
Juna mengangguk senang dan bahagia
mereka pun akhirnya memutuskan tidur agar besok hari bisa berjelajah keberbagai wisata
***
keesokan harinya mereka bersiap siap berangkat ke Bandungan untuk menjajaki jajanan dan makanan disana
"udah siap??"
tanya Juna semangat
"siap"
jawab mereka serempak
hanya Naya yang diam bingung harus berbuat apa
"ayo mbak masuk"
ajak Stela
"i iya"
jawab Naya lalu masuk kedalam mobil
didalam mobil Naya tidak berani menatap Juna karna malu dan merasa bersalah akan peebuatan tadi malam
Juna yang senyum senyum sendiri melihat wajah Naya lewat spion mobil diatasnya ia sangat senang ternyata Naya pernah mengaguminya dalam diam.
"ternyata kamu nakal juga ya Nay, tapi aku senang ternyata cintaku tidak bertepuk sebelah tangan aku akan lebih bersemangat mengejarmu soal tadi malam maafkan aku Nay aku benar benar khilaf"
gumam Juna dalam hati menyesali kekhilafannya semalam.
"mbak kamu kenapa kok aneh gitu??"
tanya Stela heran
"kenapa?? ohh aku gak papa kok Stel"
jawab Naya agak ling lung.
"sebenarnya apa yang terjadi semalam dan siapa yang datang semalam kekamar soalnya aku langung tidur jadi gak tau denganmu mbak"
Stela memberitahu
degg
jantung Naya langsung tratapan ia takut ia merasa seperti diintrogasi ketahuan.
"se se semalam gak papa kok Stel, beneran aku gak macam macam, maafkan aku"
sesal Naya seperti maling ketangkap basah
yang lainnya terbengong dengan ucapan Naya yang membingungkan kecuali Juna yang jadi salah tingkah dengan ucapan Naya
Stela langsung memicingkan matanya ke Naya.
"kamu kenapa mbak?? apa yang kamu sembunyikan tentang semalam kenapa kamu aneh banget dan apa tadi kamu gak macam macam dan minta maaf?? apa yang kamu perbuat sampai minta maaf??"
tanya Stela curiga
Bagas yang mendapati Naya dan Juna salah tingkah dan bingung pun akhirnya ikut bicara
"tadi malam kamu ngapain sama Naya kenapa sikap kalian berdua aneh?? kalian gak macam macam kan??"
tanya Bagas penuh selidik
mata Stela Tata dan Intan melotot mendengar perkataan Bagas
"mbak mendingan jujur deh daripada kamu ngerasa berasalah terus gini, aku tau kamu orangnya susagh bohong??"
Stela mendesak Naya
Naya pun semakin bingung ingin menjelaskannya dari mana karna perbuatannya sangat pribadi dan tidak baik untuk dibicarakan banyak orang
Juna yang ikut mesara bersalah pun akhirnya ia yang menjelaskan karna ia tidak mau semua orang menyalahkan Naya
"aku yang salah aku benar benar khilaf maafkan aku Nay, aku janji aku akan mempertanggung jawabkan semuanya"
sesal Juna
"maksudnya apaan Jun??"
tanya Bagas masih fokus menyetir
orang yang duduk dibelakang menanti jawaban Juna karna Naya diam saja
"aku aku mencium bibir Naya Gas"
jawab Juna yang membuat Bagas mengerem mendadak karna syok dengan apa yang Juna katakan dan yang lain dengan mata melotot dan mulut menganga
"mas hati hati dong aku masih mau hidup"
protes Stela kesal karna Bagas mengerem mendadak
"iya nih"
Tata dan Intan ikut ikutan protes
Naya hanya diam saja
"kamu beneran Jun aku gak salah dengar kan Jun??"
tanya Bagas setelah menepikan mobilnya
"iya aku yang salah, maafkan aku"
sesal Juna lagi
"aku juga minta maaf kak, tidak seharusnya aku ikut terhanyut akan kekhilafan itu, maaf"
Naya pun menyesal atas kekhilafannya semalam
hahhhh
mereka semakin syok mendengar pengakuan Naya dan Juna
Juna mala tersenyum mendengar pengakuan Naya yang ikut hanyut itu
"kamu serius kak??"
tanya Tata yang berada duduk dibelakang
Naya hanya mengangguk sambil wajah tertunduk
"kamu beneran mbak?? kupingku gak konslet kan dengar kamu ciuman sama masku??"
tanya Stela memastikan
"iya Stel maafkan mas mu yang khilaf ini, lain kali mas akan lebih mengontrolnya lagi agar tidak khilaf lagi, walaupun Naya meminta menjauh untuk sementara mas siap gak papa tapi jangan lama lama mas gak kuat"
keluh Juna
"alhamdulillah berarti ada kemajuan dong, aku harus bilang ke ibu, biar ibu tau dan beetidak selanjutnya"
gumam Stela senang
"kamu itu gimana sih Jun dah tau salah tapi masih protes jangan lama lama, waras gak sih kamu Jun??"
ucap Bagas kesal yang sebenarnya ia cemburu dengan Naya yang ikut terlena dengan ciuman Juna
"hehehe gimana kamu kan tau Gas aku cinta banget sama dia"
pengakuan Juna nyengir ia kalau dengan Bagas tidak akan sungkan dan malu
__ADS_1
"kamu gimana sih Stel masmu melakukan perbuatan kayak gitu mala alhamdulillah"
protes Tata kesal karna ia juga mengharapkan Naya bisa jadi kakak iparnya
"ya kan berarti ada kemajuan Ta"
kilah Stela.
"tanggung jawab kamu mas main cium cium anak orang aja, aki bilang ke ibu kamu ya biar dinikahin secepatnya"
ancam Stela cengengesan
"kapan pun mas siap Stel asal Naya nya juga siap"
jawab Juna pasti
"tapi aku masih belum ingin menikah lagi kak, maafkan aku, aku masih takut berumah tangga lagi"
ucap Naya dengan suara ragu ragu takut menyinggung perasaan Juna dan Stela
"ya gak papa kakak akan menunggumu sampai kapanpun ok jangan diambil hati, jangan hiraukan perasaan kakak Nay kakak hanya ingin kamu nyaman bersama kakak, ya??"
pinta Juna
Naya hanya mengangguk
"tapi aku yang keberatan mas, kenapa gak nikah secepatnya aja sih kan lebih bebas kalau sudah halal, apa mbak Naya gak takut hamil duluan karna kalian sudah berciuman"
Stela menghasut Naya
"mana ada hamil orang cuma ciuman doang juga kecuali kalau berhubungan intim pasti hamil kamu ada ada saja Stel jangan racunin kak Naya ya"
protes Tata
"ya kan biar cepet cepet nikah sama masku gimana sih??? keburu bengkotan masku gak nikah nikah"
Stela kesal.
"ya udah suruh nikah aja sama yang lain repot amat kak Naya nya kan belum siap nikah"
jawab Tata sewot
"sudah sudah jangan berantem terus kita kan mau jalan jalan kok mala berantem gitu jadi gak nih jalan jalannya??"
tanya Juna menengahi
"jadi dong"
jawab Tata dan Stela kompak.
"maaf ya Stel aku bukan maksud marah sama kamu aku cuma mau kita sama sama nyaman aja kan yang mau ngenjalani juga kak Naya jadi aku juga gak mau maksa siapapun"
Tata meminta maaf
"iya aku juga minta maaf kalau aku tadi kesal sama kamu Ta maaf ya"
Tata dan Stela saling memafkan
"maaf ya mbak bukan maksud maksa kamu tapi biar kamu ada yang lindungin dan menjagamu aja mbak maafin aku ya mbak jangan marah"
Stela meminta maaf pada Naya
"aku mau marah sama kamu,"
Naya pura pura marah dengan Stela dan Stela pun tercekat dengan wajah memelas
"hehehehe bercanda wajahnya jangan kayak gitulah Stel jelek tau"
canda Naya Stela langsung tersenyum
"iya masak aku gak maafin kamu, aku tau kamu juga sayang sama aku, maafin aku juga Stel bukanya bermaksud nolak masmu tapi aku benar benar belum ingin menikah, kita akan jalani pelan pelan dulu saja antara aku dan masmu, yang penting kamu doakan saja ya"
pinta Naya memeluk Stela dan dibalas deng Stela juga
"ayo jalan Gas??"
ucap Juna Bagas hanya mengangguk dan melajukan mobilnya tidak lama mobil sampai dipasar Bandungan Ambarawa Semarang dan merek turun langsung menjajak jajanan seperti tahu serasi gemblong serabi ngampin tidak lupa menjajaki sate keong sate kelinci dan gudeg setelah kenyang mereka pun berlanjut ke wisata taman Celosia menikmati pemandangan taman bunga tersebut dan spot foto yang diinginkan selesai dari taman Celosia mereka berlanjut ke Cimory dairyland menikmati aneka kue yang lembut dan dan makanan lain dari resto tersebut dan melanjutkan perjalanan menuju rumah masing masing
"makasih ya mas udah dianterin sampai rumah mampir dulu yuk"
pinta Intan yang diantarkan lebih dulu karna Bagas yang lebih tau lokasi rumahnya.
"iya terima kasih lain kali saja ya capek soalnya"
jawab Bagas
"iya mbak lain kali aku mau main kerumahmu"
ucap Naya semangat
"iya aku juga mau ikut"
Tata menimpali yang dianggukan Stela
Juna dan Bagas menggelng gelengkan kepalanya heran dengan tingkah wanita dibelakangnya
"ok deh aku tunggu ya"
ucap Intan
Tata Naya dan Stela mengacungkan jempotnya dan berpamitan untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju rumah Bagas dan Tata.
"gak masuk dulu Jun"
tanya Bagas
"kapan kapan aja, ibu kok sepi kemana??"
Juna tanya balik
"gak tau mungkin ke warung kali"
jawab Bagas tidak tau ibunya kemana
"ya sudah salam saja buat ibu aku pulang dulu ya"
pamit Juna
lalu masuk kemobil
"Ta mas salamin ibu ya aku pulang"
ucap Naya didalam mobil
"iya"
Jawab Tata dan Bagas bersamaan dan melambaikan tangan saat mobil Juna menjauh dri halaman rumahnya.
"kak maafin aku ya"
ucap Naya saat ditengah jalan.
"iya gak papa, kamu tenang ya jangan dipikirin kakak gak papa, kakak juga minta maaf ya udah kurang ajar sama kamu"
sesal Juna
"ya kak sama sama"
jawab Naya tersenyum
"kakak langsung pulang ya capek pengen istirahat"
pamit Juna
"iya hati hati ya dijalan jangan lupa sms"
__ADS_1
pinta Naya
"iya sayang, salam buat ibu bapak Nay"
jawab Juna
Naya mengangguk dan melambaikan tangannya mobil Juna melaju meninggalkan rumah orang tua Naya dan pulang kerumah orang tuanya.
sampai kerumah orang tuanya Juna langsung membaringkan tubuhnya diatas kasur kamarnya
menatap kelangit langit kamarnya yang berwarna putih.
"aku akan sabar menunggumu Nay karna aku mencintai apapun dirimu aku mencintaimu bagaimanapun keadaanmu apapun yang terjadi dan kapanpun engkau tetap cintaiku, engkaulah cintaku Nay"
gumam Juna tidak lama ia pun memutuskan untuk memejamkan matanya agar tubuhnya istirahat
**
malam hari Juna menyibukkan diri dengan pekerjaannya untuk esok senin menyapa ia berkutat dengan laptopnya fokus dilayar.
tok tok
pintu kamar diketuk
Juna pun beranjak membukakan pintunya
"ibu masuk bu"
ucap Juna mempersilahkan sang ibu masuk kekamarnya
"kamu sibuk nak??"
tanya ibu Juna lembut membelai wajah tampan anaknya.
"mayan bu, ibu sudah makan??"
tanya Juna
"ibu sudah kamu yang belum, mau ibu antar kesini untuk kamu makan??"
ibu Juna menawarkan.
"tidak usah bu nanti Juna turun sendiri saja, ada yang mau ibu omongin??"
tanya Juna lagi
"Stela sudah cerita sama ibu, apa kamu masih mau berlanjut atau mau pindah kelain hati nak??"
tanya Ibu Juna
Juna menggeleng
"Juna akan selalu menunggu dan menanti Naya bu, doakan saja ya bu semoga allah cepat mempersatukan kami"
pinta Juna
"pasti nak ibu selalu mendoakan kebahagian kamu"
jawab ibu Juna lembut
"ya sudah kalau begitu ibu gak ganggu lagi jangan lupa makan nak??"
ibu Juna mengingatkan
Juna mengangguk mengiyakan
ibu Juna pun meninggalkan kamar anak laki lakinya
"habis darimana bu??"
tanya pak herman suami sari ibu Juna ayah sambung Juna
"dari kamar Juna pak"
ibu Juna memberitahu
"ohh, Juna sudah makan bu?? bawakan makanan saja bu biar dia makan"
pak herman menyarankan
"Juna mau turun makan sendiri pak katanya, sudah biarkan saja pak, nanti juga kalau sudah lapar makan sendiri"
jawab ibu Juna
lalu mereka pun menikmati kebersamaan diruang keluarga.
"bapak pulang kapan?? kok Stel gak tau??"
tanya Stela saat melintas diruang keluarga dsn mendapati ayahnya sedsng duduk santai bersama ibunda tercintanya.
"tadi sore kamu masih molor jadi bapak cuma ngelus ngelus bentar aja, katanya dari kemarin anak bapak ini jalan jalan ya??"
tanya bapak Stela membelai anak perempuannya yang duduk disampingnya.
"iya pak bapak tau gak mas Juna tu berani beraninya cium mbak Naya hihihi lucu deh ceritanya"
Stela memberitahu dengan manja
"sudah, ibu cerita tadi"
jawab bapak Stela membelai rambut halus anak gadisnya.
"ahh ibu gak asyik masak udah dikasih tau duluan"
Stela manyun
"tadi kan kamu tidur ibu juga kepo dong pengen ghibahin masmu yang kaku itu hihihi"
ibu Juna cekikikan.
"kalian itu ya bener bener suka ngepoin Juna, biarkan dia memilih cintanya sendiri jangan campurin urusannya"
ucap bapak Stela mencubit hidung istri dan anak gadisnya.
"habisnya Juna gak laku laku pak ibu jadi kesal apalagi kalau lagi arisan atau panti sosial begitu pasti pada bicarain katanya gini anaknya jeng ganteng mapan tapi kok sayang ya gak nikah nikah, gimana aku gak kesel mereka tu ngledekin ibu mulu mentang mentang anaknya udah pada nikah"
keluh ibu Juna sambil memperagakan cara bicara teman temannya.
bapak Stela cengengesan mendengar istrinya berdialog
"bu?? ibu tuya kalau beradegan barusan kaya ibu ibu komplek yang lagi pada rempong tau tidak bu hihihi"
Stela cekikikan
"ya kan ibu kumpulnya sama ibu ibu komplek kalau arisan gimana sih"
ibu Juna sewot
"tau ahh aku masuk kamar ahh"
pamit Stela mencium pipi kedua orang tuanya
dikamar Juna sedang melalukan panggilan video call dengan Naya
Juna ingin ditemani makan malam sambil video call dan mengobrol bersama
"ok deh sana kak makan dulu"
ucap Naya menyuruh Juna makan
"iya sayang"
jawab Juna mesra
ia pun keluar kamar menuruni tangga ke lantai bawah menuju ruang makan dan mengambil piring gelas serta nasi lauk pauk untuk disantapnya
__ADS_1