Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
kayak bodyguart


__ADS_3

"ok deh entar mbak kabari kalau udah selesai kerjanya"


jawab Naya semangat


"kenapa kamu gak istirahat aja dulu Nay mala buru buru kerja"


bapak Naya menasahati.


"gak papa pak daripada nganggur pak"


jawab Naya sopan


mereka pun menikmati sarapannya dengan cerita cerita ringan.


"kak jadi berangkat sama Ridwan??"


tanya Tata ketika sampai dijalan menuju ruangannya


"iya Ta soalnya motor kakak udah kakak kembaliin ke mertua kakak"


jawab Naya nyengir


"ohh, terus nanti kakak pulang naik apa?? aku anterin aja ya kak??"


pinta Tata


"boleh"


jawab Naya


lalu masuk keruangannya dan mulai bergulat dengan pekerjaannya.


**


"Naya lagi apa ya?? aku telpon aja kali ya??"


gumam Juna bingung memutar mutar ponselnya ditangannya


tok tok tok


pintu ruangan Juna diketuk dari luar


"masuk"


perintah Juna


pintupun terbuka Juna hanya diam mulai membuka berkas yang belum ia selesaikan.


"maaf pak ada yang perlu anda tanda tangani hari ini"


ucap sekretaris Juna yang bernama syakilla menyodorkan berkasnya


"ok"


jawab Juna menerima berkas dari sekretarisnya


Syakilla sengaja menyodorkan berkasnya agak membungkuk hingga belahan dadanya terpampang jelas dimata Juna Syakillah sengaja berdandan sangat menawan supaya bos besarnya terpesona tapi sayang Juna tidak sedikitpun tertarik dengannya.


"sudah"


ucap Juna mengembalikan berkasnya ke sekretarisnya


"iya pak, aduhh kakiku kesleo deh"


Syakilla pura hampir jatuh dan tangannya berpegangan dipundak Juna


tapi sayang Juna tidak bergeming dari duduknya ia hanya diam saja cuek menghindari pandangannya.


"lepaskan tanganmu sekarang"


perintah Juna tegas hatinya menggebu gebu menahan emosi ingin segera mengusir sekretarisnya.


"pak kakiku keseleo sakit"


ucap Syakilla manja ia ingin lebih mendekatkan tubuhnya dengan Juna tapi sayang Juna dengan cepat mendorong tubuh sekretarisnya hingga terjatuh dilantai.


"cepat keluar dari sini sekarang juga"


perintah Juna dengan emosi.


Syakilla kaget dan sangat ketakutan akhirnya ia langsung berlalu meninggalkan ruangan Juna


"bikin emosi saja"


gumam Juna menghela nafas lega


"sialan serem banget tu orang gila masak dia sama sekali gak tertarik sama aku padahal aku udah seksi banget kayak gini apa benar dia seorang gay kasian juga lah cakep cakep tapi sukanya pisang"


gerutu Syakilla kembali keruangannya.


"kenapa lu komat kamit gitu habis disemprot sama pak bos??"


tanya teman Syakilla seprofesinya


"tau ahh aku lagi kesel jangan ganggu aku"


jawab Syakillah sewot


"ok deh gak ganggu lagi"


ucapnya lagi


satu jam kemudian Juna keluar dari ruangannya untuk pertemuan bisnis


"kamu besok pakai pakaian yang lebih rapat lagi saya tidak mau melihatmu berpakaian kurang bahan itu lagi"


ucap Juna pada sekretarisnya yang tadi berusaha menggodanya


"baik pak"


jawab Syakilla takut.


Juna melanjutkan langkahnya menuju lift


huft


"selamat selamat heran aku cakep capek kolot"


Syakilla menggerutu mengatai bos besarnya.


"kenapa Kill kamu tadi kena semprot pak bos karna pakaian mu??"


tanya teman seprofesinya.


"diem lu malas aku bahas dia"


jawab Syakilla sewot.


"gitu aja sewot, jangan heran pak Juna emang begitu banyak kok yang kayak kamu berniat menggodanya tapi gagal hihihi"


teman profesinya memberitahu.


Syakilla hanya diam saja mendengarkan ocehan temannya


ia kesal dengan Juna yang terlah menolaknya mentah mentah


**


"Nay kamu telpon adikmu gih kalau mas dan tata yang anterin kamu pulang biar dia tau"


Bagas mengingatkan.


"ya mas, makasih ya mas mau aku repotin terus"


jawab Naya tersenyum cerah.


lalu ia pun membereskan pekerjaannya setelah selesai merekap berkas berkasnya. tidak lupa Naya memberitahu adiknya agar tidak menjemputnya.


"ayo mas less go"


ucap Tata setelah sampai parkiran mobil bersama Nay


"ayo"


jawab Bagas masuk kemobil dan langsung melajukan mobilnya menuju rumah Naya.


sampai dihalaman rumahnya Tata Naya dan Bagas dikejutkan kedatangan Juna membawa motor baru.


"Nay kamu sudah pulang"


tanya Juna sumringah


"iya kak, kakak kok udah sampai sini gak bilang bilang lagi terus ini motor siapa kak?? kayaknya masih baru??"


Naya tanya balik


"maaf Nay gak bilang sama kamu dulu rencananya mau bikin kejutan hehehe"


ucap Juna cengengesan.


"maksudnya gimana kak??"


tanya Naya bingung.


"ehm gini Nay ehmm gimana ngomongnya ya tapi jangan marah ya Nay??"


Juna garuk garuk kepala yang tidak gatal bingung menyampaikannya.


Naya mengerutkan alisnya heran.

__ADS_1


Tata dan yang lainnya tau maksud kedatangan Juna tidak kebingungan seperti Naya.


"Nay Juna membawakan sepeda motor untukmu biar kamu bisa kemana mana, tapi terserah kamu mau diterima atau tidak bapak gak memaksa "


bapak Juna memberitahu.


hahhh


Naya melongo matanya ketap ketip kearah Juna yang membuatnya begitu gemas melihatnya


"masyallah gemasnya kamu Nay"


gumam Juna dalam hati.


"kak Juna serius??"


tanya Naya penasaran


Juna hanya mengangguk tersenyum


seketika tubuh Naya lemas melihat anggukan Juna ingin terima atau menolaknya.


"kamu kenapa Nay??"


tanya Juna bingung Naya hanya diam saja tanpa berkata apapun. dikasih kejutan setiap wanita pasti merasa senang dan bahagia tapi berbeda dengan Naya ia mala lemas.


"Nay??"


panggil Juna kembali.


"kak kayaknya berlebihan banget deh sampai beliin aku motor, aku kan gak papa naik bus kak"


protes Naya halus takut menyinggung perasaan Juna.


"gak papa daripada naik bus kakak gak suka nanti kamu digangguin buaya darat lagi"


jawab Juna tegas dengan penolakan Naya


hufttt


Naya menghela nafas pasrah


"ya sudah terima kasih kak maafkan aku kak, aku selalu ngrepotin kakak aku selalu membuatmu kerepotan terus"


ucap Naya dengan mata berkaca kaca.


"kamu mau nangis Nay?? sini kakak peluk sayang "


ledek Juna melihat ekpresi Naya


"apaan sih"


jawab Naya sewot


ia memeluk Tata dan menumpahkan segala rasa campur aduknya entah harus mengekpresikannya seperti apa antara senang bisa naik motor lagi agar bisa cepat bepergian kemana mana dan sedih harus selalu menyusahkan orang lain.


"sudah kak kamu seneng banget ya dibeliin motor sama mas Juna, aku iri tau"


Tata menghiburnya.


Naya hanya mengangguk dalam tangisannya.


"Ta makasih ya kamu selalu memberikan bahumu untukku"


ucap Naya setelah melepaskan pelukannya.


"ya kak aku seneng kok bisa membantumu jangan sungkan ya, ayo ahh masuk aku lapar"


rengek Tata


akhirnya semuanya masuk kedalam rumah dan menikmati hidangan yang sudah disediakan orang tua Naya.


***


keesokkan harinya Naya berangkat kerja menggunakan motor pemberian Juna.


"mbak Naya motornya baru ya?? gak pernah lihat??"


tanya Putri diparkiran motor bersama Naya.


"iya Put"


jawab Naya cengengesan.


"masuk yuk Put"


ajak Naya yang dianggukan Putri.


mereka melangkahkan kakinya bersama menuju ruangan masing masing.


"kak Nay tega bener kamu ninggalin aku"


ucap Tata cemberut menghentikan langkah Naya.


jawab Naya mencolek hidung pesek Tata


"kak gak bisa pulang bareng dong kak"


rajuk Tata menggandeng lengan Naya


"iya, aku udah ada motornya hehehe"


jawab Naya cengengesan.


"Put masuk dulu ya makasih udah nemenin jalan"


ucap Naya pada Putri.


"iya mbak sama aku juga terima kasih mau ngajak ngobrol mbak"


jawab Putri melanjutkan langkahnya.


Naya dan Tata pun masuk keruangannya untuk memulai aktifitas kerjanya.


"kak proses cerai kakak masih??"


tanya Tata penasaran


"gak tau Ta kan baru kemaren kemaren gugatnya kalau kata temen ku yang pernah cerai sih ada yang tiga bulan selesai ada yang satu bulan selesai tergantung perkara katanya"


Naya menjelaskan


" kenapa kepo aja apa kepo bingitt"


tanya Naya nyengir menampakkan giginya.


"penasaran aja kak, kakak kok kayak biasa aja sih kak gak sedih atau gimana gitu??"


tanya Tata penasaran.


"sedih ya sedih Ta tapi gimana lagi aku yang mengambil keputusan ini jadi aku terima konsekuensinya, aku juga udah siap dengan perpisahan ini jauh jauh hari karna aku tau hal seperti ini pasti akan terjadi cepat atau lambat dengan rumah tanggaku yang seperti ini kamu tau sendiri gak perlu diceritain lah"


Naya memberitahu


"iya sih, kakak nangis gak dengan perpisahan ini??"


tanya Tata lagi.


"air mataku sudah habis Ta, sudah capek nangis terus biarkan air matanya terisi dulu biar nanti bisa nangis lagi"


canda Naya.


"kenapa harus nangis lagi kak?? apa yang perlu kakak tangisi?? kan sudah pisah"


tanya Tata tidak menanggapi candaan Naya karna ia sedang serius.


"mas Ryan belum tau kalau aku menggugat cerai Ta pasti dia akan marah marah tidak jelas dan aku yang akan disalahkan kamu tau sendiri, makanya sebisa mungkin aku tersenyum dan menampung air mata ku untuk menumpahkannya nanti, aku gak mau bersedih terus Ta sebisa mungkin aku harus tetap ceria dan terukir senyum dibibirku"


ucap Naya.


hufttt


"kak aku gak tau harus senang atau sedih melihat perpisahanmu dengan suamimu, aku senang kamu sudah lepas dari penderitaan mertuamu dan suami bodohmu itu yang selalu membuatmu menangis dan sakit hati, tapi aku juga sedih melihatmu menangisi perpisahan ini kak"


Tata mengeluarkan isi pikirannya.


"doakan kakak kuat ya Ta doakan kakak bisa melewati ini semua"


pinta Naya memeluk Tata dengan erat ia menangis dengan ketulusan hati sahabatnya itu.


"ayo kak makan udah lapar??"


ucap Tata setelah melepaskan pelukannya.


"ayo tapi sholat dulu ya udah dhuhur"


ajak Naya


"ok ayo"


jawab Tata


kemudian mereka melangkahkan kakinya menuju mushola pabrik untuk menunaikan ibadah sholat dhuhur


selesai sholat ia melanjutkan kekantin untuk mengisi perutnya dan lanjut bekerja kembali


sore hari menjelang pulang kerja Juna menghampiri Naya untuk memastikan ia baik baik saja.


tok tok

__ADS_1


"assalamualaikum"


Juna mengucap salam setelah membuka pintu ruangan Naya dan Tata.


"waalaikum salam"


jawab Naya dan Tata bersamaan


"kakak kesini mau ngecek berkas??"


tanya Naya tersenyum.


"gak cuma mau ngecek kamu nyaman apa gak pakai motornya"


jawab Juna merasa lega karna mendapati pujaan hatinya telah baik baik saja kemudian duduk disofa


"kalau gak nyaman kenapa kak??"


tanya Naya cengengesan


"kakak ganti sesuai yang membuatmu nyaman"


jawab Juna santai.


"ehmmm orang kaya bebas"


ledek Naya cekikikan


Juna hanya membalas cengengesan


"gak kak nyaman kok, motor keluaran baru pasti nyaman dong terima kasih ya kak"


ucap Naya tersenyum


"mau berapa kali ngucapin terima kasih sihh kakak sampai bosen dengernya"


Juna pura pura merajuk.


hahahahaha


Naya dan Tata tertawa melihat tingkah Juna


"gak lucu banget sih kak kalau tampangnya kayak gitu hihihi"


ucap Naya cekikikan


"terus lucunya yang gimana??"


tanya Juna.


"ehmm yang gimana ya..


Naya pura pura berfikir membuat Juna penasaran dengan jawabannya.


"ehmm yang coll dan berwibawa tidak lupa tegas seperti seorang boss itu cocok banget sama tampang kakak"


jawab Naya cengengesan.


"kamu itu ada ada saja"


Juna ikut tersenyum cengengesan.


"udah ah kak aku udah selesai semuanya aku mau pulang, kak Juna mau nginep disini??"


tanya Naya.


"gak lah masak kakak nginep disini, rencananya kakak mau ngajak kalian makan diluar mau gak??"


tanya Juna


Tata dan Naya saling beradu pandang meminta pendapat


"gimana Ta??"


tanya Naya


"kakak gimana??"


Tata tanya balik.


"kok aku?? aku ngikut kamu Ta??"


lempar Naya


"lahhh"


jawab Tata


"kok mala saling lempar gitu sih??"


protes Juna


"dalam rangka apa kak?? ngajak makan??"


tanya Naya penasaran.


"yang ada acara apa apa cuma mau ngajak makan aja kumpul bareng bareng, jadi gak mau nih??"


protes Juna dengan wajah memelas


"iya deh mau makan dimana kak?? gak jauh kan??"


tanya Naya


"rumah makan aldilla deket dari sini kan"


ucap Juna


"ok deh ayo kakak samperin mas Bagas dulu kak aku tunggu diparkiran motor"


jawab Naya


"gak kamu ikut mobil kakak motor kamu biar dibawa pak Ayup aja nanti pulangnya kalau kamu mau naik motor tapi kakak ngawasin kamu dari dekat"


ucap Juna


"whattt, kayak bodyguar aja sih pake diawasin segala"


protes Naya manyun.


hahaha


Juna tertawa melihat bibir manyun Naya.


"udah ahh ayo kakak nyamperin Bagas dulu kamu tunggu dimobil bersama Tata "


ucap Juna


"ok"


jawab Tata dan Naya kompak dan melangkahkan kakinya menuju parkiran mobil


Juna menghampiri Bagas untuk makan bersama.


"pak Ayup bapak bawa motor Naya ya pak biarkan Naya ikut mobil saya"


perintah Juna pada supirnya.


"baik pak"


jawab pak Ayup sopan dan Naya pun menyerahkan kunci motornya


"Ta kamu ikut sini apa mas Bagas??"


tanya Naya


"ikut mas Bagas aja ahh gak mau ganggu kak Naya sama mas Juna"


jawab Tata sambil masuk kemobil Bagas.


"loh loh Ta masak kakak berduaan doang Ta ahh kamu gak setia kawan"


protes Naya pada Tata


Tata hanya menjulurkan lidahnya mengejek.


"wahhh anak tak ada akhlak"


umpat Naya kesal.


"sudah sudah ayo jalan"


tegur Juna


Naya ikut masuk kemobil Juna ia duduk disamping pengemudi sambil manyun


"sudah sudah gak usah manyun"


ucap Juna cengengesan menangkup bibir Naya yang sedang manyun.


"apaan sih gak lucu tau"


protes Naya


"ayo jalan udah ketinggalan itu kak"


proten Naya lagi.


"siap nyonya tapi itu sabuk pengamannya dipake dulu ya biar aman sayang"

__ADS_1


Juna mengedipkan satu matanya seperti orang genit dan mulai mengemudikan mobilnya


Naya kecikikan dengan tingkah Juna yang seperti itu


__ADS_2