
sejak kapan kak juna mengunjungi malik kak?? tanya naya tiba tiba saat anaknya berlalu menuju warung.
"sejak bertemu denganmu dicafe waktu itu dan sebelum aku aku menemui suamimu nay."
jawab juna.
apa
naya kaget
jadi kak juna juna menemui mas ryan kak??
tanya naya lagi.
ia heran dengan juna bisa menemui suaminya yang jauh disana
naya tidak tau kalau juna seorang miliader misterius.
iya.
jawab juna singkat.
tiba tiba dada naya sesak mendengar kata iya dari juna. bagaimana bisa dia sampai ke amerika yang jauh disana. bahkan tiket pesawatnya saja sampai puluhan juta.
"sekaya apakah dia."
gumam naya dalam hati sambil memegangi dadanya yang terasa sesak.
"kamu tidak apa apa kan nay. apa kamu sakit." tanya juna panik. karna naya memegangi dadanya seperti orang sakit.
"aku gak papa kok kak."
jawab naya melambaikan tangan ke arah juna memberitahu bahwa dirinya baik baik saja sambil menenangkan perasaannya.
"untuk apa kakak menemui mas ryan dan malik kak."
tanya naya penasaran.
"untuk memperingati suamimu agar membahagiakanmu."
jawab juna pasti.
"jawaban konyol apa itu."
tanya naya
terus apa maksud kakak menemui malik. untuk apa kak??
tanya naya ketus.
"aku kangen sama malik. apa aku tidak boleh mengunjungi malik."
tanya juna balik
tidak.
jawab naya cepat.
"kenapa nay."
tanya juna.
"aku juga sayang sama malik seperti aku menyayangimu nay. kamu tau itu kan tanya juna lagi."
ucap juna lagi
"tidak aku tidak tau kak."
jawab naya
"jangan bohong nay dengan sifat ibu pasti ibu sudah cerita sama kamu tentang perasaanku padamu."
tanya juna
"aku tidak tau kak."
jawab naya cepat
agar tidak kelihatan berbohong
"aku tau ibu sudah cerita denganmu. bahkan ibu juga sudah melamarmu untukku kan."
tanya juna lagi.
sambil menatap lekat wajah naya.
"tidak kak. aku tidak tau."
jawab naya tak berani menatap juna.
"naya apakah kamu bahagia bersama mas ryan." tanya juna tiba tiba.
kenapa tiba tiba kamu menanyakan itu lagi kak?? tanya naya balik.
"jawab aku nay jawab pertanyaan ku."
tanya juna lagi.
"kalau memang kamu tidak bahagia bersama dengan mas ryan kembalilah padaku nay."
ucap juna
naya menoleh kearah juna dengan mata berkaca kaca.
"sebenarnya kamu mau apak kak."
tanya naya
"aku mau melihatmu bahagia nay supaya aku bisa tenang melepaskanmu."
jawab juna cepat dan pasti.
"aku sudah bahagia kak."
jawab naya.
"kamu tidak bahagia."
ucap juna parau.
ia mengingat naya menangis tersedu sedu hingg pingsang.
naya hanya diam saja tidak menggapi ucapan juna. tiba tiba malik kembali dari warung.
"umi ini es tehnya."
ucap malik sambil menyerahkan es teh kepada naya.
iya.
jawab naya lalu menyedot es teh yang diberikan malik
"om ini es nya."
ucap malik kepada juna.
"iya sayang."
jawab juna lalu ia juga menyedot es tehnya.
"om bisa telponin abinya malik gak om. "
tanya malik.
"bisa. bentar ya."
jawab juna lalu mengeluarkan ponsel dan menghubungi ryan dengan panggilan video call.
naya terkesiap
"umi umi malik sering telpon abi lewat om juna loh mi."
__ADS_1
malik bercerita.
" bahkan malik sering meminta video call dengan abinya lewat kak juna. "
gumam naya.
telepon terhubung.
"assalamualaikum. "
ryan mengucap salam.
"waalaikum salam."
jawab juna dan malik.
naya hanya melihat pemandangan anaknya yang bahagia bisa melihat wajah ayahnya walaupun lewat video.
" gimana aku bisa berpisah denganmu mas. melihat anakmu bahagia melihatmu seperti ini saja sudah membuatku sedih. terus gimana kalau malik tau aku dan kamu berpisah."
naya memikirkan masa depan anaknya tanpa ayahnya dengan mata berkaca kaca.
"abi abi abi lagi apa. abi sehat kan. abi sudah makan?? abi umi juga disini mengunjungi malik loh bi. ini umi. umi umi ini abi. "
celoteh malik sambil mengarahkan camera nya pada naya.
naya berusaha tersenyum melihat wajah suaminya bersama anaknya.
"malik tanya umi apakah umi sudah makan."
tanya ryan kepada anaknya untuk menyampaikannya. dengan polosnya malik pun mengikuti perkataan abinya.
umi apakah umi sudah makan?? tanya malik. naya tersenyum pada anaknya.
"sampaikan sama abimu umi sudah makan."
jawab naya berbohong.
naya sedang tidak nafsu makan. ia hanya ingin cepat sampai agar bisa bertemu anaknya. naya menyuruh anaknya untuk menyampaikan jawabannya.
"abi kata umi. umi sudah makan."
jawab malik.
"umi makan dimana"
tanya malik pada naya.
"tadi umi makan dikereta sayang makan nasi goreng."
naya masih berbohong.
"enak tidak umi."
tanya malik.
"ehmm lumayan."
jawab naya sambil mikir
"umi tidak berbohong.??"
tanya malik lagi
"tidak dong sayang."
ucap naya.
tangannya membelai rambut malik yang melepas pecinya.
setelah itu malik berceloteh bersama abinya tentang kegiatan malik selama dipondok. juna menemani malik yang sedang berbincang dengan abinya.
sesekali juna melirik ke arah naya yang sedang berdiam diri membuka ponselnya. setelah selesai menelepon abinya malik pun meminta ingin dibelikan makanan oleh naya.
"umi cari makan yok. malik lapar."
ucap malik.
" beli diwarung situ aja ya nak."
jawab naya.
ucap juna menawarkan.
"ayo om."
malik mengajak juna.
"umi ayo makan."
ucap malik mengajak naya.
"iya deh ayo."
jawab naya menyetujui.
lalu mereka bangkit dari dudukny mengikuti langkah juna dan malik menuju mobil. naya memilih duduk dibelakang untuk meghindari kesalahpahaman. sedangkan malik duduk didepan dengan juna.
mereka berdua berdua berceloteh bersama sama kadang bernyanyi sholawatan yang dipelajari malik didalam pesantren. malik dan juna sangat akrab seperti seorang ayah dan anak. bahkan yang melihat akan mengira mereka ayah dan anak.
naya hanya diam seperti obat nyamuk memandangi mereka berdua bercengkerama.
mobil berhenti diparkiran rumah makan.
malik langsung turun dari mobil dengan tidak sabar. naya keluar dari mobil menyusul malik.
"malik hati hati nak. jangan buru buru. tunguin om junanya dong nak."
naya mengingatkan.
" iya umi malik sudah lapar."
ucap malik memegangi perutnya.
setelah mereka bertiga duduk. juna pun memesan makanannya.
"om om habis ini om mau kemana."
tanya malik.
"mungkin om akan kembali kejakarta nak."
jawab juna membelai rambut malik dengan penuh kasih sayang.
"ya om kembali kejakarta berati kesininya lama dong om. kemarin saja om gak kesini berbulan bulan nanti malik kangen om dong."
malik merasa kecewa.
"terus kamu maunya om kesini berapa kali."
tanya juna tersenyum.
"ehmm sebulan sekali ya om seperti umi. kesininya sebulan sekali. kalau tidak om dan umi barengan aja terus biar umi juga tidak naik kereta terus om." jawab malik tanpa dosa.
naya terkesiap mendengar penuturan putranya.
"malik tidak sopan ah jangan minta yang tidak tidak. kasian om juna kan harus kerja nak. selain itu jarak jakarta jogja juga jauh. nanti om juna capek."
naya menasehati dengan lembut.
"iya gak papa nanti om akan usahakan kesini sebulan sekali seperti umi ya. tapi malik harus jadi anak sholeh."
ucap juna tersenyum.
"yeeee asyik om juna akan kesini terus. malik kegirangan seperti mendapatkan hadiah."
naya hanya menghela nafas percuma dilerai kalau kak juna menuruti.
setelah selesai makan naya malik dan juna meninggalkan rumah makan dan kembali kepesantren.
tak lama pun mereka sampai dipekarangan pesantren malik turun duluan yang disusul naya dan juna. karna hari menjelang magrib mereka melaksanakan sholat magrib berjamaah dipondok. naya dan juna teringat masa masa mereka dipesantren bercanda gurau bersama teman mereka masing masing.
__ADS_1
juna teringat kekonyolan kekonyolan naya semasa dipesantren. membuat mereka berdua merindukan masa itu.
selesai sholat berjamaah naya dan juna pamit untuk pulang ke kendal.
umi pulang sama siapa??
tanya malik tiba tiba.
"ya umi pulang sendiri lah nak naik kereta seperti biasanya."
jawab naya.
"bareng om juna saja mi."
ucap malik dengan cepat. naya dan juna terkejut mendengar ucapan malik.
"gak usah nak umi naik kereta aja."
jawb naya lembut.
umi nanti kalau digangguin sama bapak bapak gimana gak ada yang nolongin umi."
tanya malik khawatir.
"gak ada yang berani sama umi nak. umi kan galak. nanti pada lari kalau denger suara umi."
jawab naya mencari alasan.
"ya tetap saja. umi pulang sama om juna ya."
bujuk malik.
"om juna maukan pulang bareng umi kasian umi sendirian tidak ada abi jadi tidak ada yang jaga soalnya malik tinggal disini om."
ucap malik pada juna.
ehm ehm.
juna bingung harus bilang apa karna tau naya pasti akan menolak pulang bersamanya. tidak menuriti malik juna tidak tega. menolak malik. tapi memang gak baik berduaan didalam mobil apa lagi juna menginap dihotel malam ini.
tidak mungkin mengajak naya nginep dihotel. tapi melihat naya pulang sendiri pun juna tidak tega. juna tidak akan tidur semalaman memikirkan naya yang pulang sendirian.
akhirnya juna setuju dengan malik yang pulang bersama uminya.
"ok om akan pulang bareng umi kamu om akan mengantarkan umi mu dengan selamat sampai rumah. jadi malik yang pinter ya nak. jadilah anak sholeh umi ya."
ucap juna menasehati.
"iya om malik akan menjadi anak yang pinter dan rajin. malik akan menjadi anak sholeh umi. "
jawab malik dengan senyuman yang merekah. membuat naya benar benar bangga dan bahagia. lalu naya pun memeluk putranya dengan erat.
"jangan nakal ya sayang."
naya menasehati.
"iya umi. umi pulang sama om juna ya. hati hati." malik mengingatkan.
"iya sayan"
balas naya.
"om juna titip umi ya om kalau ada orang yang menyakiti umi marahin ya om."
ucap malik.
" iya malik sayang om akan menjaga umimu dari orang orang jahat dan menyakiti umimu nak."
ucap juna.
" karna umimu lah segalanya buat om nak."
batin juna dalam hati.
" nay kaulah jantung hatiku nay. kau lah nyawaku. kaulah kehidupanku."
ucap juna dalam hati memandang wajah naya.
"kalau gitu malik masuk dulu ya om umi sudah waktunya ngaji nanti kena marah sama ustad"
dada
"assalamualakum."
malik memberi salam.
"waalaikum salam."
balas naya dan juna.
setelah memerhatikan malik benar benar masuk kedalam pondok naya dan juna masok kedalam mobi.
" kak anterin aku sampai stasiun aja kak."
naya memberitahu.
"aku akan mengantarkanmu sampai rumah nay." jawab juna.
"tidak usah kak aku sudah terlanjur pesan tiket keretanya."
penolakan naya.
"batalkan saja. aku akan mengantarkanmu pulang." juna masih bersikukuh.
"tidak usah kak tidak apa apa. tidak usah dipikirkan ucapan malik diakan masih kecil."
naya masih membujuk.
"nay dengerin aku."
juna menoleh kearah naya.
" aku akan mengantarmu pulang sampai rumah nay. aku akan menjagamu. ini pesan malik dan keinginanku."
ucap juna menekan.
"aku tidak akan membiarkanmu pulang sendiri nay. tolong jangan membuatku mati khawatir nay. kamu tau aku sangat mencintaimu nay. kamu tau aku seperti gila karnamu. kamu tau nay. kamu segalanya buatku nay. kamu jantung hatiku nay. kaulah hidupku nay. walaupun kita tidak bisa bersama kau tetap permata hatiku nay."
naya hanya diam saja tidak berani membalas ucapan juna.
mobil melaju menembus angin jogja. naya dan juna saling diam tak membuka suara apapun. tak ada musik menyambut tak ada obrolan yang keluar dari bibir masing masing. mereka terdiam dalam pikiran masing masing.
"kenapa kamu hadir dalam hidupku kak."
ucap naya tiba tiba dengan mata berkaca kaca. "kenapa kamu hadir dalam hidupku disaat aku benar benar menutup hatiku dengan siapapun termasuk mas ryan. naya semakin terisak."
ucap naya
akhirnya juna menepikan mobilnya.
"kenapa kamu hadir saat hatiku benar benar beku." ucap naya lagi masih dalam mode menangis.
"aku akan membuka kembali pintu hatimu yang sudah tertutup itu nay. aku akan mencairkan hati yang beku itu nay. aku akan berusaha dengan sepenuh hatku nay. asal kamu mau memberikan hatimu untukku."
jawab juna memandang wajah cantik naya yang masih dibasahi dengan air mata.
" biarkan aku berada disisimu nay. apapun yang terjadi. "
ucap juna lagi.
tanpa sadar naya memeluk juna sambil menangis terisak dipelukan juna. juna pun membalas pelukan naya. juna benar benar memberi naya ketenangan dan kenyamanan. lama naya menangis dipelukan juna hingga akhirnya tertidur dipelukannya.
juna pun membaringkan tubuh naya dan menurunkan jok mobilnya agar naya lebih nyaman tidur walaupun didalam mobil. juna membelai wajah naya dengan lembut.
" nay aku akan melindungimu nay."
lalu juna melajukan kembali mobilnya. menyusuri kota jogja melewati gedung gedung musium musium kota jogja.
"aku harus kembali ke hotel dulu atau langsung pulang ya. kalau membawa naya kehotel takut naya salah paham nantinya. kalau langsung pulang barangku masih dihotel capek juga sih kalau harus mengendarai langsung jarak jauh."
gumam juna penuh kebimbangan.
__ADS_1
lama juna berfikir sambil mengendari mobilnya. akhirnya juna memutuskan untuk menginap dihotel saja daripada nanti ada apa apa saat diperjalanan. insyallah naya pasti akan mengerti. akhirnya juna menuju kehotel yang ia tempati kemarin.
iya juna berada dijogja dari kemaren karna ia juga mengecek salah satu kantornya. setelah selesai dengan pekerjaannya juna baru mengunjungi malik dipesantren. makanya juna sampai lebih dulu daripada naya. sampai dihotel juna menggendong naya masuk ke kamar hotel dengan hati hati juna membaringkan tubuh naya ke atas kasur