenyum dan menyalimi ibu Naya


"lain kali jangan sakitin mbak Rani ya nek kasian mbak Rani selama ini selalu menangis diam diam merindukan kalian semua, jangan marahin lagi ya??"


pinta Lintang dengan polosnya memohon kepada ibu Naya


"iya sayang maafkan nenek juga ya"


ucap ibu Naya mengusap kepala Lintang dengan lembut dan penuh kasih sayang


"Malik gak mau peluk mbah ayo bentar lagi siap siap untuk acara umimu nak"


perintah ibu Naya Malik dengan cepat menghampiri sang nenek dan memeluknya ia hendak menggandeng ibunya tapi ditepis oleh Lintang ia masih kesal dengan Malik yang mala menertawakan ibunya


"apa sih kamu aku mau sama umiku"


Malik tidak terima


Lintang tidak mau kalah Naya yang hendak melerai tidak jadi karna melihat Tata yang sedang menunggunya


ia pun menghampirinya dan mengabaikan perdebatan dia anak kecil yang sedang memperebutkan dirinya


Tata pub merentangkan tangannya siap menyambut pelukan sahabatnya tersebut


"maafkan aku Ta"


Naya terisak kembali dipelukan sahabatnya tersebut


"kamu tega banget ya kak masak kamu ninggalin aku sendirian begini sih kerjaan jadi numpuk kamu tinggalin, kamu benar tega kak"


maki Tata gemas dengan Naya hanya mengangguk dalam pelukannya menumpahkan semuanya dalam berpelukan lalu beralih ke Intan yang juga sudah menunggunya Naya juga memeluk Intan dengan erat agak


"kamu gendutan mbak?? kamu lagi hamudun ya??"


tebak Naya disela tangisannya melepaskan pelukan dari Intan


Intan hanya mengangguk mengiyakan tidak mampu berkata kata


tiba tiba Intan mencubit lengan Naya dengan gemas ia benar sudah tidak tahan ingin memarahinya yang tiada kabar selama ini membuat dirinya dan yang lain galau tingkat dewa


"aoww sakit mbak kok aku dicubit sih"


keluh Naya tangan Intan belum lepas setelah puas ia pun melepaskan cubitannya dari lengan Naya Intan nyengir tanpa dosa dan berkata


"aku lagi ngidam pengen mukul kamu tapi tidak tega dengan tubuh krempengmu itu jadilah nyubit dikit saja hehehe"


Intan cengengesan puas dengan apa yang dinginkannya

__ADS_1


"aku pasrah mbak demi anakmu biar gak ngiler"


jawab Naya ikut cengengesan


dan tiba tiba ibu Bagas mencubiti lengan Naya bertubi tubi cubit kanan cubit kiri ia juga gemas dengan Naya yang tidak mau berfikir dulu sebelum betindak setelah buat mencubiti Naya ia pun memeluknya dengan rasa rindu


"kemana saja selama ini nak, kamu tidak sayang ibu hahh"


ucap ibu Bagas setelah melepaskan pelukannya ia menggenggam kedua pipi Naya mengusap kepalanya penuh kasih sayang


Naya tidak menyangka dengan kepergiannya membuat semua orang disekelilingnya terluka ia benar benar menyesali perbuatannya


saat melihat bapaknya Naya pun langsung memeluk sang ayah mohon ampun dengan tindakannya


"maafkan Naya pak Naya menyesal dengan semua ini Nay janji tidak akan mengulanginya lagi Naya janji pak"


ucap Naya disela isakannya


"tidak apa apa nak yang penting kamu sekarang sudah kembali, lihartlah semua orang disini sangat menyayangimu mereka selalu mengkhawatirkan dirimu, jangan ulangi lagi ya jangan tinggalkan kami lagi"


ucap bapak Naya mewakili semuanya ia tau semua teman temannya, keluarga Juna semuanya sangat menyayangi putrinya Sayyidina Ali bapak Naya dapat merasakannya


Nayq mengangguk


Lintang dan Malik yang dari tadi belum berhenti berdebat tidak menghiraukan lainnya pun dilerai oleh Naya untuk mentudahinya


" sayang sudah sudah ayo banrtuin umi kompres mata umi yang udah kayak panda ini ayo nanti malam umi kan mau jadi pengantin harus cantik dong ayo cepetan bantuin"


perintah Naya


"siap umi"


jawab Malik


"siap mbak Rani"


jawab Lintang dengan nada comelnya mereka digandeng Naya tiduran ditempat peristirahatan yang tersedia dimasjid tersebut Juna yang sudah meminta es batu pada takmir masjid pun menyerahkannya kepada Malik dan Lintang


"jangan berantem lagi ya kalian harus akur saling bantu membantu satu sama lain ok biar mbak Rani tidak pusing, kalian mengerti??"


perintah Juna tegas yang dianggukan kepala Malik dan Lintang dengan kompak mereka pun berlari bergandengan tangan menuju dimana Naya berada yang sudah ditemani Stela Sukma Tata dan Intan didalam mereka semua rebahan bersama berjejeran seperti kala waktu dipesantren karna kelelahan menyaksikan sinotron Naya yang dibully semua orang karna kelakuannya


"umi Malik kompres ya matanya biar cantik nanti malam"


ucap Malik dan Lintang muncul bergandengan tangan


"manisnya kalian berdua akur terus ya sayang?? apa kamu tidak ingin adik comel kayak Lintang Malik??"


tanya Naya setelah mengecup kening keduanya


lalu berbaring untuk dikompres mereka berdua


"umi aku sudah pusing dengan umi yang comelnya selangit terus tante Stela tante Sukma tante Intan Tante Tata sama sama comelnya kayak umi masak ditambah lagi Lintang sih mi tambah pusing Mali mi, adik cowok saja lah biar gak ribet akunya mi"


Malik mengomel sambil mengopres mata Naya yang bengkak karna kelamaan menangis


Naya dan yang lainnya terkekeh mendengar ocehan Malik termasuk Lintang yang mengerti maksud Malik


"nanti kangen loh kalau gak dengerin comelanku ini kak Malik, awas ya jangan rindu"


celetuk Lintang tanpa dosa ia tertawa keras dengan kata katanya sendiri

__ADS_1


__ADS_2