
"emang teman temanmu pada naksir mas Juna Ma??"
tanya Stela
"iya lah kalau lihat mas pasti pada naksir kadang ada yang sengaja temenan sama aku hanya untuk ngendeketin mas Juna, disitu aku merasa dikhianati tau gak?? kesel aku"
ungkap Sukma kesal
"ya berati sama ajalah teman temanku juga sama, orang kantor juga sama saja, mereka pada penasaran siapa calon istri ceo kita itu, aku diam saja biarkan saja mereka menerka nerka, aku gak mau pusing"
"ya sudahlah mau gimana lagi"
jawab Naya pasrah
"capek, alhamdulillah tamu udah selesai semua, pengen rebahan"
lanjut Naya
" he'em, udah enggap banget sama make upnya, ayo ahh kamar mandi cuci muka cari tempat buat rebahan"
ajak Stela yang dianggukan kepala semuanya dan berjalan beriringan sambil mengobrol ringan sesekali tertawa bersama Juna hanya melihat pemandangan tersebut sampai menghilang dari matanya
"hoii gitu amat lihatnya, sabar bro bentar lagi"
ledek Bagas
Juna tersenyum
"iya tau kok, aku cuma khawatir aja, tadi kan mas Ryan datang dan terus mandangin wajah cantiknya tanpa berkedip, jadi ya gitu deh"
ungkap Juna jujur
"cemburu?? wajar sih tapi yang harus kamu tau Jun, Naya gak akan berpaling darimu itu poin pentingnya, jadi jangan terlalu khawatir, kasih kepercayaan ke dia Jun"
saran Bagas
"ya ngerti kok, thank sarannya"
jawab Juna tersenyum
"ahh segarnya, seger banget sekarang"
ucap Naya keluar dari toilet sudah menghapus make up dan berganti pakean
"he'em seger bingit"
jawab Tata yang diikuti Stela dan Sukma
"mas udah selesai semua kan?? kapan pulang??"
tanya Sukma
"bentar lagi ya sayangnya mas, tunggu mas Bagas nanti pulang bareng"
Juna memberitahu mengusap kepala adiknya
"cari tempat aja yuk rebahan, pinggangku encok"
ucap Naya celingukan mencari tempat
"ayo kakak antar, walaupun bukan hotel tapi tempat ini ada penginapannya loh?? bersih kok"
Juna memberitahu
"daritadi aku gak lihat Malik?? kemana ya??"
tanya Naya yabg sejak tadi tidak melihat keberadaan anaknya
"ikut ibu pulang kerumah tadi mama yang antar pulang, jangan khawatir ya sayang"
Juna menenangkan yang dianggukan Naya mereka pun berjalan menuju kamar untuk beristirahatkan tubuhnya
"aku gak tau kalau tempat ini ada penginapannya, kirain hanya gedung biasa kak"
ungkap Naya
"di Batang sini kan kan gak ada hotel mewah kayak Kendal Semarang sayang, kalau mau ke hotel ya ke Pekalongan walaupun gak banyak sih hotel bagusnya"
jawab Juna yang dianggukan kepala oleh Naya
"maaf pak ini kuncinya"
ucap pelayan yang daritadi mengikuti dibelakangnya
Juna mengangguk dan mengambil kuncinya si pelayan pun pamit undur diri
mereka semua beristirahat hingga menjelang magrib lalu bersiap pulang kerumah masing masing
"sayang kakak pulang dulu ya"
pamit Juna
"ya hati hati ya kak, kakak langsung istirahat aja pasti capek banget"
Naya mengingatkan yang dianggukan Juna
***
dua hari kemudian Ryan berniat menjenguk anak laki lakinya dan menjemputnya di rumah orang tua Naya
"assalamualaikum"
Ryan mengetuk pintunya
"waalaikum salam, bentar ya sayang umi buka dulu pintunya"
pamit Naya pada Malik
"iya umi"
jawab Malik patuh
ceklek
Naya membuka pintu dan ia pun terkejut melihat kedatangan mantan suaminya kerumahnya
"a ada apa mas??"
tanya Naya gugup
"siapa yang datang Nay??"
teriak ibu Naya dibalik dapur Naya tidak menjawab pertanyaan ibunya
"mas ada apa kesini??"
tanya Naya lagi
"mas kangen dengan Malik Nay, mas boleh ketemu Malik, mau bawa pulang kerumah, apakah boleh??"
Ryan meminta izin
"umi siapa yang datang kok kayak suara abi??"
tanya Malik lari
"abi??"
pamggil Malik memeluk sang ayah Ryan pun membalas pelukan anaknya penuh kasih sayang dan rindu
"Malik mau ikut ayah dirumah sebentar main bersama abi dirumah?? mau gak??"
tanya Ryan pada anaknya setelah melepas pelukannya
"mau bi, kapan?? umi ikut tidak??"
tanya Malik antusias
"tidak, umi masak banyak kerjaan sayang, kamu lihat sendiri kan sayang kerjaan umi masih numpuk"
Naya mencari alasan
"ya sudah kalau begitu, tapi nanti jemput Malik ya mi??"
__ADS_1
pinta Malik
"ya sayang, nanti umi jemput"
jawab Naya lembut pada anaknya lalu mereka pun pamit dengan Naya dan ibunya
menjelang sore Naya mendapat panggilan dari mantan suaminya memintanya untuk menjemput sang anak
Naya berangkat mengendarai sepeda motor menuju rumah kenangan lamanya bersama mantan suaminya sebelumnya Naya memberitahu Juna agar tidak ada kesalah pahaman
Juna yang mendengar hal itu pun langsung bergegas menuju rumah lama Naya tanpa menghiraukan rapat pentingnya
Juna melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai lokasi
tok tok tok
Naya mengetuk pintu rumah lamanya dengan perasaan campur aduk rindu kecewa sakit hati bercampur jadi satu
ceklek
pintu dibuka Ryan
"Nay masuk"
Ryan mempersilahkan
"tidak usah mas, Malik nya saja suruh kesini dan langsung pulang"
tolak Naya
"masuk dulu kita ngobrol bentar"
ajak Ryan
"tidak usah mas, Maliknya mana kok gak ada suara"
tanya Naya yang tidak mendengar suara anaknya
"Malik masih tidur belum bangun, makanya aku ngajak kamu ngobrol bentar"
Ryan memberitahu
"gak usah gak perlu mas, aku pulang saja kalau begitu, nanti kalau Malik bangun baru kesini lagi"
tolak Naya kembali
"ada yang ingin aku bicarain ke kamu Nay, tolong beri aku waktu bentar aja untuk bicara denganmu"
Ryan memohon akhirnya Naya pun pasrah ikut duduk diruang tamu
"ngobrolnya diruang situ aja Nay jangan disini"
Ryan menunjuk ruang keluarga
Naya masih berpikir takut akan hal hal yang tidak diinginkan
"kamu tenang aja ada Yayuk didalam dan pintunya akan dibuka jadi kamu tidak usah khawatir"
ucap Ryan ia membuka pintu lebar lebar
Naya pun menyetujuinya dan ikut duduk diruang keluarga bersama Ryan dan Yayuk
Naya melihat Yayuk terdiam tanpa ekpresi
"kamu mau bicara apa mas??"
tanya Naya datar
"Nay apa kamu gak bisa kasih mas kesempatan sekali lagi?? mas mohon, mas akan memperbaiki semuanya Nay?? mas masih mencintaimu sayang?? mas sangat menyayangimu?? mas janji akan lebih membahagiakanmu Nay?? mas janji sayang "
ucap Ryan jujur memegang tangan Naya yang langsung ditepis oleh Naya
membuat Yayuk meringis merasakan hatinya sakit mendengar calon suaminya mengungkapkan perasaannya pada mantan istrinya tersebut
Naya merasa iba melihat raut wajah Yayuk yang terlihat kecewa
"mas Ryan aku ingin mengatakan sesuatu padamu toling dengarkan baik baik ya??"
pinta Naya
Naya belum selesai mengatakannya tapi Ryan sudah memotongnya
"jangan katakan apapun Nay, tolong?? diamlah?? biarkan detak jantung yang berbicara sekarang, kamu lihatkan Yuk istriku kembali, air mata kebahagian mengalir dimataku, jangan pernah tanyakan bagaimana aku menghabiskan hari hari hidup tanpamu sayang, datanglah padaku, kita hidup kembali bersama selamanya Nay, kau ada dalam setiap detak jantungku Nay hanya kamu, jangan ragu dan takut sayang, dengarkan hati ini yang selalu ingin bersamamu, jangan marah lagi denganku Nay, mas minta maaf, aku tak bisa hidup tanpamu Nay, kembalilah padaku"
ucap Ryan panjang lebar membuat hati Yayuk semakin sakit mendengar pengakuan Ryan terhadap Naya
Naya hanya diam mendengarkan tanpa berkata apapun tanpa mereka sadari ada sepasang mata dan telinga dibalik tembok yang mendengarkan semuanya
"Nay mas mohon tolong pikirkan lagi, mas mencintaimu sungguh mencintaimu sayang"
lanjut Ryan lagi
Naya masih terdiam membisu
"Naya??"
panggil Ryan
Naya hanya menoleh
"ayo kita rujuk Nay, nanti mas yang akan bilang sama mas Juna meminta maaf dan berterima kasih sudah menjagamu untuk mas sayang, Naya??"
Ryan meyakinkan Naya
"demi Malik dan demi cinta mas Nay"
Ryan meyakinkan kembali Naya agar goyah dan bisa berpaling dengannya dan meninggalkan Juna
"mas Ryan tolong dengarkan aku sekali saja mas, aku sudah tidak mencintaimu lagi mas, apapun alasannya aku tidak akan mau rujuk kembali denganmu, tolong biarkan aku bahagia bersama kak Juna mas, aku mencintainya, biarkan aku bersamanya, aku yakin kak Juna juga bisa menyayangi Malik seperti kamu menyayanginya, biar kami menemukan kebahagian kami mas, dan kamu bisa hidup bersama bahagia dengan Yayuk wanita pilihan orang tuamu, restu orang tua itu lebih penting mas, dan ibu sangat merestui kalian berdua "
ucap Naya panjang kali lebar
"Nay??"
tanya Ryan bingung harus meyakinkan mantan istrinya seperti apa lagi
"ayah?? umi??"
panggil Malik sambil mengucek matanya bangun tidur
Naya dan lainnya terkejut Malik memanggil ayah Juna pun akhirnya muncul dari balik tembok karna sudah ketahuan Malik
"kamu sudah bangun sayang?? umi sama ayah mau jemput kamu"
ucap Juna menggendong Malik
"ayo umi pulang?? ayah sudah datang"
ucap Malik masih digendongan Juna
"pamit dulu sama abi sayang"
perintah Juna lalu menurunkannya
"abi Malik pulang dulu ya"
pamit Malik mencium punggung ayah kandungnya
"ya sayang hati hati ya"
jawab Ryan tersenyum pada anaknya didalam hatinya meringis kesakitan atas penolakan Naya
"tante Yayuk Malik pulang dulu ya"
pamit Malik pada Yayuk ia hanya diam mengangguk saja memalingkan wajahnya yang keluar air mata kecewa
"ayo mi, Yah?? Malik sudah pamitan"
ucap Malik menggandenga tangan Naya menariknya
"bentar sayang, kamu sama ayah dulu ya??"
pinta Naya lalu ia berjalan menghampiri Ryan
__ADS_1
"mas ini terakhir kali ya untukmu karna aku tidak akan mau lagi berbicara apa pun denganmu dengan alasan apapun"
ucap Naya memberikan sepucuk kertas pada Ryan yang ia terima beberapa hari lalu saat dipesta pernikahan Bagas lalu pergi
"ayo sayang"
Naya menggandeng putranya bersama Juna
"Malik naik mobil gih sama ayah, biar umi naik motor sendiri"
perintah Naya Malik tampak kecewa
"kita naik motor saja bersama, mobil aja tinggal disini nanti biar supir yang ambil bagaimana??"
Juna menyarankan wajah Malik kembali ceria yang mengangguk antusias
"ok ok, ya sudah ayo"
Naya mengalah
"aku depan ya Yah"
pinta Malik senang
"ok bos"
jawab Juna naik kejok motor dan Malik berdiri didepan sedangkan Naya duduk dibelakang
"less go Yah"
Malik bersemangat Juna pun melajukan motornya pelan pelan sambil mengobrol bercanda bersama Malik sesekali Naya ikut menanggapinya
sampai dirumah orang tua Naya mereka turun sambil bercanda bersama Malik begitu bahagia bersama dengan Juna
"jangan cemberut terus gitu gak bagus, udah sampai runah juga"
tegur Juna yang sejak tadi melihat Naya hanya terdiam
"aku gak cemberut kak, gimana sih"
ucap Naya sewot
"ayo masuk kok mala diluar gitu sih, Malik saja sudah masuk kok"
ucap ibu Naya Juna dan Naya pun mencium punggung tangan ibunya dan masuk kerumah
"aku mandi dulu bu, gerah"
pamit Naya
"ya sudah kamar mandi kosong, gak usah banyak nyanyi ada Juna disini"
ibu Naya mengingatkan dan berlalu masuk kedapur Naya hanya nyengir menampakkan giginya
"kak jangan pulang dulu ya?? ada yang mau aku bicarain denganmu"
pinta Naya
"ya cintaku, kakak menunggu penjelasanmu"
jawab Juna mengedipkan satu matanya
Naya pun berlalu menuju kamar mandinya
"Malik udah mandi belum??"
tanya Juna
"belum Yah"
jawab Malik nyengir
"pantes acem"
Juna pura pura menutup hidungnya
"hehehe kan aku bangun tidur ya pasti acem orang aku bikin pulang dimana mana"
ucap Malik cengengesan
"bikin pulau apa?? kok ayah gak diajak??"
Juna pura pura tidak tau
"pulau kapuk, bikinnya disprei"
jawab Malik tertawa
"terus kapan mau bikin pulau kapuk bersama ayah??"
tanya Juna pura pura merajuk
"kalau ada waktu Yah, secepatnya"
jawab Malik sumringah
Juna terkekeh mendengar jawab Malik
"doakan ya sayang"
ucap Juna mengelus lembut kepala Malik
"aminnn"
jawab Malik tulus
"ayo makan Jun ibu udah siapin makanan, kamu pasti capek seharian kerja, ayo?? Malik ayah suruh makan gih"
perintah ibu Naya
"ya mbah"
jawab Malik lalu menarik narik tangan Juna agar masuk kedalam ruang makan
saat duduk diruang makan Juna kembali mendengar nyanyian dari dalam kamar mandi dengan suara cempreng
"khud pe pehli na ittna yakeen mujhko ho paaya, mushkill si ghandiyaan aasaan huiin ab jo tu aayaa, ik baat kahun tujhse tu paas hain jo mere,
seene se tere sarr ko lagaa ke sunti mein rahu naam apna, seene se tere saar ko lagaa ke sunti mein rahu naam apna"
Naya menyanyikan lagu india dengan suara cemprengnya hingga terdengar sampai diluar kamar mandi
"umi itu ya selalu berisik kalau mandi mana suara jelek lagi, pusing aku dengernya"
keluh Malik Juna terkekeh mendengar keluhan Malik
"sudah biarkan saja, umimu kan memang seperti itu, dengarkan saja asalkan kau bahagia"
Juna masih terkekeh
"ayo makan sayang"
bujuk Juna pada Malik
Malik pun menurut ia menyantap makanannya yang diambilkan Juna
"anaknya saja mengeluh seperti itu, berkali kali anaknya negur emaknya tapi memang dasar emaknya saja yang susah dibilangin"
ibu Naya mengoceh menemani Juna dan Malik makan
"gak papa bu, mungkin biar gak sepi dikamar mandi"
Juna membela Naya
"tolong dimaafkan ya Jun, kebiasaan Naya, harap Maklum"
ibu Naya tidak enak hati
"iya bu gak papa"
jawab Juna sopan
"hanya Juna yang ada diantara jantung hati tempat bermanja tempatnya rindu tempat curahan hati yang damai"
__ADS_1
Naya masih saja bernyanyi tanpa mengiraukan yang diluar sana