
Bagas takut menyakiti Intan kalau sampai dirinya tidak bisa jatuh cinta dengannya
"Ta menurutmu gimana apa mas coba jalani saja bersama Intan siapa tau mas cocok dengannya, tapi kalau tidak cocok gimana Ta?? kasian Intannya tersakiti nantinya, mas tidak tega kalau harus menyakiti hati orang baik "
ucap Bagas meminta pendapat
"jalani saja dulu mas, Tata yakin kamu pasti cocok"
saran Tata
"kak Naya saja yang biasa biasa saja bisa diluluhkan sama mas Juna masak kamu tidak bisa yang sudah diberikan lampu hijau sama mbak Intan, bisalah mas ayo semangat jangan loyo gitu ahh"
jawab Tata menyemangati kakaknya
ia tau saat ini hati Bagas lagi hancur dan galau sudah tidak ada harapan untuk Naya temannya ditambah harus melihat orang yang dicintainya bahagia bersama temannya galau menerima Intan karna takut menyakitinya dan menjadikannya pelampiasan cintanya
"kasian kamu mas tapi mau bagaimana lagi kalau kak Naya bukan jodohnya, semoga setelah ini kamu bisa bahagia"
gumam Tata dalam hati
"mas pulang dulu ya udah malam"
pamit Bagas kemudian
"iya hati hati dijalan mas"
jawab Tata Bagas mengangguk dan kemudian ia juga pamit pada orang tuanya dan pulang kerumahnya
sampai dirumah Bagas termenung mencerna semua apa yang dikatakan adiknya
ia memutuskan untuk menghungi Intan ingin bertemu besok dengannya tapi matanya berhenti melihat story Juna yang bertuliskan
(alhamdulillah)
hati Bagas mendadak hancur melihat kebahagiaan temannya tapi apalah daya sudah kesepakatan bersama siapapun pilihan Naya akan melepaskannya dengan ikhlas
dan kemudian ia mulai menghubungi Intan untuk janjian terlebih dahulu
panggilan terhubung
"halo assalamualaikum mas ada apa??"
tanya Intan
"waalaikum salam Tan besok sibuk tidak??"
Bagas bertanya balik
"tidak, kenapa mas?? mau piknit lagi??"
tanya Intan antusias
"tidak, hanya mau ngajak bertemu denganmu saja?? ada waktu?? kalau tidak ada waktu kapan kapan saja sampai kamu ada waktu untukku"
ucap Bagas karna Intan diam saja
"ada mas ada, besok jam berapa??"
tanya Intan senang
"pulang kerja bagaimana, biar mas jemput kerumah"
Bagas memberitahu
"iya mas gak papa"
jawab Intan semangat
tidak lama Bagas memutuskan panggilan setelah mengucap salam dan dibalas oleh Intan
**
"wajahmu kenapa mbak merah gitu?? terus apa itu senyummu itu?? kamu masih waras kan??"
tanya Ridwan penuh selidik
"apa sih kamu kepo mulu"
jawab Naya sewot masuk kekamarnya mengambil pakaian dan menuju kamar mandi umtuk membersihkan tubuhnya yang penuh keringat
selesai mandi Naya kembali ke kamarnya dan mengecek ponselnya ada panggilan tak terjawab 10 dari mantan suaminya dan 4 dari Juna dan beberapa pesan dari mantan suaminya yang tidak Naya hiraukan ia lebih fokus pesan dari Juna yang sekarang bertatus kekasih hatinya
{sayang kakak sudah sampai rumah kamu lagi apa??}
isi pesan dari Juna dan Naya pun membalasnya
{baru seesai mandi kak}
ia senyum senyum sendiri setelah membalas pesan kekasih hatinya
selang beberapa detik Juna langsung menghubunginya
"assalamualaikum"
ucap Naya menampakkan wajah cerianya
"waalaikum sayang ehh salam"
jawab Juna tersenyum membuat Naya tertawa
"gombalnya kak Juna ini, lagi apa kak??"
tanya Naya basa basi
"lagi telponan sama ayang"
jawab Juna cengengesan
"hihihi kayak ABG aja sih kak"
ucap Naya cekikikan
"iya soalnya baru mendapatkan cintamu berasa ABG lagi"
jawab Juna lembut
"udah ngomong sama ibu??"
tanya Naya lagi
"belum, ibu lagi keluar sama bapak dan Stela katanya ada acara gitu, nanti tunggu pulang baru ngomong"
jawab Juna
"ohh iya sudah"
Naya menanggapi
mereka terdiam beberapa menit dengan pikiran masing masih hanya ada senyum yang mereka perlihatkan dilayar ponselnya.
"sayang??"
panggil Juna menghentikan kesunyian
"ya"
jawab Naya masih terukir senyum dibibirnya
"bagaimana dengan bapak dan ibu?? apakah mereka merestui hubungan kita??"
tanya Juna penasaran yang Juna lihat keluarga Naya memang terlihat baik terhadapnya tapi belum dengan hubungan cintanya pada anak gadisnya
"insyallah mereka setuju kak, nanti aku bilang lagi ke bapak dan ibu untuk memastikannya lagi"
jawab Naya
"semoga mereka benar benar setuju dengan hubungan ini"
ucap Juna gusar takut tidak direstui
"amin"
Naya meyakinkan agarJuna tidak ragu
"kak bentar ya ini mbak Ella telepon aku, aku matiin dulu ya telponnya assalamualaikum"
ucap Naya mematikan ponselnya
Juna mengehela nafa menahan kesal karna Naya mematikannya saat dia masih kangen kangennya
"iya mbak gimana??"
__ADS_1
tanya Naya setelah mengangkat telpon dari temannya
"kamu lagi apa Nay?? ganggu gak??"
Ella tanya balik
"gak mbak ini lagi rebahan aja, mbak Ella lagi apa?? gak kerja mbak??"
tanya Naya lagi
"ini lagi istirahat daripada suntuk jadi telpon kamu biar gak boring"
jawab Ella
"ohh, mbak sudah makan??"
tanya Ella basa basi
"kalau tadi bareng kamu udah, kalau sekarang belum"
jawab Ella
"kenapa gak makan mbak nanti sakit loh mbak, mbak kan kerja"
Naya mengingatkan
"mbak kan gak boleh gemuk gemuk Nay harus tetap seksi biar mempesona"
ucap Ella cekikikan
"ya juga ya SPG kan emang harus cantik seperti mbak Ella, pantas mbak Ella langsung diterima, kalau aku belum tentu bisa diterima"
jawab Naya cekikikan
"kata siapa kamu cantik kok, nyatanya dulu kamu primadona pesantren banyak yang naksir kamu loh jaman dulu"
Ella mengingatkan
memang benar dari dulu Naya memang cantik hingga jadi primadona pesantren banyak yang naksir dan kagum dengan centikannya yang alami, dan sekarang pun Naya masih tetap cantik walaupun sudah punya anak sedangkan Ella dulu dia masih hitam dekil sekarang cantik karna perawatan dan skin care yang ia telateni
"gak deh mbak dari dulu aku gak pernah punya pacar gak kayak mbak Ella banyak yang suka"
Naya merendah
"dulu karna kamu masih kecil mungkin belum ngerti cinta cintaan jadi gak punya pacar walaupun banyak yang naksir"
Ella memberitahu
sebenarnya Ella orang yang baik dan perhatian apalagi terhadap Naya yang sangat ia sayanginya waktu dipesantren dulu, tapi karna cintanya terhadap Juna terabaikan dan Juna mengakui bahwa ia hanya dimanfaatkan agar dekat dengan Naya ia merasa tersakiti dan ingin menyakiti Naya karna Naya Juna mengabaikannya karna Naya dirinya tersakiti padahal ia sadar bahwa dirinya dimanfaatkan tapi karna cintanya Ella rela jadi pelantara Juna
dulu ia sengaja menceritakan tentang Naya sehari hari ke Juna karna tau Juna naksir dengan Naya dan Ella berharap dia dekat dengan Juna dan berhasil mendapatkan cintanya tapi sayang Juna masih kukuh dengan cintanya terhadap Naya hingga ia nekat melakukan barbagai macam cara termasuk ingin menyakiti Naya
"ya mungkin kali ya mbak, tau ahh mbak"
jawab Naya
ia terganggu dengan pesan pesan yang dikirim Juna tiada henti untuk cepat mengakhiri panggilannya dan beralih padanya
"mbak sudah dulu ya, ini Ridwan mengajak aku beli kue bandung diseberang sana maaf ya mbak"
alasan Naya
"ya sudah deh kalau begitu mbak tutup ya"
jawab Ella
"ya mbak semangat bekerja mbak"
Naya menutup telponnya setelah mengucapkan salam dan dibalas salam oleh Ella
dan beralih menelepon Juna yang sedari tadi menganggunya lewat pesan
panggilan terhubung
"assalamualaikum sayang"
ucap Juna tersenyum senang melihatkan wajah gantengnya
"waalaikum salam"
jawab Naya kesal
"kok mukanya ditekuk gitu?? kenapa??"
"kak Juna tu ya menganggu banget aku kan lagi jualan kacang sama mbak Ella sms melulu kan jadi gak fokus gimana sih"
protes Naya kesal
Juna tersenyum melihat wajah sang kekasih hatinya ngambek
"jualan kacang apa sayang?? rebus atau goreng??"
tanya Juna cengengesan
"mentah"
jawab Naya cemberut
"cieeee ngambek kakak kan masih kangen sayang, kamu kok mala lebih perhatian sama Ella daripada sama kakak, kakak cemburu nih"
ancam Juna cengengesan
"tau ahh kesel aku"
jawab Naya masih memasang wajah cemberut
"udah ya ngambeknya, gak kasian apa kakak nunggunya beabad abad sampai jamuran kayak gini"
keluh Juna memasang wajah memelasnya
Naya pun tidak tega kalau sudah dipasang wajah nelangsa
"kasihanilah aku sayang, berikanlah aku senyummu agar hidupku terang benderang"
gurau Juna
Naya pun akhirnya tertawa dengan senyum merekah
"aku tidak tega kalau kakak pasang muka melas itu kak"
celetuk Naya cekikikan
"masyallah senyummu membawa berkah Nay"
ucap Juna membuat Naya tersipu malu
"apaan sih kak Juna itu sukanya ngegombal"
jawab Naya masih menyimpan rasa malu
dan mereka mengobrol bercanda bersama sampai jam 11 malam sampai Naya tertidur setelah pulas Juna pun mematikan teleponnya
***
keesokan harinya setelah selesai bekerja Bagas menjemput Intan dirumahnya dan meminta izin orang tuanya untuk mengajak anak gadisnya keluar rumah sesuai perkataannya semalam
sampai diresto yang dipilih Bagas dan Intan menikmati hidangan yang sudah ia pesan dan melanjutkan apa yang ingin Bagas katakan
"Tan ada yang ingin aku sampaikan"
ucap Bagas hati hati
"apa mas??"
tanya Intan lembut selembut sutra
"apa kamu mau menjalin hubungan denganku?? tapi hubungan yang serius Tan aku akan berusaha untuk bisa membahagiakanmu"
ucap Bagas agak gugup walaupun Bagas belum menyimpan perasaan terhadap Intan tetap saja ia gugup mengatakannya
"mau mas"
jawab Intan malu malu
"alhamdulillah, tapi kita jalani saja dulu ya semoga allah mempersatukan kita semoga kamu benar benar jodohku Tan aku tidak mau menyakitimu kalau kamu bukan jodohku"
ucap Bagas jujur
senyum Intan memudar karna perkataan terakhir Bagas tapi ia dengan cepat mengubahnya ceria kembali
"kita berdoa saja mas semoga allah menjodohkan kita"
__ADS_1
jawab Intan
ia mencoba iktiar
"ya Tan kita berdoa bersama ya semoga allah mengijabah niat kita"
ucap Bagas meyakinkan
Intan mengangguk tersenyum karna Bagas juga mempunyai harapan yang sama dengannya
"terima kasih ya Tan kamu mau menerimaku"
ucap Bagas tersenyum manis
"sama sama mas aku juga berterima kasih mas mau mengajakku serius"
jawab Intan tersenyum tak kala manis yang membuat jantung Bagas berdebar
**
setelah Juna memberitahu orang tuanya hubungan antara dia dengan Naya mereka setuju untuk cepat melamarnya tapi harus mencari hari yang baik untuk keduanya karna masih menganut primbon jawa atau istilah wong kuno Juna pun mengikuti saran ibunya
dan Juna pun berniat memberitahu Naya akan hal itu
"sayang lagi apa??"
tanya Juna masuk keruangan Naya dan Tata
"waalaikum salam"
jawab Naya sewot sengaja karna Juna tidak mengucapkan salam terlebih dahulu
Juna cengengesan melihat wajah kekasih hatinya monyong karna lupa mengucap salam
"assalamualaikum bidadari cintaku"
ucap Juna tersenyum manis semanis madu
"waalaikum salam"
jawab Naya masih mode sewot
"maafkan aku sayang sangking rindunya aku padamu jadi lupa salam"
Juna cengengesan
"ya"
jawab Naya singkat padat dan jelas
bukan Juna namanya kalau tidak pandai merayu Naya
"sayangku cintaku darlingku i love you tulang rusukku bidadari cintaku aisyahku calon istri salehahku jangan ngambek maafkan muhammadmu yang ganteng ini ya"
rengek Juna manja
Naya tertawa dengan tingkah Juna yang manja padanya
Tata yang terkejut meihat betapa bucinnya Juna
"itu beneran mas Juna kan?? sejak kapan dia jadi seperti ini"
gumam Tata dalam hati
"masyalla betapa indahnya ciptaanmu ini senyumnya sungguh manis sekali"
puji Juna saat senyum Naya mereka indah dan terngiang ngiang diotak Juna
"ada apa datang kesini kak??"
tanya Naya
"kangen"
jawab Juna lembut
"masak??"
goda Naya manja
"he'em"
jawab Juna mengedip ngedipkan matanya
Naya cekikikan
"kak Juna tau gak?? dengan gaya kakak yang seperti itu kakak tu seperti om om hidung belang yang lagi godain cabe cabean tau"
celetuk Naya Juna langsung memonyongkan mulutnya kesal dikatain om om hidung belang
Tata tertawa melihat tingkah keduanya
"kak Naya sadar tidak mengatakan hal itu ke mas Juna??"
tanya Tata menahan tawa
"maksudnya??"
tanya balik Naya penasaran
"selama aku kenal mas Juna gak ada yang berani ngatain mas Juna aneh aneh tapi kamu kak selalu melawan mas Juna dan ngomong seenak jidat, untung mas Juna cinta coba kalau gak udah dikuliti kamu kak"
Tata memberitahu
Mata Naya membulat mulutnya menganga mendengar ucapan Tata
"untung cinta ya Ta"
ucap Juna cengengesan
"apa aku terlalu lancang kak bicaranya??"
tanya Naya canggung takut kelewat batas
"hmm gimana ya??"
Juna pura pura berfikir yang membuat Naya semakin canggung dan takut
"maafkan aku gak kalau aku terlalu lancang dan berani ke kakak"
sesal Naya
Juna menahan tawa
"kak??"
panggil Naya dengan wajah memelas seperti anak kucing persia yang imut
"tapi kakak suka yang seperti kamu tu"
jawab Juna tertawa
"ihh kak Juna nyebelin"
ucap Naya manja
"iya iya maaf kakak senang menggodamu sayang"
jawab Juna tersenyum senang
"mas diminum dulu biar kuat menggoda kak Naya"
celetuk Tata membawa air mineral untuk Juna
"terima kasih adikku sayang"
jawab Juna mengelus kepala Tata seperti Stela dan Sukma
Tata hanya tersenyum menanggapinya dan duduk disebelah Naya
"aku juga punya berita baik loh kak"
ucap Tata kemudian
"apa itu Ta?? jadi kepo deh aku Ta cepat cerita aku penasaran"
pinta Naya tidak sabaran
"sabar dikit kenapa sayang, kamu itu ya sukanya kepo mulu"
protes Juna
__ADS_1
"jiwa emak emak rempongku meronta ronta kak"
jawab Naya cekikikan