Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
jadi rindu


__ADS_3

Naya langsung menyamili mama dan ibu Juna dengan mencium punggung tangannya dan memeluknya tidak lupa ia memeluk kedua adik Juna dengan ceria


"maaf ya bu ma lama"


ucap Naya cengengesan


"tidak apa apa sayang, kamu itu ya jangan kayak tadi lari larian"


tegur ibu Juna


Naya mengangguk tersenyum


"iya bu maaf"


jawab Naya cengengesan


"ayo kita mulai belanja"


ajak Juna kemudian mereka berbelanja berbagai macam perlengkapan untuk acara pertunagan Juna dan Naya dari yang kecil sampai besar Juna tidak mau kekurangan apapun untuk calon istrinya


"kak kayaknya belanjanya kebanyakan deh ini, kenapa kak Juna pemborosan banget sih sayangkan uanya bisa buat yang lain, aku gak mau kakak menghambur hamburkan uang seenak jidat ya"


Naya mengomel Juna dan yang lainnya hanya tersenyum mendengarkan omelan Naya


"kita makan dulu sayang"


ucap Juna sambil menenteng banyak belanjaan yang dibantu papa dan bapak Juna yang menyusul sedang para ladies hanya berjalan santai sambil belanja sesuka hati


"kak aku bantuin ya susah kakak bawanya"


Naya menawarkan


"jangan sayang biarkan para bapak bapak dan kakak saja yang bawa ya"


tolak Juna lembut


"udah Nay biarkan aja udah biasa kok para suami yang selalu bawa belanjaannya, mulai sekarang harus dibiasakan"


mama Juna memberitahu


"mbak biarkan sajalah, kamu daritadi protes terus"


tegur Stela


"kasian Stel masmu bawa belanjaan sebanyak itu, kalau bisa sama sama bawa kenapa harus kerepotan sendiri, aku gak tega"


ucap Naya mengkhawatirkan Juna dan para orang tua


"gak papa sayang kalau kakak membiarkan kamu yang bawa mala lebih gak tega sayang, kakak gak mau kamu kenapa napa, gak usah sedih ya?? bawa belanjaan segini tidak akan membuat kakak sakit ok"


jawab Juna lembut penuh perhatian


Naya hanya mengangguk pada akhirnya


tidak lama mereka sampai diresto yang elit dalam moll tersebut


para ibu ibu langsung duduk ditempat Stela dan Sukma menarik tangan Naya agar ikut duduk bersamanya


Juna dengan cepat memanggil pelayan untuk memberikan menunya


Juna dan para orang tua memesan begitu banyak makanan dan menunggu sambil mengobrol


Naya asik mengobrol dengan Sukma dan Stela Juna merasa dikacangin ia menarik narik ujung baju Naya memberi kode untuknya mengajak mengobrol tapi Naya mala tidak menggubrisnya ia tetap asik bercanda dengan dua adik Juna


saat Naya mendapati wajah cemberut Juna akhirnya Naya pun mengakhiri dengan adiknya dan beralih ke calon suaminya


"kak Juna??"


panggil Naya menoel noel pipi Juna


Juna hanya diam saja tidak menghiraukan panggilan Naya


Naya langsung membenamkan kepalanya didada Juna dengan manja membuat Juna tersenyum kembali Kepala Naya mendongak keatas menatap wajah tampan Juna


"maafkan aku, aku juga butuh pendekatan dengan adik adikmu jadi maklumi saja ya kak??"


ucap Naya manja


"ada syaratnya"


tawar Juna


"apa??"


tanya Naya masih didada Juna tanpa malu dengan keluarga Juna


"cium aku sedikit saja"


pinta Juna


"yakin?? didepan banyak orang?? mau bablas lagi?? aku berani nekat lohh"


ucap Naya dengan santainya


"tidak terima kasih gak jadi saja"


jawab Juna kemudian


Naya cekikikan melihat Juna ketakutan


tidak lama makanan yang dipesan datang semua orang menikmati hidangan dengan lahap sambil mengobrol bercanda bersama


setelah menyelesaikan ajang mengisi perut mereka melanjutkan perjalanan belanja kembali yang belum selesai


"masih belanja lagi??"


tanya Naya heran


"ya sayang belum selesai masih ada yang kurang"


jawab mama Juna


"kamu capek sayang??"


tanya Juna


"gak sih, cuma masak masih kurang yang tadi udah banyak banget gitu"


protes Naya


"udah mbak yang penting belanja"


celetuk Sukma yang sudah mulai dekat dengan Naya


"iyain aja deh"


jawab Naya


"ayo"


ajak mama dan ibu Juna menarik tangan Naya


selesai belanja Naya masih diajak kesalon untuk perawatan diri


"ayo masuk nak"


ajak ibu Juna masuk kedalam salon


"ayo mbak, udah deh"


Stela ikut menarik lengan Naya Juna dan papa bapaknya hanya mengikutinya dibelakang seperti pengawal


"mbak biasa ya"


ucap ibu Juna sudah biasa berlangganan


"kalau yang ini bu??"


tanya manager salon menunjuk ke Naya


"semuanya mbak"


yang menjawab Juna


Naya pun ditarik kedalam ruangan facial dan lulur


disana Naya mendapatkan perawatan luluran seluruh badan berendam air hangat sauna facial sampai creambat mani padicure hingga Naya kadang tertidur terbangun kembali tertidur lagi


Juna dan kedua orang tuannya menunggu dengan setia tanpa keluhan apapun


selesai perawatan para wanita keluar dengan wajah cerianya yang disambut tersenyum hangat para suami kecuali Stela dan Sukma memang tidak hadir pasangannya


"enak sayang??"


tanya Juna tersenyum lembut


"ya kak aku sampai ketiduran terus tadi hihihi"


jawab Naya cekikikan


"aku juga mbak ketiduran berkali kali"

__ADS_1


Sukma menimpali tertawa


"kapan kapan kita kesini lagi buat perawatan rutin"


ajak ibu Juna


"siap bu"


jawab Stela


"ibu sering perawatan??"


tanya Naya penasaran


"iyalah Nay kalau tidak perawatan mana cantik ibu ini diusia yang sudah tua ini"


jawab ibu Juna santai


"pantas ibu masih cantik dan imut imut gitu"


puji Naya


"amit amit mbak, udah tua masih aja keganjengan pewatan"


Stela meledek ibunya


"kualat kamu ya sama ibu snediri kayak gitu"


ucap ibu Juna mencubit hidung anak gadisnya


dan semua orang tertawa bersama


mereka berpisah dimobil masing masing ibu Juna bersama suaminya Stela sendiri berangkat dari kantor mama dan papanya bersama Sukma anak perempuannya sedangkan Juna bersama Naya mengantarkannya pulang kerumah orang tuanya


"kak itu beneran yang tadi buat acara pertunagan kita??"


tanya Naya memastikan lagi


"iya sayang karna punya yang lain sudah pesan semua termasuk gaun kita dan keluarga kamu"


jawab Juna memberitahu


"apa?? keluargaku juga??"


tanya Naya memastikan


Juna mengangguk tersenyum


"iya sayangku"


jawab Juna mencubit bibir seksi Naya dengan gemas


"gak usah cubit cubit bibirku, nanti khilaf, aku cium kamu baru yaho kamu kak"


protes Naya cengengesan


Juna tersenyum


"nanti saja kalau sudah halal kamu bebas melakukan apapun yang kamu mau terhadap kakak sayang"


Juna bergurau


tidak lama Naya sampai rumahnya dan Juna pun langsung pamit kepada ibu Naya dan kembali kekantor


**


selesai berbelanja Bagas dan Intan pun langsung pulang kerumahnya diantar Bagas untuk mempersiapkan acara pertunangannya


"acaranya tinggal beberapa hari lagi sayang kamu harus banyak istirahat ya mas gak mau kamu pucat diacara nanti, mas ingin kamu cantik seperti bidadari surgaku"


ocehan Bagas


"siap mas, padahal aku gak papa loh mas langsung nikah gak usah pake pertunangan segala"


ucap Intan


"gak papa sayang, pernikahan kita kan masih dua bulan lebih, mas gak mau nanti ada yang gangguin kamu, lebih baik kita bertunangan dulu agar kita sudah punya ikatan, kalau mas sudah mengikatmu itu tandanya kamu milikku walaupun belum halal jadi gak akan ada yang berani melamarmu"


jawab Bagas panjang kali lebar


"lama lama kamu mirip Naya ya mas, cerewet"


ledek Intan tertawa teringat kecerewetan temannya


"sebenarnya mas cerewet orangnya Tan karna masa lalu mas yang suram mas jadi seperti ini, semenjak bertemu Naya dan kamu sedikit demi sedikit mas jadi kembali seperti dulu, semoga nasib mas gak sama lagi ya??"


ucap Bagas parau mengingat nasib rumah tangganya yang dulu


Intan mengaminkan


tidak lama mobil Bagas memasuki halaman rumah Intan dan Bagas pun langsung pamit kembali kekantornya


"kak jadikan bantuin aku bikin parsel dirumah"


tanya Tata dalam panggilan video


"jadilah masak gak jadi"


jawab Naya sambil berguling guling diatas kasurnya


"sepi kak gak ada kamu, kenapa pada pergi semua sih aku kan jadi kesepian"


keluh Tata cemberut


"sabar sayang siapa suruh tunangan barengan nanti juag pas nikahan juga barengan pasti kamu bakalan kesepian sayangku karna kak Juna pasti gak akan biarin aku masuk kerja, tau sendirilah sifatnya seperti apa"


ucap Naya cengengesan


"hahhh aku akan kesepian berkelanjutan kak"


keluh Tata mengehala nafas


"sudah ahhh mau istirahat aku capek diajak belanja ngalor ngidul sama kak Juna Ta, padahal tadi udah ngorok disalon juga tapi gak taulah capek perjalanan"


Naya bercerita


"ok deh, selamat beristirahat kak, jangan lupa besok kerumah ya"


Tata mengingatkan


"siap nona"


jawab Naya cengengesan lalu menutup telepon setelah mengucap salam


***


keesokan harinya sesuai janji Naya datang berkunjung kerumah orang tua Bagas bersama Juna ikut membantu membuat parselan dari kain


"masyallah kak imut banget bentuknya"


puji Naya pada karya Juna


"kamu suka??"


tanya Juna lembut


Naya mengangguk senang


"kayaknya aku gak rela deh kasih mbak Intan terlalu imut tapi bagaimana lagi ini untuk mbak Intan"


jawab Naya memegang karya Juna yang berbentuk kelinci dan panda


"nanti kakak akan bikin berbagai macam bentuk kalau kamu suka untuk acara kita sayang"


ucap Juna lembut gemas melihat keimutan Naya


Naya mengangguk senang


sampai sore Naya dan Juna membantu membuat parsel


"pulang dulu ya Gas lanjut besok untuk buah buahannya"


pamit Juna


"ok deh lanjutin besok thank ya Jun"


ucap Bagas lalu Juna dan Naya berpamitan pada ibu Bagas


"bu Juna dan Naya pulang dulu ya bu"


pamit Juna


"iya nak hati hati dijalan ya jangan lupa besok malam acaranya"


ibu Bagas mengingatkan


"iya bu"


jawab Juna dan Naya bersamaan lalu pulang setelah mencium punggung tangan ibu Bagas dan pamitan ke Tata


Juna mengantar pulang Naya dan mengobrol sebentar dengan orang tua Naya

__ADS_1


"apa sudah selesai disana Jun kok sudah pulang saja"


ucap bapak Naya


"alhamdulillah sudah pak tinggal parsel buah dan jajanan lain saja untu besok"


jawab Juna sopan


"oh alhamdulillah kalau begitu, semoga acaranya diberikan kelancaran ya nak"


bapak Naya mendoakan


"aminnn, doakan pak"


jawab Juna sopan


tidak lama mereka mendengar suara adzan magrib berkumandang Juna dan bapak Juna pun menuju ke moshola kampung sedangkan Naya dan ibunya menunaikan sholat magrib dirumah


selesai sholat magrib Juna pamit pulang kerumah ibunya


sampai rumah Juna langsung menuju kamar mandi membersihkan tubuhnya dari keringat seharian


selesai semuanya Juna langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi kekasih hatinya


panggilan terhubung


"assalamualaikum sayang"


ucap Naya tersenyum memenuhi posel Juna


"waalaikum salam sayangku, lagi apa??"


tanya Juna tersenyum lembut


"lagi rebahan kak, kakak lagi apa?? udah makan??"


Naya bertanya balik


"belum nanti sajalah masih kangen, daritadi kamu sibuk terus kakak jadi rindu"


gombal Juna


"prett ah kakak saja daritadi sibuk, katain aku sibuk, kita kan sama sama sibuk kak"


protes Naya


Juna tersenyum


"maaf sayang kakak sibuk sendiri"


ucap Juna


"ya ya ya ya ya"


jawab Naya cuek"


"masyallah cintaku sayangku darlingku i love you sak lempohe jangan ngambek ya, bidadari surgaku"


rayu Juna


"tau ahh makan sana kak, aku gak mau ya kakak sakit"


ucap Naya


"temani"


pinta Juna


"baiklah cintaku"


jawab Naya cengengesan dan Juna pun langsung menuju meja makan dan mengambil piring beserta alat alatnya dan mengambil nasi lauk pauknya


Naya hanya memperhatikan Juna dari layar ponselnya


"istrinya kamana bang kok makan sendirian??"


ledek Naya cengengesan saat Juna menyatap sendirian


" lagi dirumah emaknya neng"


jawab Juna lalu menyuap nasinya


"duhhh makkkk gantengnya calon imamku, lagi makan mangap aja ganteng bingit, meleleh aku bang"


gurau Naya cekikikan


Juna tertawa dengan tingkah Naya ditambah Naya dengan santainya tanpa rasa malu bergulang guling guling diatas kasurnya


"siapa itu mas kok guling guling gitu??"


tanya Sukma penasaran yang kebetulan lewat


"Naya adikku sayang"


jawab Juna


"ya allah ada ya orang kayak gitu pede banget"


celetuk Sukma


"biasa begitu orangnya"


jawab Juna tersenyum


"halo Sukma lagi apa??"


tanya Naya berhenti berguling


"mau ambil air mbak mala lihat mbak begituan"


jawab Sukma heran dengan kelakuan Naya


Naya tertawa


hahahaha


"gak papa Ma, gabut banget soalnya hehehe"


Naya cengengesan


"kaluar yuk mbak , ke cafe atau nongkrong kemana gitu??"


ajak Sukma


"gak ahh nanti masmu ceramah hihihi"


jawab Naya cekikikan


"masku mah emang gitu aku saja tiap kali keluar kalau dia tau pulang langsung ceramah panjang kali lebar"


ucap Sukma memberitahu


Naya cekikikan dengan laporan Sukma


"ya begitulah Sukma, berarti masmu sayang banget sama kamu"


Naya membela Juna


"iya sih tapi dia itu dingin banget mbak sama aku walaupun suka negur aku tapi dia mahal senyumnya mbak kadang saja aku takut sama dia"


Sukma memberitahu


"masak sih Ma??"


tanya Naya penasaran


"iya mbak tapi semenjak sama kamu masku itu jadi murah senyum, aku senang mbak"


Sukma mengungkapkan


Juna hanya diam saja mendengar percakapan adik dan calon istrinya


"kamu itu ya adik tak ada akhlak jelek jelekin masmu pada calon istri mas, didepan mas lagi"


Juna pura pura merajuk


Sukma garuk garuk kepala yang tidak gatal


Naya tertawa


hahahaha


"maaf mas habisnya mas datar banget sih kalau lihat manusia kayak lihat demit saja dingin kayak es batu"


jawab Sukma lalu kabur takut kena semprot kakaknya


Naya tertawa dengan kelakuan calon adik iparnya tersebut Juna hanya tersenyum melihat Naya tertawa ceria


"kak kenapa aku gak pernah lihat muka kakak yang datar dan dingin kak?? kata mereka kakak itu dingin dan datar tapi aku gak pernah lihat ekpresi itu"


tanya Naya penasaran

__ADS_1


__ADS_2