Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
senangnya diantar jemput suami


__ADS_3

ryan merindukan moment moment sederhana itu.


walau hanya sepiring berdua makan saling suap menyuap dengan kesedehanaan itu ryan dan naya selalu bahagia. walaupun terkadang setelah itu harus bertengkar hanya masalah orang tuanya.


itu yang membuat mereka enggan berpisah.


"sayang suapin ya??"


ucap ryan manja


aaa


ryan menyuap nasi pertama yang diberikan naya padanya dan mengunyahnya.


"nikmatnya tangan istri sendiri."


puji ryan


"hehehe gombalnya suamiku"


ucap naya


"sayang kamu masuk malam??"


tanya ryan


naya hanya mengangguk anggukan kepalannya.


" terus pulangnya jm berapa syang??"


tanya ryan lagi


" jam 7 mas sudah keluar. kslau mas mau jemput jm setengah 7 dah sampe ya biar gak terlalu lama aku nungguinnya." naya memberitahu.


" iya sayang. mas akan usahakan setengah 7 sudah sampai sana. sayang hari ini kamu pengen kemana"


ucap ryan


"aku ingin istirahat mas. soalnya kan nanti masuk malam. takutnya nanti ngantuk kalau gak istirahat."


jawab naya.


"ya sudah kalau gitu. yang penting kamu jangan terlalu capek ya"


ucap ryan membelai rambut istrinya.


selesai makan naya mencuci piring lalu berlalu kekamar untuk istirahat persiapan kerja malam. ryan lebih memilih nonton tivi takut menganggu istrinya yang lagi istirahat.


tiba tiba ponsel ryan berdering. atas nama juna diponselnya. ryan pun mengangkatnya.


"assalamualaikum mas.gimana kabarnya??"


"waalaikum salam mas. alhamdulillah baik baik saja. kabar mas ryan dan naya baik baik saja kan mas"


tanya juna


"alhamdulillah baik baik saja mas"


jawab ryan


"besok kita bisa bertemu mas. apa mas ryan senggang"


tanya juna


"boleh. mau ketemu dimana. apa juna disemarang??"


tanya ryan.


"aku masih dijakarta mas. besok aku akan ke semarang untuk bertemu denganmu."


juna memberitahu.


"ok jam berapa mas.??"


tanya ryan.


"nanti aku infokan lagi aja mas. gimana??"


juna menimpali.


"ok kalau begitu"


jawab ryan


lalu mematikan teleponnya setelah mengucap salam.


siang berganti sore pun sudah menjadi malam


naya berangkat kerja kepabrik diantar oleh sang suami.


"udah mas sampai sini aja. gak papa."


ucap naya turun dari motor.


"ya sudah kalau begitu ati ati ya sayang besok mas jemput disini ya??"


ucap ryan pada istrinya


"iya mas. mas juga hati hati ya dijalan jangan ngebut."


naya menasehati suaminya.


"iya sanyang mas pamit ya sayang"


pamit ryan


naya mencium punggung tangan suaminya. dan suaminya mengecup kening naya.


"iya mas dada."


naya melambaikan tangan


"mbak itu suamimu??"


tanya raysa


"iya sa itu suamiku."


jawab naya tersenyum.


"ohhh katanya merantau mbak. udah pulang ya mb??"


tika menimpali


"iya tik suamiku baru aja pulang. ayo masuk nanti telat kena omel lagi hehehe."


jawab naya


lalu mereka pun masuk untuk bekerja.


ryan sampai rumah langsung mengirim pesan ke naya memberitahu kalau dirinya sudah sampai rumah dengan selamat agar istri tercintanya tidak khawatir. lalu membaringkan tubuhnya untuk istorahat.

__ADS_1


keesokan harinya ryan bangun subuh sendiri tanpa istrinya membangunkannya. setelah sholat subuh ryan beres beres rumah menggantikan istrinya supaya rumah bersih dan istrinya pulang sudah bersih semua.


setelah selesai ryan siap siap untuk menjemput istri tercintanya. ia melajukan motornya menuju tempat kerja naya.


sampai disana ryan menunggu didepan gerbang. saat pegawai pabrik keluar naya pun ikut keluar. ryan celingukan mencari keberadaan istrinya karna sangkin banyaknya orang yang keluar.


naya pun celingukan mencari suaminya yang menjemputnya setelah keluar dari gerbang pabrik. naya melambaikan tangan saat mendapati suaminya sudah menjemput.


"mas mas."


lambaian tangan naya sambil berlari kecil. setelah sampai didepan suaminya tanpa disuruh naya mencium tangan suaminya. ryan pun mengecup kening istrinya.


"pake helmnya sayang"


ucap ryan memakaikan helm pada naya. naya menurut dengan senyuman. tanpa sadar ada juna yang memerhatikan dari jauh keromantisan mereka.


saat naya mau naik keatas motor temannya bergurau.


"duh senengnya yang diantar jemput suami yang baru pulang merantau hehehe."


ucap ega cengengesan


"iri lu kalau iri nikah biar ada yang antar jemput hahaha"


naya menanggapi guraun temannya.


"pengen sih tapi sayang belum nemu calonnya hahaha." ucap ega tertawa.


"nyari lah ya banyak cowok juga. masak kala sama putri. udah gonta ganti mala hahaha."


"iya nih put boros amet sih kamu aku aja belom dapet kamu dah tiga kali. ajarin dong hahaha"


ega melempar ke putri.


"ala prett ah kenalin aja gak mau kok. makanya kalau diajak kenalan tu ikut aja biar cepet dapet hahahaha" jawab putri. dan mereka tertawa bersama. ryan pun ikut nimbrung tertawa.


"udah ah pulang bayyyy"


pamit naya.


naya dan ryan berlalu dari pabrik. juna masih memandang dari jauh kemesraan mereka sampai motor naya menghilang dari pandangan juna.


"nay padahal kemarin kamu masih berantem dengan suamimu tapi sekarang kamu sudah akur. dan terlihat sangat bahagia hidup bersama suamimu. apa kamu benar benar bahagia nay. atau hanya pura pura." gumam juna dalam hati.


sampai dirumah naya langsung mandi dan istirahat karna capek kerja malam. saat naya baru membaringkan tubuhnya. ryan datang dan ikut membaringkan tubuhnya disamping istrinya


"sayang nanti mas ijin keluar bentar ya yang."


ijin ryan pada istrinya.


"mau kemana mas"


tanya naya.


"mau ketemu temen bentar dia ngajak ketemun dari tadi malam sayang"


jawab ryan.


"ya sudah tapi hati hati ya mas. aku mau istirahat dulu"


ucap naya.


tak lama naya langsung terlelap. ryan memeluk istrinya sebelum ia pergi menemui juna.


saat jam janjian pun tiba ryan pergi menemui juna. sebelum pergi ryan mengecup kening naya dan mengirim pesan untuk istrinya.


ryan tiba dicafe tempat janjian. juna dan bagas sudah tiba lebih dulu.


ryan kaget bagas ikut bersama juna.


gumam ryan sambil menghampiri meja duduk juna dan bagas


" sudah lama menunggu mas." ucap ryan saat sudah berada dimeja mereka dan bersalaman kepada juna dan bagas.


"belum lama mas. silahkan duduk mas ryan "


ucap juna mempersilahkan ryan.


"apa kamu baik baik saja mas bagas??"


tanya ryan.


"ya aku baik baik saya. justru saya yang seharus bertanya. apakah kamu baik baik saja setelah mendengar tentang naya dan aku pukuli??"


jawab bagas meremehkan.


"sudah gas jangan begitu. walau bagaimanapun juga mas ryan istri naya."


juna menasehati bagas.


"tapi dia benar benar keterlaluan jun. istri sakit dia tidak tau. bahkan keluarganya pun tak ada yang datang. aku benar benar marah jun."


ucap bagas emosi.


"aku memang yang salah mas bagas. maafkan aku. aku tidak tau kalau naya masuk rumah sakit. aku suami tidak becus."


jawab ryan.


"kamu sadar kalau kamu tidak becus jadi suami??"


bagas meremehkan ryan


"sudah sudah gas jangan seperti itu. kita kan juga mau membahas itu gas. jadi kamu jangan emosi dulu."


juna menasehati.


"mas ryan aku manggil kamu kesini. untuk membahas semuanya mas. mas ryan ingat waktu aku tiba tiba datang memukulmu sebulan lebih yang lalu??"


juna memberitahu.


"iya ingat mas. aku tidak tau apa alasanmu memukulku."


jawab ryan


huft


juna menghembuskan nafas menahan emosi kala ingat kajadian itu.


setelah kamu menelepon naya dan menuduhnya tanpa mendengarkan penjelasannya. naya menangis tersedu sedu dipelukan ibu ku. sampai dia pingsang dipelukan ibuku juga. aku dan ibu ku yang membawa naya kerumah sakit. hatiku sakit saat melihat naya menangis didepan mataku hingga pingsan. bahkan dokter mengatakan bahwa dia stress karna terlalu banyak pikiran. aku menahan emosi untuk bertemu denganmu sampai naya pulang dari rumah sakit. yang membuatku semakin hancur tidak ada satupun dari keluargamu yang menjenguknya mas. aku sudah mengirim orang untuk menjemput ibu dan kakak kakakmu. tapi mereka selalu beralasan ada perlu. mungkin aku bisa memaksa mereka untuk mengunjungi naya. tapi aku tidak mau karna aku tau kamu sangat menyayangi ibumu. setelah naya aku antar pulang kerumah bersama keluarganya. baru aku datang padamu melampiaskan emosiku. maaf mas aku salah tidak seharusnya aku ikut campur rumah tanggamu dengan naya. tapi aku tidak rela naya diperlakukan seperti itu oleh keluargamu dan kamu mas. kalau memang kamu tidak sanggup membahagiakan naya biarkan naya bersamaku. kembalikan naya padaku mas."


ucap juna panjnga kali lebar.


bagas kaget dengan juna. bahkan juna berani meminta naya pada suaminya.


"jun kamu jangan gila jun. kamu meminta naya sama suaminya. kamu masih waras kan jun. jangan karna cintamu tidak sampai dan ditolak oleh naya kamu meminta suaminya jum."


bagas menasehati juna.


ryan hanya diam saja bingung harus menjawab apa. ryan sangat mencintai istrinya. kalau dipikir logika juna tidak berhak atas naya karna dia bukan keluarganya. tapi yang diharapkan juna. ryan harus membahagiakan naya. juna ingin melihat naya bahagia walau dari jauh.


" aku tau gas. tapi kamu tau aku sangat mencintai naya aku hanya ingin melihatnya bahagia gas. walaupun kebahagiaan itu bukan bersamaku. jawab juna

__ADS_1


"tapi juga bukan meminta naya pada suaminya jun. iklaskan naya jun relakan naya. mungkin karna kamu belum bisa ikhlas makanya naya seperti ini jun. cobalah ikhlas jun. agar naya bahagia. walaupun sakit tapi aku mencoba untuk mengikhlaskan naya jun."


ucap bagas


ryan terkesiap mendengar ucapan bagas bahwa dirinya juna mencintai istrinya.


"aapa kamu juga mencintai istriku mas bagas." ucap ryan


"iya aku jatuh cinta sama naya saat ia pertama kali bertemu di indoapril bersama tata. tapi aku selalu mencoba move on tapi tidak bisa. bahkan tata sering memperingatkan ku untuk membuang perasaan itu. tapi tidak bisa. makanya kemarin aku memukulmu karna aku sangat marah. bagai mana bisa seorang suami tidak tau istrinya masuk rumah sakit. ditambah keluargamu tidak seorangpun yang datang. bahkan hanya untuk menanyakan kabar menantunya. aku dan juna bukan suaminya. tapi kami selalu siaga untuk naya apapun yang terjadi. kami tulus mencintai dan menyayangi naya. tapi kamu. apakah kamu tulus mencintai dan menyayangi istrimu atau cinta kami lebih tulus dibandingkan cintamu padanya."


tanya bagas


ryan hanya diam saja mencerna semua ucapan bagas.


"jadi sekarang kamu mengerti kan. aku memukulmu tanpa ada alasan."


ucap bagas lagi.


"jadi tolong mas ryan yang terhormat. dengan penuh hormat. tolong lindungilah naya. kalau kamu tidak ingin naya dilindungi orang lain. bahagiakan naya. jangan sampai naya mencari kebahagian yang lain."


bagas menekankan ucapannya.


lalu bagas berlalu dari hadapan juna dan ryan.


ryan masih belum bergeming. ia mencerna semua yang dikatakan oleh bagas.


"mas ryan mas. kenapa kamu melamun. kamu memikirkan semua yang aku dan bagas ucapkan. tebakan juna.


"bagaimana bisa bagas jatuh cinta dengab istriku. dan naya pun tidak cerita ke aku."


ucap ryan


"bagaimana naya harus cerita ke kamu mas. kamu sibuk menuduhnya selingkuh dan selingkuh. terus naya harus cerita ke kamu seperti apa??"


tanya juna


ryan diam saja. membenarkan ucapan juna.


"mas ryan tolong bahagiakan naya. aku akan mengikhlaskannya denganmu asal kamu membahagiakannya."


juna memohon


"aku janji aku akan membahagiakan naya mas. aku janji."


ucap ryan


"ya sudah aku pulang karna masih ada urusan lain. terima kasih atas waktunya mas."


ucap juna.


"ya sama sama mas"


jawab ryan.


juna pergi meninggalkan ryan sendiri dicafe.


ryan termenung dengan semuanya.


"aku memang suami yang gagal"


gumam ryan. lalu ia pun pergi meninggalkan cafe tersebut.


ia pulang kerumah untuk bertemu istrinya. sampai durumah. ryan melihat istrinya masih terlelap.


ryan ikut berbaring disamping istrinya dan memeluk naya. ia menangis dalam diam. ia menyesali perbuatannya yang selama ini selalu mengabaikan istrinya.


"nay maafkan mas ya sayang. mas belum bisa menjadi suami yang baik. mas akan berusaha untuk kebih membahagiakanmu sayang mas janji." gumam ryan dalam hati.


ia pun ikut terlelap bersama istrinya.


adzan dhuhur berkumandang ryan bangun lebih dulu. ia membangunkan istrinya untuk sholat berjamaah.


"sayang bangun yuk udah dhuhur. sholat dulu nanti lanjut lagi boboknya."


ryan membangunkan naya dengan penuh kelembutan.


"udah dhuhur ya mas??"


tanya naya duduk ditepi ranjang dengan mata yang susah untuk dibuka.


"iya sayang sholat dulu yuk??"


ajak ryan.


"bentar mas tunggu kumpul dulu nyawaku mas"


jawab naya masib sayup sayup.


"wkwkwkwk naya naya. iya deh mas tungguin sampai kumpul semua. atau mas bantu biar cepet kumpul??"


tanya ryan.


"apaan sih mas emang bisa bantu kumpulin nyawa. ada aja deh mas ini."


jawab naya masih sayup sayup.


"ok deh mas bantu sekarang"


itik itik itik hahaha


ucap ryan langsung menggelitik pinggang istrinya


"hahaha mas geli mas hahaha."


naya kegelian pinggangnya digelitik oleh suaminya.


"sekarang udah kumpul belum sayang hahahaha."


tanya ryan tertawa


"sudah mas sudah kumpul hahahaha."


jawab naya.


"yakin udah kumpul. lagi ya biar kumpul semua"


tanya ryan tertawa.


"ampun mas ampun jangang mas hahaha ayo sholat ah nanti gak sholat sholat kalau bercanda terus"


jawab naya masih tertawan


"ayo. mau mas gendong"


tanya ryan masih berusaha berhenti tertawa.


"gak mas aku jalan aja. ayo mas wudhu."


ajak naya. turun dari tempat tidur melangkahkan kakinya kekamar mandi untuk mengambil wudhu.


"siap ratu"

__ADS_1


ucap ryan membubtuti istrinya.


selesai wudhu ryan dan naya melaksanakan sholat dhuhur berjamaah dirumah.


__ADS_2