Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
sholehnya om Juna


__ADS_3

tak lama pintu diketuk dari luar


"masuk"


perintah Juna


pintu dibuka


"mbak Naya??"


Lily melongokkan kepalanya kepintu memastikan benar tidaknya ruangan yang Naya tempati


Naya cekikikan mendapati hanya kepala teman pabriknya yang ditunjukan


"kirain kepala buntung ayo masuk kenapa cuma kepalamu saja yang melongok"


protes Naya cengengesan.


"assalamualaikum mbak maaf soalnya tapi sempet salah kamar makanya jadi takut salah lagi"


keluhnya samvil cengengesan dan akhirnya masuk ruangan beserta teman temannya.


Lily menyalimi kedua orang tua Naya dan berpelukan kepadanya


"mbak cepat sembuh ya"


ucap Lily dan teman temannya yang ikut hadir


"terima kasih ya mau jenguk mbak semuanya"


jawab Naya tersenyum ceria


"kak Juna udah nyiapin makanan ayo dimakan bareng bareng yok??"


ucap Naya yang dianggukan Juna Bagas dan Tata


"ya ayo makan bareng bareng biar enak"


Tata menimpali.


mereka pun menurut dan dan ikut menyantap makanan makan bersama satu ruangan yang sudah disediakan.


selesai makan dam berbincang Bagas Tata dan teman teman Naya pun akhirnya pamit pulang


***


setengah bulan telah berlalu setelah 4 hari dirawat dirumah sakit Naya sudah keluar dari rumah sakit walaupun masih harus kontrol tapi ia sudah sehat dan beristirahat dirumah ibunya ia belum diijinkan untuk berangkat kepabrik Juna memintanya agar sembuh total dan bisa menunaikan janjinya mengajak mengunjungi Malik baru bisa berangkat kerja kembali.


saat Naya sudah dinyatakan sembuh oleh dokter spesalis kandungan dan tidak perlu kontrol kembali Juna mengajak Naya sekeluarga ke Jogja untuk mengunjungi Malik dipesantren.


"udah siap semuanya??"


tanya Juna semangat.


"siapp"


jawab Bagas Tata Naya dan keluarganya.


"ok ayo berangkat less go"


ucap Juna yang mengemudikan mobilnya yang besar agar muat banyak orang


"kak kok mobilnya beda?? kakak pake mobil siapa??"


tanya Naya yang tidak tau bahwa mobil Juna banyak tinggal pilih.


"pinjem temen Nay kebetulan mobilnya nganggur jadi kakak pakai"


jawab Juna berbohong, ia tidak bermaksud membohongi Naya ia tau Naya tidak tau seberapa kaya rayanya Juna


"ohhh, temennya baik ya mau minjemin mobilnya kak"


ucap Naya


"ya alhamdulillah"


jawab Juna tak enak hati telah berbohong.


tak lama semua penumpang terlelap dimobil termasuk Naya kecuali Bagas yang menemani Juna menyetir


"kamu tu apaan sih Jun mala bohongin Naya minjem mobil temen segala lagi"


protes Bagas setelah memastikan semua orang tertidur


"aku gak bermaksud bohongi Gas, nanti takutnya aku dikira sombong, terus kalau Naya nanya yang berkelanjutan gimana tambah pusing aku. makanya aku bilang minjem karna dia tau pasti teman aku banyak"


Juna menjelaskan.


"ya sudahlah terserah kamu Jun yang penting aku udah kasih tau"


ucap Bagas mengingatkan


"ya aku tau"


jawab Juna santai.


setelah menempuh perjalanan kurang lebih 7 jam akhirnya mobil yang dikendarai Juna sampai dihalaman pondok


Naya yang paling bersemangat karna ia sangat merindukan anak laki lakinya.


"kita temui pengurus dulu Nay biar dipanggilkan Maliknya"


ucap Juna berjalan menuju kantor kepengurusan Naya hanya mengangguk tersenyum ceria.


"akmal mau mondok sini gak??"


tanya Tata setelah melihat lihat halaman pondok


"aku masih kecil bu nanti saja kalau sudah besar aku mau mondok"


jawab akmal santai


"kita duduk teras sini aja dulu Ta"


ajak Naya


"ayo bu duduk sini aja, biar dipanggilkan Maliknya"


ajak Naya pada ibu dan keluarnya


mereka hanya mengangguk mengiyakan.


"mbak mas Juna kok gak ada??"


tanya Ridwan kehilangan Juna.


"didalam kantor pengurus minta ijin dulu ketemu Malik Wan"


jawab Naya duduk santai diteras depan kantor pengurus.


"ohh, mbak dulu mondok disini kan kalau gak salah??"


tanya Ridwan lagi.


Naya mengangguk tersenyum


"sama mas Juna??"


tanya Ridwan lagi.


Naya masih mengangguk mengiyakan


Juna tiba tiba datang duduk disamping Ridwan.


"bentar ya Malik nya masih mau dipanggil"


ucap Juna pada yang lainnya.


yang lain pun hanya mengangguk tersenyum tidak sabar ingin melihat Malik


"ibu capek ya?? maaf ya bu perjalanannya terlalu jauh"

__ADS_1


ucap Juna sopan pada ibu Naya.


"gak papa nak sudah biasa dulu kan Naya juga disini jadi sudah biasa ibu dan bapak bolak balik kesini jenguk Naya"


jawab ibu Naya tersenyum.


tak lama Malik pun muncul ia lari ingin memeluk semuanya.


"umi om Juna mbah"


teriak Malik dengan riangnya


"om Juna apa kabar Malik kangen om"


Malik memeluk Juna seperti orang tuanya sendiri tanpa rasa malu


semua orang melongo melihat kedekatan Malik dan Juna, apalagi orang yang Malik peluk pertama kali Juna bukan Naya orang tuanya


"Malik gak kangen sama umi kok yang dipeluk om Juna bukan umi??"


protes Naya pada anaknya.


"hehehe aku lupa umi, maafkan anakmu ini umi"


Malik cengengesan dan memeluk ibunya dengan rasa rindu dan Nayapun memeluk anaknya dengan erat ia sangat merindukan anaknya.


"umi cemburu tau"


ucap Naya pura pura ngambek setelah melepaskan pelukan anaknya


"kan tadi malik sudah minta maaf mi, jangan ngambek ya umiku sayang"


rayu Malik


"iya deh cium dulu uminya"


Naya menjukan pipinya


emuahhh


Malik nurut dan mencium pipi ibunya kemudian ia menyalimi dan memeluk mbah putri mbah kakung dan omnya. Malik juga tidak lupa menyalimi Tata dan Bagas beserta Akmal


mereka berbincang dan makan bersama diaula yang sudah disediakan untuk pengunjung.


ibu Naya sengaja memasak banyak untuk dimakan dipesantren bersama sama tidak lupa ia juga membawakan beranekan macam jajanan untuk bekal berbagi cucunya.


**


sore hari rombongan Naya pamit pada Malik untuk kembali kerumah


"sayang umi pulang dulu ya yang anteng ya anak sholeh umi"


Naya menciumi seluruh wajah anak laki lakinya sebelum pulang.


hal yang sama dilakukan kedua orang tua Naya tak kalah menciumi dan memeluk cucu kesayangannya.


"Malik om pulang dulu ya sayang sehat sehat ya disini"


pamit Ridwan pada keponakannya.


"iya om jaga umi untukku ya om Wan Wan"


Malik menyamili Ridwan.


"ya sholehku"


jawab Ridwan tersenyum.


"om Juna juga pulang sekarang om??"


tanya Malik


"iya sayang om ikut pulang, yang pinter ya sholehnya om Juna"


jawab Juna memeluk Malik menumpahkan kasih sayangnya pada anak pujaan hatinya.


"iya deh gak papa, om titip umi ya jagain umi dari orang orang yang mau jahatin umi om"


pinta Malik penuh berharap


Juna meyakinkan.


semua orang tampak heran dengan Juna dan Malik tidak seperti orang lain melainkan seperti seorang ayah dan anak yang saling melindungi sang ratunya.


Malik pun menyalimi Tata dan Bagas dengan sopan.


"Akmal nanti kalau sudah besar mondok sini ya sama aku"


pinta Malik


"insyallah mas Malik doakan ya ibuku bolehin"


jawab Akmal dengan imutnya.


setelah berpamitan dan memastikan Malik masuk kamarnya rombongan Naya pun berlalu meninggalkan pesantren.


"huhuhu aku masih kangen Malik"


Naya menangis saat ditengah jalan.


"sabar kak Malik kan lagi nuntut ilmu jadi biarkan saja insyallah Malik jadi anak sholeh kak"


nasehat Tata


Naya hanya mengangguk.


"ibu juga merasakan hal yang sama kayak kamu nak saat kamu tinggal dipesantren, ibu juga selalu menangis itu hal yang wajar nak. doakan saja yang terbaik untuk semuanya ya nak"


ibu Nay ikut menasehati.


Naya hanya mengangguk dalam isakannya.


tak lama mobil hening dan satu persatu mereka akhirnya terlelap dengan sendirinya yang tersisa masih terjaga hanya Juna menemani Bagas yang sedang menyetir.


"Jun boleh tanya sesuatu??"


tanya Bagas.


"silahkan"


jawab Juna.


"kamu akrab sekali sama anak Naya kamu sering kesini??"


tanya Bagas.


"iya aku sering kesini Gas sesibuk apapun aku selalu menyempatkan berkunjung aku juga menyayanginya tanpa syarat"


Juna jujur.


"ok aku mengerti"


jawab Bagas.


"jangan salah paham Gas karna aku mencintai ibunya terus aku harus berusaha menerima anaknya, tanpa aku mencintai ibunya aku sudah menyayangi anaknya Gas, sebelum aku bertemu Ibunya dicafe waktu itu aku sudah bertemu Malik dan saling mengobrol dengannya sepertinya aku bertemu dengannya dua kali kalau gak salah terus sekitar 2 bulan aku baru bertemu Naya dan setelah aku mendapatkan infomasinya baru aku tau kalau Malik itu anak Naya"


Juna menjekaskan


"ok, mungkin aku akan menyerah untuk Naya Jun, aku berharap kelak kalau kalian berjodoh tolong jaga Naya jangan buat dia menangis Jun sayangi dan cintai dia dengan tulus dan sepenuh hati tanpa syarat"


pesan Bagas


"insyallah doakan Gas, aku percaya takdir"


jawab Juna pasti


Bagas hanya mengangguk dan kembali fokus menyetir.


menempuh perjalanan panjang akhirnya sampai dirumah Bagas dan Tata Juna sengaja menurunkan Bagas dan Tata lebih dulu karna lebih dekat dengan pintu keluar Tol.


setelah berkenalan dengan orang tua Tata dan bertegur sapa akhirnya Juna dan Naya sekeluarga berpamitan dan melanjutkan kembali perjalanan menuju rumah keluarga Naya.

__ADS_1


"kakak gak mau istirahat dulu disini??"


tawar Naya saat sampai rumah Naya


"iya Jun istirahat dulu bentar nak kamu pasti capek"


bapak Nay ikut menimpali


"tidak usah pak saya langsung pulang saja terima kasih tawarannya lain kali saja pak insyallah mampir"


jawab Juna sopan.


"pulang dulu ya pak Nay??"


pamit Juna.


"ya sudah hati hati nak terima kasih ya nak sudah mau nganterin ke Malik"


ucap ibu dan bapak Naya


"sama sama pak, jangan kapok ya pak dianterin saya"


ucap Juna


"insyallah bapak masuk kedalam dulu ya pengen istirahat"


jawab bapak Naya lalu masuk kedalam rumah untuk istirahat


"kak terima kasih ya kakak selalu ada untukku maafkan aku yang tidak tau diri ini"


ucap Naya cengengesan.


"ya gak papa kakak seneng kok jangan sungkan ya kakak juga berterima kasih kamu mengijinkan kakak berada disisimu"


Juna menimpali


"ya kak sama sama jangan kapok ya kak"


ucap Naya lagi


"iya sana masuk kakak mau pulang nihh"


pamit Juna


"ya sudah hati hati dijalan kalau sudah sampai rumah kakak kabarin aku ya"


pinta Naya


"kenapa?? kangen masak sampai rumah udah kangen??"


goda Juna


"mana ada udah dehh pokoknya kabarin kalau sudah sampai rumah biar aku nya bisa tenang"


pinta Naya lagi.


"siap nyonya"


canda Juna lalu masuk kedalam mobil dan berlalu dari kediaman Naya


"bu kamar mandi kosong kan, aku mandi dulu ya??"


pamit Naya langsung masuk kekamar mandi untuk membersihkan keringat yang menempel ditubuh.


selesai mandi Naya masuk kekamarnya untuk menyiapkan berkas perceraiannya dengan Ryan.


selesai menyiapkan tiba tiba ponselnya berbunyi tanda pesan masuk ia pun bergegas membuka pesan


{Nay kakak udah sampai nihh kamu istirahat ya}


Naya membaca pesan dari Juna dan membalasnya


{alhamdulillah kakak juga istirahat ya kak}


lalu mengirimkannya ke Juna


***


keesokan harinya Naya pergi untuk mengurus surat gugatan cerainya ke pengadilan agama.


saat dijalan gang rumah


tin tin


mobil Juna mengklakson dan menurunkan kaca mobilnya.


Naya yang menyadari sebuah mobil berhenti didekatnya pun menghentikan sepeda motornya.


"Nay mau kemana?? kok buru buru??"


tanya Juna


Naya diam saja bingung harus berkata apa


"Nay kamu kenapa ditanyain kok diam saja"


tanya Juna akhirnya ia turun dari mobilnya


bertepatan dengan ibu Ryan pas kebetulan lewat dan ikut menghentikan motornya.


"selingkuh kok dipinggir jalan, cepetan kamu ceraikan Ryan Nay biar kamu dan anak ku sama sama bebas, kamu bisa pacaran dengan siapapun dan Ryan juga bisa ibu jodohkan dengan yang lain"


cetocos ibu Ryan


Naya hanya diam saja tidak menanggapi perkataan mertuanya.


Juna mengerutkan alis dengan kata kata ibu Ryan.


"kamu udah janji mau ceraikan anakku kan Nay?? terus kapan mau diurus kenapa sampai sekarang belum juga diurus??"


tanya ibu Ryan ketus


Juna kaget ternyata semua itu bukan gertakan semata orang tua Ryan benar benar menyuruhnya untuk berpisah.


"gak usah khawatir ini aku mau mengurusnya kok bu"


jawab Naya sopan.


"ibu gak percaya kamu mau mengurusnya sekarang??"


ibu Ryan curiga karna ia tidak melihat Naya membawa berkas apa pun hanya tas yang ia tenteng.


Naya dengan terpaksa mengeluarkan berkas didepan Juna yang tadinya ia tutupi.


"ini bu silahkan dilihat siapa tau ada yang kurang mumpung masih digang Naya bisa pulang untuk melengkapi kekurangannya"


jawab Naya masih memasang nada sopan


ibu Ryan pun menerima map coklat yang disodorkan Naya yang awalnya ia mau memeriksanya tapi dilarang oleh Agung.


Agung menggeleng mengisyaratkan jangan dibuka pada ibunya awalnya ibu Ryan menolak tapi akhirnya ia pun menyerahkannya kembali ke Naya.


"gak usah sana kamu urus sendiri, ingat ya kamu tidak akan meminta harta gono gini"


ibu Ryan mengingatkan dengan wajah sinisnya.


"iya bu"


jawab Naya singkat


ia pun kembali kemotornya untuk melanjutkan perjalanannya tapi dihentikan oleh ibu Ryan.


"itu motor pemberian Ryan kan?? jangan kamu bawa ibu gak ikhlas"


ucap ibu Ryan lagi.


Naya pun akhirnya turun dari motornya dan menyerahkan kunci motornya kepada mertuanya


"ini bu terima kasih atas semuanya, apa baju yang dibelikan mas Ryan juga mau ibu ambil?? kalau mau nanti saya antarkan kerumah ibu setelah selesai dari pengadilan agama"


tanya Naya dingin.

__ADS_1


"tidak usah rumah sama motor saja yang harus kamu kembalikan karna itu milik Ryan"


jawab ibu Ryan sewot.


__ADS_2