
"Nay kamu perawatan gak??"
tanya Intan penasaran
"maksudnya??"
Naya bingung
"gini Nay kita kan mau nikah, perlu perawatan gak??"
Intan menjelaskan
"perlu dong Tan masak gak, iya kan sayang??"
Juna yang menjawab Naya memicingkan matanya ke Juna
Juna hanya cengengesan menanggapinya
"mbak mau perawatan??"
tanya Naya
"kalau kamu mau, aku juga mau biar ada temannya gitu"
jawab Intan
"kak gimana??"
Naya meminta pendapat Juna
Juna hanya mengangguk terseyum menyetujui
"ok, kita ajak Stela juga biar rame"
Naya memberi saran
"aku gimana kak??"
protes Tata
"ya ikut lah masak gak ikut, nanti aku telpon Stela, dia pasti tau salon yang bagus"
ucap Naya yang dianggukan Intan dan Tata
"alamat Jun, emang bener benar calon bini lu suka bikin kantong kering untung kaya coba kalau kismis"
bisik Bagas
Juna terkekeh
"resiko punya calon istri karakter dia Gas selalu setia kawan"
jawab Juna ikut berbisik
"bentar lagi emak lu juga bakalan ikut, pasti itu"
bisik Bagas lagi yang dianggukan Juna cekikikan
"bisik bisik tetangga, apaan tu?? heran deh kayak bapak bapak aja"
protes Naya agak kesal
"kan emang bentar lagi akan jadi bapak bapak sayang"
jawab Juna menjawil dagu Naya
"pret ahh, udah sana kalau mau ngerumpi, emak emak juga lagi mau jualan kacang"
usir Naya
"emang kita mau jualan kacang Nay kan kita mau nikah?? masak jualan kacang??"
tanya Intan bingung dengan bahasa Naya yang unik
Tata dan yang lainnya terkekeh melihat Intan kebingungan
"sayang jangan kaget dengan bahasa Naya, maksudnya jualan kacang ya ngrumpi atau ghibah"
Bagas menjelaskan
"oala kamu itu ya Nay bener bener deh aku bingung apa maksudnya"
jawab Intan cekikikan
Naya hanya cengengesan menanggapinya
setelah membahas salon yang akan mereka kunjungi mulai besok Naya dan Juna pamit pulang karna hari sudah sore
"sayang bener besok mau nyalo??"
tanya Juna memastikan
"kalau kakak izinin ya berangkat kalau gak ya sudah dirumah rebahan lagi dan lagi"
jawab Naya santai
"emang umi mau kemana??"
tanya Malik penasaran
"kesalon biar umi cantik"
jawab Naya
"sok cantik kesalon segala"
cibir Malik
Juna tertawa mendengar cibiran Malik pada ibunya
Naya langsung memicingkan matanya ke Juna menatap tajam calon suaminya yang sebenarnya menutup rasa malu karna cibiran sang anak
Juna langsung terdiam tidak berani mengeluarkan suaranya, ia pikir Naya marah karna ia menertawakannya
"maaf sayang"
sesal Juna
hahahhaha
Naya mala tertawa melihat tampang Juna yang seperti suami suami takut istri
"umi kalau tertawa itu mulutnya ditutup bukan mala menganga begitu gak sopan, om Juna juga, diingat itu"
tegur Malik yang membuat Juna dan Naya kikuk merasa tertampar
"mati aku kak dinasehati anak sendiri rasanya tu mak jleb kak"
bisik Naya pada Juna
"he'em, kakak Juna sayang, kita harus jaga sikap didepan Malik, apa lagi kamu yang suka bar bar dan semboro didepan orang"
Juna mengingatkan
"akan aku usahakan kak"
jawab Naya cengengesan
Juna tersenyum
"lagi pada ngapain sih umi om Juna bisik bisik gak jelas"
Malik mengoceh
"oh my gimana bisa aku punya anak modelan kayak gini"
keluh Naya
Juna terkekeh mendengar keluhan Naya
"kata umi mau ke Indomaret dulu bentar gitu sayang, Malik mau jajan tidak sayang??"
kilah Juna mengalihkan pembicaraan
"mau om, Malik mau jajan yang banyak ya om, mau es cream juga"
pinta Malik
"siap komandan laksanakan, kita cari Indomaretnya dulu ya sayang??"
ucap Juna lembut
Malik mengangguk semangat
Juna pun melajukan mobilnya dengan pelan sambil mencari indomaret terdekat
**
jam kerja tertelah usai
"sayang besok aku mau kesalon sama mbak Naya dan yang lainya"
Stela memberitahu Adam akan acaranya esok hari
"ya sudah, ini mau langsung pulang apa gimana??"
__ADS_1
tanya Adam
"langsung pulang sajalah"
jawab Stela
"kapan mau lamar aku Yang??"
lanjut Stela
"tiga hari lagi sayang, tadi malam mas sudah bicarakan ini dengan keluarga, dan mereka setuju jadi mas sekeluarga akan berkunjung kerumahmu untuk melamar dikau adinda ku"
rayu Adam
"hemmm gombalnya, ya sudah nanti aku ngomong sama ibu bapak tentang kita"
jawab Stela tersenyum bahagia
tidak lama mobil Adam dan Stela sampai dipekarangan rumah orang tua Stela
"boleh mas mampir bentar untuk sekedar menyapa ibu atau bapak sayang??"
ucap Adam turun dari mobil bersama Stela
Stela mengangguk mengiyakan
"bu Lastri ibu dirumah??"
tanya Stela pada asisten rumah tangganya yang kebetulan lewat
"ibu pergi mbak bersama bapak satu jam yang lalu, tapi bu Lastri tidak tau perginya kemana soalnya gak ibu gak bilang tadi"
jawab bu Lastri memberitahu
"ok bu terima kasih"
ucap Stela
"iya mbak sama sama"
jawab bu Lastri lalu pamit undur diri
"Yang beliau tidak ada dirumah, gimana?? mampir bentar??"
Stela menawarkan
"langsung pulang sajalah yang, nanti kamu saja yang bilang pada ibu, nanti mama Juga aku suruh hubungi ibu memberitahu akan kedatangan kami lusa ya"
Adam memberitahu yang dianggukin Stela lalu pamit pulang kerumahnya
**
"ma kapan kita ke Semarang ma?? aku ingin kesana?? ini mbak Stela ngasih tau aku katanya besok mereka pada mau kesalon rame rame pasti seru ma"
rengek Sukma sambil menyodorkan ponsel ke mamanya
"nanti juga kesana Ma saat nikahan mas Bagas kita sudah disana sampai pernikahan masmu"
mama Juna memberitahu
"kesana sekarang aja ya ma?? minta mas Juna jemput kita"
Sukma masih merengek
"kasian papamu sayang, nanti saja ya?? papa masih banyak kerjaan"
mama Juna memberitahu dengan lembut
Sukam membuka mulutnya ingin merengek kembali tapi sudah kena teguran dari mamanya
"Sukma nurut ya nak?? sabar nanti kita nyalon sama sama disana ya??"
ucap mama Juna
"baiklah"
jawab Sukma cemberut ia kembali kekamarnya dengan bibir manyun
mama Juna hanya menggeleng dengan tingkah anak gadisnya tersebut
setelah Stela memberitahu akan kedatangan tamu lusa keluarga Adam datang melamar tidak lama ibu Juna memutuskan untuk memberitahu Risma mama sambung Juna
panggilan terhubung
"halo mbak assalamualaikum"
ucap Risma
"waalaikum salam Ris ini aku mau kasih tau lusa Stela akan dilamar sama pacarnya kalian sekeluarga datang kesini ya?? tadi sore pak lagi acara aku ketemu dengan keluarga Adam beliau memberitahukan akan kedatangannya"
"ya mbak ok nanti aku kasih tau mas Wijaya mbak , pantas Sukma merengek kayak anak kecil ternyata akan ada acara toh"
jawab mama Juna
"Sukma merengek kenapa Ris??"
tanya ibu Juna penasaran
"itu besok katanya pada mau nyalon Stela Naya dan teman teman yang lain, gitu katanya mbak, si Sukma iri pengen ikut"
mama Juna memberitahu
"oala ya tadi Stela sempat cerita, ya sudah kalian datang pagi aja terus nyalon ramai ramai, kasih tau mas Jaya dulu ya Ris?? nanti mbak atau Juna jemput dibandara"
ucap ibu Juna
"siap mbak"
jawab mama Juna lalu memantikan teleponnya setelah mengucap salam
setelah Risma memberitahukan kabar gembira pada suaminya akhirnya mereka memutuskan untuk kesana sehari sebelum acara
"Jun kamu yang jemput mamamu ya??"
perinta ibu Juna
"siap bu, Juna sekalian jemput Naya ya bu?? kesalonnya agak sorean aja, biar papa sekeluarga istorahat dulu, nanti Juna yang beritahu pihak salonnya"
Juna memberitahu
"ya terserah kamu saja"
jawab ibu Juna lalu Juna pun pamit menjemput Naya dan keluarga papanya
sampai rumah orang tua Naya Juna pun meminta izin membawa anak adisnya serta cucunya
"sayang jemput papa dulu ya dibandara"
ucap Juna ditengah perjalanan
"ok"
jawab Naya nyengir
Juna langsung menunjukkan tampang cemberutnya
"kenapa?? kok manyun gitu?? gak seneng keluarga datang kak??"
tanya Naya bingung ia tidak peka dengan maksud Juna yang akan selalu dikacangin Naya kala Naya sedang berkumpul dengan keluarga besarnya
"gimana gak mau manyun gambaran kamu bakal nyuekin kakak sudah sangat jelas nantinya"
Juna merajuk
"ya salam, jangan cemburu dengab keluarga sendiri kak, gak baik?? aku juga kan ingin dekat dengan keluarga besar kakak gimana sih, kalau aku diam saja takutnya aku dikatain sombong terus nanti kakak sendiri yang malu dan akhirnya kakak kecewa, aku gak mau kakak kecewa"
Naya menjelaskan panjang kali lebar kali persegi
"tapi pasti mereka juga selalu gak ngasih cela atay waktu buat kamu sama kakak Nay, kakak jadi kesepian, kakak kangen sayang??"
Juna masih merengek
"om Juna kayak Malik saja sih manja manja jabay"
cibir Malik sambil menirukan gerakan ibunya
Juna melotot kaget melihat tingkah Malik calon anak sambungnya
Naya cekikikan melihat Juna dicibir anaknya
"Malik sayang gerakanmu kok yow mirip umimu sih??"
ucap Juna pada Malik
"ya jelas mirip lah om orang aku anaknya gimana sih om Juna ini gak jelas banget deh"
jawab Malik
"ya allah inilah resikoku beli satu gratis satu"
gumam Juna Naya terkekeh mendengar gumaman Juna
"sabar kak, resiko resiko"
bisik Naya cekikikan yang dicengiri Juna
__ADS_1
"om kita mau kemana??"
tanya Malik penasaran
"kita ke Bandara sayang jemput oma sama opa sekeluaga"
Juna memberitahu menoleh sekilas ke Malik duduk dibelakang lalu fokus menyetir kembali
"bisa lihat pesawat dong om?? Juna boleh lihat pesawat sebentar tidak om??"
tanya Malik
"boleh dong, mau masuk atau naik juga boleh"
ucap Juna lembut
"asik aku mau om, tapi kalau naik mau kemana om??"
tanya Malik bingung
"terserah Malik sayng kamu inginnya kemana??"
Juna bertanya balik
"Malik juga bingung om"
jawab Malik cengengesan
Juna terkekeh
"hmmm ke jogja pulang kepondok bisa?? mau kerumah om Juna yanga dada dijakarta juga bisa?? atau mau jalan jalan sesuai keinginan Malik juga bisa?? kemana saja bisa sayang"
ucap Juna tersenyum
"bisa kemana aja om??"
tanya Malik menyakinkan
Juna mengangguk pasti senyuman Malik mengembang sempurna sampai berdiri sambil joget kejedot atap mobil karna ia lupa masih berada didalam mobil
dukk
Juna langsung menghentikan mobilnya dan turun langsung pindah menghampiri Malik dan memeriksanya
"sakit"
Malik mengadu
"mana yang sakit sayang??"
tanya Juna sambil memeriksa bagian kepala yang kejedot mobilnya
"sini om, aku lupa kalau masih dimobil"
jawab Malik nyengir
Juna mencium kepala Malik yang terkena jedotan tadi sebagai obat menyembuh
"lain kali hati hati ya sayang?? kamu memang benar benar mirip umimu ceroboh"
ucap Juna lembut
"baik om, maaf om Malik bikin ulah"
Malik nyengir kuda
"ya sayang gak papa"
Juna mengusap kepala calon anak sambungnya
lalu kembali kekursi pengemudi melanjutkan perjalanannya
Naya yang melihat adegan tersebut benar benar terharu ia merasa dicintai dan disayangi
"semoga semua ini benar benar tulus kak"
gumam Naya dalam hati
tidak lama mobil Juna sampai di Bandara Semarang karna pesawat keluarganya belum tiba Juna mengajak Malik dan Naya melihat lihat area area sekitar Bandara
"om om Juna lihat om pesawatnya mau terbang??"
panggil Malik dengan semangat
"ya sayang om juga lihat"
jawab Juna menggandeng tangan Malik
"mau kemana itu om??"
tanya Malik penasaran
"om gak tau sayang kan om bukan pilotnya"
jawab Juna apa adanya
"iya juga ya om, Malik lupa om, seharusnya tadi sebelum berangkat tanya pilotnya dulu ya om??"
tanya Malik dengan polosnya
"mana ada sayang gak bisa dong kan pilotnya pasti sibuk memeriksa persiapan keberangkatannya sayang"
jawab Juna memberitahu
"iya ya om"
tanya Malik garuk garuk lehernya yang mungkin gatal karan anak rambut yang mulai tumbuh memanjang
"ayo kita tanya pilot disana bagaimana sayag om temanin"
ajak Juna
"boleh om??"
tanya Malik penasaran
"iya dong ayok"
Juna menganggdeng Malik menuju para pilot dan pramugari yang sedang berjalan
"kak ngawur aja sih, gak usah, nanti kena marah"
tegur Naya yang tidak tau tentang Juna
Juna hanya tersenyum tidak menanggapi ocehan Naya
Naya hanya menarik nafas kesal mengikuti langakah dua orang laki laki yang sangat berati dihatinya
"halo semuanya?? maaf mengaggu"
sapa Juna pada pilot dan pramugari menjabat tangan pilot tersebut
"selamat pagi tuan Juna"
sapa pilot dan pramugari ramah membalas jabatan tangan Juna
Malik dengan cepat mencium punggung tangan pilot dan pramugari tersebut satu satu dan mereka pun menerima sambutan Malik dengan ramah senyum
selesai menyalimi Malik langsung bertanya tanpa rasa malu
"pak pilot bu pramugari bapak mau terbang kemana?? maaf boleh Malik tau??"
ucap Malik antusias
pilot tersebut tersenyum ramah dan ia pun berjongkok agar sejajar tingginya dengan Malik
"kami mau terbang ke negara tujuan Korea sayang"
jawab pilot tersebut membelai kepala Malik dengan lembut ia teringat dengan anaknya dirumah
"jauh ya pak?? ke Korea??"
tanya Malik penasaran
"Jauh sayang kurang lebih dua hari perjalanannya"
pilot memberitahu
"wahhh jauh banget pak??"
tanya Malik polos
pilot tersebut mengangguk tersenyum
"umi mau ke Korea tidak umi?? ketemu oppa oppa yang sering umi lihat di you tube, daripada umi hanya guling guling teriak teriak tidak jelas kayak orang gila kalau lihat dihp umi"
celetuk Malik tanpa dosa pada ibunya
wajah Naya merah seketika karna malu
Juna dan yang lainnya hanya tersenyum menahan tawa takut kena marah
"Malik"
tegur Naya dengan mata melotot kesal dengan anaknya yang membuka aib ibunya
__ADS_1