
akhirnya Tata pun menceritakan perihal kakaknya yang akan menjalin hubungan serius dengan Intan
"alhamdulillah akhirnya"
ucap Naya senang mendengar kabar baik Bagas
"iya kak aku juga senang"
jawab Tata tidak kalah senang
Juna tersenyum ikut senang mendengar barita tersebut
"kakak nemuin Bagas dulu ya sayang"
pamit Juna pada Naya
Naya mengangguk mengiyakan sambil tersenyum
"assalamualaikum Gas"
Juna mengucap salam masuk keruangan Bagas
"waalaikum salam Jun wah cepet amat udah sampai sini??"
tanya Bagas basa basi wajahnya berseri seri
"wah wah yang lagi jatuh cinta wajahnya penuh bunga seperti ditaman saja"
goda Juna duduk disofa ruangan Bagas
"apa sih kamu itu, kamu juga lagi bahagia banget kayaknya, kabar apa itu??"
tanya Bagas tersenyum
"alhamdulillah cinta ku terbalaskan Gas"
Juna memberitahu
"alhamdulillah selamat ya Jun semoga secepatnya halal"
Bagas mendoakan
"aminnn"
jawab Juna tersenyum
"kata Tata kamu juga sudah mau serius dengan Intan, kenapa aku mala mendengarnya dari adikmu bukan dari kamu?? kamu sudah lupa denganku??"
protes Juna
"baru semalam aku bicara dengan Intan dan memberitahu ke ibu dan Tata paginya aku langsung berangkat kerja seperti biasa belum pegang ponsel sama sekali tapi kamu sudah ada bersama Naya dan Tata bagaimana aku mau memberitahumu Jun, kamu saja belum memberitahuku tentangmu Jun, aku juga butuh penjelasanmu??"
Bagas ikutan protes cengengesan
Juna tertawa kecil aku kesini untuk memberitahukan Naya perihal orang tua ku tapi belum sempat aku memberitahunya Tata sudah memberi kabar baikmu duluan jadi aku langsung kesini ingin mendengarnya langsung darimu"
Juna memberitahu
Bagas manggut manggut tanda mengerti
"terus bagaimana rencanamu??"
tanya Bagas
"aku ikut ibu, kata ibu harus cari hari baiknya dulu menurut orang tua dulu katanya ya sudah, kalau aku sendiri inginnya cepat biar gak terlalu lama"
jawab Juna jujur
Bagas cekikikan
"takut bangkotan ya??"
ledek Bagas tertawa
"aku masih perkasa Gas, aku ingin cepat halal agar bebas menempel dimana saja"
jawab Juna apa adanya
"cicak dong"
goda Bagas tertawa yang diikuti Juna
"kalau kamu bagaimana sekarang??"
tanya Juna penasaran
"sama cari hari dulu baru laksanakan"
jawab Bagas
"ya salam, semoga jangan barengan ya, adikmu dan kekasih hatiku pasti bakalan ngomel ngomel"
ucap Juna
"kenapa?? mala Bagus dong kalau bisa digedung yang sama"
celetuk Bagas
"kamu kan tau Gas Naya ingin sekali menjadi bridesmaids kamu bersama Tata aku gak tega kalau tidak menuruti keinginannya"
Juna memberitahu
"iya ya aku lupa akan hal itu, kalau sudah punya keinginan para wanita harus selalu dituruti kita sebagai lelaki harus mengutamakannya dan memanjakannya"
jawab Bagas cengengesan
"betul, apalagi kalau Naya sudah meminta dia selalu bertingkah imut seperti mermut sampai aku benar benar gemas dengan tingkahnya, makanya aku ingin secepatnya menikah dengannya"
ucap Juna pasti
"kita ikuti saja apa yang dikatakan para orang tua Jun takut kesalahan"
Bagas mengingatkan
pernikahan pertama Bagas yang terburu buru tidak menuruti nasehat orang tuanya berakhir berpisah walaupun itu mitos tapi orang tua dulu masih tetap mempercayainya
walaupun Juna dan Bagas tidak percaya dengan hal kuno tapi mereka tetap mematuhinya
"ayo kita kumpul disana"
ajak Bagas membawa laptop dan berkas yang akan ia kerjakan diruangan adiknya
"assalamualaikum??"
ucap Juna dan Bagas kompak
"waalaikum salam"
jawab Yang berada didalam ruangan
"loh Tan kok disini?? kenapa gak bilang?? kalau bilang kan nanti aku jemput"
ucap Bagas perhatian
"ehem ehem keselek cintamu aku Ta"
ledek Naya
Tata tertawa puas melihat wajah Intan dan Bagas memerah tersipu malu
Juna menggeleng gelengkan kepala melihat tingkah kekasih hatinya suka meledek orang lain
"tadi aku nebeng mas Fauzi mas habis dari beli kain jadi sekalian mampir"
jawab Intan malu malu
"oh, kenapa gak minta jemput aku sih aku bisa kok jemput kamu Tan"
Bagas perhatian
"takut mas sibuk"
jawab Intan tersenyum senang karna Bagas perhatian
"ini mbak minum biar gak haus"
Tata meletakkan minuman dimeja
"terima kasih Ta"
jawab Intan tersenyum
"mumpung kumpul enaknya kemana ya??"
ucap Juna
"emang kakak mau kemana??"
tanya Naya
__ADS_1
"enaknya kemana??"
Juna tanya balik
"hmm enaknya rebahan dirumah"
jawab Naya santai
"kebiasaan"
protes Tata kesal
Naya tertawa melihat kekesalan Tata
"besok kakak harus pulang ke Jakarta sayang, jadi untuk malam ini kita kumpul kumpul bareng ya??"
pinta Juna
"iya kak mas Rofik juga pulang aku ingin semuanya kumpul kumpul ajak Stela sekalian"
rengek Tata
"ok deh, suami kamu pulang kapan Ta??"
tanya Naya
"tadi malam tadi nganterin aku berangkat kerja"
Tata memberitahu
"ohh"
jawab Naya
akhirnya setelah selesai berkerja mereka memutuskan untuk makan makan dicafe terdekat Juna tidak lupa menghubungi Stela adiknya
Stela membawa pacarnya ke acara kumpul kumpul bersama
"halo semuanya"
sapa Stela tersenyum lebar
"hay"
jawab para wanita
"siapa Stel?? ganteng dapet darimana??"
tanya Naya penasaran
Juna melotot kearah Naya
"bercanda kak, jangan marah lebih gantengan kakak kok beneran"
Naya mengoceh mencolek dagu Juna
"kenalin semuanya pacar aku namanya Adam"
Stela memperkenalkan
dan Adam pun menjabat tangan berkenalan dengan Juna Rofik dan Bagas
bersama para wanita hanya hanya mengapitkan tangannya didada tanda bersalaman lawan jenis
dan mereka pun duduk bersama menikmati hidangannya
**
"kak Juna beneran mau pulang ke Jakarta??"
tanya Naya ditengah perjalan mereka sudah selesai kumpul kumpul dan memutuskan pulang kerumah masing masing
"kenapa sayang?? kangen?? atau mau ikut ke Jakarta temani kakak??"
Juna menawarkan
"jangan terlalu pede kak gak enak rasanya"
celetuk Naya cekikikan
"terus kenapa dengan mu??"
tanya Juna
"jangan nakal itu saja"
pinta Naya nyengir
"insyallah kakak akan menjaga apapun yang berhubungan menyakitimu"
jawab Juna pasti
Naya mengangguk sambil cengengesan
"tapi sayang apa kamu gak ingin ikut kesana?? mama merindukanmu loh"
kilah Juna walaupun sebenarnya memang iya
"tidak usah kak, aku kerja saja disini nanti kalau ada libur agak panjang baru aku mengunjungi mama"
ucap Naya
"ok deh"
jawab Juna
tidak lama mobil Juna sudah berada dihalaman rumah orang tua Naya
dan mereka pun turun Juna mengobrol sebentar dengan bapak Naya untuk sekedar menyapa dan langsung pamit pulang
***
keesokan paginya Juna menjemput Naya untuk mengantarkan Juna ke Bandara
"kak apa gak sayang bolak balik Semarang Jakarta uangnya kak walaupun hanya 500 sampai satu jutaan tapi kakak sering bolak balik, kenapa gak ditabung saja buat biaya nikahan"
Naya mengoceh ditengah perjalanan menuju Bandara ia belum tau bahwa Juna punya pesawat pribadi, Jet pribadi, helli kopter pribadi, bahkan atap rumahnya dipasang helli pad dan halaman rumah yang luas bisa untuk mendaratkan helly kopternya agar gampang berkendara lewat udara, tapi sayang tidak semua orang tau bahwa Juna seorang miliader termasuk Naya, karna Juna selalu berpenampilan sederhana kecuali dikalangan atas Juna akan berpenampilan selayaknya.
Juna tersenyum
"gak papa sayang demi kamu apapun akan kakak lakukan"
jawab Juna mencolek hidung Naya yang kembang kembis karna digombalin Juna
"soal biaya nikah kamu tidak perlu khawatir sayang, kakak sudah menyiapkannya"
ucap Juna mengedipkan satu matanya
Naya tertawa melihat mata genit Juna
tidak lama mobil Juna sudah sampai dibandara
mereka pun turun beserta supir yang membawakan koper Juna serta oleh oleh dari Naya untuk ke orang tua Juna dijakarta
"kamu hati hati dirumah ya jangan nakal, kalau mau pergi bilang kakak dulu biar supir kakak yang antar"
perintah Juna
Naya hanya mengangguk mengiyakan
dan mereka pun berpisah sebelumnya Juna berpesan pada sang supir untuk menjaganya selama ia tidak ada ditempat
Juna juga sudah menaruh orang kepercayaanya untuk memantau dan melaporkan setiap aktifitas kekasih hatinya
Naya diantar berangkat kerja dan pulang bersama Bagas dan Tata
**
setelah menempuh perjalanan kurang lebih sejam Juna sudah sampai diatap kantornya dan langsung rapat pagi tidak lupa ia menyuruh orangnya untuk menyimpan oleh oleh dari Naya
dua jam rapat Juna terselesaikan
Juna disibukkan kembali oleh pekerjaannya sampai jam pulang kantor langsung bertemu dengan mama papanya untuk meyampaikan kabar baik dirinya dan Naya beserta oleh oleh yang dititipkan Naya untuk keluarganya
"jadi masih dicarikan hari sama ibumu Jun??"
tanya papa Juna
"ya pa kita tunggu saja nanti hari baiknya"
jawab Juna
"Jun apa gak sebaiknya kamu langsung saja tanpa menunggu hari?? menurut mama semua hari baik semua, mama Juna pengen cepat cepat ikut melamar Naya"
mama Juna ikut berkomentar sambil menyemil makanan oleh oleh dari Naya
Juna tersenyum
"tidak papa ma, dikampung Naya juga masih mengikuti tradisi kuno juga kok ma, jadi tidak masalah"
__ADS_1
Juna memberitahu ia masih setia menyunggingkan senyumannya
"masyallah anak mama ini sudah besar ya sudah ceria terus"
puji mama Juna
"mama bisa aja"
jawab Juna tertawa
"lagi pada ngapain sih seru banget gak ngajak ngajak aku"
protes Sukma pulang dari main bersama temannya ia menyalimi kedua orang tuanya dan Juna yang diikuti dua temannya yang bernama Anisa dan Chika
"masmu mau nikah"
mama Juna memberitahu
mata Sukma membulat sempurna
"mas mau nikah?? sama siapa?? tumben mau nikah??"
tanya Sukma kepo
"sama pujaan hati mas lah Ma"
jawab Juna bangga ia tersenyum bahagia
Sukma mengerutkan alisnya
"namanya siapa mas?? anak siapa?? dari keluarga mana?? dan kerja dimana??"
tanya Sukma introgasi
"Sukma kamu tidak bisa tanya satu satu nyerocos aja kayak kereta api kasian masmu"
protes mama Juna
Sukma hanya nyengir menampakkan giginya
Juna dan sang papa hanya geleng geleng kepala dengan tingkah Sukma
"namanya Naya sukma, anaknya bapak Ali ibu siti mutmainah, dia teman pesantren mas dulu"
Juna memberitahu dengan lembut pada adiknya
Sukma membulatkan matanya terkejut
"wanita yang ada difoto mas itu?? wanita jadul itu mas??"
tanya Sukma penasaran
Juna mengangguk sambil tersenyum senang
"gak gak gak masak mas dapat wanita kampung jadul lagi terus gimana nanti kalau mas ketemu relasi relasi mas malu dong mas?? aku gak sutuju"
protes Sukma menentang Juna dan Naya
semua orang kaget mendengar penolakan Sukma karna Sukma mempunyai style kelas atas
"Sukma kenapa kamu seperti itu tidak sopan kamu ya??"
tegur mama Juna geram
"tapi ma?? aku malu punya kakak ipar kampungan"
protes Sukma jujur
Juna dan papanya menghela nafas menahan emosi
"Sukma sayang Naya memang wanita kampung tapi mas yakin kalau kamu sudah ketemu dia kamu pasti akan seperti Stela yang akan langsung nempel terus"
Juna memberitahu dengan lembut
"mas wanita kampung ya kampungan mas yang ada nanti kamu malu sendiri"
Sukma masih tidak terima
"ok ini coba kamu lihat dia apa fia terlihat seperti kampungan??"
Juna menyodorkan ponselnya memperlihatkan foto foto Naya yang dia ambil sediri
Sukma pun menerima ponsel Juna dan memeriksa sendiri
Sukma terkejut melihat berbagai Style dan cara bergaya Naya
Juna tersenyum melihat keterkejutan adik kandungnya tersebut
"bagaimana?? kampungan tidak??"
tanya Juna menahan tawa
"ini beneran dia mas??"
tanya Sukma
Juna mengangguk pasti
"tidak mungkin dia, dia kan jadul banget mana mungkin tau style kekinian"
kilah Sukma tidak terima
"Sukma jangan pernah menilai orang dari penampilannya"
mama Juna mengingatkan
"tapi ma ini berbeda"
sangkal Sukma tidak mau kalah
"sukma mungkin Naya dulu kampungan karna dia hidup dipesantren memang peraturan pesantren pakeannya kayak begitu, tapi sekarang dia sudah tidak dipesantren lagi ditambah lagi orang sekarang banyak berbagai gaya jadi mungkin Naya mengikuti gaya sekarang"
mama Juna memberitahu
"kok mama tau banget??"
selidik Sukma
Juna dan papanya menghela nafas kasar dengan tingkah Sukma yang tidak mau mengakui orang lain
"mama bertemu dengannya sudah beberapa kali sayang dan anaknya asik diajak ngobrol dia tidak pernah gengsi dengan siapapun, kalau kamu penasaran nanti ajak dia kesini atau kita kesana bagaimana??"
mama Juna menawarkan anak gadisnya dengan lembut
"oh tidak ma terima kasih biarkan dia saja yang kesini"
tolak Sukma cepat
"mas yakin mau menikah dengannya??"
tanya Sukma memastikan
"iya mas sangat yakin"
jawab Juna pasti
"oh my good akan ada para wanita yang akan menangis berjamaah nanti"
keluh Sukma lalu naik keatas kamarnya bersama teman temannya
"maafkan adikmu ya Jun dia terlalu dimanja jadi ya begitu deh"
ucap mama Juna tidak enak hati pada anak sambungnya
Juna tersenyum
"tidak apa apa ma, Sukma kan belum mengenal Naya jadi wajar, nanti kalau sudah kenal pasti dia akan senang seperti Stela ma"
Juna menghibur mama sambungnya
"ya sayang, mandi gihh habis itu makan bareng bareng"
ucap mama Juna kemudian
Juna pun menurut dan berlalu menuju kamarnya untuk membersihkan tubunya dari keringat
saat melewati kamar adiknya ia mendengar percakapan Sukma dengan teman temannya sedang menggosipkannya dan Naya akhirnya Juna memutuskan mengupingnya sebentar karna takut adiknya dihasut teman temannya walau bagaimanapun juga Sukma masih polos gampang dipengaruhi orang sekitar termasuk teman temannya
"mas mu jadi nikah dengan wanita kampung Ma??"
tanya Anisa
"ya gitu deh, dia kalau sudah memutuskan tidak akan ada yang membantahnya"
Sukma memberitahu
"termasuk kamu Ma"
Chika menimpali
__ADS_1
Sukma mgangguk mengakuainya