
"ya allah Sukma digigit anak kecil aja cengeng banget sih"
cibir mama Juna
"mama gak lihat ini"
Sukma menunjukkan bekas gigitan yang sudah terukir gigi Arsyad yang berwarna kemerah merahan sambil menangis terisak
"udah gak papa nanti juga sembuh sendiri"
ucap mama Juna mengusap usap tangan Sukma
"huhuhu sakit ma"
keluh Sukma lagi
"aunty Malik obatin ya"
ucap Malik
"gimana cara obatinnya Lik??
tanya Sukma menyeka air matanya
"bisa, mana tangan aunty??"
Malik meminta dan Sukma pun menyerahkan tangannya
"bismillahirrohmanirrohim"
Malik membaca basmallah
huff huff huff cupp
lalu meniup niup tangan Sukma bekas gigitan Arsyad dan menciumnya
semua orang melongo melihat aksi Malik kecuali Naya yang sudah biasa melihat tingkah anaknya
"bentar lagi pasti sembuh aunty, nanti Malik beliin es cream deh ya??"
Malik merayu Sukma agar tidak menangis kembali karna melihat wajah Sukma sudah berkaca kaca seperti hendak menangis
bukanya tenang tangisan Sukma mala semakin menjadi
huaaaaaa
"Sukma kamu gimana sih gak malu apa lihat orang, mana kenceng lagi tangisanmu"
tegur ibu Juna yang gemas
"huhuhu gimana gak mau tambah nangis bu aku terharu, kenapa kamu sweet banget sih Malik, coba kalau kamu dewasa pasti aku mau jadi suamimu sayang "
ucap Sukma disela tangisnya
semua orang menggeleng dengan tingkah Sukma yang baperan
"kamu itu ya benar benar deh"
mama Juna menggeleng
"aku juga mau obatin tangan aunty biar cepat sembuh"
celetuk keponakan Juna yang satu
"iya aku juga mau"
keponakan yang lain menimpali akhirnya semua keponakan pada mengobati tangan Sukma yang digigit dengan cara yang sama Malik lakukan
mama Juna pun melanjutkan kegiatannya yang belum selesai
"aunty maafin Arsyad ya?? Arsyad salah sudah gigit aunty tadi??"
sesal Arsyad yang sudah dinasehati Juna diam diam
"tapi jangan nakal lagi ya sayang??"
tanya Sukma jongkok bersejajar dengan Arsyad yang masih kecil
"ya aunty Arsyad janji gak akan nakal lagi"
jawab Arsyad dengan wajah memelasnya
"baiklah jangan nakal lagi ya sayang"
ucap Sukma menasehati
"ya aunty"
jawab Arsyad patuh ia pun melakukan hal yang sama dilakukan Malik dan yang lainnya
setelah salah satu saudara Juna selesai gantian Naya Stela dan Intan masuk terlebih dahulu karna Juna meminta perawatan keseluruhan pada mereka bertiga
Juna dan Bagas masih menyibukkan diri dengan pekerjaannya diruang tunggu salon
jari lentiknya menari nari diatas keyboard laptopnya
"Jun masih lama ya??"
tanya Bagas
"lama, kenapa?? kamu ada janji lain Gas??"
tanya Juna tangan dan matanya masih fokus dilayar laptopnya
"iya nih"
jawab Bagas
"ya sudah nanti Intan dan Tata biar ikut aku aja kalau kamu sibuk"
saran Juna
"tapi apa kamu gak sibuk Jun??"
tanya Bagas
"sibuk sih makanya aku bawa kerjaan kesini, untuk masalah klien dan metting Evan yang ngurus"
Juna memberitahu
"ya sih, aku tinggal bentar ya Jun titip Intan dan Tata, nanti kalau udah selesai aku kesini lagi jemput mereka"
ucap Bagas
"ok, hati hati dijalan"
Juna mengingatkan yang dianggukan Bagas
"mas Junmas Bagas kemana??"
tanya Tata yang sudah selesai
"lagi ada urusan Ta, nanti kamu dan Intan ikut mas kalau masmu belum datang"
Juna memberitahu
"ok deh, semoga saja urusan mas Bagas selesai nanti malam biar aku dan mbak Intan bisa kumpul kumpul sampai nanti"
celetuk Tata cengengesan
"kualat kamu ya Ta sama masmu kok gitu"
tegur Juna juga ikut cengengesan
__ADS_1
"ya abisnya kalau ada mas Bagas pasti susah, aku kan masih ingin main main mas, apalagi kak Naya sekarang udah gak masuk kerja, pasti nanti setelah menikah gak akan kerja lagi , aku akan kesepian sendirian mas, aku pasti merindukannya"
ungkapan hati Tata
Juna mendesah berat ia tau betapa dekatnya Naya dengannya dari jaman abg sampai sekarang hubungannya masih terjalin bahkan sudah seperti saudara
"maaf ya Ta mas tau kamu pasti sedih, tapi mas juga gak rela kalau Naya masih bekerja, maafkan mas Juna ya Ta kalau nanti mas sudah menikah pasti mas akan mengajak Naya tinggal dijakarta karna kerjaan mas berada disana, tapi mas janji sesekali mas dan Naya akan berkunjung kesini, disini kan masih ada kamu masmu dan kedua orang tua kami, tapi kamu kamu ingin ke Jakarta bilang saja mas akan siapkan semuanya dan pastinya mas atau Naya akan jemput kamu di bandara"
Juna memberi pengertian
"ya mas, aku ngerti kok, maaf ya mas aku bikin mas bingung, soalnya hanya kak Naya teman dekat aku satu satunya, mas tau sendiri kan??"
jawab Tata yang dianggukan Juna
"mbak Tata udah selesai??"
tanya Sukma ikut duduk disebelah Tata dan kakaknya
"udah Ma"
jawab Tata
"ringan banget rambutku sekarang, wahhh segernya"
Sukma meracau sendiri
"emang biasanya berat ya Ma rambutmu??"
tanya Tata penasaran
"iya mbak berat, aku kan malas kalau keramas, paling seminggu sekali keramasnya"
Sukma mengakui
"whatt seminggu baru keramas??"
tanya Tata memastikan yang dianggukan Sukma Tata melongo
"betapa joroknya dia masak gak keramas seminggu kayak apa bentuknya"
gumam Tata dalam hati
Juna terkekeh melihat reaksi Tata yang terkejut dengan Sukma adiknya
"mas mama sama ibu mana?? kok udah ngilang aja sih??"
tanya Sukma tidak melihat keberadaan orang tuanya
"udah dijemput papa dan bapak tadi"
jawab Juna melanjutkan pekerjaannya yang tadi sempat tertunda karna mengobrol dengan Tata
"owch terus nanti aku pulangnya sama siapa?? aku ikut mas aja ya sama mbak Naya??"
pinta Sukma
"yep"
jawab Juna singkat
"asikkkk"
Sukma bertepuk tangan kegirangan
"mbak Tata nungguin mbak Intan ya??"
tanya Sukma
"ya, sama nunggu mas Bagas juga sih, semoga aja datangnya malam biar bisa kumpul"
Tata cengengesan yang dianggukan kepala Sukma
"kalian itu ya benar benar deh"
setelah Naya Stela dan Intan selesai mereka pun pulang kerumah karna Bagas belum selesai akhirnya Tata dan Intan ikut mobil Juna dan mengantarkannya pulang kerumah masing masing
***
keesokan harinya sesuai rencana mereka kembali kesalon jam 10.00
Bagas berangkat bersama Tata dan Intan
Stela dan Sukma berangkat bersama dari rumah
sedangkan Juna menjemput Naya dan Malik
"kak padahal aku bisa luluran dirumah saja sendiri dari pada kesalon"
celetuk Naya ditengah perjalanan
"gak papa sayang enakan disalon ada yang mijitin jadi kamunya gak capek"
ucap Juna lembut
"daripada bolak balik gini kan mala kakak yang capek"
Naya cemberut bibirnya monyong karna kesal
"gak papa sayang, kakak mala senang kok bisa anterin kamu kemana mana"
jawab Juna lembut
"iya aku yang mau kakak capek terus sakit, aku gak mau kakak kenapa napa"
Naya semakin memonyongkan bibirnya yang membuat Juna gemas
"kakak gak akan capek sayang, percaya ya?? kakak janji akan selalu menjaga kesehatan dan kakak yakin saat pernikahan kita semuanya beres kamu tinggal melihat wajah tampan kakak nantinya dan kamu akan semakin terpesona dan jatuh cinta sama kakak, jangan pernah berpaling dariku ya sayang??"
pinta Juna menggenggam tangan Naya sambil menyetir
"ya kalau kalau tampan kalau kusut bahkan pucet karna kakak selalu bolak balik nganterin aku nyalon dan ditambah lagi kakak sibuk banget terus gimana tu, masak pengantin wanitanya cantik jelita begini tapi pengantin prianya nya pama pucet kayak mumi kan gak lucu"
Naya ngambek
"iya deh maaf sayang, kakak akan jaga kesehatan kakak janji??"
ucap Juna merasa bersalah dan gemas
"auk ahh"
jawab Naya sewot
"umi sama om Juna lagi berantem ya?? dari tadi umi monyong terus bibirnya??"
tanya Malik penasaran karna ia tidak mendengarkan percakapan orang dewasa karna asik dengan game nya
"gak sayang umi hanya lagi sariawan kok, nanti juga sembuh sendiri"
Juna yang menjawab pertanyaan Malik dengan terkekeh
Naya langsung mencubit pinggang Juna karna mengejeknya hingga menjerit kesakitan
"umi kok nakal ya tangannya"
tegur Malik yang melihat sang ibu mencubit
"umi kesel, Malik juga mau umi cubit??"
Naya menawarkan yang langsung ditolak anaknya dengan gelengan kepala
"ya sudah gak usah banyak cerewet"
celetuk Naya
__ADS_1
kemudian Malik pun mendekati Juna dan membisikkan sesuatu Juna pun langsung mendekatkan telinganya sambil menyetir
"om kalau umi lagi marah marah jangan diladeni ya nanti keluar taring dan tanduknya kan bahaya, umi memang galak sukanya marah marah"
bisik Malik
Juna langsung tertawa terbahak bahak
hahahha
"iya sayang"
jawab Juna
Naya semakin kesal karna Malik lebih membela Juna
"umi jangan monyong terus nanti malam kan acaranya tante Stela?? masak muka umiku kayak gitu"
Malik kesal dengan ibunya yang seperti wanita kedatangan tamu bulanan
"baiklah baiklah umi akan senyum ok"
ucap Naya melebarkan bibirnya membentuk senyuman
"gitu dong"
jawab Malik
tidak lama mobil Juna sampai dihalaman salon dan ia pun langsung turun bersama Malik dan Juna dan masuk kedalam yang sudah dihuni Stela dan Sukma yang datang lebih dulu
"mbak lama banget sih, ayo ah kita mulai"
ucap Stela langsung bendiri dan mengajak Naya langsung ritual lulur mandi bunga agar tubuhnya segar
"sorry Jun telat"
ucap Bagas masuk kedalam salon
"gak papa aku juga belum lama kok masuk, udah gih mbak nya udah nunggu tu"
jawab Juna menunjuk kepagawai salon
pegawai salon dengan cepat membawa Tata dan Intan
"monggo silahkan mbak"
ucap pengawai tersebut dengan ramah
Tata dan Intan pun mengikuti pegawai tersebut
Juna dan Bagas mulai menyibukkan diri dengan pekerjaannya sambil mengawasi Malik yang sedang mainan ponsel tidak lupa Juna membawakan cemilan dan mainan untuk Malik agar tidak bosan
dua jam lamanya Juna dan Bagas menunggu para wanitanya luluran akhirnya selesai juga
tiba tiba Ella membuka pintu salon dan bertemu dengan rombongan Juna yang baru selesai
"Naya??"
panggil Ella
Naya dan yang lainnya yang tidak tau kedatangan Ella pun kaget terutama Naya yang dipanggilnya
"mbak"
jawab Naya terkejut
"kamu ngapain kesini?? buntutin mbak Naya??"
tanya Stela kesal teringat rencananya waktu lalu
Naya menyenggol lengan Stela agar tidak terbawa emosi
"gak kok kebetulan kita ketemu Stel maaf yang waktu itu, kalian apa kabar??"
tanya Ella ramah tepatnya berusaha ramah
"gak usah terlalu banyak basa basi mbak Ella, ayo kita pergi saja, udah selesai kan semuanya mas?"
tanya Tata ke Juna yang dianggukin Juna
ia kesal dengan kelakuan teman pesantrennya tersebut
lalu mereka pun melangkahkan kakinya keluar salon tapi Ella memegang tangan Naya mencegahnya sebentar
"Nay, mbak akan menyerah, mbak sangat mencintai kak Juna, lebih baik kamu kembali rujuk saja sama mas Ryan"
bisik Ella pada Naya
"aku gak peduli mbak, kalau mbak mau silahkan mas Ryan buat mbak Ella saja, aku tidak membutuhkannya lagi"
jawab Naya yang juga ikut berbisik dan melepaskan genggaman tangannya
dan melanjutkan langkahnya kembali
"Naya aku gak akan tinggal diam, kak Juna milikku, kenapa kamu selalu menang dari ku dari dulu, kenapa?? kenapa selalu kamu yang jadi nomer satu dihati para laki laki, kenapa Nay?? aku gak terima semua ini, aku sudah berusaha sebaik mungkin agar bisa lebih dari kamu, tapi kenapa masih kamu yang nomer satu , kenapa??"
Ella mengeluarkan unek uneknya selama ini yang selalu ia pendam karna sebenarnya ia menyayangi Naya seperti menyayangi adiknya usia Naya terpaut kebih muda darinya tapi sayang karna Naya terkenal cantik putih bersih ditambah kekonyolannya membuat semua orang tertarik padanya hingga rasa sayangnya berubah menjadi iri
"apa???"
Naya terkejut menghentikan langkahnya begitu juga dengan yang lain
Ella pun mendekat ke arah Naya berdiri
"kamu itu sok cantik, suka caper kesemua orang, lebay, kamu itu benar benar"
Ella mengeluarkan kekesalannya lagi dan ingin memukulnya tapi Juna dengan sigap menghentikannya ia mencengkal tangan Ella yang hendak memukul calon istrinya
"aku udah bilang sama kamu, jangan pernah usik Naya, kalau tidak aku tidak akan segan segan denganmu Ella"
ancam Juna menatap tajam Ella membuatnya takut dan berani membalas tatapan Juna
Juna menarik tangan Naya dan Malik masuk kemobil dan langsung berlalu dari salon
"bener bener kurang ajar, kenapa aku selalu kalah sama dia sih?? hahhh??"
Ella mengeluarkan kekesalannya lagi
"emang dia siapa La?? cakep sih emang apa lagi yang cowok huuu ganteng bestie"
celetuk teman Ella
"dia junior ku dipesantren dulu, yang cowok mantan pacarku dipesantren"
Ella memberitahu dengan nada kesal
"apa?? kamu pernah jadi santri??"
tanya teman Ella kaget
"ya, dulu kami satu pesantren, sempat menjalin hubungan, tapi sayang aku cuma dimanfaatin doang untuk mengorek informasi dan agar dia lebih dekat dengan juniorku itu"
Ella menceritakan kisahnya dulu
"emang mata dia buta ya?? gak lihat kamu secantik ini?? emang sih cewek tadi lebih cantik dari kamu, mungkin itu kali ya??"
teman Ella berpendapat sendiri
"tau ahh, aku harus cari cara agar kak Juna jadi milikku lagi"
ucap Ella meyakinkan diri sendiri
"udahlah kalau gak jodoh ya sudah, mau gimana lagi, kamu cari yang lebih dari cowok tadi, ya walaupun sulit sih, kayaknya dia unlimited edition deh kalau gak salah, kelihatan dari tampangnya "
__ADS_1
celetuk teman Ella lagi sambil terkekeh