Menjemput Jodoh

Menjemput Jodoh
sayang mbak Rani


__ADS_3

"alhamdulillah kalian sudah sampai"


mama Aryo teesenyum melihat keluarga Juna datang mereka pun bersalaman setelah mengucap salam dan menjawabnya


"Lintang belum pulang ma??"


tanya Aryo yang belum melihat batang hidung anaknya


"belum Yok mungkin bentar lagi Rani sudah berangkat kok, ayo Jeng masuk"


mama Aryo mempersilhakan dan mereka pun masuk duduk diruang tamu


"aduh Jeng repot repot segala, dengan kedatangan kalian saja saya sudah senang Jeng gak usah repot repot gitulah kayak sama siapa saja kalian ini"


mama Aryo menerima parselan buah dan paper bag pemberian mama dan ibu Juna


"gak papa Jeng biar gak kosong tangannya"


gurau mama Juna berlanjut mengobrol ringan bercanda bersama sampai Lintang dan Rani (Naya) datang


"papa????"


Lintang kegirangan berlari masuk kedalam rumah saat melihat mobil sang papa terparkir dihalaman


deg


jantung Naya berdetak kencang entah apa yang dirasakannya ia tidak tau bahwa pemicu jantungnya adalah kedatangan Juna


"kenapa dengan jantung apa yang terjadi"


batin Naya yang masih berdiri di halaman rumah ia belum mengetahui keberadaan Juna


"mbak Rani ayo masuk"


teriak Lintang cengengesan diteras rumahnya


Naya yang tersadar pun melangkahkan kakinya dengan jantung semakin berdebar semakin kencang


"papa??"


teriak Lintang kembali berlari ke papa nya yang berdiri menyambut putri tersayangnya ia sangat senang papanya dirumah


"itu Lintang Jeng"


mama Aryo menunjuk cucunya yang berlari kearah papanya


Aryo memelu putri kecilnya dengan gemas


"anak papa sudah pulang"


Aryo menciumi pipi anaknya


Naya masih diambang pintu jantungnya tidak beraturan


"ada tamu pa"


Lintang melihat ada banyak orang duduk diruang tamu bersama mereka


"Rani jangan berdiri terus masuk gih"


tegur mama Aryo Rani yang tersadarpun menurut dan masuk semakin melangkahkan kakinya semakin cepat pacu jantungnya ia sampai susah mengatur nafasnya saat tepat didepan Lintang semua orang pun menoleh kearahnya ia semakin terkejut melihat siapa orang yang berada diruangan tersebut


"Naya"


ucap Juna matanya sudah berkaca kaca ia langsung memengang tangan Naya dengan erat


Naya semakin gugup kala Juna mengenalinya yang sudah berpenampilan tertutup itu


"Nay aku pulang"


ucap Juna lagi


"Jun yang sopan sedikit dong dia bukan Naya ini dirumah orang Juna jangan bikin malu"


tegur ibu Juna gemas ia belum menyadari bahwa orang yang bercadar adalah Naya


"mbak Rani kenap??"


Lintang yang mengetahui kegugupan Rani (Naya)


Naya hanya terdiam mematung memandang Juna yang masih memegang tangannya


"Rani gantiin baju Lintang dulu sana"


mama Aryo yang tidak suka Rani (Naya) disentuh Juna menyuruhnya untuk pergi kekamar cucunya

__ADS_1


"dia Naya bu Naya ku"


Juna meyakinkan ibunya


"dia bukan Naya Jun tolong sadarlah nak Naya pergi ninggalin kamu Jun"


ibu Juna menasehati anak laki lakinya


Naya berusaha memberontak tanpa mengeluarkan suaranya ia yakin kalau dia bersuara pasti semuanya akan mengenalinya


"sayang maafkan kakak?? maaf Nay??"


Juna tidak menghiraukan ucapan ibunya ia yakin yang ada didepan matanya adalah kekasih hatinya


Naya masih diam memberontak hingga terlepas dari tangan Juna tapi mala cadarnya ikut terlepas dari wajahnya cadar terjatuh kena hempasan tangannya sendiri dan terlihatlah wajah cantik Naya yang selama ini ia sembunyikan semua orang terkejut melihat siapa dibalik cadar tersebut


"Naya"


ucap ibu dan mama Juna terkejut ternyata benar yang dikatakan anak laki lakinya


mereka berdua benar benar syok melihat Naya didepan matanya yang selama ini mereka cari cari tidak lain dengan Stela dan Sukma ia juga terkejut melihat Naya


"mbak Naya"


gumam Stela dan Sukma bengong


Juna dengan cepat memeluk kekasih hatinya dengan erat melepas rindu yang selama ini terpendam Naya hanya diam saja kala Juna memeluknya air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya tumpah juga tak bisa terbendungkan rasa rindu bersalah campur aduk jadi satu ua pun tanpa sadar membalas pelukan Juna tidak kala erat selama ini Naya juga juga sangat merindukan Juna merindukan posesifnya menyebalkannya kesabarannya kasih sayangnya semua Naya rindukan


"maafin kakak Nay, maaf?? kakak janji kakak akan lebih cepat datang saat ada situasi seperti kemarin kalau bisa kakak akan selalu ada disisi terus tidak akan meninggalkanmu lagi sayang maaf"


ucap Juna penuh penyesalan ia memegang kedua pipi Naya penuh kasih sayang


Naya hanya menatap Juna dengan penuh air mata kerinduan


tiba tiba Stela mendorong kakaknya tidak sabaran dan memaki sesuai apa yang ia katakan pada Sukma


"mbak tau kami semua khawatir dengan mu?? kamu tau kakakku hampir gila mencarimu kemana mana dan apa ini?? ternyata kamu baik saja dan hidup dengan nyaman disini sedang yang lain sibuk mencarimu, hahh?? kamu gak kasian dengan mbak Tata dan mbak Intan yang selalu menunggu kabar darimu hahh?? kamu gak ingat keluargamu yang selalu merindukanmu?? apa kamu lupa sama Malik anakmu yang selalu menangis mencarimu saat kami berkunjung kesana?? sedangkan kamu mala enak enakan mengasuh anak orang penuh dengan kasih sayang, kamu gak tau kan Malik selalu merindukan uminya yang cerewet dan penyayang kenapa kamu begitu tega hahh?? apa kamu sudah tidak ingin lagi dengan kita semuanya"


Stela mengeluarkan unek uneknya yang sudah lama terpendam Naya hanya diam mendengarkan sambil terisak lalu Stela pun memeluknya penuh kerinduan juga berserta Sukma pun ikut memeluk bersama


tidak bisa dipungkiri Naya selama ini merindukan moment moment bersama dengan semua orang yang ia sayangi tidak ada terkecuali


"maafkan aku Stel maaf aku selalu membuat kalian semua khawatir denganku yang kotor ini aku benar benar takut mengecewakan kalian makanya aku pergi dan berharap kalian melupakanku, aku benar benar tidak pantas untuk kakakmu Juna aku benar benar tidak pantas Stel"


Naya mengatakannya disela isakan tangisnya masih dengan berpelukan


"tapi mbak Naya cinta kan sama mas Juna?? mbak masih mencintainyakan??"


tanya Stela menghapus air matanya sendiri yang dibantu Naya


Naya mengangguk masih dalam isakannya


"kalau begitu kembalilah mbak?? kamu tau kan mas Juna sangat mencintaimu, apalagi yang kamu khawatirkan??"


pinta Stela Naya hanya memandang wajah Juna yang sudah tersenyum


"kembalilah Nay kita langsung akad nikah saja malam ini di Jakarta sesuai keinginanmu tidak ada pesta hanya akad nikah saja"


Juna memgulurkan tangannya ke Naya


Lintang yang sedari tadi hanya diam menyimak akhirnya pun buka suara mendengar kata kata Jakarta yang berartikan Rani (Naya) akan meninggalkannya


"tidak, mbak Rani tidak boleh ninggalin Lintang?? mbak Rani udah janji kan tidak akan meninggalkanku seperti mama??"


Lintang memeluk Naya dengan erat takut Naya pergi darinya ia juga menangis merengek


"mbak Rani udah janji tidak boleh pergi mbak, Lintang mau mbak Rani jadi mamaku titik, jangan pergi mbak Rani"


Lintang menangis sesungukan tidak ingin Naya pergi


"papa cepat jadikan mbak Rani mamaku pa, Lintang gak mau mbak Rani pergi"


Lintang menarik narik kemeja papanya sambil memeluk Naya


Aryo diam mematung bingung harus bagaimana menanggapinya disisi lain ia ingin Naya tetap tinggal demi anaknya walaupun sudah ditolak disisi lainnya lagi ia tau betapa besar perasaan Juna terhadap calon istrinya tersebut begitupun dengan Naya yang menolaknya tanda masih sangat mencintai calonnya tersebut


"Lintang sayang dengerin papa ya nak?? mbak Rani harus kembali bersama keluarganya sayang kalau Lintang kangen kita berkunjung kerumah mbak Rani ya atau mbak Rani yang kesini main bersama Lintang, yakan??"


Aryo berusaha membujuk putri kecilnya yang merengek sambil mengusap air matanya yang terus keluar


"aku cuma mau mbak Rani pa mbak Rani gak mau yang lain"


Lintang masih merengek ia lari menuju kamarnya menangis dipojokan sambil menelungkupkan kepalanya dikaki


Naya menghampirinya karna mereka ingin berbicara dengan gadis kecil tersebut

__ADS_1


"sayang udah dong jangan nangis?? masak nangis?? katanya sudah besar?? mbak Rani sayang kok sama Lintang sama seperti mbak Rani juga sayang sama kak Malik, tapi mbak Rani tetap harus pulang kampung sayang kasian kak Malik juga merengek menangis seperti Lintang merindukan mbak Rani, nanti kalau mbak Rani ada waktu mbak Rani main kesini deh gimana??"


Naya mengelus rambut Lintang yang berantakan duduk disampingnya menunggu Lintang mendongakkan kepalanya agar Naya bisa melihat wajah imutnya


Juna Aryo dan Stela mengikuti dan bergabung bersama Naya


"aku gak mau mbak Rani pergi mbak?? kalau mbak Rani pergi Lintang sama siapa disini?? apa boleh Lintang ikut dengan mbak Rani??"


pinta Lintang mendongakkan wajahnya penuh harap ia sudah menganggap Naya seperti ibunya Lintang juga sangat menyayanginya perlakuan Naya benar benar membuatnya enggan ditinggalkan


Naya yang bingung harus menjawab apa pun hanya diam saja


"sayang Lintang mau ikut mbak Rani??"


tanya Aryo akhirnya membuka pembicaraan


Lintang mengangguk


"papa akan izinin Lintang ikut tapi Lintang tidak boleh nakal dan kalau papa bilang pulang Lintang harus ikut nurut tidak ada manja manjaan gimana??"


Aryo memberikan penawaran pada gadis kecilnya


"pulang sama mbak Rani kan pa??"


tanya Lintang polos


Aryo menggelengkan kepalanya


"tidak sayang kita hanya pulang bertiga sama eyang papa dan Lintang saja, mbak Rani bersama om Juna dan keluarganya"


Aryo memberitahu anaknya pelan pelan


Lintang langsung lemas karna tetap saja dipisahkan dari baby sisternya tersebut


"nanti tante pertemukan kamu sama yang namanya kak Malik mau?? nanti kita main bersama tante temani bagaimana anak manis??"


Stela ikut bicara


"tapi aku tidak mau mbak Rani ninggalin aku tante?? mbak Rani udah janji"


Lintang tidak mau kalah


"maafin mbak Rani ya sayang tapi mbak harus pergi kak Malik juga membutuhkan mbak sayang mbak janji akan main kesini kalau ada waktu dan akan sering menghubungimu bagaimana??"


Naya membujuk


Lintang menatap lekat wajah Naya


"mbak Rani sayang tidak sama Lintang??"


tanya Lintang masih menatap lekat Naya ingin butuh penjelasan


"mbak Rani sayang sama Lintang sama seperti mbak Rani menyayangi kak Malik sayang, mbak Naya pernah bilang kan Lintang tidak percaya??"


Naya langsung memeluk Lintang penuh kasih sayang


"aku sayang mbak Rani"


ucap Lintang dipelukan Naya


mereka menangis berdua begitu lama hingga tertidur


Juna dan lainnya meninggalkan Naya dan Lintang meluangkan waktunya


Juna langsung menelepon keluarga Naya memberitahukan anak mereka sudah ketemu dan menyuruh mereka untuk berangkat keJakarta yang dijemput orang suruhan Juna lalu beralih menelpon Pihak pesantren memberitahukan penjemputan Malik yang akan dijemput orang suruhan Juna juga tidak lupa Juna pun menghubungi Bagas dan Tata


panggilan terhubung


"halo Jun ada apa?? tumben telpon apa kamu mau berkunjung kepabrik??"


tanya Bagas tangannya masih sibuk dengan laptopnya


"Naya sudah ketemu Gas kami akan pulang sekarang juga ke Jakarta dan langsung akad nikah dengannya kamu dan yang lain datang ya?? kalian satu pesawat dengan keluarga Naya orang suruhanku yang jemput keluarganya"


ucap Juna panjang lebar


Bagas yang awalnya terkejut pun berubah menjadi gembira


"alhamdulillah akhirnya ok aku akan siap siap dan kasih tau Tata sekarang Jun"


jawab Bagas langsung mematikan panggilannya


"ma bu kita pulang hari ini , Juna mau langsung akad saja tidak mau banyak menunda seperti dulu tidak mau pesta pestaan yang penting sah"


Juna memegang tangan kedua ibu surinya ia tersenyum kembali

__ADS_1


Juna langsung memeluk sang ibu kandungnya tersebut ia sangat bahagia


ibunya hanya pasrah dengan kebahagiann anak laki lakinya baginya yang terpenting kebahagiaan dan senyumannya


__ADS_2