
akhirnya Ella dan temannya masuk kedalam salon dengan bibir cemberut karna temannya tidak mendukungnya
didalam mobil sepanjang perjalanan Naya hanya terdiam memikirkan ucapan seniornya
"sudah jangan dipikirin ya, Ella gak akan berbuat apapun, dia tidak akan berani sayang, kakak akam selalu menjagamu melindungimu"
Juna meyakinkan Naya hanya mengangguk
"umi tadi itu siapa?? teriak teriak kayak orang gila"
tanya Malik
"dia memang orang gila sayang, jangan dekat dekat ya, kalau ketemu dia lari, Malik gak boleh dekat, bahaya "
Juna mengingatkan Malik mengangguk mengerti
"iya gilanya karna kamu kak"
celetuk Naya manyun
Juna terkekeh
"bisa gak sih gak manyun mulu gitu, jelek tau, masak gak malu sama anak sendiri, lihat tuh Malik aja pinter ceria selalu, masak mboknya kalah"
ledek Juna
"aukk ahh kesel aku"
jawab Naya sewot
Juna hanya geleng geleng dengan tingkah Naya
dimobil Bagas kepo dengan apa yang dilihat dihalaman salon tersebut
"Ta tadi itu siapa?? kayaknya kenal sama kamu??"
tanya Intan penasaran
"oh itu seniorku dipesantren mbak, dia mantan pacarnya mas Juna"
jawab Tata masih menyimpan kesal
"owchh, terus kenapa mukamu masih ditekuk gitu?? musuh kalian selama dipesantren??"
tanya Intan lagi
"gak sih cuma"
jawab Tata akhirnya ia pun menceritakan permasalah Naya dan mantan suaminya berserta seniornya seperti yang diceritakan Naya pada padanya tanpa mengurangi atau menambahi
Intan pun terkejut mendengar cerita Tata
"kok tega ya mareka??"
ucap Intan ikut kesal Tata mengangguk membenarkan
"terus gimana sekarang Ta, mbak jadi ikutan khawatir sama Naya Ta"
tanya Intan terlihat mengkhawatirkan Naya
"udah gak papa ada Juna dia pasti bakal melindungi Naya dan keluarga semuanya, jangan khawatir sayang, mas percaya Juna"
Bagas ikutan nimbrung yang sedari tadi hanya sebagai pendengar setianya saja
"betul itu mbak, aku juga gak terlalu khawatir karna ada mas Juna, dia bisa diandalkan mbak, pasti dia sudah menyiapkan semuanya untuk melindungi kak Naya, mbak gak tau kan selama ini hidup kak Naya selalu diawasi??"
tanya Tata yang membuat Intan terkejut
"a apa??"
mata Intan melotot sangking kagetnya Tata mengangguk semangat
"diam diam mas Juna mengirim seorang bodyguard terpercaya yang setia mengawasi kak Naya dimana pun berada tanpa sepengetahuan kak Naya, sampai sekarang kak Naya gak tau, hebatkan mas Juna"
puji Tata pada Juna
"i iya sih, tapi apa aku juga diawasi?? mas apa kamu juga kirim mata mata buat ngawasin aku??"
tanya Intan penuh selidik Bagas sedikit terlonjak karna dituduh Intan
"mas gak punya kekuatan seperti Juna sayang gak mungkin mas bisa bayar pengawal yang gajinya puluhan juta, walaupun Juna pasti bisa membantu mas tapi tetap saja gak enak, Juna sudah banyak membantu mas, sebenarnya mas juga khawatir sama kamu takut mantan suamimu muncul tiba tiba dan ingin merebutmu seperti Ryan tapi apalah daya sayang"
ucap Bagas jujur apa adanya
"mas aku kasih tau ya mantan suami gak tau kemana dia hilang ditelan bumi, walaupun dia tiba tiba muncul aku gak akan berpaling darimu mas Bagas, aku cinta sama kamu sebelum kamu mencintaiku"
jawab Intan jujur dari hatinya yang membuat Bagas bangga merasa dicintai
"lagian kasih pengawal segala kan gak nyaman risih tau merasa diawasi"
lanjut Intan
"iya makanya jangan bocorin ke Naya ya, kalau sampai dia tau bisa jadi reog ponorogo dia mencak mencak jadi jaran embek, kamu tau sendiri Naya gimana sayang??"
Bagas mengingatkan
"iya mas aku gak akan ngomong ke Naya kok mas, tapi lucu sih kalau lihat dia marah marah"
jawab Intan cekikikan teringat Naya marah marah sama Juna
"ya dia emang lucu mbak"
Tata menimpali
"Sukma putar balik yuk??"
ajak Stela
"ngapain mbak??"
tanya Sukma yang melihat wajah kesalnya yang belum hilang
"tangan mbak gatel nih pengen nonjok orang tadi"
ungkap Stela
"gak usah aneh aneh deh, nanti malam kan mbak harus tampil cantik dan membahana kok mala mau nonjok orang gimana sih??"
gerutu Sukma pada Stela
"justru itu mbak harus melampiaskannya dulu biar nanti bisa fress Ma"
Stela memberitahu
"mana ada, jangan aneh aneh deh, aku aduin sama mbak Naya dan mas Juna baru tau rasa kamu mbak"
ancam Sukma membuat Stela merengut memonyongkan bibirnya karna kesal
tidak lama mobil mereka pun sampai dihalaman rumah ibu Juna dan mereka semua pun turun dari mobil langsung masuk kerumah dengan wajah ditekut kecuali Naya yang merusaha melupakan kekesalannya bertemu dengan mantan pacar calon suaminya
dan menyalimi orang tuanya
"udah selesai kalian semua, ayo masuk makan siang gih, mama dan ibu sudah nyiapin semuanya"
ajak ibu Juna yang melihat anak anak pulang kerumah
"kenapa mukanya pada manyun semua gitu?? ada masalah apa?? kalian gak puas sama pelayanannya??"
tanya mama Juna
"gak papa kok ma, cuma capek diperjalanan aja"
jawab Naya sopan membuat Stela semakin kesal hingga menghentak hentakkan kakinya masuk tanpa mempedulikan yang lain membuat orang tuanya keheranan
" ma bu aku lapar ayo makan "
Juna mengalihkan dan menggandeng kedua ibu surinya masuk kedalam yang diikutin yang lain
__ADS_1
Juna menoleh ke Naya yang dibelakangnya dan mengedipkan satu matanya untuk menggodanya
Naya hanya menggelengkan kepalanya dengan tingkah calon suaminya
"umi om Juna kenapa?? matanya kelilipan ya kok kedip kedip gitu??"
tanya Malik yang sempat melihat kelakuan Juna
membuat semuanya cekikikan karna ketahuan san anak menggoda ibunya
"gak papa nanti biar diobati oma atau nenek sayang"
jawab Naya kikuk
setelah menikmati makan siang bersama dirumah orang tua Juna para wanita memutuskan kekamar Stela untuk ngerumpi seperti emak emak komplek
sedangkan Juna dan Bagas menyibukkan diri dengan pekerjaannya diruang kerja Juna
"kalau sudah berkumpul ya sudah begitu modelnya"
keluh Bagas
Juna terkekeh
"mau bagaimana lagi namanya juga perempuan Gas, biarkan saja asalkan mereka senang yang penting tidak kelewat batas"
ucap Juna
"iya sih, sejauh ini mereka hanya berkumpul biasa jadi masih aman, semoga mereka tidak akan aneh aneh"
jawab Bagas lalu melanjutkan kembali pekerjaannya
hingga menjelang malam sesuai janji Adam dan keluarganya datang bertamu ke keluarga Stela untuk meminangnya
"assalamualaikum"
ucap Adam dan keluarganya
"waalaikum salam"
jawab keluarga Juna serempak dan mempersilahkan keluarga Adam duduk
saat duduk Adam curi curi mengirim pesan pada Stela yang masih berada dikamarnya ditemani para wanita
ting
ponsel Stela berbunyi
semua mata tertuju pada ponsel Stela
"ayo buka mbak siapa tau dari mas Adam"
ucap Sukma yang dianggukin yang lainnya akhirnya Stela pun membuka ponselnya dan membaca pesan dari Adam tersebut
{sayang mas sudah sampai dan duduk diruang tamu bersama keluarga semua}
hati Stela berdesir kala membaca pesan dari Adam yang akan meminangnya beberapa menit kedepan
tidak lama pintu diketuk oleh Juna
tok tok tok
ceklek
Naya yang membuka pintu kamar Stela
"suruh turun ya kak??"
tanya Naya yang dianggukan Juna
saat hendak melangkah ke Stela Juna langsung memegang lengan Naya yang akhirnya berhenti dan menoleh ke Juna
"apa kak??"
tanya Naya
jawab Juna mengedipkan satu matanya
"omes"
cibir Naya cengengesan
"lepas kak tangannya aku mau nyamperin Stela"
lanjut Naya karna tangannya masih genggam Juna
"gak mau aku ingin bersamamu dari tadi kamu sibuk terus sama yang lain kakak dikacangin"
rengek Juna
"lebay"
jawab Naya tersenyum
"Nay siapa kok gak disuruh masuk??"
tanya Intan kepo
"kak Juna mbak"
jawab Naya
"Stel suruh turun tu sama bapak"
ucap Juna masuk diambang pintu
Stela mengangguk keluar kamar yang digandeng Juna turun kebawah duduk berjajar diantara kedua orang tuanya
"Stel kami sudah membicarakan semuanya dengan keluarga nak Adam, apa kamu bersedia menerima pinangan Adam nak??"
tanya bapak Stela lembut
Stela hanya terdiam tertunduk malu tidak berani menatap semua tamu yang hadir
"Stela aku datang melamarmu sesuai janji ku padamu, apakah kamu mau menerima lamaran ku?? apa kamu mau menjadi makmuku??"
tanya Adam lembut menatap lekat wajah Stela yang tertunduk tapi Adam masih bisa melihat senyuman Stela
Stela hanya mengangguk tertunduk
"kurang mantap anggukanmu, ayolah nak tampakkan wajah cantikmu, tante mau melihatnya kamu mengatakan iya, jangan hanya menunduk saja"
celetuk mama Adam yang tidak sabaran
"ma, jangan gitu dong Stela kan malu"
tegur Adam lembut
Stela pun akhirnya mendongakkan kepalanya dan berkata
"ya aku bersedia mas"
ucap Stela mantap lalu menundukkan kembali kepalanya karna malu
"alhamdulillah"
jawab semuanya
"Jun kamu dari tadi kenapa sih mau kabur aja bawaanya"
bisik mama Juna yang duduk disebelahnya
"kangen ma"
jawab Juna cengengesan
"sabar sedikit kenapa, Nayanya juga ada dikamar juga, kenapa tadi gak diajak sekalian biar kamu bisa mandangin Naya dengan puas"
__ADS_1
ucap mama Juna agak kesal dengan anak sambungnya yang seperti anak ABG
Juna hanya cengengesan melihat kekesalan mamanya
Juna menemani tamu sampai acara selesai hingga waktunya makan malam pun tiba ia langsung menghampiri Naya yang masih berkumpul dengan yang lain dikamar Stela atas perintah ibunya
tok tok
Juna mengetuk pintu untuk yang kedua kalinya menghampiri kamar adiknya
ceklek
pintu dibuka Tata
"ada apa mas??"
tanya Tata
"disuruh pada turun makan malam"
jawab Juna
"ya sudah, kak, mbak, Ma, ayo turun makan"
ajak Tata kepada Naya Intan dan Sukma yang dianggukan kepala pada semuanya dan keluar dari kamar Stela
"sayang kangen"
bisik Juna ditelinga Naya yang membuat Naya geli reflek memukul Juna dengan tangannya
"geli tau, kakak tu ya ada ada saja deh kayak anak muda aja, udah bangkotan juga banyak gaya"
cibir Naya cengengesan
Juna hanya tersenyum menanggapinya ia hendak memeluk Naya walau hanya sebentar tapi tiba tiba ada yang memanggil
"om Juna dicariin oma, katanya lama banget gak turun turun"
ucap Malik tanpa dosa menggagalkan aksi Juna
"ya sayang ini mau turun kok, yuk turun"
jawab Juna kikuk karna ketahuan Malik hendak memeluk ibunya
Naya tersenyum meledek melihat Juna Juna salah tingkah ia pun menggandeng Malik anaknya Juna pun menggandeng Malik seperti anak sendiri
"lihat deh mas, gak kelihatan ya kalau Malik bukan anaknya mas Juna??"
ucap Tata yang melihat kedekatan Malik dan Juna
" iya, Juna memang sayang sama Malik, sayang Juna itu tulus seperti dia mencintai dan menyayangi ibunya tanpa embel embel"
jawab Bagas yang dianggukan Tata adiknya
"mereka memang serasi seperti keluarga kecil bahagia, semoga bahagia selamanya"
Intan mendoakan yang diaminkan yang lain
Naya Juna dan Malik turun dari tangga dengan senyuman yang merekah
"ehem ehem yang bentar lagi nikah, cie cie bahagianya"
ledek Sukma
Juna dan Naya hanya senyum senyum malu tapi mau
"kamu itu ya suka banget gangguin masmu"
tegur mama Juna
"aku senang ma lihat mas Juna tersenyum gitu"
kilah Sukma
lalu mereka pun menikmati hidangan yang disajikan pada ibu Juna
"memang ya kak orang kaye beda semuanya"
celetuk Tata berbisik ditelinga Naya
"hus kamu itu ngomongnya jangan disini, gak enak kalau denger, gimana sih"
tegur Naya
"abisnya makanannya enak enak kak beda sama makanan kita"
kilah Tata
"ya bedalah Ta kita orang kampung, mereka orang kota kaya pula, sebuah keajaiban aku dapat orang kaya kayak kak Juna Ta udah ganteng lagi"
puji Naya
"terus aja dipuji, kemarin kemarin kemana neng?? nolak mulu sekarang jadi edan kan sama mas Juna hemmm sok nolak kamu kak??"
cibir Tata
"iya iya maaf, dulu kan aku masih milik orang lain Ta wajarlah aku nolak, sekarang aku single parent gak masalah dong nerima kak Juna yang jatuh cinta duluan ke aku"
Naya bangga
"iya iya bangga"
cibir Tata lalu tertawa bersama
setelah para tamu pamit pulang
Bagas pamit pulang kerumah Juna pun pamit mengantarkan Naya pulang
"Malik tidur sini aja bareng yang lain"
ucap ibu Juna
"umi aku mau tidur sini boleh??"
Malik meminta izin
"nanti mbah nangis seharian gak lihat Malik"
Naya berbohong agar anaknya tidak menginap dirumah orang lain walaupun calon mertuanya sendiri, Naya tidak enak dan takut harus bermalam dirumah calon mertuanya tanpa ikatan yang sah
"yahh, iya juga ya umi, pasti mbah uti dan mbah kung khawatir dan nangis kita gak pulang pulang??"
Malik menimang baiknya percaya dengan ucapan ibunya
Naya mengangguk lega karna anaknya bisa dibohongi
"nenek omah maaf ya Malik lain kali saja tidur disini kasihan mbah uti dan mbah kong seharian gak lihat Malik pasti sedih"
ucap Malik memelas
"ya sudah gak papa sayang, tapi janji ya lain kali tidur disini dirumah nenek"
jawab ibu Juna yang dianggukan kepala oleh Malik kemudian ia pun mencium punggung tangan ibu Juna untuk berpamitan begitupun dengan yang lain
kemudian masuk kemobil dengan wajah kecewa
"Malik sayang jangan sedih dong, om janji nanti kalau ada waktu om ajak Malik tidur dirumah nenek oma bahkan dirumah om Juna, Malik mau??"
bujuk Juna lembut
wajah Malik kembali ceria
"janji om?? Malik boleh tidur dirumah nenek??"
tanya Malik antusias
"ya dong, om janji, Malik bisa tidur dimana aja sesuai keinginan Malik sayang, jangan cemebrut lagi ya??"
__ADS_1
pinta Juna