
Juna tersenyum melihat Naya cemberut ia menghidangkan masakan yang sudah matang di piring dan menghiasnya lalu menaruhnya dimeja makan
"ayo makan"
ajak Juna duduk dikursi
Naya dengan sigap mengambilkan nasi dan lauknya untuk Juna seperti istri melayani suaminya
"mbak lagi apa?? wahh mas kamu masak aku makan ahh"
ucap Stela ikut duduk disamping Naya dan mengambil nasi dan lauk.
"enak kak, ternyata kakak pinter masak ya"
puji Naya senang
"kamu suka??"
tanya Juna Naya mengangguk
"mas Juna emang enak masakannya mbak tapi sayang masaknya jarang"
Stela ikut menanggapi
"oya wahhhh kakak keren deh"
Naya mengacungkan jempolnya tersenyum senang
Juna tersenyum bahagia sang pujaan hatinya menikmati makanan yang ia masak.
"kalau kamu ingin kakak masakin bilang ya nanti kakak akan masakin apapun yang kamu inginkan"
ucap Juna mantap
Naya mengangguk sambil mengunyahnya
"mbak sering sering minta dimasakin mas Juna ya biar aku juga ikut makan"
Stela cekikikan
"beres"
jawab Naya ikut cekikikan
Juna menggeleng gelengkan kepalanya melihat dua wanita yang berada disebelahnya.
"benar apa kata Bagas mereka bawel apa lagi kalau kompak sebagai laki laki kita harus menyetujui apapun keinginan mereka agar tidak dikeroyok tapi mereka memang ngangenin, apalagi Stela dulunya susah bergaul dengan siapapun tapi sejak bertemu Naya dia langsung akrab dan kompak, semoga selamanya mereka selalu kompak aminn"
gumam Juna dalam hati tersenyum melihat pemandangan disampingnya
"mas Juna kenapa senyun senyum gitu lagi mikirin apa??"
tanya Stela memicingkan matanya curiga
"gak papa kok mas cuma berharap semoga selalu kompak"
jawab Juna santai
"aminnnnn"
jawab Naya dan Stela bersamaan
"masyallah kompaknya"
ledek Juna cengengesan
"insyallah"
jawab Naya dan Stela lalu tertawa bersama sama
"ayo kakak anterin"
ucap Juna setelah selesai semuanya
"iya"
jawab Naya lalu mereka pun melangkahkan kakinya keluar apartemen bersama sama
"assalamualaikum"
ucap Juna dan Naya sampai dirumah orang tua Nya yang pintunya terbuka lebar karena menunggu anak gadisnya pulang.
"waalaikum salam"
jawab bapak Naya melangkah keluar dari ruang keluarga Naya pun masuk kedalam rumah
"ayo masuk dulu nak"
pinta bapak Naya ramah
"lain kali saja pak sekarang sudah malam, maaf ya pak nganternya malam"
Juna meminta maaf
"tidak apa apa Jun yang penting anak bapak baik baik saja dan kalian harus tau batasan"
ucap bapak Naya mengingatkan
"insyallah pak kami akan selalu mengingat batasan"
jawab Juna sopan
bapak Naya mengangguk angguk
"pak saya pamit dulu ya salam buat ibu dan Naya"
pamit Juna mencium punggung tangan bapak Naya
"iya hati hati ya nak"
jawab bapak Naya
dan Juna pun berlalu dari kediaman orang tua Naya
***
disudut kantor Juna membolak balikkan berkas yang ia merasa ada kesalahan tapi belum menemukannya
"siall dimana letak kesalahannya kenapa ku tidak bisa menemukannya, aku benar benar tidak bisa berfikir"
kesal Juna
"aku telpon Naya saja biar pikiranku tenang dulu"
gumam Juna ia langsung mengambil ponselnya dari jas kerjanya dan langsung menghungi Naya
telepon terhubung
"assalamualaikum kak"
ucap Naya tersenyum dilayar ponsel Juna
Juna membalas senyum manis Naya
"waalaikum salam sayangku lagi apa??"
tanya Juna lembut
"lagi kerja, kakak lagi apa?? apa gak sibuk nelpon aku??"
tanya Naya
"sibuk sihh tapi kakak kangen sama kamu gimana dong??"
rengek Juna
Naya tertawa melihat Juna manja dilayar ponselnya
"kakak ada ada saja biasanya juga langsung cuss kesini pake gaya telpon telponan segala"
cibir Naya cekikikan
"tapi kerjaan kakak banyak sayang gimana dong"
jawab Juna manja
"cepet selesaikan kerjaannya biar bisa kesini tapi harus teliti juga jangan terburu buru nanti ada kesalahan"
Naya memberitahu
Juna tersenyum mendengar penuturan Naya
"iya sayang kakak selesaikan dulu kerjaannya ya nanti kakak kesana"
ucap Juna lembut
"sippp"
jawab Naya ngancungkan jempolnya lalu mereka pun menutup telepon setelah mengucapkan salam
"ehemmm makin lengket aja ya kak"
sindir Tata nyengir
__ADS_1
"ya gitu deh Ta, aku masih berusaha doain ya??"
pinta Naya tersenyum
"aminnn"
jawab Tata semangat
menjelang sore Juna sudah menyelesaikan pekerjaannya tanpa ada kesalahan ia pun memutuskan menghampiri Naya duluan sebelum Naya pulang duluan
"alhamdulillah belum pulang"
ucap Juna saat mendapati Naya masih diruangannya
Naya dan Tata cekikikan melihat hanya kepala Juna yang melongo
"apaan sih kak mau jadi kepala buntung"
ucap Naya cekikikan
"kakak cuma mau tau kamu udah pulang atau belum"
Juna memberitahu sambil nyengir
"ohhhh"
jawab Tata dan Naya bersamaan dan Juna pun masuk kedalam ruangan tersebut dengan gagah
Tata dan Naya menertawakan Juna ketika dia masuk dan duduk disofa
"ada yang lucu??"
tanya Juna karna Tata dan Naya tertawa
"kakak itu lucu ya tadi kayak maling ngintip duluan sekarang jalan dengan gagahnya gimana gak bikin tertawa"
ucap Naya cekikikan
"iya juga ya kenapa kakak kayak gitu, mungkin ingin maling hatimu Nay??"
gombal Juna cengengesan
"idihhh gombal"
cibir Naya
Juna cengengesan
"kenapa susah sekali maling hatimu cintamu sayangmu jiwa dan ragamu Nay"
keluh Juna pura pura memelas
"hihihi ada ada saja kakak tu"
Naya geleng geleng kepala
"kurang berusaha mungkin mas, harus berusaha lebih keras lagi agar dapat"
celetuk Tata disenggol oleh Naya
"ok mas akan lebih berusaha lagi Ta, doain ya semoga cepat berhasil"
jawab Juna nyengir
"aminnnn tapi sepeetinya bentar lagi berhasil mas, itu yang aku terawang sih "
Tata cekikikan
"insyallah"
jawab Juna tersenyum
"assalamualaikum"
ucap Bagas masuk
"waalaikum salam"
jawab semua yang didalam
"lohhh kamu disini Jun?? sejak kapan?? gak ngasih tau??"
Bagas heran dengan kedatangan Juna yang tanpa pemberitahuan
Juna hanya cengengesan tidak menjawab pertanyaan Bagas
"habis maling kak Naya mas"
celetuk Tata cengengesan
"maksudnya??"
tanya Bagas meminta penjelasan.
"aku kesini kangen Naya Gas, aku buru buru kesini takut Naya pulang duluan jadi aku lupa kasih tau kamu"
Juna menjelaskan.
"ohhhh"
jawab Bagas
"terus rencana mau kemana??"
tanya Bagas kemudian
"sayang mau kemana??"
tanya Juna pada Naya
"lahh emang mau kemana?? kakak mau pergi??"
tanya Naya balik
"kamu inginnya kemana??"
tanya Juna lagi
"aku ingin pulang capek kak ingin rebahan"
jawab Naya pasti.
Juna menghembuskan nafas ia kira Naya akan mengajaknya jalan jalan ternyata ia hanya ingin dirumah saja
"kenapa kecewa gitu??"
tanya Naya sewot
"kirain kamu ingin jalan jalan sayang jadi kakak siap mengantarkan"
jawab Juna manja
"aku lagi gak mood jalan jalan kak pengennya rebahan aja dirumah"
Naya memberitahu
"apa karna PMS ya jadi malas kemana mana??"
tanya Juna lagi
"mungkin iya biasanya gitu, soalnya badanku sakit pegel semua kak jadi malas kemana mana"
jawab Naya memberitahu
"ok deh, apa ada yang kamu inginkan?? kakak akan cariin"
Juna menawarkan
Naya menggeleng tanda tidak ada
"mau pijit?? lulur rendam air hangat agar rilex??"
tanya Juna
"gak ahhh ribet, nanti saja kalau sudah selesai aku mau luluran dan berendam air hangat"
jawab Naya tersenyum
"siap nyonya, nanti kalau sudah selesai bilang ya kakak anterin"
Juna mengedipkan mata genitnya
"asiapppp"
jawab Naya tertawa
tidak lama mereka pulang kerumah setelah makan bersama sama dirumah makan Juna hanya membuntuti Naya naek mobil sampai rumah dan Naya naek motor beramah tamah sebentar dengan orang tua Naya dan langsung pamit pulang.
***
tiga hari kemudian Juna pamit pada Naya untuk kembali ke jakarta mengurus pekerjaannya Naya pun ikut mengantar ke bandara atas permintaan Juna
"kakak jangan nakal ya disana??"
__ADS_1
ucap Naya manja
Juna tersenyum
"iya kakak janji gak akan nakal, kamu juga jangan nakal ya, rindukan kakak ya sayang"
pinta Juna tersenyum
"insayallah, nanti kalau sudah sampai kabari ya kak"
ucap Naya
"iya sayang"
jawab Juna dengan penuh perhatian
dan mereka pun berpisah hanya melambaikan tangan dan Naya pun kembali diantar sampai pabrik untuk bekerja
sampai Jakarta Juna langsung menghubungi pujaan hatinya
panggilan terhubung
"sayang kakak sudah sampai langsung kekantor bentar lagi sampai."
ucap Juna setelah panggilannya diangkat sama Naya dan mengucap salam
"alhamdulillah, jadi kakak langsung ke kantor??gak istirahat dulu?? langsung kerja?? apa gak capek kak?? kak Juna juga butuh dan harus istirahat kak??"
oceh Naya
Juna tertawa mendengar Naya mengoceh
"iya sayang nanti kakak istirahat, hari ini ada rapat jadi kakak harus hadir"
Juna memberitahu.
"iya tapi kak seenggaknya istirahat sejenak aku gak mau ya kakak demam lagi, aku gak mau lihat kakak sakit lagi kakak harus sehat, jangan lupa makan teratur kak kalau perlu kakak minum vitamin biar tetap vit, kakak jangan sibuk terus dong aku takut kakak kenapa napa"
Naya mengomel tiada henti dengan suara cemrengnya
Juna tertawa bahagia dengan perhatian Naya walaupun suaranya seperti torempet tahun barunan ia tetap senang pujaan hatinya memperhatikannya
ia tidak peduli dengan semua orang kantor yang memperhatikannya heran ia tetap melangkah menuju ruang rapat
"itu beneran pak bos??"
tanya salah satu kariawan kantor Juna
"kamu nanya aku, aku nanya siapa?? wajahnya sih pak bos tapi senyum dan tawanya apakah beliau?? kayaknya beliau tidak pernah senyum apalagi tertawa seperti yang kita lihat"
jawab salah satunya
"aku pikir mataku butuh kacamata karna penglihatan barusan tapi sepertinya tidak perlu"
ucap kariawan satunya lagi
"he'em siapa yang bikin pak CEO kita jadi seperti itu penasaran aku, orang dingin dan datar begitu bisa tersenyum manis gitu, aku semakin terpesona"
celetuk yang lainnya
"ehemmm waktunya kerja bukan ngerumpi"
tegur bagian personalia yang melihat kariawannya tidak bekerja mala ngerumpi
mereka yang berkerumunan pun langsung bubar karna terguran atasannya
Juna langsung masuk keruang rapat dan mematikan panggilannya dan rapat pun dimulai
setiap orang memberikan laporan keuangan masing masing dan menjelaskannya ke Juna dan Juna mengangguk angguk mendengarkan laporan bawahannya apabila ada yang salah Juna tak segan segan langsung menegurnya dan meminta memperbaiki laporannya.
rapat selesai Juna pun kembali keruangannya dan mulai berkutat dengan laporan laporannya
tok tok tok
pintu ruangan Juna diketuk
"masuk"
perintah Juna dan pintu pun terbuka
"mas ini ada proposal dari perusahaan Melati beliau ingin bekerja sama dengan kita"
Rangga memberitahu menyerahkan berkas dimeja kerja Juna.
"ok"
jawab Juna lalu memeriksa proposal perusahaan tersebut
"proposalnya ok, coba kita turuti permintaannya tapi kita tetap selidiki perusahaan ini apakah aman atau tidak"
perintah Juna
"baik mas, laksanakan, ngomong ngomong gimana dengan hubunganmu dengan Naya kamu kan sering bolak balik kesana, apa ada kemajuan??"
tanya Rangga penasaran
"alhamdulillah, doakan saja Gga semoga secepatnya aku bisa halalin dia"
jawab Juna sumringah
"alhamdulillah tidak sia sia kamu mas berjuang selama ini, semangat mas"
Rangga menyemangati kakak sepupunya
Juna mengangguk senang dan Rangga pun pamit undur diri kembali keruangannya
Juna tersenyum senang semua orang mendukung asmaranya.
"Nay banyak yang mendukung kita sayang, cepetan kamu jatuh cinta sama aku, aku gak sabar melamarmu cintaku"
gumam Juna tersenyum senyum sendiri
ia kembali menyibukkan diri dengan pekerjaannya
**
tidak jauh beda dengan Naya ia juga menyibukkan pekerjaannya
jam istirahat pun dimulai Naya dan Tata menuju kantin
"kak lemes amat?? udah kangen ya??"
ledek Tata
"kangen siapa??"
kilah Naya.
"siapa lagi kalau bukan mas Juna masak kangen sama aku, aku kan disini kangen ya kangen ya"
Tata menaik turunkan alisnya meledek Naya
"gak lah Ta masak udah kangen kan baru teleponan"
kilah Naya lagi
"hmmm ngeles ngeles nih, bilang aja kalau kangen telpon gih ngomong kak aku kangen, aku jamin mas Juna langsung meluncur kembali kesini"
celetuk Tata.
"kak Juna kan lagi kerja Ta, biarkan saja dia kerja, menyelesaikan pekerjaannya entar juga balik lagi kesini"
ucap Naya yakin
"iya sih apa lagi semenjak ketemu kamu kak, dia sering bolak balik kesini padahal dulu mas Bagas sampai capek telpon dia laporan sampai menumpuk gak pernah diperiksa, ada untungnya juga sih ketemu kamu kak"
Tata cengengesan
"emang dia dulu kesininya berapa bulan Ta??"
tanya Naya penasaran.
"dulu itu mas Juna paling cepat lima bulanan kadang sampai tujuh delapan bulan baru kesini kak bahkan pernah sampai setahun baru datang ya allah laporan menumpuk, apa lagi kalau harus diperbaiki lembur kak capek juga, sejak ada kak Naya dia kesini sebulan kadang belum sebulan udah nongol lagi jadi kalau ada kesalahan dalam laporan langsung gercep gak ada lembur lemburan lagi, kamu itu bisa dibilang keberuntungan ku kak"
ocehan Tata panjang kali lebar kali persegi
Naya hanya mengangguk angguk paham
"makanya kamu harus makin sayang sama kakak Ta udah nyelamatin kamu dari kelemburan berkas yang nenumpuk akibat ulah kak Juna yang tidak mau berkunjung hihihi"
ucap Naya cekikikan
"aku kan udah sayang banget sama kamu kak?? apa masih kurang kasih sayangku, sini aku cium biar kamu dapat merasakan kasih sayangku"
goda Tata cengengesan
"ogah ya aku masih normal Ta"
tolak Naya ikut cengengesan
"lagi asik apaan sih sampai lupain aku"
tiba tiba Bagas muncul dan ikut duduk disamping adiknya
__ADS_1
"kepooo"
jawab Naya dan Tata bersamaan lalu tertawa bersama