
"ini om bawa makanan sama jajan buat kamu dan teman teman. dimakan ya sayang bagi sama teman temanmu. jangan pelit nanti tidak punya teman." nasehat juna.
"iya om malik tidak akan pelit. kata umi tidak boleh pelit. kalau punya jajan atau makanan suruh berbagi om. tapi om kalau ada teman yang oelit dan tidak mau berbagi bagaimana om??"
tanya malik polos.
"ya tidak usah dihiraukan. jangan ditiru. yang penting malik mau berbagi sesama teman ya??"
juna mengingatkan.
setelah juna bercengkrama bersama malik dan mendengar celotehnya sambil menyuapi makanan ke malik. juna pamit dari pondok.
"om pulang dulu ya sayang sudah malam. kamu bubuk ya biar gak susah saat dibangunin."
"iya om. makasih ya om sudah mau mengunjungi malik."
ucap malik tersenyum.
malik memeluk juna dan mencium punggung juna saat juna berpamitan.
malik diantar masuk kedalam oleh salah satu pengurus. juna memperhatikan malik sampai malik benar benar masuk kedalam bersama pengurus pondok. dan berlalu dari pesantren menuju hotel tempat ia beristirahat malam ini.
sampai dihotel. juna langsung membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur. dan langsung terlelap karna besok harus mengecek pabrik dan kantornya. bertemu dengan pakar bisnisnya sebelum berlalu menuju ke surabaya.
sampai di surabaya juna pun langsung bergulat dengan pekerjaannya sebelum kembali ke jakarta.
sampai jakarta juna langsung menemui papanya. karna merasa ada yang menggal perasaanya.
"assalamualakum pa."
juna mengucap salam saat masuk kerumah papahnya. yang sedang menerima tamu diruang tamu dengan pintu yang terbuka.
"waalaikum salam. jun kamu sudah pulang nak ayo sini duduk. ada pak santoso istri dan anaknya berkunjung nak.
bapak wijaya ayah juna memberitahu setelah menerima salam dari anaknya yang mencium punggung tangannya bergantian dengan istrinya.
sebelum duduk juna menjabat tangan pak santoso dan mengabaikan putrinya lalu duduk di kursi yang kosong.
mereka saling terdiam bingung untuk menyampaikan niatnya kepada juna. karna juna sudah sering menolak perjodohannya.
"ada apa pa?? "
tanya juna sopan.
"gini jun pak santoso menawarkan anaknya untuk menjadikan calon istrimu nak. apa kamu bersedia nak."
ucap papa juna dengan hati hati.
"aku mau dijodohin lagi pa??"
tanya juna tanpa basa basi.
"iya gitu deh. kamu tenang saja anaknya pak santoso mau kok menutup auratnya setelah menikah denganmu nak. ia juga mau belajar menjadi istri saleha. seperti tipemu nak."
papa juna memberitahu.
"iya mas aku akan belajar menjadi istri yang kamu mau mas. aku akan nurut apapun kemauan kamu mas. nama ku ratna mas."
ratna menimpali dan memperkenalkan diri.
juna hanya diam saja mendengarkan ocehan papanya dan ratna. lalu ia bangkit dari duduknya meninggalkan orangtuanya dan tamunya untuk pulang kerumah. ia sudah merasa lelah dengan semua pekerjaannya dan sekarang disuguhkan dengan perjodohan yang tidak ia inginkan. tiba tiba ratna memegam tangan juna menghentikan langkah juna.
"mas tolong jangan pergi dulu mas. dengarkan dulu penjelasan ku mas."
pinta ratna pada juna.
"aku tidak butuh penjelasan apapun. aku lelah mengurus semua pekerjaanku. aku ingin cepat pulang dan istirahat. jadi jangan hentikan langkahku."
ucap juna tegas dan dingin.
"mas tolong"
ucap ratna lagi. belum sempat ratna melanjutkan ucapannya papa juna sudah memotongnya.
"jun mau sampai kapan kamu akan seperti ini nak. mau sampai kapan kamu akan menunggu naya. naya sudah bersuami nak. dia sudah bahagia dengan keluarganya. lupakanlah dia. kamu juga berhak bahagia nak."
papa juna menasehati.
"papa pikir aku tidak berusaha melupakannya selama ini pah?? aku selalu berusaha pah. tapi perasaan ini yang tidak mau pergi. aku selalu berdoa kalau naya bukanlah jodohku aku meminta allah menghapus perasaan ini dan menggantikan perasaan ku dengan jodoh yang akan allah berikan padaku. disetiap sholatku aku selalu meminta untuk diberikan jalan terbaik untuk semuanya. disetiap sholat sepertiga malamku hanya bayangan naya yang ada didalam mimpiku pah. aku harus gimana pah. aku selalu berusaha sekuat tenagaku. semampuku. untuk menghapus perasaan ini. seperti yang papa lihat tak ada perubahan dalam perasaanku. bahkan aku selalu mengikuti perjodohan yang papa jadwalkan untukku. tapi hasilnya tetap nihil kan pah. aku tidak tau harus bagaimana sekarang pa. mungkin aku butuh ketenangan dulu pah sebelum mengikuti perjodohan kembali. maafkan aku pah. aku pamit pulang kerumah."
__ADS_1
pamit juna.
papa juna hanya bisa menghela nafas kasar mendengar keluhan anak laki lakinya yang tidak bisa lepas dari bayangan naya. mama juna hanya menangis dengan nasib anak sambungnya.
"juna bukannya mama tidak setuju dengan naya nak. tapi tidak baik kamu terus menunggunya nak. dia masih istri sahnya ryan nak. biarkan naya bahagia bersama rumah tangganya nak."
ucap mama juna disela tangisannya.
"aku ngerti mah apa maksud mama. tapi untuk kali ini juna ingin menenangkan diri dulu mah. maafkan juna yang belum bisa membahagiakan ibu mama dan papa."
lalu juna mencium punggung tangan kedua orang tuanya dan berpamitan untuk pulang kerumahnya.
juna melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar emosinya sedikit reda. sampai rumah juna langsung mandi membersihkan tubuhnya dari keringat seharian ia bekerja.
selesai mandi juna membaringkan tubuhnya keatas tempat tidur. ia menatap lagit langit atap rumahnya.
"aku harus bagaimana ya nay untuk bisa melupakanmu. aku sudah berusaha semampuku tapi tetap saja aku belum bisa muveone darimu. huftt."
gumam juna menghembuskan nafas kasar.
"tidur ah nanti malam aku sholat."
juna berbicara sendiri dan tak lama ia terlelap dengan sendirinya.
**
di dalam rumah orang tua naya. akhirnya naya tinggal bersama orang tua tuanya dan mengosongkan rumahnya sendiri atas permintaan ryan suaminya. sepulang dari rumah sakit naya langsung pulang kerumah orang tuanya.
"dua malam ini aku tinggal dirumah ibu. mas ryan berlayar tadi pagi. jadi sepi dehh sms tata ahh"
naya berbicara sendiri dan mengambil ponselnya yang berada di meja rias. membuka aplikasi hijau naya mengetikkan kata.
{ta lagi apa?? gak kangen sama kakak ta?? kakak udah kangen loh??besok kakak masuk kerja ya??}
selesai mengetik naya mengirimkannya ke tata.
naya menunggu setengah jam. masih centang dua belum berwarna biru. akhirnya naya memutuskan untuk tidur dari pada menunggu balasan tata lama. tak lama naya terlelap.
keesokannya naya bangun subuh dan muntah muntah terlebih dahulu efek kehamilan naya tiap pagi pasti mengalami morning vomit. tidak semua wanita hamil mengalaminya. beraneka ragam kehamilan wanita. ada yang ngidam aneh aneh. ada yang suka ketiak suaminya seneng nempel dengan suaminya. ada yang selalu mual pusing lemas. ada juga saat hamil bila dekat dengan suami mala mual tidak jelas. kehamilan naya tipe yang pusing lemas dan mual. walaupun mualnya tidak terlalu parah. selesai sholat subuh naya duduk diranjang tempat tidurnya. membuka ponsel aplikasi hijaunya untuk melihat apakah tata membalas pesannya atau tidak.
bukannya mendapat balasan dari tata naya mala mendapat pesan dari juna. lalu ia membuka isi pesan dari juna.
setelah membacanya naya pun membalas pesan dari juna
{waalaikum salam kak juna. iya deh tunggu sampai benar sembuh baru masuk kerja lagi. kakak semangat ya kerjanya. jangan khawatirin aku mulu. pikirin masa depan kakak. kapan nikah?? aku tunggu undangannya.}
tak lupa memasang emoji tertawa miring dan mengirimkannya ke juna.
saat mendengar ponselnya menyala dan melihat pesannya dibalas oleh naya juna pun langsung membuka ponselnya membaca isi pesan dari naya dan membalas kembali pesan darinya.
{siapp bu boss arjuna kemangsang akan selalu semangat bekerja. doakan yang terbaik untukku ya nay}
memasang emoji bergambar mata tertutup satu lidah melet tersenyum. lalu mengirim kembali ke naya.
naya yang pengangguran sosial setelah pulang dari rumah sakit dengan cepat membuka aplikasi hijaunya dan membaca isi pesan dari juna dan menunggu balasan dari tata.
setelah membaca naya pun membalas pesan dari juna.
{jaman khawatir kak aku selalu berdoa yang terbaik untuk kak juna mas bagas dan semuanya. sana kerja. semangat semangat semangat menjemput rezeki.}
lalu mengirimkannya ke juna. juna pun dengan cepat membuka dan membacanya. lalu ia menutup ponselnya dan bergegas untuk olahraga pagi sebelum bersiap siap berangkat kerja.
naya mengirim pesan kembali ke tata setelah mengirim pesan ke juna.
{tata kamu lagi apa molor ya pesan ku dari tadi malam kenapa gak dibales??}
{ tata bangun cepetan jangan malas} memasang emoji marah lalu mengirimkannya ke tata.
tata yang bangun kesiangan jam 06.10 baru bangun tidak menghiraukan ponselnya. ia langsung ber gegas sholat subuh kesiangan lalu bersiap siap untuk berangkat kerja dan membangunkan anaknya untuk mandi dan mengantarkan ke neneknya yang rumahnya sebelahan dengannya. meminta ibunya mengantarkan anaknya kesekolah karna bangun kesiangan. rofik suami tata sudah berada diluar kota masih seminggu. ia dipindah tugaskan di bogor selama beberapa bulan.
setelah mengatarkan anaknya kerumah ibunya tata mengambil ponselnya dan langsung menghubungi bagas kakaknya.
telepon terhubung
"mas jemput aku ya aku bangun kesiangan nih ya jangan lupa loh awas kamu gak jemput." ancam tata pada kakaknya lalu menutup teleponnya. tata lupa mengucapkan salam pada kakaknya karna sangkin terburu burunya. jam sudah menunjukkan jarum ke angka 06.50. lalu ia bergegas masuk ke kamar mandi untuk siap siap berangkat ke kantor.
bagas kesal dengan adiknya ditelepon
"tidak mengucap salam. main marah marah. pake ngancem lagi. ya allah ada ya adik tak ada akhlak kayak gini."
__ADS_1
keluh bagas setelah menerima panggilan telepon dari adiknya. karna ia sudah siap untuk berangkat akhirnnya bagas langsung menuju kerumah adiknya. jarak rumah bagas dan tata tidak terlalu jauh hanya berjarak beberapa gang rumahnya.
tin tin tin
bagas menyalakan klakson mobilnya. tanda menyuruh tata adiknya untuk cepat. karna ia tidak mau turun dari mobilnya. bagas menunggu tata didalam mobil.
tiba tiba kaca pintu mobil bagas diketuk oleh ibunya. bagas pun akhirnya turun dari mobil untuk menyalami ibunya.
"gas anterin ibu nganter akmal ke sekolah ya gas."
pinta ibu bagas.
"iya bu ayo."
jawab bagas tanpa drama embel embel ini itu ia langsung menuruti perintah ibunya. ibu dan akmal anak tata pun langsung masuk kedalam mobil bagas dan melajukan mobilnya mengantar keponakannya ke sekolah. anak tata masih berusia 3th. masih duduk dibangku play grub (PAUD). bagas memang tipe anak yang nurut dan selalu mendengarkan orang tuanya.
pernah ia sekali tidak mendengarkan orang tuanya karna sangkin mencintai mantan istrinya. rumah tangganya berakhir tragis. bagas dicampakkan oleh mantan istrinya disaat ia dititik terrendah. disaat ia butuh dukungan dari orang yang sangat ia cintai dan ia sayangi.
dari saat itu bagas sadar dan akhirnya ae selalu nurut dengan pendapat dan perkataan ibunya.
"habis ngantar akmal ibu mau kemana bu??"
tanya bagas saat selesai mengantar keponakannya kesekolah.
"anterin kepasar aja ya gas nanti ibu pulang sendiri sekalian jemput akmal pulang sekolah gas."
jawab ibu bagas.
"ya sudah bu tapi ibu hati hati ya bu. ibu kan sudah tua. banyak banyak istirahat bu. jangan capek capek. bagas cuma punya ibu aja sekarang. bagas gak mau ibu sakit bu."
nasehat bagas.
"kalau pengen ibu gak capek cepet nikah pindah rumah gas biar bisa temenin ibu. ibu juga pengen lihat anak kamu. kamu sudah 4th menduda gas. ibu sudah tua. ingin melihatmu menikah. mau sampai kapan kamu sendiri terus. mau sampai kapan kamu seperti ini terus gas."
ngomel ibu bagas.
"ya sabar lah bu. belum ketemu jodohnya juga. nanti kalau sudah ketemu pasti bagas nikah. ibu jangan khawatir ya doakan bagas cepat dipertemukan jodohnya bu."
bagas menenangkan ibunya agar lebih sabar.
"itu yang temannya tata itu yang kadang main kesini. yang agak cerewet itu gas siapa itu namanya ibu lupa kayaknya cocok sama kamu. ibu lihat juga kamu sering mratiin dia. kenapa gak kamu langsung lamar aja. kan beres. ibu akan langsung kerumahnya menemui orang tuanya. dimana rumahnya gas."
cerocos ibu bagas
"astagfirullah hal azdim bu naya istri orang bu. dia sudah berumah tangga bu. masak mau main lamar istri orang. gimana sih bu. jangan aneh aneh bu."
bagas kesal.
hahhh
"istri orang??"
ibu bagas kaget. karna naya tidak terlihat seperti sudah berumah tangga. ia terlihat seperti gadis yang berusia 25an. makanya ibu bagas berniat menjodohkannya.
"kamu yakin gas itu si naya sudah menikah??"
tanya ibu bagas memastikan.
bagas hanya mengangguk tanda mengiyakan. ibu bagas langsung lemas melihat anggukan bagas.
"ya allah kirain masih gadis. lah ternyata sudah nikah."
ucap ibu bagas.
bagas terkekeh melihat ibunya tadi bersemangat membicarakan naya dan langsung lemas setelah mengetahui status naya.
"ya sudah cari yang lain aja kan banyak."
ibu bagas memberi saran.
"cari dimana bu?? dipasar kliwon??"
bagas terkekeh.
" ibu tu ada ada saja. sudahlah bu kalau jodoh tidak akan kemana. sabar ya bu??"
bagas memberi pengertian.
" ibu jodohin aja ya gas. ada anak temen ibu yang lagi single gas. mau ya.??"
__ADS_1
ucap ibu bagas penuh harap.