Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
nenek sihir


__ADS_3

Naya tertawa


hahaha


"ada ada aja ya bahasamu itu kadang aku bingung"


jawab Bagas jujur.


"gak usah dipake bingung lah mas ntar juga tau sendiri. itu tu bahasa gaul mas. jangan norak ahh malu tau kalau orang tau."


celetuk Naya blak balakan.


"baru tau kak kalau mas Bagas itu norak, emang dia norak hahaha"


Tata menimpali.


"wahhh parah adik tak ada akhlak kamu ngatain norak"


Naya ngomporin cengengesan.


"he'e bener adik tak ada aklak aku kutuk kamu jadi kodok hahahha"


Bagas tertawa di ikuti Naya dan Juna.


Tata menyeringai


"ohh ngutuk nih aku kutuk kamu mas nikah sama mbak Elvi hahahhaha"


Tata tertawa terbahak bahak karna tau kakaknya paling tidak suka bila disinggung tentang Elvi.


Naya dan Juna ikut menertawakan.


"sudah sudah ahh perutku sakit."


ucap Naya berusaha menghentikan tawanya.


Juna panik mendengar kata sakit dari Naya.


"kita periksan kedokter ya Nay kakak takut kenapa napa??sakit di sebelah mana Nay??"


Juna khawatir.


Naya yang bingung dengan sikap Juna yang berliebihan.


"eh eh eh maksudnya apa ini stop."


Naya menghentikan Juna yang hampir menggendong Naya.


"perut kamu sakit kan?? "


tanya Juna yang diangguk anggukan kepala oleh Bagas dan Tata.


"iya lah emang kenapa?? aku gak papa kok"


jawab Naya bingung.


"lah iya ayo periksa kedokter, kakak anterin"


ajak Junq hendak menggendong Naya.


"kak stop kak, aku bilang stop dengerin dulu..


Naya menarik nafas dan melanjutkannya kembali.


"maksud aku perut ku sakit karna daritadi ketawa mulu kak bukan karna sakit apa apa udah deh gak usah berlebihan gitu orang aku gak papa juga."


Naya menjelaskan.


hahh


Bagas dan Tata melongo.


"kirain sakit beneran tadi kamu bilang sakit perutmu"


celetuk Bagas.


"yee kalian aja yang baperan. apa gak bisa lihat ekpresi sakit sama tidak??"


tanya Nayaa heran.


"iya juga ya gak kepikiran sampe situ. kamu bilang kamu sakit perut terus lihat Juna udah panik jadi ya ikut ikutan panik"


Bagas jujur.


"makanya dilihat dulu dong jangan main panik duluan, tapi kak Juna sikap kamu seperti ini pasti nanti kalau kakak nikah bucin banget deh , iya gak Ta"


Naya minta pendapat Tata.


Tata mengangguk angguk pasti.


"udah deh kak nikah sana, aku mau kerja sekarang jam istirahatnya hampir selesai."


ucap Naya.


"ohh jadi ngusir kakak nih ceritanya, awas aja. ayok Gas keruangan kamu aja"


Juna pura pura ngambek.


"yee ngambek, ngambek nih yee,"


Naya mencolek colek lengan Juna.


"ayo tak kerja aja gak usah mikirin orang ngambek, entar bangkrut lagi ni pabrik kalau kita ngurusin orang ngambek"


Naya pura pura merajuk kembali ke meja kerjanya yang berhasil membuat Juna kebingungan.


"waduhh mala dia yang lebih ngambek bukanya menghiburku mala lebih parah, untung cinta kalau gak cinta gak tau dehh bener kata papa wanita selalu benar"


gumam Juna dalam hati.


"ya udah kak minta maaf deh, iya kakak salah"


ucap Juna memelas.


melihat wajah melas Juna Naya pun tertawa


hahaha


"ya allah kak bercanda kali, orang mau kerja lagi udah jam kerja masak masih mau sibuk nongkrong yang ada ni pabrik gulung tikar lagi, aku gak bisa kerja lagi dong"


jawab Naya cengengesan.


Juna tersenyum ternyata hanya dikerjain.


"sudah sana kakak diruangan mas Bagas saja aku mau kerja lagi belum selesai soalnya"


usir Naya


Tata mengangguk angguk mengiyakan.


"kakak pinginnya disini Nay lihat kamu gak mau diruangan Bagas sepi"


Juna manja.


"geli tau masak cowok manja manja gitu sama istri orang lagi, sana ahh kak aku mau kerja nih"


usir Naya lagi.


"tega bener Nay masak Juna bos besarnya mala diusir kariawan, gak lucu tau, enaknya diapain ya ni orang Jun udah berani ngusir kamu yang bos besar lohh jatuh dong martabatmu"


bagas mengkomporin Juna.


Tata dan Naya agak takut jadinya karna lupa bahwa Juna adalah bos besarnya pabrik ini.


"waduhh gawat Ta jadi pengangguran aku Ta aku lupa kak Juna bosnya disini"


bisik Naya.


"iya aku juga kakak sih aku iyain aja"


Tata ikut berbisik.


Juna dan Bagas yang mendengar bisik bisiknya tersenyum.


"enaknya diapain ya Gas dipecat kasian nanti jadi pengangguran sosial kalau gak di pecat nglunjak juga ya..


Juna pura pura berfikir keras yang diikuti Bagas


"terus enaknya diapain Jun modelan begitu"


Tanya Bagas membuat Tata dan Naya was was. melihat Bagas dan Juna nampak serius.


Juna melirik tingkah Naya yang agak takut ancaman


"ehmm apa ya?? bingung nih, nahhh..

__ADS_1


Juna mengagetkan Tata dan Naya dan langsung mendongak kearah Juna


"nanti kita anterin pulang aja dan minta makan dirumahnya Gas gimana aku tidak pernah diajak soalnya"


ucap bagas melirik kearah Naya yang tadinya was was beruba jadi tersenyum.


"iya deh aku juga kangen masakan ibunya"


jawab Bagas cengengesan.


"ahhh kalian itu ya bikin aku jantungan tau gak gemes aku"


Naya mencubit lengan Juna sedangkan Tata mecubit pinggang Bagas kakaknya karna berani mengejainnya.


"ampun Nay ampun"


Juna menyerah.


"gemes aku, aku udah takut banget tau"


ucap Naya gemas.


"iya nih, aku mau jadi pengangguran awas aja ya mas kalau aku jadi pengangguran aku pliter kamu"


Tata menimpali masih tangan mencubiti pinggang Bagas dan mendarat menggigit lengan Bagas


"aduhh sakit ta sakit banget"


keluh Bagas yang ditertawain oleh Naya dan Juna.


Bagas masih mengadu kesakitan yang belum dilepas juga oleh adik perempuannya.


"Ta Ta udah Ta kasian masmu kesakitan lepasin Ta"


Naya melerai.


Bagas masih mengadu kesakitan setelah puas menggigit akhirnya Tata melepaskannya juga.


"sakit Ta masak aku digigit didepan Juna kan malu"


ucap Bagas


Juna hanya tersenyum cengengesan melihat tingkah orang satu ruangan.


"abis aku gemes banget kalau belum puas aku ikhlas melepasmu mas"


jawab Tata tanpa dosa.


"sudah Ta ahh kamu kasian tau masmu pasti merah itu lengannya kamu gigit hahhaha"


Naya tertawa melihat wajah melas Bagas.


"sudah sudah ayo keruanganmu jangan ganggu ciwik ciwik nanti gak konsen lihat ketampanan kita Gas"


ajak Juna.


"ya sakit Juna digigitin mulu"


ngadu Bagas.


Juna Tata dan Naya hanya cekikikan melihat Bagas teraniaya.


"selamat bekerja Ta Nay jangan lupa nanti kakak mau numpang makan dirumah ibu"


Juna mengedipkan matanya kearah Naya.


"idihh genit"


Naya cengengesan.


"ayo ahhh kumat lagi nanti"


ajak Bagas.


berlalu meninggalkan ruangan Tata.


akhirnya mereke disibukkan dengan pekerjaan tiada canda dan tawa lagi. sesekali hanya Tata dan Naya yang bercanda diruangannya.


**


pukul 4 sore lebih 20 menit Naya dan Tata sedang merapikan berkas berkas yang berserakan dimeja masing masing dan sudah selesai semua mereka berdua kerjakan. hampir sama dengan Bagas dan Juna yang sedang mengecek ulang berkas yang tadi ia periksa sambil menunggu Tata dan Naya memanggil keruangannya.


"kak aku udah selesai, aku panggil mas Bagas dan kak Juna ya kak, nanti kakam menyusul ke mobil aku tunggu"


ucap Tata


"ok"


"ayo mas "


ajak Tata pada Bagas dan Juna.


"ya Ta, Naya mana kok gak ikut??"


tanya Bagas tidak melihat Naya bersama adiknya.


"bentar lagi katanya mau nyusul ke mobil tungguin aja ke mobil mas biar cepet"


jawab Tata memberitahu.


"ok deh ayo Jun tunggu dimobil"


ajak Bagas.


Juna hanya mengangguk dan mengikuti langkah Bagas dan adiknya.


akhirnya mereka bertiga menunggu Naya diparkiran mobil sampai Naya datang.


tidak lama Naya datang seperti yang tadi disepakati.


"sorry lama kebelet pipis soalnya"


ucap Naya cengengesan setelah sampai diparkiran mobil.


"ya gak papa kak daripada nanti ngompol dimobil kan gak lucu"


Tata cekikikan langsung masuk mobil yang diikuti Juna Bagas dan Naya.


tidak begitu lama sampai dirumah Naya hanya membutuhkan perjalanan setengah jam dari pabrik sampai rumahnya.


setelah sampai mereka semua pun turun dari mobil dan masuk kedalam rumah Naya.


"assalamualaikum"


salam mereka kompak.


"waalaikum salam"


jawab ibu Naya dari dalam manyambut kedatangan anak dan teman temannya.


"ayo masuk udah ibu tunggu loh, makanan juga sudah siap santap"


ucap ibu Naya semangat.


"maaf ya bu ngrepotin"


jawab Juna sungkan.


"iya tidak apa apa nak, cuma kamu yang belum makan disini yang lain sudah semua"


ucap ibu Naya santai.


"ayo masuk"


ibu Naya mempersilahkan


mereka makan bersama sambil berbincang bersama bercanda gurau.


selesai makan Juna dan Bagas mengobrol ringan dengan bapak Naya sedangkan Naya dan Tata membantu membereskan bekas piring makan mereka.


"Ta aku mandi dulu ya ta gerah nih"


Naya pamit membersihkan diri.


"iya kak nanti aku numpang mandi ya aku bawa baju soalnya"


jawab Tata.


"ok"


Naya mengacungkan jempolnya.


dab berlalu menuju kamar mandi untuk membersihakan tubuhnya dari keringat.


tiba tiba mertua Naya memanggil dari luar rumah

__ADS_1


"assalamualaikum pak bu"


teriak ibu Ryan.


bapak Naya yang sedang mengobrol bersama Juna dan Bagas diruang tamu pun keluar.


"waalaikum salam ada apa bu Ryan??"


tanya bapak Naya sopan.


"itu pak Naya kemana ditelpon Ryan gak aktif dari kemarin saya kesini karna Ryan uring uringan"


jawab Ibunya Ryan.


"ayo bu masuk dulu gak baik diluar"


ajak bapak Naya


bapak Naya pun memanggil Naya untuk keluar.


ibu Ryan pun masuk kerumah Naya dan kaget melihat Juna dan Bagas berada dirumah Naya.


"waduhh selingkuhannya disini semua"


gumam ibu Ryan dalam hati.


Juna dan Bagas yang tau sikap aslinya mertua Naya pun hanya tersenyum diam saja.


"maaf pak kak Naya nya lagi mandi bentar ya pak??"


ucap Tata keluar memberitahu


"oh ya sudah nanti kalau sudah selesai suruh keluar ya mertuanya datang berkunjung"


bapak Naya berpesan.


"iya pak"


jawab Tata masuk kembali kekamar Naya menunggunya selesai mandi.


"maaf bu silahkan duduk"


bapak Naya mempersilahkan.


"maaf bu mungkin hp Naya rusak atau gimana bu soalnya tadi siang juga saya hubungi tidak aktif"


bapak Naya berbohong.


sebenarnya orang tua Naya tau masalah yang sedang menimpah anak perempuannya tapi mereka tidak akan ikut campur selagi anaknya bisa menyelesaikannya.


"ohhh"


jawab ibu Ryan kikuk


tak lama ibu Naya menyuguhkan teh hangat untuk besannya.


"silahkan diminum bu tehnya"


ucap ibu Naya menemaninya duduk diruang tamu


tak lama Naya selesai mandi


ceklek


Naya keluar dari kamar mandi dan masuk kekamar


"Ta kakak udah selesai sana gantian"


Naya menyuruh mandi.


"ya kak, kak diluar ada nenek sihir mau ketemu kamu"


tata memberitahu


Naya mengerutkan alis bingung


"nenek sihir?? siapa??"


Naya tanya balik.


"mertuamu katanya hp Naya gak aktif si Ryan jadi uring uringan"


Tata memperagakan gerakan mertua Naya.


Naya cekikikan Tata memperakan mertuanya.


"sudah sana mandi ntar kakak keluar ngurusin mertua kakak"


ucap Naya.


"siap komandan aing mandi dulu"


secepat kilat Tata pergi kekamar mandi agar bisa ngepoin temannya dan mertua.


"hmmm males aku debat lagi debat lagi mau sampai kapan begini. lama lama aku stress sendiri"


bentar lah keringin rambut dulu"


ucap Naya mengeringkan rambutnya dengan handuk agar tidak terlalu basah dan menyisirnya.


selesai Naya pun keluar menghampiri mertuanya dengan malas.


"maaf bu lama baru selesai mandi soalnya"


Naya berusaha tersenyum.


"iya gak papa ibu kesini mau tanya hpmu kenapa kok gak aktif dari kemarin si Ryan uring uringan gak bisa telpon kamu"


ucap ibu Ryan berusaha sebaik mungkin agar tidak kelihatan kalau tidak menyukai menantunya.


padahal semua orang tau bahwa mertuanya memang tidak pernah menyukai Naya menantunya.


"maaf bu hp ku mati dari kemarin lupa ngecas dan gak kebawa kerja juga jadi gak bisa dihubungin bu, hp ku masih aku ces tunggu penuh dulu nanti aku hubungi mas Ryan bu"


jawab Naya sopan.


"ohh kirain kenapa gak bisa dihubungi, lain kali kalau suami didarat itu diurusin jangan kerja sama main melulu kerjaannya, suami juga dipikirin. bukan duitnya saja yang dipikirin. ya sudah kalau begitu ibu pulang assalamualaikum"


ibu Ryan menyindir.


"ya bu waalaikum salam ibu pulang sama siapa aku anterin ya bu??


Naya menawarkan.


"tidak usah ibu pulang sendiri"


jawab Ibu Ryan ketus dan berlalu dari rumah Naya berjalan kaki sambil meminta setoran keorang orang yang ngutang.


"astagfirullah"


ucap semua orang yang berada diruang tamu.


huftt


Naya menghela nafas kasar dan menuju kamarnya


"waduhh marah gak tu"


celetuk Bagas Juna menyenggol lengan Bagas agar jangan berkomentar.


"selalu seperti itu mau sampai kapan rumah tangga mereka seperti ini pak?? kadang ibu juga capek lihatnya pak??"


keluh ibu Naya pada suaminya.


Juna dan Bagas hanya menyimak tanpa komentar


"maaf ya nak Bagas nak Juna atas kelakuannya Naya yang tidak sopan"


ucap bapak Naya sungkan.


"tidak apa apa pak namanya juga bumil cuacanya berubah ubah"


Juna berusaha mencairkan suasana.


kedua orang tua Naya hanya tersenyum.


"assalamualaikum eh ada tamu"


Ridwan mengucap salam setelah memarkirkan motornya dihalaman depan rumah dan menyalamu semua orang yang ada diruang tamu.


Juna dan Bagas tersenyum melihat Ridwan


"sudah pulang Wan sana makan dulu"


ucap ibu Naya

__ADS_1


__ADS_2