Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
entah apa yang akan terjadi nantinya


__ADS_3

Juna selalu gemas dengan Naya tingkah Naya yang selalu unik walaupun tingkahnya iseng dan bercanda tapi dengan semua itu selalu membuat orang lain tertarik dengannya itulah yang selalu membuat Juna selalu cemburu marah marah tidak jelas.


"kalau kamu sudah jadi milikku tidak akan kubiarkan kamu bertemu dengan siapapun Nay aku takut mati mendadak karna selalu cemburu dengan tingkahmu"


gumam Juna dalam hatinya menatap lekat wajah Naya yang sedang ketakutan menjelaskannya


"kak?? kakak?? kak Juna marah??"


tanya Naya agak takut


Juna pun akhirnya pura pura marah memasang wajah kesalnya menahan tawa sekuat tenaga


"kak kak Juna kan sudah janji tidak akan marah kok mala diam saja"


protes Naya


Juna masih belum bergeming ia masih pura pura marah.


"kak aku minta maaf aku memang salah tidak seharusnya aku iseng seperti itu, maafin aku ya kak"


Naya meminta maaf dengan wajah diimut imutkan membuat Juna akhirnya tertawa


hahhahahaha


Naya pun tersenyum melihat wajah Juna sudah tidak datar lagi.


"kakak gak kuat lagi kalau harus pura pura marah dengan wajah menggemaskanmu itu Nay"


ucap Juna mencubit pipi Naya


"ohh jadi daritadi kakak cuma pura pura tega bener"


Naya memukul mukul pundak dan dada Juna kesal ternyata ia ditipu.


"ayo kita kehotel aja dulu besok kakak anterin kamu pulang kerumah"


ucap Juna mengalihkan pembicaraan.


"kakak jawab dulu kok tega sih sama aku"


rengek Naya


"ok ok habisnya kakak gemes dengan tingkahmu Nay bagaimana bisa kamu selalu membuatku cemburu terus dengan kekonyolanmu itu, makanya kakak kasih kamu pelajaran, jangan seperti itu lagi ya jangan bikin kakak cemburu lagi"


pinta Juna


"aku janji gak akan seperti itu lagi tapi aku gak janji bikin kak Juna gak bakal cemburu lagi"


jawab Naya santai Juna melotot dengan jawaban Juna


"ya abis kak Juna orangnya cemburuan terus aku gimana?? aku sudah biasa bercanda bersama teman teman dan tiba tiba aku harus diam seperti patung hidup pasti semuanya akan protes denganku"


Naya menjelaskan.


"ya gimana ya susah juga sih punya kamu"


ucap Juna cengengesan


"punya mu punya mu ayo kehotel sekarang aja"


Naya merajuk


Juna tertawa lepas dengan tingkah Naya dan berlalu menuju hotel tempat Juna menginap.


tidak lupa Juna memesan satu kamar untuk Naya setelah sampai hotel.


"Nay istirahat gihh udah malem jangan lupa kunci pintunya "


ucap Juna


"iya kak"


Naya menurut dan menutup pintu kamarnya menginap tidak lupa mengunci pintu kamar seperti perintah Juna.


**


Bagas berbelanja ke minimarket untuk kebutuhan sehari harinya dan tidak sengaja bertemu intan yang juga sedang berbelanja


"hay Tan lagi belanja ya??"


sapa Bagas dengan wajah dinginnya.


"kok bisa ya ini orang nyapa dengan ekpresi seperti ini"


batin Intan dalam hati.


"hay mas Bagas juga belanja??"


jawab Intan tersenyum ia sangat senang bisa bertemu Bagas lagi setelah terakhir kali bertemu dengannya bersama Fauzi kakaknya.


"ohhh ya sudah aku lanjut belanja ya"


pamit Bagas


"i iya mas"


jawab Intan heran.


"ya allah cuek amat tu orang ada lah orang seperti itu gila juga aku jatuh cinta sama orang seperti itu"


gerutu Intan melanjutkan perbelanjaannya.


saat dikasir Intan bertemu lagi dengan Bagas yang lagi digodain dua cewek cabe keriting ia memperhatikan dari jauh.


"mas minta nomer whatsappnya dong??"


ucap seorang wanita yang sedang meminta nomere kepada Bagas.


Bagas cuek aja tidak menanggapinya


"mas jangan pelit pelit lah kita bisa temenan kalo mas mau aku bisa kok temenin mas muasin juga bisa"


tawar teman yang satunya lagi.


"iya ihgg cuek amet mas ganteng"


temannya lagi ikut menimpali sambil mencolek dagu Bagas


"jaga sikap kamu ya mbak jadi perempuan itu harus menjaga kehormatannya tau tidak"


ucap Bagas tegas


"yaelah mas gak usah sok suci gitulah apa istri mas ikut makanya takut"


ledek dua wanita bersamaan


"minggir gak"


suara Bagas agak meninggi


akhirnya dua wanita itu pergi dari hadapan Bagas dan Bagas menuju kasir untuk membayar belanjaannya.


"gila cool banget lah tu cowok jadi meleleh kan akunya"


gumam Intan dalam hati


Intan pun ikut kekasir.


"mbak aku duluan"


ucap seseorang menyerobot antriannya dengan terpaksa.


"loh loh"


Intan bingung Bagas yang mendengar suara Intan dibelakangnnya pun ikut mengalah


"sini aja mbak saya belakang gak papa"


ucap Bagas mempersilahkan wanita yang menyerobot Intan tadi.


"makasih mas, aku buru buru soalnya"


jawab wanita tersebut.


Bagas hanya mengangguk dan berpindah dibelakang Intan.


"kok mala mas yang belakang aku??"


protes Intan


"gak papa aku saja yang belakang kamu kayaknya dibelakangmu orangnya resek kasian kamu perempuan"


ucap Bagas berbisik.


Intan pun reflek menoleh dibelakang Bagas dan melihat seorang pria yang dengan tingkah agak aneh


"ya sudah makasih mas"


jawab Intan menurut.


"Intan beneran ni orang bikin binggo aja cuek dingin tapi perhatian bangitt ya ampun"


gumam Intan kegirangan.


selesai membayar dikasir Intan langsung keluar menuju motornya diparkiran


"ya belanjanya kebanyakan gimana nih"

__ADS_1


Intan berbicara sendiri kebingungan


"kenapa Tan??"


tanya Bagas keluar dari minimarket yang melihat Intan kesulitan.


"ini mas susah bawa nya kebanyakan soalnya"


jawab Intan canggung.


"ohh sudah ayo aku anterin sampai rumah naik mobilku"


tawar Bagas


"tapi mas takut ngrepotin"


tolak Intan dalam hatinya mau banget.


"gak kok ayo"


ajak Bagas dengan cepat mengambil barang Intan dan memasukkan ke dalam mobilnya.


Intan hanya diam menurut dengan Bagas.


ditengah perjalanan Tata menelepon.


panggilan terhubung


"ada apa Ta?? mas sudah dijalan nih"


ucap Bagas setelah mengucap salam.


"mas aku lupa titip pembalut wanita mas"


jawab Tata tanpa dosa


"apa?? masak mas balik lagi cuma beli itu gimana sih kamy Ta udah ditengah jalan ini, besok aja ya beli sendiri"


protes Bagas.


"ya namanya lupa, mas tolong lah udah habis soalnya mas punyaku ya mas pleasee"


rengek Tata


"benar benar ya kamu Ta adik tak ada akhlak"


gerutu Bagas


"maaf mas ya mas beliin"


Tata masih merengek


"iya iya mas balik lagi"


Bagas menuruti permintaan adiknya setelsh itu telepon dimatikan


"ya allah ini cowok kesel kesel tapi masih mau menuruti kemauan adiknya mas Fauzi boro boro mau"


guman Intan dalam hati mempeehatikan Bagas


"mas aku ada pembalut tadi beli tiga kasiin adikmu aja mas"


tawar Intan.


"gak usah Tan nanti aku beli aja"


tolak Bagas


"daripada putar balik mas ya aku cuma stok doang soalnya takut lupa jadinya aku beli sekalian kebetulan promo jadi ambil banyak"


ucap Intan.


Bagas berpikir sejenak sebelum menerimanya.


"ya udah deh gak papa nanti aku ganti uangnya"


jawab Bagas


"gak usah ganti uangnya mas minta nomer hp aja hehehe"


ucap Intan cengengesan.


Bagas langsung melotot menatapnya.


"bercanda mas gak usah segitunya kali takut amat"


Intan masih cengengesan yang sebenarnya memang ingin meminta nomor Bagas.


"kirain"


jawab Bagas


"bu Intan pulang bu"


panggil Intan masuk kerumahnya.


"ya"


jawab sang ibu


"lohh kamu pulang sama siapa Tan terus motormu kemana??"


tanya ibu Intan.


"aku pulang sama mas Bagas bu belanjaan banyak susah bawanya terus mas Bagas yang ngabterin"


terang Intan


"ya allah baguse leee namanya siapa?? sudah nikah belum??"


tanya ibu Intan menghampiri Bagas.


"Bagas bu saya duda"


jawab Bagas setelah menyalimi ibu Intan.


"mari masuk nak minum dulu"


ibu Intan mempersilahkan.


"tidak usah bu sudah malam saya juga pulang dulu assalamualaikum"


pamit Bagas.


"mas tunggu ini buat adikmu"


Intan menyerahkan kantong kresek yang berisi pembalut.


"gak usah Tan nanti aku beli sendiri saja"


tolak Bagas.


"gak papa mas, takutnya gak keburu atau mas Bagas lupa??"


Intan masih bersikukuh


telepon Bagas berdering tanda panggilan masuk.


panggilan terhubung


"ya Ta ini mau pulang"


jawab Bagas dan menutup teleponnya.


"tuh kan mas apa aku bilang"


ucap Intan


"ya sudah terima kasih ya Tan"


Bagas menerima kantong kresek dari Intan


"ya mas sama sama"


jawab Intan


"ini"


Bagas menyerahkan kartu namanya yang ada tulisan nomor ponselnya dan berlalu meninggalkan rumah Intan.


***


esokkan harinya


tok tok tok


pintu kamar Naya diketuk oleh Juna untuk sholat subuh.


"ya bentar"


jawab Naya dari dalam dan membuka pintu kamarnya


"ada apa kak??"


tanya Naya bingung


"udah subuh ayo sholat"

__ADS_1


ajak Juna


"iya bentar"


jawab Naya lalu masuk untuk mencuci muka, gosok gigi dan berwudhu


"ayo kak"


ucap Naya sambil menutup pintu kamar hotelnya, Juna menunggu diluar kamar.


Juna hanya mengangguk berjalan duluan


"semoga aku kamu dan keluarga kecil kita bisa selalu sholat berjamaah setiap hari Nay dan aku imamnya, semoga allah menjodohkan kita amin"


gumam Juna dalam hati.


"kak nanti aku naik kereta aja ya??"


ucap Naya setelah selesai sholat.


"gak biar kakak saja yang nganterin kamu pulang kakak gak mau kamu pulang sendiri"


tolak Juna tegas


Naya hanya menghembuskan nafas pasrah


Juna tersenyum melihat kepasrahan Naya.


"kita makan dulu ya"


pinta Juna.


"ya kak tapi aku mau mandi dulu"


ucap Naya


"ok"


jawab Juna singkat


Juna mengantar Naya kembali ke kamarnya dan menunggunya diluar kamar karna ia sudah mandi duluan sebelum sholat subuh


ceklek


Naya membuka pintu kamarnya dan mendapati Juna sedang digoda oleh cewek cewek ****


"mas ayo lah main sama aku"


ucap perempuan yang pakaiannya sangat minim memakai tank top crop dan dan celana pendek sepaha.


Juna tidak bergeming dengan memasang wajah dingin dan cueknya.


"mas sombong amat sih, ayo lah aku akan memuaskanmu"


bisik cewek yang satunya lagi


Juna dengan cepat mendorong perempuan yang berbisik itu hingga jatuh kelantai.


"aku sudah bilang jangan menyentuhku dan kamu tidak mendengarkannya"


ucap Juna dingin.


"gila bisa juga kak Juna dengan tampang kayak gitu serem sih lihatnya. baru pertama kali ini aku lihat mukanya yang seperti ini, tapi cool juga "


gumam Naya dalam hati diambang pintu


"mas kok gitu sih sama temenku sakit tau"


ucap perempuan yang satunya lagi sambil membangunkan temannya yang tadi didorong oleh Juna


"pergi dari sini atau aku panggil security"


ancam Juna


dua perempuan itu langsung pergi dari hadapan Juna


"kak kasar amat sih kak sama cewek itu padahal cantik nan **** lohh??"


ledek Naya.


"kakak gak suka cewek yang seperti itu terlihat murahan"


ucap Juna lembut.


"terus kalo aku yang bertingkah seperti itu apakah kakak akan menilaiku murahan juga??"


tanya Naya penasaran.


"kalau kamu yang jadi janda ini bertingkah kayak tadi siapapun pasti akan menilaimu sama, tapi kalau tingkahmu ke kakak mungkin kakak akan senang karna orang yang kakak cintai dan sayangi mau bertindak agresif, tapi diusahakan tingkah seperti itu kamu gunakan kalau sudah halal ya??"


pinta Juna tersenyum genit.


"ihh apaan sih omes"


jawab Naya cengengesan.


"apa mau coba dulu Nay kamu bertingkah kayak perempuan tadi??"


ledek Juna


"emang mau??"


tanya Naya penasaran.


"coba aja"


tantang Juna


Naya langsung berekting seperti wanita murahan


"kak Juna sayang apa mau masuk sebentar untuk sekedar tiduran atau numpang mandi??"


ucap Naya sambil memainkan jarinya dikemeja Juna


Naya benar benar bertingkah seperti wanita murahan


"kamarnya itu kok deket kan?? mampir bentar yuk??"


ucap Naya lagi


Juna langsung meremang gelabakan melihat tingkah Naya yang benar benar diluar ekpektasinya


hahahahaha


Naya tertawa melihat ekpresi Juna yang takut dan salah tingkah.


"apaan sih Nay bikin kakak syokk aja"


keluh Juna mengatur nafas.


"ya kan kakak tadi yang nantangin gimana sih tapi lucu sih mukanya kayak udang rebus gitu"


ledek Naya


"ayo ahh makan"


ajak Juna melangkah duluan meninggalkan Naya berjalan dibelakangnya.


Naya masih tertawa dibelakang Juna.


"untung aku bisa mengendalikan coba kalau tidak bisa gawat apa lagi dengan rayuannya entah apa yang akan terjadi nantinya kalau aku tidak bisa mengendalikan semuanya, Naya Naya selalu bikin aku seperti ini lama lama aku bisa mati jantungan"


gumam Juna dalam hati.


sampai diresto hotel Naya dan Juna makan sarapannya. dengan senang hati Naya meledek Juna


"sudah Nay makan dulu nanti keselek lohh daritadi tertawa mulu"


Juna mengingatkan.


"ya abis lucu sih kak tadi kakak tu pasang tampang serem gitu soalnya pas lagi sama cewek cewek tadi kenapa pas kakak nantangin aku mala kayak tadi kan lucu, kapan kapan aku rayu lagi aja ahh"


ucap Naya cekikikan.


"jangan lagi nanti kakak gak kuat"


gumam Juna.


"apa kak?? kakak ngomong apa gak kedengeran"


tanya Naya penasaran


Juna memalingkan wajahnya karna malu.


"gak bukan apa apa, ayo makan lagi "


ajak Juna melanjutkan sarapannya.


"kak bentar ya aku ambil barangku dulu baru cek out"


ucap Naya


Juna hanya mengangguk dan menunggu di ruang tunggu hotel


setelah Naya mengambil barangnya dikamar hotel ia langsung menghampiri Juna yang sedang menunggunya dengan lari Naya agar cepat sampai karna ia tidak enak Juna menunggu terlalu lama


Juna dari kejauhan melihat Naya yang sedang berlari pun langsung berdiri.

__ADS_1


__ADS_2