Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
semoga menjadi imamku kelak


__ADS_3

dan mereka pun makan bersama dikantin


selesai makan mereka melanjutkan pekerjaanya


disudut restoran mewah Juna dan Rangga sedang bertemu clien makan siang bersama dan hampir selesai tiba tiba Ratna datang menghampirinya dengan pakaian seksinya


"mas aku hamil"


ucap Ratna memasang wajah memelas


semua orang yang ada disana pun menoleh ke sumber suara


Juna hanya diam saja tidak menanggapinya ia yang sudah biasa mendapatkan hal serupa hampir setiap wanita yang ditemuinya dan tidak berhasil mendapatkannya akan menfitnahnya dengan alasan yang sama.


"mas aku hamil anak kamu kamu harus tanggung jawab"


jawab Ratna berderai air mata aktingnya sangat bagus sehingga orang yang melihat pasti akan percaya tapi tidak dengan Juna yang tau semua kebohongan tentang Ratna


setelah Juna menyelesaikan makannya ia langsung bangkit meninggalkan restoran tersebut tapi tangannya dipegang Ratna hingga Juna menghentikan langkahnya


"mas aku mau kamu tanggung jawab aku gak mau anak ini tidak punya ayah"


ucap Ratna kembali hingga membuat orang yang menonton memandangnya bisik bisik


"Rangga"


panggil Juna


"siap pak"


jawab Rangga langsung mengeluarkan semua bukti kelakuan Ratna dengan pria lain


Ratna tercekat dengan semua berkas dan semua foto yang Rangga berikan


"kamu sudah tidak bisa mengelak lagi nona Ratna"


ucap Rangga menyeringai


Juna melanjutkan langkahnya keparkiran mobil dan menunggu Rangga


" ini tidak benar ini tidak benar"


teriak Ratna tidak terima


"terserah kamu benar dan tidaknya hanya kamu dan allah yang tau yang jelas pak Juna tidak akan melakukan hal itu dengan mu karna dia tidak pernah mencintaimu"


ucap Rangga menekankan perkataannya dan ia pun meninggalkan Ratna yang masih mematung ditempat


"matilah aku kalau sampai papa tau aku hamil bukan sama mas Juna"


gumam Ratna melihat lihat bukti yang dari Rangga


"aku harus cari cara apa lagi"


Ratna bingung mencari solusi jalan keluar yang sedang ia hadapi


"ayo jalan pak"


ucap Rangga setelah masuk mobil


dan sang supir pun melajukan mobilnya ketempat tujuan berikutnya


"nekat juga ya tu cewek gila bener apa yang akan terjadi kalau sampai bokapnya tau??"


ucap Rangga


"menurutmu apa yang akan terjadi dengan sifat pak santoso ayahnya"


Juna bertanya balik sambil mengambil ponselnya untuk menghubungi pujaan hatinya


"mungkin akan dibunuh karna sudah bikin malu nama baik keluarganya"


jawab Rangga


panggilan terhubung


"ada apa kak??"


tanya Naya setelah mengucapkan salam dan dibalas salam oleh Juna


Juna dan Naya melakukan panggilan video


"kangen"


ucap Juna tersenyum malu karna ada orang yang melihat tingkahnya


sang supir dan Rangga yang menyaksikan tingkahnya


"alayyy masak baru tadi pagi udah kangen"


jawab Naya cengengesan


sebenarnya ia senang karna Juna merindukannya sudah ada benih benih cinta yang tumbuh dihatinya tapi Naya enggan mengakuinya yang sering dibilang gengsi


"gak percaya, sekali kali bilang kangen kek biar kakak senang dan bisa merasakan cintamu sayang"


rengek Juna


Rangga dan supir hanya memerhatikan lewat sepion kaca mobilnya


"ada ada aja deh, udah sana kerja aku juga lagi sibuk nih"


jawab Naya


"sibuk mikirin kamu mas tenang aja kak Naya juga kangen kok sama kamu"


celetuk Tata ikut nimbrung percakapan Naya dan Juna walaupun tidak menampakkan dirinya dilayar ponsel tapi Juna dapat mendengar suaranya


"Tata apaan sih"


tegur Naya


Tata tersenyum meledek


"biarin habisnya gak mau ngakuin kalau kangen kan akunya yang greget kak"


jawab Tata tanpa dosa


Juna tersenyum senang mendengar apa yang dikatakan Tata


"beneran sayang kamu juga kangen sama kakak"


ucap Juna dengan mata berbinar


"gak ada ya kangen kangenan, udah sana kerja aku gak mau makan gaji buta karna telponan terus sama kakak"


jawab Naya jutek


"sayang sekali aja, pliss bilang kangen biar aku semangat kerjanya"


Juna memohon


"yang ada bukannya semangat kakak langsung meluncur kesini dan mengabaikan pekerjaan kakak, gak ada ya kak, udah ahh aku mau kerja, assalamualaikum"


ucap Naya langsung mematikan panggilan sepihak


"waalaikum salam"


Juna tersenyum panggilannya dimatikan sepihak karna melihat wajah malu Naya yang memerah seperti udang rebus


"hahhhh akhirnya kamu juga kangen sama aku Nay, nakal kamu ya pake gengsi gengsian segala gemes aku, alhamdulillah kamu sudah menumbuhkan benih benih cinta itu"


gumam Juna masih dengan senyum merekah

__ADS_1


Rangga yang melihat semuanya ikut senang akhirnya kakak sepupunya dapat merasakan betapa indahnya cinta


"mas sudah sampai"


ucap Rangga membuyarkan senyuman Juna


"ahh iya"


jawab Juna turun dari mobilnya untuk menemui cliennya Juna kembali memasang wajah dinginnya


"selamat siang pak Yusron"


ucap Juna ramah menjabat tangan cliennya


"siang juga pak Juna"


jawab clien yang bernama Yusron tersebut


mereka pun duduk dan berbincang bincang mengenai bisnisnya setelah kesepakatan kerja sama


"gak nyangka ya sama pak Juna masih mudah tapi sudah menguasai semua bidang bisnis salut saya pak"


puji pak yusron


"ah bisa aja pak Yusron ini alhamdulillah pak allah masih memberikan rezeki pada saya"


jawab Juna ramah


"ngomong ngomong yang saya dengar pak Juna belum menikah ya??"


tanya pak Yusron kemudian


"insyallah sebentar lagi pak doakan saja semoga allah cepat mempersatukan kami"


jawab Juna santai ia tau maksud dengan perkataan cliennya tersebut kalau sudah menyankut itu pasti ujung ujungnya akan dijodohkan


"owchh kirain belum dapat pasangan pak, saya ingin memperkenalkan anda dengan adik saya"


ucap pak Yusron jujur


"terima kasih atas tawarannya, tapi ada hati yang harus saya jaga"


jawab Juna sungkan


"ya maafkan saya pak tidak bermaksud bikin anda tidak enak"


ucap pak Yusron pun sungkan


"ya tidak apa apa pak saya mengerti, kalau begitu saya permisi"


pamit Juna lalu melangkahkan kakinya meninggalkan pak Yusron


"tarima kasih atas tawarannya tapi ada hati yang harus saya jaga"


Rangga meledek menirukan perkataan Juna tadi saat berbincang dengan cliennya


Juna hanya tersenyum menanggapinya


"so swett nya mas ku ini, gak nyangka ternyata bisa juga ngelawak sampai bikin aku geli, aku pikir mas Juna biasa aja lurus karna selalu dingin dan datar apa lagi kalau bareng dengang kelompok mas yang satu itu hmmm seremnya keluar"


ocehan Rangga


Juna hanya diam menanggapinya


"apa karna Naya itu mas??"


tanya Rangga penuh selidik


Juna hanya mengangkat bahunya cuek.


"tu kan kembali lagi dinginnya kaku mas, aku laporin Naya ini kalau mas disini dingin dan cuek bebek kayak gini"


ancam Rangga cengengesan.


jawab Juna memikirkan hubungannya dengan Naya yang belum pasti nantinya


"ya lamar lah mas, gitu aja kok repot, apalagi kalau tau mas Juna kaya raya pasti akan senang hati dapat lamaran dari mas"


jawab Rangga enteng tanpa beban seperti hidupnya


"yang jadi masalah dia selalu menolakku dengan alasan belum siap nikah gimana mau nikah kalau mempelainya saja gak mau"


curhat Juna


hahahhahahha


Rangga menertawakan Juna ia tidak menyangka seorang Juna yang tampan dan mapan ditolak perempuan


"gak usah tertawa"


ucap Juna kesal.


"gimana tidak tertawa masku ini gantengnya tidak ketulungan mirip artis bollywood blaster arabia yang lain pada mendekat ingin mendapatkan cintamu dan ingin gelar nyonya Arjuna Wijaya ini mala menolaknya apa dia tidak tau sekaya apa dirimu mas?? seharusnya kamu kasih tau dong seberapa banyak dan besar aset bisnismu itu biar dia klepek klepek sama kamu dan tidak mau meninggalkamu"


saran Rangga


"bukannya klepek klepek yang ada dia menghilang dari hidupku dalam sekejap kalau tau aku orang sukses, melihat rumah ibu apartemen dan kantorku saja yang disemarang membuatnya ingin kabur secepatnya dari hadapanku karna minder untung ada Tata Stela Bagas yang menenangkannya kalau tidak gak tau deh nasibku akan seperti apa, apa lagi dia tau rumah dan kantorku disini ditambah lihat semua asetku dan dunia gelapku mungkin dia tidak akan mau bertemu denganku lagi, disitulah aku bingung harus bagaimana kasih tau dia"


keluh Juna galau


"masak sih mas?? bukannya setiap perempuan itu senang kalau lihat rumah pacarnya bagus dan kaya lah ini gimana bisa gitu, aku pengen ketemu dengannya mas penasaran aku"


ucap Rangga heran


"sebaiknya tidak usah takut masalah tambah rumyam, aku lebih takut kehilangan dia"


jawab Juna datar melihat lurus kedepan


**


digedung kantor yang menjulang tinggi nan megah Juna masuk kedalam yang disambut ramah oleh semua pegawai yang ia jumpai


Juna masuk keruangannya menyandarkan tubuhnya dikursi kekuasaanya menatap kelangit langit ruang kantornya yang becat putih bersih


ia memikirkan bagaimana caranya agar Naya mau menerimanya apa adanya yang ia miliki tapi sayang Naya bukan perempuan matre seperti wanita yang selalu menggodanya yang lain.


drr drr drr


ponsel Juna berdering membuyarkan lamunannya dan ia pun melihat siapa yang menghubunginya sebelum memutuskan mengangkat


karna ayahnya yang menghubunginya ia pun mengangkat panggilannya


"ya pa??"


ucap Juna setelah mengucapkan salam pada papanya


"kamu kapan pulang kerumah Jun?? kita makan malam bersama nak"


pinta papa Juna


Juna menghela nafas tidak enak selalu menolak makan malam bersama sang papa


"nanti malam Juna mampir pa, setelah menyelesaikan kerjaan Juna"


ucap Juna akhirnya mengalah karna kalau Juna selalu menolak pasti papanya akan marah dengannya


"ya sudah kalau begitu jangan lupa ya nak nanti malam pulang"


papa Juna mengingatkan


"iya pa insyallah"


jawab Juna lembut

__ADS_1


"ya sudah kalau begitu papa tutup dulu telponnya"


ucap papa Juna kemudian


"iya"


jawab Juna lalu mematikan panggilannya.


selesai kerja sesuai janji Juna menuju rumah sang papa untuk makan malam


"assalamualaikum"


ucap Juna masuk kerumah papanya yang megah bak istana tersebut


"waalaikum salam mas Juna sudah pulang mas"


jawab Sukma adik sambung Juna ia langsung memeluk sang kakak Juna pun membalas pelukan adik tirinya membelai lembut rambut panjangnya yang hitam dengan penuh kasih sayang


"mas mandi dulu ya acem"


pamit Juna yang dianggukan kepala adiknya ia pun langsung menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya


"suk itu masmu??"


tanya teman Sukma yang bernama anisa


"yep tul, jangan bilang kamu juga naksir ya sama seperti Keysa dan yang lainnya"


ucap Sukma


"abis masmu ganteng Suk"


celetuk teman Sukma yang bernama Reyna.


"ya gitu deh tapi aku kasih tau dari sekarang mendingan jangan yang ada kalian nanti yang akan sakit hati karna ditolak mentah mentah sama mas ku itu, dia itu kaku orangnya cuek dingin lagi"


Sukma memberitahu


"masak si?? cuek dingin aja gantengnya minta ampun apa lagi murah senyum ramah hmmmm aku mau jadi istrinya yang lima pun aku rela"


ucap anisa jujur


"gila lu, lu nya mau tapi abangku mana mau"


jawab Sukma tanpa dosa


"tega lu masak gitu sih sama aku"


anisa cemberut


"emang kamu pikir abangku itu mata keranjang kayak si Kevin semua wanita dia borong, masku orangnya susah kalau dia gak suka dan gak mau gak akan dia mau dilirik saja gak bakalan"


jawab Sukma apa adanya.


"masak??"


tanya Reyna penasaran.


"dibilangin ngeyel amat terserah kalian deh tapi inget ya jangan nangis kalau kalian ditolak mentah mentah, aku lebih tau abangku seperti apa, makanya aku kasih tau sebelum kalian kecewa"


Sukma memberitahu


"iya iya tapi apa salahnya dicoba"


ucap Reyna enteng


"terserah kalian yang penting aku udah kasih tau kekalian jadi tanggung sendiri akibatnya nanti"


jawab Sukma lagi


tidak lama kemudian mereka dapat panggilan disuruh makan malam bersama sama


semuanya sudah siap dimeja makan tinggal menunggu kedatangan Juna yang belum turun juga


"Sukma panggilin masmu gih suruh makan"


perintah mama Sukma


"iya ma"


jawab Sukma bangkit dari duduknya tapi Juna sudah menampakkan hidungnya


"nahh itu dia ma orangnya nongol"


ucap Sukma melihat Juna turun dari tangga


Juna tersenyum senang menuruni anak tangga sambil memegang ponselnya


"hahh itu mas Juna bukan kok senyum gitu??"


guman Sukma bingung tidak percaya dengan apa yang ia lihat


"ma pa Naya telpon"


ucap Juna memberitahu


"apa?? Naya??"


tanya mama Juna senang


"mana mama mau ngomong??"


tanya mama Juna semangat yang membuat semua orang bingung heran kecuali papanya


Juna pun menyerahkan ponselnya ke mamanya


"assalamualaikum sayang apa kabar"


ucap mama Juna setelah menerima ponsel dari Juna


"waalaikum salam alhamdulillah sehat ma, mama gimana kabarnya sehatkan??"


jawab Naya tersenyum ceria


"alhamdulillah sehat nak, sudah sampai mana nih hubunganmu dengan anak mama??"


gurau mama Juna


"doakan saja ma semoga menjadi imamku kelak titip kak Juna disana ya ma"


pinta Naya tersenyum malu


mama Juna melirik ke anak laki lakinya yang tersenyum cerah secerah harapannya


"ehemm mama akan jaga Junamu sayang kamu tenang saja, kamu juga jangan nakal disana disana ya kapan kapan main lah kesini mama kangen"


pinta mama Juna


"ya insyallah nanti kalau ada waktu Nay ke Jakarta ma"


jawab Naya sopan


"mama akan minta Juna mengajakmu kesini mama ingin bertemu denganmu sayang"


ucap mama Juna lagi dilayar ponselnya


"insyallah ma"


jawab Naya tersenyum


"ehemm ehemm"


deheman papa Juna menghentikan percakapan mama Juna dan Naya

__ADS_1


__ADS_2