
yang lain semakin tertawa ditambah melihat wajah kesal Malik yang cemberut tidak terima dengan perkataan Lintang tapi tangannya masih cekatan mengompres mata sang ibunda tercinta begitu pun dengan Lintang yang masih berceloteh
"Nay udah jodohin aja mereka berdua kayaknya cocok tuh"
celetuk Intan terkekeh
Naya hanya cekikikan mendengar ucapan Intan
"ogah tante dia kayak umi banyak sing songnya bisa pusing aku tiap hari denger omelannya"
jawab Malik menolak keras
Intan tertawa memegang perutnya yang hampir membuncit
"ihh kak Malik gak usah malu malu deh, nanti kalau jatuh cinta beneran baru hmmm"
celoteh Lintang dengan imutnya semuanya kembali tertawa setelah menunggu ucapan dari gadis kecil tersebut
Malik semakin mayun kesal sendiri
"mbak kamu yang ngajarin dia begitu kenapa gemesin banget sih kayaknya tadi pagi masih marah marah ngatain nenek lampir ke mama dan ibu gak mau lepas darimu sekarang kenapa bikin aku kyutt gitu "
keluh Sukma cengengesan ia benar benar gemas dengan Lintang yang sedang mengoceh
"mana ada masak aku ngajarin anak orang begitu bisa digorok aku sama bapaknya, sayang kamu kok bisa sih sealay gitu darimana coba kayaknya mbak Rani gak pernah ngajarin gitu deh"
Naya heran dengan Lintang yang bisa bersikap kecentilan begitu didepan Malik walaupun manja tapi Lintang tidak pernah sealay itu
"ihh mbak Rani lupa sering ngajakin nonton drakor?? aku sering lihat mbak Rani gini gini jadi aku ngikutin lah"
comel Lintang dengan polosnya berkata sambil memperagakan kealayan Naya saat menonton drama korea di chanel you tube Naya ternganga dengan celoteh Lintang dan baru mengingat kejadian tersebut ternyata ditiru gadis kecil tersebut
"makanya umiku sayang jaga sikapmu yang suka sembrono itu didepan anak kecil dia jadi mirip kan sama umi, hmm "
tegur Malik pada sang ibu tercintanya yang lain menertawakan Naya yang dinasehati anaknya sendiri
Naya jadi merasa bersalah dengan tindakannya yang tidak sengaja mengajak Lintang tempo hari nonton film kesukaannya
"kak Malik itu sukanya marah marah terus cepet tua loh nanti, aku gak mau nanti sama kamu kalau kamu mukanya udah gak ganteng lagi, mending aku pilih oppa oppa saja yang ganteng dan imut"
Lintang berbicara dengan gaya manjanya yang membuat semua orang gemas dengan tingkahnya Naya cekikikan mendengar celoteh Lintang karna matanya masih teetutup dimpres es batu sama kedua anak kecil tersebut ia dapat membayangkan lenggak lenggok gadis kecil tersebut seperti apa
karna Sukma sudah tidak tahan dengan kegemasan Lintang ia pun mecubiti dan menciumi kedua pipi Lintang dengan gemas Lintang yang berusaha memberontak pun tidak bisa karna Sukma lebih kuat akhirnya ia pun pasrah dengan perbuatan Sukma dengannya
"ya allah aku gemes banget deh sama kamu, lucu banget sih kamu anadai aku punya adek atau anak kayak kamu pasti aku seneng banget"
__ADS_1
setelah puas mencubiti dan menciumi Lintang Sukma memeluknya dengan gemas seperti boneka saja yang lain hanya geleng geleng kepala dengan tingkah Sukma tersebut
Shifa yang sedari tadi hanya menyimak semuanya tersenyum dalam hatinya ia iri melihat persahabatan mereka yang selalu penuh warna tertawa dan bercanda bersama
selam beberapa jam kemudian setelah sholat isya' berjamaah Juna memulai acaranya Naya yang didalam sudah berdandang tipis agak tidak terlihat pucat gamis putih bersih nan sederhana membalut tubuh Naya polesan tipis nuansa natural yang tertutup cadar masih melihatkan kecantikan Naya malam ini tidak lupa tangannya di balut sarung tangan
Juna yang memakai koko putih yang berbalutkan jas hitam diluarnya dan berpeci putih memakai sarung karna habis sholat Juna terlihat gagah nan tampan rupawan
suasana dimasjid yanga akan diselegarakan ijab qobul Naya dan Juna sudah ramai para orang yang sedang ikut berjamaah ikut menyaksikan akad nikah mereka berdua
diaula masjid yang sengaja khusus untuk acara nikahan yang sudah disediakan oleh pihak masjid pun terdengar suara lantang Juna sudah terdengar
"ya ArJuna Wijaya"
degg
hati setiap yang hadir dalam acara tersebut ikut berdesir bahkan Naya yang berada didalam mendengar ikut panas dingin tidak karuan jantungnya berdetak semakin kencang ketika microphone dari aula terdengar menggema ditelinganya ditambah suara berat Ali bapak Naya yang menyebut nama Juna dengan lantang sengaja menikahkan putrinya sendiri tanpa diwalikan
"ankahtuha wajawwajtuka mahtubataka Inayah Maharani binti Sayyidina Ali bil mahril bi'adawati sholah wa milyuunu rubiyyatin wal Al surah Al mulk haalan"
bapak Naya menahan nafas saat mengucapkan kalimat tersebut dan mengehembuskannya selasai mengucapkannya ia menahan tangis untuk putrinya yang sebentar lagi akan menjadi milik orang lain lagi
Juna menarik nafas panjang tarikan nafasnya terdengar dimicrophone tersebut
"Qobiltu nikahaha wa tazwijaha Inayah Maharani binti Sayyidina Ali alal mahril madzkuur haalan"
"bagai mana para saksi??"
ucap kyai masjid tersebut yang kebetulan yang mengurus surat nikah semua penduduk yang biasa dikampung disebut pak Lebeh
SAH
terdengar suara takbir yang menggema diaula tersebut Juna tersenyum Wijaya bangga dengan anak laki lakinya yang sekian lamanya susah disuruh nikah sedangkan Risa dan Sari ibu sambung dan ibu kandung Juna berderai air mata begitu pun dengan kedua orang tua Naya setelah penantian putranya yang begitu lama akhirnya tersampaikan juga
setelah acara akad selesai kyai tersebut memimpin doa dan memberikan sedikit nasehat untuk kedua mempelai pengantin yang baru saja sah menjadi suami istri tersebut
Naya digandeng mama dan ibu Juna untuk bertemu Juna yang kini menjadi suami sahnya
ibu Juna mendekatkan Naya disamping putranya
tiba tiba Juna memegang ubun ubunnya sambil membacakan sebuah doa, Juna tersenyum ada rasa tenang dan damai didalam raut wajah tampan Juna membuat Naya semakin terpanah dan terpesona akan kharismanya melirik akan wajahnya yang hanya berjarak beberapa senti meter saja bahkan nafas Juna terdengar begitu indah ditelinganya membuat Naya ingin memeluknya agar hatinya nyaman dan tenang bersamanya
dan Juna mencium keningnya Naya mencium punggung tangan Juna
berlanjut memberi selamat kepada dua penganti tersebut
__ADS_1
"umi, umi sudah menikah dengan ayah Juna??"
ucap Malik setelah semua tamu sudah bubar tinggallah keluarga kedua pengantin
"ya sayang, mulai sekarang dan selamanya ayah akan menjadi orang tuamu, kita sebagai laki laki harus kompak dan bekerja sama untuk melindungi umi dan orang tercinta orang orang yang kita sayangi sayang"
Juna yang menjawab pertanyaan Malik yang kini resmi menjadi ayah sambungnya
"aku juga kak Malik yang butuh perlindunganmu"
tiba tiba Lintang berceloteh sambil cengengesan nimbrung bersama Juna dan Naya dengan santainya ia juga duduk dipangkuan Naya membuat Malik semakin cemberut melihatnya
"enak banget kamu dipangku umiku??"
protes Malik tidak terima
Lintang hanya tersenyum nyengir tanpa dosa menanggapinya
"kamu kan sudah dipangku om Juna kenapa sih protes melulu jadi orang nanti gak laku loh?? jadi orang itu jangan kaku kaku jadilah santai kayak dipantai seperti aku ini loh, ya kan mbak Naya??"
Lintang meminta pembelaan Naya
Naya hanya tersenyum dibalik cadarnya Malik masih memasang wajah ditekut
"kapan kamu nikahin aku kak Malik biar aku jadi anaknya mbak Rani jadi aku bisa panggil umi seperti kamu"
ucap Lintang dengan gayanya yang menggemaskan Naya dan Juna tertawa dengan tingkah centil Lintang dan melihat Malik mala cemberut memonyongkan bibirnya
"belajar yang benar, pipis aja masih ngompol juga udah ngomong nikah nikah segala, jangan bilang umi juga yang ngajarin tu anak begitu??"
tuduh Malik memicingkan matanya penuh selidik
"hey su'udzon terus sih kamu sama umimu kak Malik dosa tau?? tadi Lintang diberitahu sama tante Sukma kalau mau jadi anaknya mbak Rani nikahin kamu"
celetuk Lintang jujur semua mata membualat termasuk Malik Sukma yang mengompori hanya cengengesan karna semua orang menatap tajam dirinya mama Juna hanya menggeleng dengan kelakuan anak bontotnya tersebut
"mbak Rani mau kan aku jadi anakmu jadi istri kak Malik nanti kalau dia durhaka sama mbak Rani Lintang omelin dia mbak kalau malas aku pukul dia, aku akan jadi istri saleha seperti mbak Rani"
ocehan Lintang lenggak lenggok diimut imutkan yang membuat semua orang tertawa yang melihat dan mendengarnya
Juna dan Naya hidup bahagia dengan kehidupan barunya walau masih banyak lika liku rumah tangga yang menyambutnya
TAMAT ya kak maaf masih banyak kesalahan masih pemula masih butuh banyak bimbingan kritik dan sarannya kakak 🙏
mampir juga dikaryaku yang berjudul USTADKU PENGGEMARKU masih baru ya kak
__ADS_1
terima kasih yang sudah mau baca karyaku yang masih ambrul adul kakak 🙏😅😅