
juna mengikuti naya di sebelahnya takut naya kenapa napa karna naya enggan dipegangi atau dituntun.
sampai mobil naya duduk didepan disamping pengemudi. juna melajukan mobilnya menyusuri jalanan kota kendal untuk mencari es kelapa muda yang masih buka. karna kalau malam jarang es kelapa muda buka. mungkin bahkan sudah tutup semua.
"hahh akhirnya bisa bernafas juga hehehe."
naya cengengesan
juna menoleh ke arah sekilas karna dia harus fokus menyetir.
"ohhh jadi cuma alesan aja kamu keluar cari es kelapa muda. nakal kamu ya nay."
juna gemas.
"kalau es kelapa muda nya beneran kok kak aku lagi pengen kalau keluar emang alesan aja hehehe. naya cengengesan.
" habisnya aku capek tiduran mulu dari tadi kan pengap pengen lihat luar. gak tau apa pinggangku sakit banget molor mulu."
naya cemberut memonyongkan mulutnya.
juna hanya tertawa melihat naya memonyongkan mulutnya.
"ketawa lagi gak lucu"
naya ngambek
"ihh kamu tuh kalau lagi ngambek lucu ya gemes deh jadinya. pengen cubit pipimu yang tembem itu."
ucap juna mengangkat satu tangannya ke arah naya seperti ingin mencubit.
"kenapa gak sekalian gemes deh pengen cium bibir monyong kamu itu."
jawab naya memperagakan tingkah manja sambil memaju majukan mulutnya.
juna semakin tertawa.
"mau kakak cium. kalau mau kakak cium nih."
goda juna
"emang berani cium istri orang whekk"
tantang naya bercanda.
"aku kasih cium baru yaho kamu ya hahaha"
juna tertawa diikuti naya
"kak mau cari esnya dimana??"
tanya naya setelah capek tertawa.
"bentar ya kakak cariin. sabar ya nay."
ucap juna lembut.
naya mengangguk anggukan kepala tanda mengerti.
"itu ada tapi tutup. tunggu bentar ya kakak masuk kedalam dulu.??"
saat juna menemukan penjual es kelapa muda rumahan. naya mengangguk tanda mengerti.
tok tok tok
"assalamualaikum pak assalamualaikum"
juna mengucap salam berkali kali sambil mengetuk pintu rumah membangunkan penjual yang mungkin sudah tidur karna jam sudah menunjukkan 22.00. malam.
"waalaikum salam."
jawab seseorang dari dalam lalu membuka pintu rumah.
"ada apa mas ??"
tanya seorang bapak bapak paruh baya
"maaf pak menganggu saya ingin beli es kelapa muda pak makan sini soalnya hmm soalnya."
juna bingung menjelaskan statusnya dengan naya. "itu pak ada yang ngidam pengen es kelapa muda." jawab juna canggung.
"ohhh istrinya lagi ngidam ya mas. ya wes istrinya suruh masuk saja biar bapak buatkan khusus untuk istri mas."
ucap bapak penjual es kelapa muda tersenyum ramah
"iya pak bentar saya panggil dulu"
kemudian juna menghampiri naya.
"nay ayo masuk."
juna mengetok kaca pintu mobilnya.
naya pun mengangguk membuka pintu mobil dan turun mengikuti juna masuk kerumah penjual es kelapa muda.
"silahkan masuk mas"
ucap ibu ibu paru baya. kemungkinan besar adalah istri bapak penjual es kelapanya.
"iya bu maaf ya bu merepotkan"
juna sungkan.
lalu masuk kedalam rumah.
silahkan duduk mas mbak. maaf lesehan gak papa ya mas mbak"
istri bapak penjual es kelapa mempersilahkan
"iya bu makasih."
naya dan juna barengan. lalu duduk dilantai yang beralaskan tikar.
"tunggu bentar ya mbak bapak lagi matik kelapa mudanya"
istri penjual es kelapa tersenyum ramah.
"i iya bu. maaf ya bu merepotkan."
naya balas tersenyum.
"iya tidak apa apa mbak namanya juga lagi ngidam sudah sewajarnya dan harus dituruti katanya nanti anaknya ileran"
istri penjual es kelapa bergurau.
naya mala membayangkan kalau seandainya anaknya ileran.
wuahhhhh
naya berteriak
"nay kamu kenapa teriak teriak ada yang sakit??."
juna khawatir.
naya menggeleng.
"terussss??"
tanya juna.
"gak tau kak kok aku tiba tiba ngembayangin anak aku ileran ya."
jawab naya bingung.
hahh hm hm hahaha
juna tercengang lalu tertawa dengan kekonyolan naya.
__ADS_1
"hahaha naya naya malah dibayangin gimana sih. kamu tu lucu banget hahaha"
naya mencubit pinggang juna sampai benar benar puas. juna berteriak
"ahhhh auw nay. lepasin nay sakit.naya sakit nay ."
juna mengeluh.
naya melepaskan cubitannya.
"rasain kamu kak. nyebelin banget sih makan tu cubitan"
naya cemberut.
istri penjual es kelapa geleng geleng kepala melihat tingkah naya dan juna yang dikira pengantin baru.
tak lama bapak penjual es kelapa pun datang membawa 2 kelapa muda yang siap dinikmati.
"ini mbak mas es kelapanya silahkan."
ucap bapak penjual es kelapa ramah.
"iya pak makasih. monggo pak bu??"
jawab naya dan juna. lalu mereka menyantap es kelapa muda bersama.
masih beberapa suap naya berhenti dan menatap juna dengan wajah memelas.
juna yang menyadari naya menatapnya pun menoleh.
"ada apa nay??"
"hmm kak boleh minta sesuatu lagi gak kak??"
tanya naya ragu ragu.
"minta apa nay??"
tanya juna lembut
"i itu. sebelumnya naya minta maaf ya kak mungkin agak sembrono tapi gimana ya pengen banget. gak bisa ngerem juga sih."
naya ragu ragu takut juna tersinggung
juna mengerutkan alis penasaran apa yang di inginkan naya.
"kamu ingin apa nay??"
tanya juna lagi
"i itu kak aku aku."
naya menggigit bibirya dan menarik nafas dan melanjutkan ucapannya.
"aku ingin disuapin."
ucap naya dengan mata berbinar binar dan ekpresi seimut mungkin.
juna tersentak mendengar keinginan naya. ia terdiam harus gimana. bagaimanapun juga naya bukan istrinya rasanya tidak pantas. tapi melihat naya menampakkan tampang imutnya seperti anak kucing yang lucu akhirnya juna mengiyakan keinginan naya.
"ya ya sudah tapi habisin ya??"
juna tergagap
naya mengangguk angguk semangat.
juna menyuapi naya dengan telaten sampai habis es kelapa mudanya. naya tersenyum senang disuapi juna.
"makasih ya kak. kakak memang yang terbaik"
naya mengacungkan jempolnya.
juna tersenyum.
"seandainya kamu kekasih halal ku nay. betapa bahagianya aku. aku akan selalu memanjakanmu."
suami istri penjual es kelapa tersenyum senang melihat pemandangan didepannya. mereka masih mengira kalau naya dan juna sepasang pengantin baru yang lagi manis manisnya.
juna pun tidak memberitahu mereka dengan statusnya.
selesai minum es kelapa muda juna dan naya langsung pamit karna sudah terlalu malam tidak enak dengan penjual es kelapa mudanya.
"pak bu mohon maaf ya sudah ngrepotin dan terima kasih sudah mau melayani kami ditengah tengah bapak ibu istirahat."
ucap juna sopan.
naya hanya ikut tersenyum.
"iya mas gak papa namanya juga lagi ngidam. terima kasih sudah mampir sini ya mas mbak saya doakan semoga lahirannya lancar dikasih kesehatan semuanya. semoga nanti anaknya menjadi anak yang sholeh sholeha ya mbak mas. semoga rumah tangga kalian juga diberikan samawa till jannah aminnn aminnn aminnn"
bapak ibu penjual es kelapa muda mendoakan.
naya dan juna hanya mengamin amin kan saja. agar cepat selesai.
mereka tidak tau bahwa doa si penjual es kelapa muda suatu saat nanti insyallah akan diijabah oleh allah. tidak ada yang tau akan kebesaran allah.
naya dan juna pamit dan berlalu setelah mencium punggung tangan mereka dan mengucap salam.
sampai ditengah jalan
"kak mungkin mereka mengira kita sepasang suami istri ya kak. mereka tidak tanya apapun tentang kita"
tanya naya heran.
"mungkin. apa lagi lihat kami hamil dan lagi ngidam. pasti mereka mengira kita suami istri."
ucap juna.
naya mengangguk angguk tanda mengerti.
"ehh kok kakak gak jelasin ke mereka kak. kenapa??"
tanya naya penasaran.
"nay kalau kakak jelasin kemera. gini bu maaf ini teman saya atau istri teman saya bukan istri saya bu. nanti apa tanggapan mereka. coba kamu pikir kakak bilang begitu sama mereka. apa lagi tadi kamu pinta disuapin. apa yang akan mereka pikirkan. kami bisa menebaknya gak???."
juna bertanya balik
naya memikirkan perkataan juna.
"iya juga sih pasti bakalan ribut nantinya kak.ditanya macem macem lah. dikira hamil duluan lah apalah. pasti ribet banget "
jawab naya sambil berpikir.
"nah kamu tau itu. anak pinter. makanya kakak iya iyain aja biar gak panjang urusannya.
"iya ya kak hehehe."
naya cengengesan. juna hanya tersenyum melihat naya.
"kak tadi mas juna telpon"
naya cerita.
deggg
juna takut terjadi sesuatu dengan naya.
juna hanya diam memandang naya memastikan bahwa mereka baik baik saja.
"alhamdulillah kak mas ryan gak marah dengan kehamilan aku."
seketika dada juna merasa lega mendengar suaminya tidak marah itu berati ryan bisa menerima kehadiran anak mereka.
"mas ryan bisa menerima kehamilan aku ini kak bahkan mas ryan nyuruh aku untuk banyak istirahat kak. katanya gak usah kerja takut kecapekan katanya. tapi aku males kalau gak kerja kak dirumah mulu gak bisa ngapa ngapain. aku mau kerja aja ahhh. nanti aku rayu mas ryan biar aku masih diijinin kerja."
naya bercerita.
__ADS_1
"alhamdulillah kalau suamimu bisa menerima nay.kakak seneng. tapi ada benarnya nay kata mas ryan kalau kamu gak usah kerja takut kenapa napa. mending kamu istirahat dirumah ya. agar kandungan kamu sehat dan kuat.
juna menasehati naya dengan lembut.
"tapi aku mau kerja kak. aku gak mau dirumah. bisa bisa aku stress kak. aku mau tetap kerja. nanti aku mau rayu mas ryan biar bisa tetap kerja." naya ngotot.
"ya sudah kalau kamu masih mau kerja tapi kakak ingetin ya kalau capek istirahat jangan dipaksain. kamu ngerti???"
tanya juna.
naya mengangguk tanda mengerti.
"asiapppppp."
jawab naya cengengesan.
juna tersenyum geleng geleng.
"pasti aku akan sangat merindukanmu saat aku jauh darimu."
gumam juna dalam hati.
tak lama mobil juna dan naya sampai diloby rumah sakit. juna turun duluan langsung membukakan pintu untuk naya.
"kenapa harus dibukain aku kan bisa buka sendiri. kayak tuan putri aja ah kak."
protes naya.
juna hanya tersenyum. ia ingin mengenang moment moment saat bersama naya selama di semarang. yang pastinya akan sangat ia rindukan saat di jakarta.
mereka berjalan bersama menuju ruangan naya.
ditengah jalan naya bertanya.
"kak kenapa gak sekalian pulang aja sih kak. kan aku udah sehat. nih lihat aku udah gak lemes lagi kan. pulang ya kak??"
juna hanya diam tersenyum saja tidak menanggapi protes naya.
"kak kok diam aja sih ihhhhh."
naya sebel tanpa sadar ia menghentakan kakinya dan membuat perutnya terasa ngilu.
"aoooooo"
"kamu kenapa nay."
juna panik naya memegangi perutnya.
naya hanya meringis.
"kakak gendong aja ya nay??"
naya hanya mengangguk. juna langsung menggendong naya sampai keruangannya. saat masuk ruangan orang tua dan adik naya kaget melihat naya digendong oleh juna.
"wan tolong panggilin suster dan dokternya ya wan"
pinta juna.
ridwan langsung berlari menuju ruang perawat tanpa menjawab juna.
juna meletakkan naya ditempat tidur dengan sangat hati hati.
"nay mana yang sakit??"
tanya juna panik tapi masih bisa dengan nada lembut.
"aku cuma ngilu aja kok kak. gak papa."
jawab naya memenangkan.
"apa ngilunya masih. apa sakit banget nay. hmm. bentar ya sebentar lagi suster datang."
juna membelai kepala naya penuh perhatian.
"aku gak papa kak gak usah dipanggil dokter. bentar lagi sembuh kok. cuma gilu doang kak. gak papa."
naya memberi tahu.
"kamu harus diperiksa. kamu dan bayimu harus aman. kakak gak mau kalian kenapa napa."
mata juna sudah berkaca kaca
"tapi aku beneran gak papa kak."
naya meyakinkan.
"nay kakak mohon ya. kakak benar benar takut."
ucap juna penuh permohonan.
ridwan datang bersama dokter jaga dan suster perawat.
"bentar ya bu saya periksa dulu.??"
ucap suster perawat.
dokter jaga memeriksa naya dengan cekatan dan teliti. semua orang tampak khawatir dengan kondisi kandungan naya. apalagi dengan ibu naya ia tak kala khawatir seperti juna. ibu naya sempat melihat naya meringis seperti menahan rasa sakit.
"bagaimana dok. naya dan bayinya baik baik saja kan dok??"
tanya juna was was takut terjadi sesuatu dengan kandungannya.
"ibu dan janinnya baik baik saja pak. bapak tidak perlu khawatir hanya kram biasa. tapi harus dijaga juga ya pak. kurangi berhubungan dulu. jangan terlalu dipaksakan.karna usianya masih terlalu muda.
terang dokter jaga.
juna hanya mengiya iyakan saja perkataan dokter.
"apa masih ada keluhan lain pak bu??"
tanya dokter.
naya menggeleng gelengkan kepala tanda sudah tidak ada keluhan.
"baik terima kasih pak bu saya permisi. kalau ada keluhan lagi jangan sungkan."
ucap dokter ramah.
"terima kasih dok."
ucap juna dan yang lainnya. dokter dan perawat pun pamit keluar dari ruangan naya.
juna menghela nafas lega mendengar naya dan kandungannya baik baik saja.
hmttt huahaha hihihi
naya tertawa cekikikan melihat tampang lega juna.
"gak usah tertawa gak lucu."
juna kesal.
"kakak tu ya lucu banget sudah kayak suami aku aja. apalagi pas mendengarkan harus dijaga ya pak. kurangi berhubungan dulu. jangan terlalu dipaksakan. lucu tau gak lihat tampang kakak yang seperti itu. ekpresinya itu lohhh hihihi"
naya memperagakan perkataan dokter dan ekpresi juna saat mendengarkan sang dokter.
"pasti dokter mengira kita pasangan suami istri kak hihihi"
naya cengengesan.
"kamu nakal ya nay. awas kamu ya."
juna tersenyum.
ibu dan bapak naya hanya menggeleng dengan tingkah mereka.
"seandainya kalian adalah sepasang suami istri sungguhan. betapa bahagianya bapak nak"
__ADS_1
batin bapak naya dalam hati memandang anak perempuannya denga juna yang sedang bergurau.