
setelah sampai dipabrik, Naya turun dari motor adiknya.
"makasih ya Wan."
Naya berterima kasih.
"nanti pulangnya aku jemput mbak, biar ibu tidak ngomel ngomel lagi."
ucap Ridwan.
"gak usah Wan, nanti mbak ikut Tata aja."
tolak Naya
"tapi mbak??"
Ridwan ragu.
"entar mbak aja yang jelasin ke ibu ya, sana pergi."
usir Naya.
Ridwan pun langsung pergi meninggalkan kakaknya setelah mengucap salam.
"Nay?? hp kamu mati?? matamu masih sembab gitu."
tanya Bagas saat melihat Naya sedang berjalan ke ruangannya.
"ya mas maaf, sengaja aku matiin, pusing soalnya. hehehe."
jawab Naya cengengesan.
"pantas saja dihubungin gak nyambung nyambung."
jawab Bagas.
"aku masuk ya mas?? daaa."
pamit Naya. berlalu meninggalkan Bagas masuk keruangannya.
Bagas pun masuk keruangannya. ruangan Bagas Tata dan Naya bersebelahan. Naya dan Tata satu ruangan karna tugas Naya hanya membantu pekerjaan Tata.
"assalamualaikum, kak kamu udah datang??"
tanya Tata masuk keruangannya.
"waalaikum salam, dari mana Ta??"
Naya tanya baik.
"kantin kak, beli sarapan."
jawab Tata.
"kakak udah sarapan belum?? sarapan bareng aku yuk??"
Tata menawarkan.
"kakak udah sarapan tadi dirumah. Ta nanti kakak pulang nebeng kamu ya Ta?? tadi kakak dianterin Ridwan soalnya."
pinta Naya. matanya sedang fokus ke komputernya.
"ok. kak aku sarapan dulu ya?? ini ada cemilan kalau kakak mau??"
Tata menawarkan.
akhirnya Tata menghabiskan sarapannya dan Naya fokus dengan pekerjaannya.
selesai sarapan Tata mulai bergulat dengan komputernya dan mulai bekerja.
tiba tiba pintu ruangan dibuka dari luar tanpa mengucap salam.
Naya dan Tata reflek berdiri, dan..
"kamu baik baik saja kan Nay. kamu harus baik baik saja."
ucap Juna parau tiba tiba memeluk Naya dengan erat seperti takut kehilangan.
Naya terdiam mematung dan tak lama Naya pun menangis dipelukan Juna seperti orang mengadu.
huhuhu huhuhu
Naya menangis cukup lama dan Juna hanya bisa menenangkan dalam pelukannya.
saat Naya sudah berhenti menangis dan lebih tenang lagi Juna ambil bicara.
"kenapa hp mu mati Nay?? kakak menunggu semalan. kakak sms gak dibales, ditelpon gak aktif, kenapa?? apa ada masalah??"
Naya dicecar pertanyaan.
"maaf kak. aku sengaja matiin hp aku. mas Ryan telpon terus. aku malas mengurusinya kak."
adu Naya.
hufttt
Juna menghela nafas lega ternyata orang yang dicintainya baik baik saja.
"aku capek, mau duduk"
ucap Naya manja.
"maaf"
jawab Juna menyesal karna membiarkan Naya terlalu lama berdiri.
Tata yang daritadi menyaksikan dari awal sampai akhir hanya jadi penonton gratis.
"kamu gak papa kan?? ada yang sakit??"
tanya Juna setelah Naya duduk disofa.
"gak cuma capek berdiri aja kok kak. gak kenapa napa kakak tenang aja. jangan kayak emak emak deh malas aku.
jawab Naya kesal karna selalu diperlakukan seperti orang sakit.
"ok deh, kakak cuma gak mau kamu terlalu capek Nay."
Juna memberitahu.
"iya iya iya"
Naya pasrah.
"apa kamu ingin sesuatu??"
tanya Juna lagi.
"aku lagi gak pengen apa apa kak"
jawab Naya.
"ok deh."
Juna akhirnya mengalah.
"kak ini minum daritadi kakak belum minum gak haus apa?? dan ini tehnya mas"
Tata meletakkan satu gelas teh hangat buat Juna dan satu gelas air putih untuk Naya.
ceklet
pintu ruangan Tata dibuka dari luar. Bagas diberitahu oleh Tata bahwa Juna datang berkunjung.
"Jun ini berkasnya maaf lama"
ucap Bagas melihat Juna dan beralih melihat Naya dengan mata sembabnya.
"mata kamu kenapa?? perasaan tadi gak terlalu besar pas berangkat Nay. kok sekarang bengkak besar lagi??"
tanya Bagas pada Naya.
"iya nih kak Juna nonjok aku tadi mas "
Naya manyyun.
berhasil membuat Tata Bagas dan Juna melotot kearahnya.
"hahhhh kok aku Nay??"
tanya Juna bingung, kenapa bisa menuduhnya seperti itu.
"kak jangan ngawur deh, orang gak ditonjok juga ngaduhnya nonjok gimana sih"
protes Tata tidak terima atas tuduhan Naya.
__ADS_1
"kamu gak lihat mata kakak besar kayak gini??"
Naya tidak mau kalah.
Juna dan Bagas semakin bingung. mana yang benar dan mana yang salah.
"i iya sih besar tapi kan bukan bekas ditonjok kak."
jawab Tata bingung dengan tingkah Naya.
seketika Naya tertawa melihat wajah bingung Tata Bagas dan Juna.
hahaha hahaha.
"bercanda kali.. masak kak Juna nonjok aku gak mungkin lah."
Tata Bagas dan Juna menghela nafas lega.
"dasar benar benar ya kamu Nay bikin orang jantungan aja."
Juna menjubit lengan Naya gemas.
"ya abisnya mas Bagas itu lucu masak masih nanya kenapa, anak kecil juga bisa lihat bekas tonjokan atau nangis"
cerocos Naya kesal.
"ya kan cuma nanya"
jawab Bagas
mata Juna mengarah ke Bagas agar mau mengalah. Bagas yang mengerti maksud Juna pun mengiyakan saja.
"iya deh iya mas salah nanya, bumil jangan marah ya??"
Bagas menghibur, dududk di sofa yang satu lagi.
Naya masih manyyun memainkan kemeja yang dipakai Juna tanpa sadar dari duduk bersama.
Juna yang sadar akan hal itu pun membiarkan tanpa melerai karna sebenarnya Juna amat senang Naya bersikap manja dengannya.
"astagfirullah"
ucap Naya saat tersadar dengan perbuatannya.
"kenapa kak??"
tanya Tata bingung.
"iya Nay kenapa??"
Bagas pun ikut menimpali.
"hehehe maaf kak tanganku nakal"
ucap Naya malu cengengesan.
Juna yang sudah tau hanya menggeleng geleng.
"gimana sih kak daritadi kayak gitu gak sadar. dari duduk loh tangan kakak udah kayak gitu. kirain sengaja"
timpal Tata.
"mana ada. duhh tangan ku ini bener bener deh hihihi"
Naya cekikikan dengan tingkahnya.
hahahahhhaha
"kamu tu bener bener lucu Nay kakak udah tau sih, tapi takut kena semprot kamu kayak si Bagas"
Juna pura pura takut kena marah.
"gitu ya maaf ya kak, duh jadi gak enak deh iya sih aku emang galak banget "
Jawab Naya canggung cengengesan.
"makanya jangan kebiasaan deh kak, untung kak Juna coba kalau yang lain"
Tata memperingatkan.
"kalau yang lain apa lagi udah beristri bisa kena gorok aku Ta hahahaha"
Naya tertawa membayangkan kalau seandainya Juna beristri, yang diikuti tertawa bersama.
Juna dan bagas geleng geleng.
gumam Juna dalam hati.
"mana berkasnya?? coba aku periksa"
ucap Juna.
Bagas pun menyerahkan berkas yang tadi ia siapkan.
Naya kembali kemeja kerjanya melanjutkan penyalinan laporan yang belum selesai.
Juna langsung membuka laptop miliknya dan memeriksa berkas yang diterima dari Bagas.
Juna tampak serius dalam bekerja.
Naya yang menolek tidak sengaja kearahnya pun terkesima dengan khasima Juna.
"ohh my ganteng bener tu orang, tamfan dan mafan"
gumam Naya dalam hati.
" ya tau kakak ganteng tapi gak usah segitunya juga kali mandangnya entar jatuh cinta lohh."
ucap Juna penuh percaya diri saat menoleh milhat Naya memperhatikannya.
Naya yang tersadar pun malu kepergok telah memperhatikannya.
" maaf aku khilaf kak hihihi"
jawab Naya cekikikan.
"kak kamu cekikikan kayak gitu jangan bilang otak kamu lagi traveling kemana mana"
tuduh Tata.
"yee siapa yang traveling, cuma bilang tamfan dan mafan doang juga"
Naya mengaku.
"sama aja lah traveling"
Tata tidak mau kalah.
"yang penting otaknya bukan omes"
Naya juga tidak mau kalah
"iya deh iya, bumil tu selalu benar"
jawab Tata pasrah.
Juna hanya melanjutkan pekerjaannya, walaupun masih mendengar keberisikan Naya dan Tata.
"hehehe ngambek nih ceritanya?? gak asik ah, Ta bentar lagi kan jam istirahat nih. kakak pengen lotek nih mau ikut ngak??"
tanya Naya.
Juna dan Tata pun menoleh kearahnya.
"ceritanya ngidam nih kak?? tumben?? biasanya juga gak mau??"
tanya balik Tata heran.
"namanya juga lagi ngidam Ta maklumin aja lah. entar kakak mau cari mau ikut gak??"
tanya Naya lagi.
"biar kakak aja yang cariin, kalian disini saja"
jawab Juna lalu bangkit dari duduknya.
"gak usah kak biar aku aja gak papa kok. aku tuh udah banyak banget lohh nyusahin kakak masak masih mau nyusahin lagi kan gak enak?"
cerocos Naya.
"gak papa kakak mala seneng kok yang penting kamu baik baik saja. itu aja yang kakak inginkan jadi kamu gak usah sungkan kalau ingin sesuatu ok"
jawab Juna tersenyum.
"yang suami yang mana yang bukan yang mana, kayaknya mas Ryan gak segitunya banget deh. kayak sih sama tau ahh pusing mikirnya"
__ADS_1
gumam Naya.
Juna hanya tersenyum mndengarkan gumaman Naya dan berlalu meninggalkan mereka berdua dan mencari lotek.
"kak hati hati ya. kamu harus baik baik saja biar pulang bawa loteknya."
Naya cengengesan.
Juna yang diambang pintu pun berhenti menyimak ocehan Naya dan tersenyum.
Juna hanya mengangguk dan berlalu untuk mencari yang diinginkan Naya.
satu jam kemudian Juna kembali dengan membawa 4 bungkus lotek untuk dimakan bersama sama.
"assalamualaikum"
ucap Juna membuka pintu ruangan Naya dan Tata.
"waalaikum salam"
jawab Tata dan Naya bersamaan.
"ini loteknya udah ayo dimakan dulu Ta Nay, Bagas bentar lagi datang"
ucap Juna mengajak Naya dan Tata.
"assalamualaikum"
ucap Bagas membuka membuka pintu dan ikut duduk disebelah Juna.
"lohh kok kalian berdua pada kusut begitu. jauh ya kak nyari loteknya??"
tanya Naya tidak enak hati selalu merepotkan Juna.
"gak terlalu kok, kamu jangan gak enak gitu lah Nay kakak sedih nih"
Juna pura pura sedih.
"ya abis tadi kalian berdua kelihatan ganteng ganteng pulang beli lotek kok pada kusut semua gitu, kan aku juga gak enak"
Naya jujur.
"yee siapa yang ikut nyari lotek orang aku kerja daritadi"
Bagas memberitahu.
"berarti kak Juna doang dong yang nyari??"
tanya Naya.
Bagas menaikkan bahunya tanda tidak tau.
Juna hanya mengangguk tersenyum.
"ya allah terima kasih ya kak, kakak baik banget deh semoga kakak mendapatkan istri saleha seperti yang kakak mau aminnn"
Naya mendoakan Juna.
Juna tersenyum melihat ketulusan Naya.
"mas gak didoain nih Nay cuma Juna doang yang diberkati"
protes Bagas.
"ya allah semoga mas Bagas mendapatkan istri saleha ya allah jangan kau kasih istri seperti mbak Elvi lagi aminn"
Naya mendoakan Bagas dengan cengengesan.
Juna dan Tata tertawa mendengar doa dari Naya untuk Bagas.
"kok Elvi sih Nay?? ahh gak tulus kamu doain mas, masak doainnya Elvi sih"
protes Bagas tidak terima selalu Elvi yang disangkut pautkan.
hahahaha
Juna Naya dan Tata menertawakan Bagas yang sedang merajuk.
"mas tadi kan aku doainnya bukan seperti mbak elvi gimana sih?? mas mau aku doainnya sama mbak Elvi?? lucu deh kamu mas"
Naya cekikikan.
"sama aja dong, males aku"
Bagas akhirnya membuka bungkus lotek duluan dan memakannya dengan kesal.
"gak usah ngambek kali Gas Naya hanya bercanda, coba kalau gak ada Naya pasti kita sepi ngapa ngapain"
celetuk Juna ikut membuka lotek yang tadi ia beli.
Naya dan tata ikut duduk disofa sebelah.
"iya mas. mas gak ingat dulu tu sepi banget sebelum kak Naya masuk. kita tu seperti kuburan sepinya minta ampun. tapi setelah kak Naya masuk seperti pasar malem ada aja yang dicandain"
Tata memberitahu sambil tangannya membuka bungkusan yang diikuti Naya.
"emang dulu sepi banget Ta?? kayaknya gak deh, apa akunya yang gak tau??"
tanya Naya penasaran sambil menyuap mangga muda yang dicolek sambel kacang pedas.
"ya kak dulu sepi apa lagi kalau kumpul gini pasti saling diam gak ada suara"
Tata menerangkan.
"ohhh. tapi seneng yang mana?? sepi apa rame??"
Tanya Naya lagi.
"rame lah makanya kalau kakak gak berangkat tu kangen biasanya ramein ada aja yang dibicaraain tiba tiba sepi kan jadi hambar"
jawab Tata jujur.
"ya lah orang aku seperti radio bodol hahaha"
Naya tertawa dengan kata katanya sendiri
hahahaha
yang lain ikut tertawa dengan perkataan Naya.
"kak Juna kakak jangan kusut kusut ya biar gantengnya gak ilang"
celetuk Naya cengengesan setelah minum es teh karna kepedasan.
"emang kakak gak enak dipandang ya kalau kusut??"
tanya Juna penasaran akan jawaban Naya, biasanya tidak ada yang berani mengkomplain penampilannya kecuali ketiga orang tuanya.
"gak sih tetep ganteng walaupun kusut, tapi kalau kusut terus kasian nanti gak nikah nikah, kakak tu harus selalu cool dan fress kakak. biar aku gak bosen mandang kakak. nanti juga biar anakku mirip kakak ganteng dan berkharisma"
Naya cengengesan.
" jadinya fress cool dong?? kenapa gak sekalian fress care"
celetuk Bagas cekikikan.
"sotoy lu masak aku disamain sama fress care panas dingin dong hahaha"
Juna tertawa diikuti semuanya.
"ada ada aja bahasamu itu Nay"
Juna geleng geleng kepala.
"ya kan yang aku omongin bener kak, ini juga berlaku bukan cuma buat kakak aja sih mas Bagas juga"
ucap Naya manja.
"kok aku juga yang kena"
protes Bagas.
"yaa kan mas juga kusut kayak baju lupa disetrika"
ucap Naya yang diketawain Juna dan Tata.
"makanya mas nikah biar ada yang ngurus, iya gak kak Nay??"
Tata minta pembelaan Naya.
"he'em he'em betul kenget..
mereka bertiga mengerutkan alis gak tau maksud perkataan Naya.
Naya yang mengerti maksudnya pun memberitahu.
__ADS_1
"betul pake banget orang belum selesai juga udah bereaksi"