
walaupun Sukma dan Stela selalu dimanja oleh Juna tetapi apapun keputusan Juna tidak ada yang berani membantahnya
"kamu yakin Ma wanita itu tidak akan bikin malu abangmu??"
Anisa mengompori
"gak tau, tapi kalau dilihat dari foto foto yang mas Juna lihatkan dia gak kampungan banget sih, mbak Stela saja kayaknya deket banget sama perempuan itu"
jawab Sukma
"emang kamu lihat??"
tanya Chika
"cuma lihat difoto sih belum lihat kenyataannya"
jawab Sukma jujur
"itulah"
Anisa menimpali
"kenapa gak kamu suruh kesini saja Ma, kita kerjain sekalian bagaimana nanti reaksinya"
saran Anisa
Juna langsung mengetuk pintu kamar adiknya dan membukanya
"kalau sampai kalian berani ngerjain Naya kalian semua akan tau akibatnya"
ancam Juna dingin dan datar
yang membuat mereka bertiga bergidik Juna langsung pergi dari kamar adiknya dengan membawa kekesalannya
dia tidak terima kalau kekasih hatinya disentuh orang lain
"kamu Nis ada ada saja, aku takut tau samaasku"
keluh Sukma
"ya kan cuma mau ngetes aja Ma perempuan itu pantas enggaknya buat abangmu"
kilah Anisa yang dianggukan Chika
"tau ah aku gak mau ambil resiko"
jawab Sukma kesal
dikamar Juna langsung bergegas mandi dan langsung menghubungi Naya karna seharian setelah masuk kantor Juna belum mendengar suara cengprengnya
panggilan terhubung
"ada apa kak??"
tanya Naya menampakkan wajah cerianya seperti biasa setelah menucapkan salam pada Juna
Juna langsung tersenyum cerah melihat kekasih hatinya memenuhi layar ponselnya
"kangen"
jawab Juna manja
Naya cekikikan suaranya menggelegar memenuhi ruangan kamar Juna yang luas.
"ya allah sejak kapan kak Juna suka mengombal"
celetuk Naya cengengesan
"sejak dipertemuakan lagi denganmu sayang"
jawab Juna santai
"kakak sudah makan??"
tanya Naya
"belum, masih kangen kamu sayang"
jawab Juna
"kak Juna ayolah kakak harus makan teratur biar gak sakit"
ucap Naya
"nanti sayang masih kangen"
rengek Juna
"kak aku butuh kasih sayangmu"
ucap Naya lagi dengan wajah imutnya
"baiklah baiklah kakak akan makan tapi nanti teleponan lagi ya"
pinta Juna
"siap komandan"
jawab Naya hormat cengengesan
Juna tersenyum dan mengakhiri panggilannya dan bergegas menuju meja makan dan tidak menghiraukan adiknya dan teman temannya
"mas kamu marah sama aku, maafkan aku, aku cuma khawatir sama kamu mas"
ucap Sukma setelah selesai makan malam dan masih duduk diruang makan
papa dan mamanya hanya saling memandang satu sama lain
"mas gak marah sama kamu Ma cuma mas minta jangan ganggu Naya mas gak suka, biarkan dia hidup tenang jangan tambah luka dihatinya, jangan sampai dia trauma lagi akan rumah tangganya, butuh perjuangan untuk bisa mendapatkan cintanya, seenggaknya hargailah perjuangan masmu ini"
Juna memberitahu
seketika Sukma dan teman temannya hanya bisa terdiam membisu tidak berani berkata apa apa lagi
dan Juna pun bangkit untuk melanjutkan kangen kangen lewat telepon genggamnya dengan Naya yang sempat tertunda tadi karna harus mengisi perutnya
"kalian ngapain sampai abangmu seperti itu??"
tanya mama Juna mengintrogasi anak gadisnya
Chika dan Anisa hanya terdiam tidak berani berkata kata karna mereka berdua yang mengomporinya
"mama jangan marah ya, aku takut aku kapok ma"
Sukma memohon
"ceritakan dulu perbuatan kalian baru mama putuskan marah tidaknya??"
ucap mama Juna menekan
Sukma menghela nafas dan mulai menceritakannya apa yang tadi ia rencanakan dengan teman temannya
mama Juna mengusap dadanya karna gemes dengan anak muda yang ada didepannya
"pantas saja abangmu begitu kamu pikir masmu itu mudah mendapatkan cintanya?? penuh perjuangan Sukma dari waktu SMA sampai lulus kuliah S2 masmu sempat akan melamarnya tapi gagal karna Naya sudah menikah dengan orang lain hingga dipertemukan kembali dan sampai sekarang baru mendapatkannya, makanya kamu jangan macam macam, biarkan saja masmu lebih tau mana baik mana yang tidak, mengerti??"
tanya mama Juna pada anak gadisnya
Sukma dan teman temannya hanya mengangguk dalam kesunyian diceritakan orang paru baya yang ada didepannya
papa Juna hanya menggeleng gelengkan kepalanya dengan tingkah mereka
diruangan kamar tertutup rapat Juna sedang bermanja manjaan bersama Naya lewat panggilan video
"sayang apa tidak bisa kamu kesini saja??"
pinta Juna
Naya cekikikan dengan tingkah manja Juna
"aku sudah bilang gak bisa ya gak bisa kak"
__ADS_1
jawab Naya karna Juna selalu merengek ingin kekasih hatinya berada disisinya
"apa kakak selalu manja begini?? kata Tata dan Stela kak Juna itu orang yang dingin tapi yang aku lihat kakak orang yang manja"
ucap Naya penasaran
Juna tersenyum
"aku manja hanya sama kamu sayang tidak dengan yang lain"
jawab Juna santai
"jangan manja sama yang lain ya kak?? manjanya sama aku aja"
pinta Naya
"kakak akan selalu manja denganmu, jangan bosen ya??"
ucap Juna menatap lekat wajah Naya diponselnya
Naya cegengesan
"aku juga akan selalu manja sama kamu kak, mungkin aku akan selalu minta apapun yang harus dituruti, apa kak Juna akan selalu menuruti apapun yang aku inginkan??"
tanya Naya
"insyallah kakak akan selalu menuruti apapun yang kamu mau sayang selama kakak sanggup"
jawab Juna pasti
"kak tadi mbak Ella telpon aku ngajakin ke Jakarta"
Naya memberitahu
"jangan turuti"
jawab Juna cepat
"kalau kamu ingin ke sini bilang kakak biar kakak yang jemput kamu dari rumah dan meminta izin ke ibu dan bapak"
pinta Juna
"ok deh aku akan nurut"
jawab Naya tersenyum
Juna pun ikut tersenyum dan mereka pun mengobrol bercanda bersama sampai Naya ketiduran seperti biasanya dan Juna pun mematikan ponselnya karna sudah memastikan kekasih hatinya tertidur pulas
Juna pun memutuskan istirahat untuk menyambut hari esok
Juna disibukkan dengan pekerjaannya bisnis luar kota luar negeri sampai tidak terasa sebulan lebih
tanggal pernikahan Juna dan Naya ditetapkan tiga bulan kedepan paling cepat oleh ibunya setelah meminta hari baiknya kepada orang sesepuh yang tau tentang primbon jawa
Juna berencana dan sudah memberitahu Naya untuk melamarnya secara resmi dan sekalian bertunangan sebagai tanda ikatan agar Naya tidak diganggu orang lain karna status singlenya setelah mengunjungi Malik dipesantren bersama dengan keluarganya
dan kali ini keluarga Juna pun ikut mengunjungi calon cucu sambungnya
"dimana Malik mbak??"
tanya Stela celingak celinguk penasaran dengan anak Naya
"bentar masih dimintain izin sama masmu Stel"
jawab Naya ikut celingukan
"mas Juna mana mbak?? kok gak ada??"
tanya Stela lagi yang tidak melihat keberadaan sang kakak
"lagi dikantor pengerus Stel minta izin bertemu Malik"
jawab Naya lagi
semua orang tua sudah berada dihalaman pondok dan duduk selonjoran disana Naya dan Stela pun ikut menghampirinya karna menunggu Juna dan Malik tak kunjung kelihatan
"bu Naya Malik sekarang kelas berapa??"
" mau kelas dua bu Juna"
jawab ibu Naya tersenyum
"masih kecil ya bu?? mondok sejak umur berapa bu??"
tanya ibu Juna lagi
"masuk kelas satu bu masuk mondok, Maliknya merengek ingin mondok biar jadi anak sholeh katanya"
jawab ibu Naya cengengesan kala teringat cucunya waktu merenget menangis
"masyallah pinternya cucuku, semoga menjadi anak yang sholeh bu"
ibu Juna mendoakan
"aminnn"
dijawab semua orang yang berada disitu
tidak lama Juna dan Malik datang sambil beegandengan tangan tersenyum ceria seperti anak dan ayah
Naya yang melihatnya tidak terasa menetikkan air matanya melihat keceriaan anak laki lakinya ia sempat membayangkan mereka keluarga kecil bahagia
"umi"
teriak Malik berlari kecil bersama Juna
Naya merentangkan tangannya untuk memeluk anak laki lakinya
"anak sholeh umi apa kabar sayang??"
ucap Naya setelah melepaskan pelukannya membelai lembut kepala anaknya
"alhamdulillah sehat umi, umi apa kabar sehatkan??"
tanya Malik memegang kedua pipi sang ibu
"umi sehat sekali"
jawab Naya
"alhamdulillah"
Malik menimpali dan berlanjut menyalami semua orang yang ikut menjenguknya
"halo anak sholeh"
sapa Stela
"halo tante cantik, masyallah tante cantik sekali"
puji Malik tersenyum ceria
"terima kasih sayang, Malik juga ganteng sekali"
jawab Stela membelai lembut kepala Malik
"terima kasih tante cantik, tapi gantengan mana tan?? Malik apa om Juna??"
tanya Malik mengedip ngedipkan matanya
membuat Stela gemas
"hmm"
Stela pura pura berfikir sambil melirik Naya dan Juna
"tante ayo gantengan mana??"
tanya Malik lagi sambil cengengesan
"gantengan Malik, Malik ganteng dan manis"
__ADS_1
puji Stela mencubit hidung Malik
"terima kasih tante cantik"
jawab Malik tangannya ditempelkan dipipi Stela setelah ia tempelkan kebibir munyilnya
"apa ini??"
protes Stela
"karna bukan mahram jadi lewat tangan saja gak papa ya tante"
jawab Malik cengengesan tanpa dosa
yang lain tertawa melihat tingkah Malik
mereka makan bersama dihalaman pondok sambil mengobrol ringan canda dan tawa
"umi belum lama ini abi datang mengunjungi Malik umi"
Malik membertahu
degg
hati Naya seketika merinding mendengar mantan suaminya mengunjungi anaknya
Juna yang sudah tau hanya diam saja karna Juna diam diam menyuruh orang untuk memantau Malik, ia juga takut Malik yang ia sayangi diambil Ryan walaupun Juna sadar Ryan ayah kandungnya
"o oh ya sayang??"
ucap Naya gugup
"ya umi tapi kenapa umi tidak ikut?? abi kesini bersama mbah Jum mi, umi tau mbah Jum bilang katanya umi pisah sama abi, bagaimana sih mbah Jum itu umi kan memang selalu pisah abi merantau diluar negri sedangkan umi dirumah, ya kan mi??"
tanya Malik dengan polosnya
Naya hanya mengangguk tanpa berkata apa apa keringat dingin bercucuran karna ia gelisah dan bingung harus mengatakan apa dengan anaknya
"Nay kamu tenang saja kakak sudah mengatasi semuanya kamu jangan khawatir ya sayang"
bisik Juna pelan ia tau melihat kegelisahan yang melanda Naya
"a abi bi bilang apa sayang??"
tanya Naya terbata dan penasaran ia takut Ryan pun ikut berkata yang tidak baik berkata yang sulit untuk dicerna anak kecil
"abi cuma bilang, umi lagi demam jadi gak bisa ikut gitu kata abi, umi sudah sembuh kan??"
tanya Malik meletakkan tangannya dikening Naya wajahnya terlihat mengkhawatirkan sang ibu
seketika Naya menangis memeluk anaknya dengan erat ia bingung harus menjelaskan dari mana tentang perpisahannya dengan ayah kandung anaknya
yang hanya menatap pasrah dengan melihat adegan tersebut
"umi sudah sembuh sayang, ini umi sudah tidak demam lagi kan??"
ucap Naya memberitahu meletakkan kembali tangan anaknya dikeningnya
Malik tersenyum dan mengangguk
"umi jangan nangis lah masak umi sudah tua masih cengeng kan malu, jelek juga, hilangkan jadinya wajah cantik umi kalau nangi gini"
Malik menghibur sambil menghapus air mata uminya menggunakan lengan kemejanya yang kepanjangan sedikit
Naya hanya tertawa terharu dalam tangisannya melihat anaknya sangat perhatian
kemudian Malik berceloteh tentang aktifitasnya dipesantren bersama teman temannya yang mendengarkan sesekali tertawa kala cerita Malik ada yang lucu ditambah Malik lucu dan menggemaskan
setelah sholat magrib berjamaah dipesantren rombongan Juna Naya pamit dengan Malik
setelah memastikan Malik didampiri salah satu pengurus dan masuk kedalam pesantren mobil Juna meninggalkan kediaman pondok pesantren
Juna memutuskan mengajak menginap divilla miliknya yang terletak agak jau dari pesantren setelah menuju perjalanan kurang lebih dua jam mobil Juna sudah sampai divilla tersebut
dan mereka pun turun
Stela membangunkan Naya yang masih tertidur
"mbak bangun udah sampai ayo turun"
ucap Stela
"udah sampai mana Stel??"
tanya Naya memgedip ngedipkan matanya yang masih susah untuk terbuka
"divilla milik mas Juna mbak, ayo bangun kita mandi dan istirahat disini malam ini, besok baru kita pulang ke asal kita"
Stela memberitahu
mata Naya membulat mendengar kata milik Juna
"udah sadar ayo turun"
Stela menuntun Naya yang masih terbengong bengong
"ibu dan bapak istirahat dikamar ini ya pak bu??"
Juna memberitahu dan menunjukkannya ke orang tua Naya
"bu aku dan mbak Naya sekarang ya??"
pinta Stela pada ibunya
"iya sana masuk mandi lalu istirahat"
ibu Juna mengingatkan beruntung mereka sudah makan malam dijalan jadi setelah sampai villa tinggal mandi dan istirahat
"Wan kamu sama aku ya??"
pinta Juna
"siappp"
jawab Ridwan
Naya masih terbengong mencerna dengan semua yang ia lihat
Juna yang menyadari ekpresi bingung Naya pun menghela nafas
"sayang kamu mandi dulu gihh, setelah itu kakak jelaskan"
ucap Juna lembut
Naya hanya diam saja dan masuk kekamar bersama Stela untuk bergantian membersihkan tubunya dari keringat
selesai mandi Naya masih terdiam mencerna semuanya Stela hanya memandangnya saja ia sengaja menyuruh Naya mandi terlebih dulu agar Naya tidak terlalu lama dalam kebingungannya sendiri
Juna yang mandi terlebih dahulu pun menghampiri Naya kekamarnya
tok tok tok
Juna mengetuk pintu kamar Naya dan Stela
karna Stela yang belum masuk kamar mandi dan mendapati Naya masih terdiam membisu seperti orang kehilangan arah pun akhirnya membukakan pintu untuk kakaknya
"mau diluar apa didalam??"
tanya Stela pada Juna
Stela yang peka akan masalah kakaknya pun tanpa basa basi
"diruangan kerja mas saja"
jawab Juna dan langsung memanggil Naya dan menuntunnya karna Naya masih terdiam mematung
ceklek
Juna mengunci pintu ruang kerjanya setelah mereka berdua masuk
"Nay maafkan kakak bukan bermaksud untuk membohongimu sayang, kakak ingin menjelaskannya ke kamu tapi menunggu waktu yang pas Nay"
__ADS_1
ucap Juna memberitahu masih dengan nada lembut