Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
mantan kekasih


__ADS_3

"kita doakan saja jun semoga naya bahagia bersama rumah tangganya."


bagas menyemangati.


"iya."


juna tersenyum kecut.


"gas naya masih bersikeras untuk bekerja. jangan buat capek dia. pindahkan saja naya bersama tata saja. naya juga sering bantuin tata ngurus berkas kan gas. naya bagian itu bantuin tata aja biar dia gak terlalu capek gas. gimana ta kamu setuju gak??."


tanya juna pada bagas dan beralih ke tata.


" aku setuju setuju aja mas. aku juga khawatir sama kandungan kak naya. tapi mas juna tau kan kak naya orangnya susah. apa dia mau dengan gampangnya langsung pindah bagian gitu aja. pasti dia menolak dengan alasan jangan beda bedakan aku sama yang lain. gak enak nanti mereka makin gak suka sama aku. kalau kamu memperlakukan aku beda."


tata memberitahu.


"kamu cari akal ta biar naya tidak curiga."


bagas memberitahu.


"nanti aku coba deh semoga saja kak naya masih kolot jadi gak curiga hihihi."


tata cengngesan teringat kekolotan naya.


"ya sudah kalau begitu aku cabut dulu ya??"


pamit juna.


"kamu mau kerumah sakit jun??"


tanya bagas.


juna mengangguk


"apa tidak sebaiknya kamu menjaga jarak dengan naya jun. kita sama sama tau naya bersuami sepertinya tidak pantas kalau kita ada didekat naya. biarkan orang tuanya yang mengurusnya jun. itu akan lebih baik."


bagas menasehati.


"iya aku tau. aku akan jaga jarak dengannya dan mengontrol diriku sendiri gas. aku hanya mau melihat naya saja gas agar aku tenang."


kilah juna.


"ok deh yang penting aku sudah kasih tau kamu jun. demi kebaikan kita semua."


ucap bagas.


juna mengangguk dan berlalu meninggalkan pabrik menuju rumah sakit.


sampai tengah jalan juna memikirkan perkataan bagas.


"ada benarnya yang dikatakan bagas. tapi aku benar benar takut terjadi sesuatu dengannya. walaupun aku tau naya selalu berusaha menghindariku tapi aku benar benar tidak mampu melihatnya terluka."


gumam juna dalam hati.


"ya sudahlah bentar aja habis itu pulang."


gumam juna tetap malajukan mobilnya. sampai diparkiran rumah sakit juna pun melangkahkan kakinya menuju ruangan naya.


sampai didepan pintu ruangan naya juna bimbang ingin masuk atau tidak. setelah lama berdiri didepan pintu juna pun memutuskan masuk hanya untuk menyapa sebenar.


"assalamualaikum"


juna mengucap salam setelah membuka pintu.


"waalaikum salam. eh juna ."


jawab ibu naya yang masih terjaga. naya sudah terlelap dari jam 09.10. bapak naya barisaja memejamkan matanya.


"ibu gak istirahat??"


tanya juna basa basi melihat naya dan bapaknya sudah terlelap.


"gak nak. belum ngantuk."


jawab ibu naya santai.


"ini bu ada makanan buat ibu dan bapak. dimakan ya bu??"


juna meletakkan kantong kresek berisi makanan dimeja. lalu mengusak kepala naya yang sedang terlelap dan duduk di ranjang naya.


"naya baik baik saja kan bu??"


tanya juna.


"alhamdulillah baik baik saja nak. udah ghibah mala hihihi."


canda ibu naya.


juna tersenyum mendengar penuturan ibu naya.


"kapan naya bisa pulang nak??"


tanya ibu naya.


"nanti juna tanya sama pihak rumah sakit ya bu. yang penting naya baik baik saja dulu bu saya tidak mau naya kenapa napa."


juna memberitahu.


"iya deh."


ibu naya pasrah.


"bu saya pamit ya masih ada kerjaan soalnya."


juna bangkit dari ranjang naya.


"iya nak tidak apa apa. maaf ya merepotkan nak juna terus."


ucap ibu naya sungkan.


"gak papa bu yang penting naya baik baik saja. itu sudah lebih cukup buat ku bu."


juna tersenyum lalu mencium punggung tangan ibu naya mengucap salam dan berlalu dari ruangan naya.


sampai di loby rumah sakit ponsel juna berdering. juna mangambil ponsel dari saku celana. melihat nama siapa yang tertera dilayar ponselnya.


"papa." gumam juna setelah melihat nama yamg tertera dilayar ponselnya dan mengangkatnya.


"assalamualaikum pa. gimana???"


juna mengucap salam.


"kapan kamu akan pulang ke jakarta nak????"


tanya wijaya orang tua juna.


"mungkin 3 hari lagi pa. nanti malam juna berangkat ke jogja dan besoknya ke surabaya. setelah surabaya juna langsung kembali ke jakarta."


ungkap juna.


"ya sudah kalau begitu. papa hanya ingin tau saja."


kilah papa juna.

__ADS_1


"ya sudah kalau begitu juna tutup telponnya ya pa. assalamualaikum."


juna menutup teleponnya.


"aku ke kantor bentar lah ngecek berkas lalu berangkat ke jogja. setelah itu ke surabaya. eh. aku mengunjungi malik dulu lah sebelum ke surabaya."


gumam juna masuk kedalam mobil.


sampai diperjalanan juna kepikiran papanya yang tidak biasanya telepon tanpa alasan.


"apa yang sebenarnya terjadi ya tumbenan papa telpon. sudahlah nanti tau sendiri kalau sampai jakarta."


juna bicara sendiri.


sampai kantor juna langsung turun dari mobil masuk ke kantor menuju lift.


selamat siang


pak ucap kariawan juna yang berpapasan dengannya. juna hanya mengangguk dengan ekpresi datar. lalu masuk kedalam lift menuju ruangannya. pintu lift terbuka juna masuk kedalam. tiba tiba ada seorang wanita ikut menyerobot masuk kedalam lift. juna tidak memghiraukannya. ia sibuk dengan ponselnya. tiba tiba orang yang ikut masuk tadi berkata


"apa kabar kak juna?"


juna menoleh ke arah sumber suara.


"ella."


juna kaget. ella mantan kekasih juna waktu dipesantren. ia sengaja memacari ella tujuannya ingin tau tentang naya dan agar dekat dengan naya. ella sering bercerita tentang kekonyolan naya. itu yang membuat juna mau mendekati dan memacari ella.


"kak arjuna kok diam aja. lupa sama aku ya??"


ella bertanya.


"ohh enggak kamu ella kan apa kabar??"


juna basa basi.


"alhamdulillah baik. kakak gimana kabarnya?? kok gak pernah kelihatan. gak pernah ada kabarnya juga selama beberapa tahun ini. kemana aja.??"


cerocos ella.


"iya aku baik baik saja. kenapa kesini. kamu buksn kariawan kantor sini kan setau ku??"


tebak juna.


"aku kesini ingin ketemu kamu. kata rizal kamu berada di semarang. jadi aku samperin."


ucap ella.


"kita bicara diluar aja ya. kita turun sekarang."


ajak juna.


"ok."


ella menyetujui.


akhinya juna dan ella turun menggunakan lift.


sepanjang didalam lift ella ingin menggoda juna tapi juna selalu menepisnya.


"jaga sikap kamu la. aku gak suka."


ucap juna jujur.


"bukannya kita pacar kenapa gak suka aku kan pengen dimanja sama kamu kak."


goda ella. ia masih berusaha menaklukan juna.


"itu dulu la. sekarang kita tidak ada hubungan apa apa. jadi jaga sikap kamu."


"ya udah kita pacaran lagi yuk kayak dulu kak."


ajak ella.


juna belum menjawab pintu lift sudah terbuka. dan juna melangkahkan kakinya keluar ella mengikuti langkah kakinya.


"kita mau kemana kak kok jalannya cepet banget."


tanya ella.


"kita ke cafe depan situ ayo cepet."


perintah juna. tetap melangkahkan kakinya keluar kantor.


"jangan cepet cepet dong kak. kakiku pegel nih aku pakai heigghell. takut jatuh."


tita ella.


tapi juna tidak menghiraukan ucapan ella. juna tetap melangkah menuju cafe didepan kantornya. juna langsung masuk kedalam cafe dan duduk dikursi yang ramai pengunjung.


"duh kak juna kenapa buru buru banget sih capek tau ngejarnya."


ella cemberut manja.


"kamu mau apa kesini la??"


tanya juna tegas.


"aku kangen sama kamu kak. kita balikan lagi yuk. aku masih sangat mencintaimu kak. apa kamu gak kangen sama aku??"


ella memegang tangan juna yang diatas meja. tapi juna dengan cepat menepisnya.


"ella aku udah bilang jaga sikap kamu sebagai perempuan. jangan terlihat murahan dimata laki laki la."


juna mengingatkan.


"kalau didepanmu gak papa kak aku dianggap murahan. aku gak masalah. aku ingin kembali sama kamu kak. aku masih mencintai kamu."


ella meyakinkan.


dengan cepat juna menjawab


"tapi aku tidak pernah mencintai kamu la. kamu tau apa alasan aku berpacaran denganmu kan. jadi."


belum sempat juna melanjutkan perkataannya ella sudah memotong.


"aku tidak peduli dengan perasaanmu ke naya kak. aku akan menaklukanmu kembali. dan aku akan membuatmu jatuh cinta padaku kak."


ucap ella dengan penuh keyakinan.


"aku tidak akan pernah jatuh cinta denganmu la. camkan itu."


juna bangkit meninggalkan ella dicafe. masih melangkah beberapa langkah juna berhenti dan menoleh kearah ella.


"ohh iya la."


ella sangat senang saat juna menoleh dan memanggil namanya ia berharap juna mau baliksn dengannya.


"jangan pernah datang kekantorku lagi kalau kamu tidak ingin diseret security."


ucap juna penuh penekanan lalu melanjutkan langkahnya keluar cafe menuju kantornya.


ella kesel dengan kalimat juna barusan.

__ADS_1


"kesel aku gimana sih cara naklukin kamu susah amat. naya naya lagi yang ada dipikiran kamu. aku kurang apa. aku juga cantik. kenapa kamu masih gak mau kesel aku jadinya."


ella ngedumel sendiri. lalu beranjak meninggalkan cafe tersebut.


sampai dibagian resepsionis. juna memberitahu


"kalau orang tadi datang lagi langsung usir dia saya tidak mau tau."


ucap juna tegas.


"baik pak maaf."


jawab bagian resepsionis.


lalu juna melangkahkan kakinya menuju ruangannya.


van tolong kesini. ucap juna dengan telepon genggamnya diruangan lalu menutup teleponnya.


tak lama evan pun datang keruangan juna.


tok tok tok.


evan mengetok pintu ruangan juna.


"masuk."


perintah juna dari dalam.


"ini mas berkas yang belum selesai."


evan menyerahkan berkasnya ke juna


"ok terima kasih. nanti malam siapkan pesawatnya saya akan ke jogja sehari setelah itu saya akan ke surabaya dan langsung kembali ke jakarta."


perintah juna.


"siap mas."


jawab bayu evan kemudian keluar dari ruangan juna.


**


dirumah sakit naya terbangun.


"bu jam berapa??"


tanya naya dengan suara bangun tidur.


"jam 11.30. nay kenapa??"


ibu naya tanya balik.


"bentar lagi dhuhur dong bu. kapan aku pulang bu. udah capek disini pengen pulang."


keluh naya.


"nanti malam kamu sudah bisa pulang nak. tadi suster memberitahu bapak."


ucap bapak membelai rambut naya duduk disampingnya.


"alhamdulillah kalau gitu. akhirnya aku bisa pulang pak."


naya senang mendengar kabar kepulangannya.


"tadi suster juga memberitahu. ada mobil nak juna yang menjemput dan mengantarkab kita pulang nak soalnya nak juna nanti malam berangkat ke jogja dan surabaya. jadi gak bisa antar kita kerumah."


penjelasan bapak naya.


"ohhh ya sudah mungkin kak juna sibuk pak dia kan pembisnis pak. jadi selalu sibuk. itu cerita tata. itu apa bu makanan ya."


tanya naya nelihat kantong kresek dimeja.


"itu dari nak juna nay. tadi mampir kesini pas kamu masih tidur. nganterin makanan dan cemilan."


ibu naya menjelaskan.


ohhh.


jawaban naya.


adzan dhuhur berkumandang bapak naya pamit kemasjid untuk sholat. naya dan ibunya sholat didalam ruangan.


selesai sholat naya mengambil ponselnya. mengirim pesan kepada juna kewat aplikasi si hijau.


{assalamualaikum kak juna terima kasih makanannya. dan terima kasih atas semuanya kak. maaf naya selalu merepotkan kakak. selamat bekerja ya kak. selalu semangat.}


lalu mengirimkannya ke nomer juna.


selesai sholat juna menyibukkan dirinya dengan pekerjaan. saat juna mengecek jam diponselnya juna melihat pesan dari naya dan langsung membuka ponsel dan aplikasi hijaunya. juna tersenyum membaca pesan dari pujaan hatinya. tak lama langsung membalas pesan naya.


{waalaikum salam. ya sama sama nay. yang penting kamu baik baik saja. jangan sungkan meminta bantuanku ya aku akan selalu ada untukmu.}. lalu juna mengirimkannya ke no naya sambil tersenyum mengembang mendapat ucapan semangat dari naya. ia pun menyelesaikan pekerjaannya dengan senyuman.


juna berangkat ke jogja setelah menunaikan sholat isya'. tak butuh waktu lama juna sampai di jogja karna menggunakan pesawat pribadinya. tujuan pertama juna ialah ke pesantren tempat malik menuntut ilmu. setelah menempuh perjalanan dari bandara adisutjipto yogyakarta sampai kepesantren al munawwir kurang lebih 1 jam menggunakan mobil.


sampai disana juna menunggu malik sampai selesai kegiatan. sebelumnya ia sudah meminta ijin ke kantor pengurus.


setelah selesai kegiatan malik dipanggil untuk menemui juna ditemani salah satu pengurus pondok.


"om junaaa."


panggil malik sumringah setelah melihat keberadaan juna dari tangga atas. malik berlari ingin segera memeluk juna.


juna yang mendengar suara malik langsung tersenyum dan bangkit dari duduknya berdiri merentangkan kedua tangannya untuk memeluk malik.


orang yang melihat pasti akan mengira mereka seorang ayah dan anak karna kedekatan mereka berdua.


malik langsung memeluk juna saat sudah didepan matanya. juna pun menerima pelukan malik dengan hangat seperti seorang ayah kepada anaknya.


"om juna menjenguk malik kenapa malam om.??"


tanya malik dengan polosnya saat sudah melepaskan pelukannya dan mencium punggung tangan juna.


juna tersenyum.


"iya nak om lagi ada pekerjaan disini jadi sekalian nengokin malik. kalau besok om takutnya tidak sempat sayang."


jawab juna dengan penuh kelembutan.


"kalau sibuk gak usah nengokin malik gak papa om. malik takut om juna sakit kalau paksain kesini nengokin malik. kalau om sakit malik jadi sedih. om jangan capek capek ya om."


pinta malik.


"iya om gak akan capek capek kok. om janji. tapi kalau om gak nengokin kamu saat om punya waktu. om gak punya semangat untuk kerja sayang. kamu semangat om."


juna memberitahu.


"oya om. beneran malik semangat om juna.??"


tanya malik manja.


"iya makanya om selalu kesini biar om tambah semangat. malik juga harus semangat ya belajarnya seperti om. jadilah anak sholeh umi ya??"


pinta juna tersenyum.

__ADS_1


"iya om malik akan selalu semangat menuntut ilmu dan jadi anak sholehnya umi."


malik tersenyum bahagia.


__ADS_2