
{maaf ya kak baru bales soalnya tadi malem langsung tidur setelah bikin story. kakak semangat ya kerjanya}.
Juna tersenyum membaca pesan dari Naya. ia pun membalas pesannya.
{ya sayang gak papa. doainya selalu semangat}
juna memberikan emoji tertawa terbahak bahak.ia tau Naya pasti ngambek ada kata kata sayang.
"Naya Naya kamu pasti ngambek. aku tambah gemes sama kamu."
Juna cengengesan.
{gak lucu ihhh. masa pake sayang sayangan. awas ya kak kalau ketemu.}
hehehe
Juna cengengesan membuka balasan dari Naya.
{awas mau nyium kakak ya?? gemes sama kakak?? kakak juga gemes banget sama kamu. pengen cubit pipi kamu}
Juna pun mengirim balasan untuk Naya.
Naya tak kalah kecikikan didalam kamar membaca pesan dari Juna. ia pun membalas lagi pesan dari Juna.
{kakak tu ya pedenya kebangeten deh. tau ahh. pokoknya kakak harus selalu semangat kerjanya. selamat bekerja. jangan lupa makan teratur ya kak biar tetap sehat.}
tak lupa memasang emoji senyum ceria.
Juna yang sedang menunggu balasan dari Naya melupakan sarapannya. setelah membaca pesannya mata juna menengok ke arah piring didepannya. ia mala tertawa konyol sendiri hanya karna dari pujaan hatinya ia lupa bahwa ia sedang sarapan.
Juna tidak sadar diperhatikan oleh asisten rumah tangganya. asisten rumah tangganya pun heran tidak biasanya tuan mereka seceria itu bahkan sampai tertawa. yang mereka tau Juna orang yang sangat dingin dan datar. mereka pun diam diam memerhatikan tuannya yang tertawa memegang ponselnya agar bisa melihat wajah ceria tuannya.
"Naya naya kamu bener bener ya bikin aku seperti orang gak waras."
gumamnya.
"bentar ah aku balas dulu baru lanjut makannya."
Juna berbicara sendiri. lalu membalas pesan.
{asiappp princes ku.} tak lupa memasang emoji senang. lalu mengirinya ke Naya. Juna masih menunggu balasan dari Naya.
{makan jangan smsan mulu.}
balasan dari Naya. Juna tersenyum membuka pesan dari Naya.
{iya} omoji senyum terpasang di terakhir pesannya lalu ia memakan sarapannya.
"untung sarapan roti jadi gak takut dingin. hehehe."
Juna cengengesan merutuki dirinya.
setelah Naya membuka pesan dari Juna. ia keluar dari kamar untuk sarapan.
"bu lagi apa??"
tanya Naya.
"ini nyiapin sarapan Nay. panggil asik mu nak suruh sarapan sekalian takut telat kerjanya."
ibu Naya menerintah.
"iya bu."
jawab Naya berlalu menuju kamar sang adik.
tok tok tok
"Wan sarapan gihh telat loh gak buru buru sarapan."
Naya memberitahu.
"iya bentar mbak."
sahut Ridwan dalam kamar.
"cepet ya jangan lama lama."
perintah Naya.
"iya bawelll."
Ridwan sewot.
Naya pun berlalu dari kamar Ridwan.
"untung kakakku sendiri kalau tidak ehmm."
gumam Ridwan sambil bercermin.
"bapak mana bu??"
tanya Naya
"diteras panggilin gih suruh sarapan."
peeintah ibu lagi.
"ok."
jawab Naya tanpa membantah. lalu Naya menuju teras untuk memanggil bapaknya.
setelah selesai Ridwan dan Naya dan bapaknya masuk menuju ruang makan.
"enaknyaaa."
puji bapak Naya duduk dukursi ruang makan.
"bapak bisa aja."
ucap ibu Naya malu.
"cie cie pagi pagi udah ngegombal??"
ledek Ridwan cengengesan.
heemm
Naya mengangguk angguk menimpali ucapan Ridwan.
"harus romantis Wan biar rumah tangga awet."
bapak Naya memberitahu. sambil menerima piring yang sudah berisi nasi beserta lauknya dari iastrinya.
"iya pak Ridwan ngerti. nanti Ridwan pelajari ya pak."
jawab Ridwan pasrah.
Naya cengengesan mendengar nasihat bapak pada Ridwan.
"gak usah cengengesan gak lucu."
ucap Ridwan sewot.menerima piring nasi dan lauk dari Naya kakaknya.
"yaelah sewot amat bang cepet keriput lohhh kalau suka marah marah."
ledek Naya. duduk menyantap sarapannya. walaupun sering mual dan muntah setelah masuk makanan tapi Naya selalu memaksakan untuk mengisi perutnya.
Naya sarapan sambil mengobrol ringan bersama bapak ibu dan adiknya.
selesai makan Naya membantu mencuci piring kotor yang dibantu Ridwan. Ridwan tidak pernah malu dan segan membantu pekerjaan rumah.
selesai membantu Ridwan pun pamit untuk bekerja.
__ADS_1
"bu pak Ridwan kerja dulu ya. doakan lancar."
ucap Ridwan mencium punggung ayah ibunya beserta kakaknya.
"iya nak selalu mendokan anak anak ibu. kamu hati hati ya dijalan jangan ngebut."
ibu menasehati anak nya.
"iya bu."
jawab Ridwan sopan.
"pulangnya jangan lupa bawa mbak perawat ya Wan.hehehe."
ceketuk Naya cengengesan.
"iya."
jawab Ridwan sewot.
"gak usah sewot kali Wan mukanya langsung ditekuk gitu. kasian kan mbak perawatnya punya calon kaku kayak kanerbo kering gitu."
ledek Naya.
"huss kamu itu sudah orang mau berangkat kerja juga."
ibu Naya melerai.
"sukurin kena tegur ibu.wekk."
Ridwan senang ibunya membelanya.
"kamu juga Wan sudah sana berangkat kerja nanti telat."
ibu pun ikut melerai Ridwan.
"iya bu."
jawab Ridwan pasrah. lalu ia pun mengendarai motornya menuju tempatnya mengais rezeky.
ibu bapak dan Naya pun masuk kedalam rumah setelah memasikan motor Ridwan berlalu dari rumahnya.
"bu Naya kekamar mandi bentar ya udah gak tahan."
pamit Naya langsung kekamar mandi untuk mengeluarkan isi didalam perutnya.
"mau sampai kapan dia mual terus seperti ini ya pak??"
ibu Naya mengeluh.
"namanya juga hamil bu. alhamdulillah kehamilannya tidak menyusahkan orang lain hanya mual dan muntah saja. coba kalau hamilnya kayak ibu dulu rewelnya sampai bapak kualahan. ada aja acaranya. hihihi."
bapak Naya terkekeh kala teringat kehamilan istrinya jaman dulu.
"bapak tu ada ada aja. untuk gak ada anak anak kalau ada habis lah ibu diledek sama mereka. hihihi."
ibu Naya malu.
"apanya yang habis bu??"
tanya Naya tiba tiba muncul membuat kaget orang tuanya.
"tidak ada apa apa Nay."
ibu Naya gugup. bapak naya mala cengengesan melihat istrinya gugup didepan anak nya.
"bapak."
ibu Naya mencubit pinggang suaminya.
"ada apa sih bu??"
tanya Naya bingung.
jawab bapak naya cengengesan.
"ya sudah bapak berangkat dulu ya assalamualaikum."
bapak Naya berpamitan dengan anak dan istrinya.
Naya dan ibunya pun tak lupa mencium punggung tangan orang tersayang.
"waalaikum salam hati hati pak."
ucap naya dan ibunya.
bapak naya menaiki motornya dan melambaikan tangannya sebelum berlaku dari rumahnya. naya dan ibu nya pun membalas lambaian tangan bapaknya.
"kamu masih mual terus Nay.??"
tanya ibu Naya.
"masih bu."
jawab Naya
"parah banget gak nak??"
tanya nya lagi.
"ya begitulah bu. mungkin nanti bu kalau sudah menginjak 3 bulan baru reda mualnya."
jawab Naya.
"mungkin ya nay. suami kamu sudah telpon lagi??"
tanya ibu naya lagi.
"belum bu."
jawab Naya.
"ibu takut Nay kejadian seperti waktu kehamilan Malik terulang lagi. yah walaupun nanti kembali lagi. tapi tetap saja ibu khawatir."
keluh ibu Naya.
"doakan saja bu semoga tidak terjadi. walaupun Naya pun takut hal itu terulang lagi. tapi melihat mas Ryan kemaren ditelepon tidak marah marah mala dia yang mengakui kalau anak ini anaknya. membuat Naya lega bu. semoga tidak ada drama lagi seterusnya ya bu."
ucap Naya sedih mengingat waktu kehamilan anak pertamanya Malik.
"mudah mudahan. terkadang suamimu itu labilun Nay. kadang ibu juga gemes sama suami kadang juga kasian. bagaimanapun juga ia bingung dengan posisinya Nay antara harus membelamu yang istrinya atau ibunya yang melahirkannya. apa lagi kamu juga tau kalau Ryan nyalahin ibu sedikit saja ibunya langsung nangis nangis tidak jelas. nantinya dia yang kena marah kakak kakaknya. jadi ibu juga ngerti kondisinya."
curhatan ibu tentang menantunya.
"kalau dipikir pikir emang iya sih bu. kadang Naya juga sama seperti ibu. makanya kadang Naya diam aja tidak cerita sama mas Ryan. takut nambah beban mas Ryan. tapi kadang juga ngaduh sih walaupun ujung ujungnya berantem terus baikan lagi hehehe."
Naya cengengesan.
"doakan saja ya Nay semoga suamimu bisa menjadi suami yang lebih baik ya nak."
ucap ibu Naya.
"aminnnn ya bu."
Naya mengaminkan.
"jadi ghibahin mas Ryan bu hehehe."
Naya cengengesan.
"iya dasar istri dan mertua tak ada aklak hahaha."
ibu Naya tertawa.
__ADS_1
Naya pun ikut ikutan tertawa bersama ibunya.
"udah ah ibu mau kepasar mau belanja."
ibu naya berdiri.
"aku ikut bu. bosen dirumah mulu. pengen hirup udara luar."
rengek Naya.
"tidak. tidak usah ikut. ibu gak mau nanti ada yang bicara yang tidak tidak tentang kamu nak. ibu tidak mau. kamu dirumah saja."
ibu Naya melarang.
"iya sih. ya sudah lah mau gimana lagi."
Naya pasrah. lalu masuk kekamarnya.
ibu Naya pun berangkat kepasar.
"sebel sih. tapi kalau dipikir pikir benar kata ibu. daripada aku sakit hati nantinya dengar yang tidak tidak. lebih baik gak dengar saja. demi kewarasan aku. hihihi."
Naya cengengesan dengan kata katanya sendiri.
"sms tata ahhh. udah kangen aku pengen cepet cepet kerja. tapi pasti dilarang sama dia. ya sudah lah yang penting sms aja dulu."
Naya ngoceh sendiri mengambil ponselnya diatas bantal. dan membuka aplikasi hijaunya.
{Ta lagi apa. kakak boring banget nih Ta.}
emoji sedih diakhiran katanya. lalu mengirim ke Tata.
Tata yang sudah berada diruang kantornya sibuk dengan pekerjaannya. mendengar ponselnya bserbunyi pun langsung mengambil ponselnya. setelah tau Naya yang mengirim pesan. Tata pun membuka dan membacanya.
{sabar ya sayang. kalau sudah sehat boleh langsung masuk ok.} tak lupa memasang emoji senyum lalu mengirimkannya ke Naya.
Naya yang Menunggu balasan dari Tata pun senang kala pesannya dibalas dengan cepat.
"yah pasti. apa kamu sudah tidak sayang lagi sama kakak Ta."
Naya bicara sendiri. saat membuka pesan dari Tata.
{ ok deh!}
balasan dari Naya pasrah. yang langsung dibaca Tata setelah dikirim. Tata pun langsung membalas pesan kembali.
{sabar napa bumil gak usah ngambek ngambekan jelek tau.wkwkwk}
lalu memgirimkannya ke Naya yang langsung dibacanya.
{iya bawel. kakak kangenn}
emoji mata berkaca kaca tersemat diakhir kata. lalu mengirimkannya ke Tata.
tata pun membuka dan membacanya.
{aku juga kangen kak. cepat sembuh ya biar bisa kumpul lagi.}
balasan dari tata.
tok tok tok. pintu dibuka dari luar dan langsung masuk kedalam.
"Ta ini ada yang salah diperbaiki ya??"
pinta Bagas sama adiknya. menyerahkan berkas yang bermasalah
"mana sini."
Tata pun mengambil dan memeriksanya.
ponsel Tata berbunyi kembali. Bagas pun ikut teralihkan.
" Naya yang sms??"
tanya Bagas.
"he'em."
Tata mengangguk. dan membuka pesan dari Naya.
"hanya emoji nangis mas hihihi. pamerin yuk."
ajak Tata pada Bagas kakaknya.
"mau pamerin gimana??"
tanya Bagas.
"foto mas. kirim ke kak Naya. hahaha pasti lucu. kak Naya kan ingin banget berangkat. biar merengek terus.hihihi."
Tata memberi ide.
"boleh deh. dasar adik tak ada akhlak kamu Ta."
cerocos Bagas terkekeh mengingat Naya kalau lagi ngambek.
"pasti gemesin dehh."
gumam Bagas dalam hati.
"ayo mas foto sini senyum ya??"
ajak Tata pada kakaknya.
selesai selfi Tata pun mengirimkannya ke Naya.
ting
tanda pesan masuk.
mendengar bunyi ponselnya Naya pun membuka aplikasi hijau.
"Tata kok ngeselin sih kamu. bikin aku baper aja. awas ya kamu."
Naya berbicara sendiri melihat foto Tata dan Bagas. Naya pun membalas hanya menggunakan emoji nangis sebanyak banyaknya.
{tega bener ya kalian. awas.} lalu mengirim ke Tata.
hahaha
Tata tertawa membuka pesan dari Naya.
"gimana ta??"
tanya Bagas.
"ni lihat mas pasti ngambek."
jawab Tata pada kakaknya.
Bagas yang melihat pesan Naya pun ikut tertawa.
"bales lagi ta."
pinta Bagas.
"asiappp."
Tata setuju. lslu ia pun mengetiknya.
{sabar nenggg belum waktunya.} emoji tertawa dipasang diakhir lalu mengirimkannya ke Naya.
Maaf ya kakak kakak dikit dulu soalnya saya masih dirawat di RS 🙏🙏😁
__ADS_1