
tidak lama ada respon dari Naya
"kak"
panggil Naya memegang kepalanya yang masih terasa pusing
"sayang alhamdulillah kamu sadar, jangan banyak gerak dulu ya kalau masih pusing"
ucap Juna menyandarkan tubuhnya didadanya dan mengambilkanminum untuk Naya
Naya hanya mengangguk
"diminum dulu sayang"
Juna menyodorkan gelas minum dan membantunya
"masih pusing sayang??"
tanya Juna saat sudah beberapa menit berlalu
"lumayan kak"
jawab Naya masih lemas
"kamu istirahat saja dulu ya sayang"
pinta Juna Naya mengangguk Juna pun membantunya membaringkan tubuh Naya kembali ke sofa
"kakak mau kemana?? temani aku"
tanya Naya memegang tangan Juna saat Juna hendak melangkah menjauh darinya
Juna pun akhirnya duduk kembali disebelah Naya
"Ta pesan makanan ya untuk kita makan pesan antar saja"
pinta Juna pada Tata
Tata mengangguk dan langsung mengambil ponselnya memesan makanan sesuai perintah Juna
brakkk
pintu ruangan terbuka
"Jun Nay kalian tidak apa apa kan?? apa yang terjadi??"
Bagas ngos ngosan datang menghampiri keruangan adiknya.
"aman Gas, kamu darimana baru nongol??"
tanya Juna
"aku keluar dari tadi Jun ada orang yang ngajak kerja sama jadi ya gitu deh"
jawab Bagas setelah minum botol mineral yang dikasih Tata adiknya.
Juna hanya mengangguk
"kamu gak papa kan Nay?? apa masih pusing??"
tanya Bagas menghampiri Naya
Naya hanya mengangguk lemas
"biarkan Naya istirahat dulu saja Gas dia baik baik saja "
ucap Juna memberitahu
Bagas pun mengangguk dan duduk disofa sebelahnya.
saat Naya sudah benar benar pulih dan makanan sudah datang Juna mengambilkan makanan untuk pujaan hatinya dan menyuapinya.
"makan dulu ya sayang biar gak lemas, kakak suapin"
pinta Juna menyodorkan sendok yang sudah berisi makanan
"aku bisa makan sendiri kok kak, gak papa"
tolak Naya
"bener makan sendiri??"
tanya Juna memastikan
Naya mengangguk
Juna pun menyerahkan piring ketangan Naya
"sebenarnya apa yang terjadi Nay?? kenapa kamu sampai pingsan??"
tanya Bagas penasaran karna ia tidak tau dan tidak ada ditempat kejadian yang ia tau hanya ditelepon Tata adiknya diberitahu bahwa Naya pingsan.
akhirnya Juna menceritakan kejadian dari awal sampai akhir Bagas geram dengan mantan suami Naya.
Naya kaget ternyata Juna mengetahui semuanya
"maafkan kakak Nay bukan maksud tidak mau membantumu tapi kakak juga ingin tau perasaanmu ke mantan suamimu kakak juga tidak menyangka mas Ryan akan nekat sama kamu, maafkan kakak ya sayang??"
sesal Juna
"iya gak papa kak aku ngerti"
jawab Naya selesai menelan makanannya dan menghentikan makanannya
"yang perlu kak Juna tau aku sudah tidak mempunyai perasaan apapun dengan mas Ryan kak, aku benar benar sudah tidak mencintainya lagi"
ucap Naya kemudian
Juna mengangguk mengiyakan
"maafkan kakak ya sayang"
sesal Juna lagi
"gak usah sedih gitu kali kak, ini aku suapin kayaknya lebih enak disuapin"
ucap Naya nyengir menyerahkan piring ketangan Juna
Juna menggeleng cengengesan menerima piring dari Naya
"tadi saja menolak"
sindir Juna cekikikan
Naya hanya tersenyum malu malu
Juna pun menyuapinya dengan telaten.
"kak langkah selanjutnya kamu mau gimana kak?? kamu mau pulang kerumah?? apakah aman kak pasti mantan suamimu akan bikin ulah lagi kak"
tanya Tata memberikan banyak pertanyaan pada Naya
Naya pun tercekat benar apa yang dikatakan Tata bahwa hidupnya tidak lagi aman mantan suaminya pasti tidak akan menyerah begitu saja.
"aku harus bagaimana ya?? aku juga bingung"
jawab Naya bingung
"kalau begitu kamu tinggal dirumah ibu saja Nay biar nanti kakak yang minta izin ke bapak dan ibumu"
saran Juna
"tidak tidak aku tidak mau ngrepotin ibu kak Juna, bairkan aku menghadapinya saja kak"
pinta Naya
"tapi Nay kakak khawatir sama kamu sayang kakak gak mau kamu kenapa napa"
jawab Juna khawatir
"kak Juna akan selalu ada disisiku kan jadi kakak gak usah khawatir aku juga tidak akan takut kak, aku akan mencoba menghadapi semuanya"
ucap Naya lagi
huft
Juna mengela nafas pasrah
" ya sudah terserah kamu, tapi kamu janji ya kalau ada apa apa kamu harus kasih tau kakak"
pinta Juna
Naya mengangguk mantap
"kak kamu itu ya bener bener nekat"
gerutu Tata masih terdengar ditelinga Naya dan yang lainnya
"Ta doain saja semoga akan baik baik saja"
__ADS_1
ucap Naya nyengir.
"terserah"
jawab Tata kesal
sepulang kerja apa yang dikatakan Tata benar terjadi Ryan dan keluarganya sudah berada di rumah orang tua Naya
"ayo kita masuk sayang"
ajak Juna pada Naya
Naya diantar pulang Juna karna khawatir
Naya pun mengangguk mengiyakan
"assalamuaikum"
ucap Naya dan Juna bersamaan
"waalaikum salam"
jawab yang ada didalam.
"sayang kamu sudah pulang"
ucap Ryan tersenyum tanpa beban
Naya hanya diam saja masuk kedalam rumah sedangkan Juna ikut duduk di ruang tamu bersama yang lainnya.
"kamu sampai sekarang masih betah sama Naya"
ucap ibu Ryan sewot
Juna hanya diam saja tidak menanggapi ocehan ibu Ryan.
"sudah bu jangan bikin masalah, kita disini untuk rujuk dengan Naya"
pinta Ryan pada ibunya agar tidak bikin ribut
"pak tolong biarkan kami kembali pak demi Malik"
pinta Ryan pada bapak Naya
"kita tunggu Naya saja Yan dia yang berhak atas kehidupannya"
jawab bapak Naya
Ryan menghela nafas kasar karna tau akan jawaban mantan istrinya tersebut.
"bu panggil Naya suruh kesini"
perintah bapak Naya pada sang istri
ibu Naya pun mengangguk dan berlalu memanggil anak perempuannya.
tok tok
"Nay ibu masuk ya nak??"
ucap ibu Naya
ceklek
"monggo bu"
Naya mempersilahkan ibunya masuk kekamarnya dan menguncinya kembali
"Nay Ryan minta rujuk nak demi Malik katanya, apa kamu bersedia sayang"
ucap ibu Naya membelai lembut tangan anak gadisnya duduk dipinggiran ranjang
"aku tidak mau bu, aku lebih nyaman sendiri, Naya sudah menolaknya tadi bu tapi benar apa kata Tata mas Ryan belum akan menyerah"
jawab Naya memberitahu
ibu Naya mengerutkan alisnya
wajah yang ayu dulunya sudah berubah keriput karna termakan usia
"maksudnya??"
tanya ibu Naya bingung
Naya pun menceritakan kedatangan mantan suaminya kepabrik dari awal sampai akhir
ibu Naya terkejut mendengarkan cerita anak gadisnya
tanya ibu Naya heran mantan menantunya berani berbuat nekat
Naya mengangguk mengiyakan
"untung ada Juna Nay kalau tidak bagaimana nasib kamu nak"
ucap ibu Naya membelai wajah cantik anaknya
"makanya itu bu kak Juna nganterin aku pulang karna sudah memprediksinya, tapi ini masih belum berakhir bu pasti keluarga mas Ryan akan selalu bikin masalah Naya bingung harus gimana bu takut mas Ryan nekat lagi bu"
keluh Naya khawatir
"ibu juga tidak tau nak, gimana ya?? ibu juga bingung Nay"
jawab ibu Naya kebingungan.
"sebenarnya kak Juna menawarkan Naya tinggal dirumah ibunya bu karna kak Juna tinggal diapartemennya tapi aku gak enak bu harus ngrepotin keluarga kak Juna terus, menurut ibu gimana ya bu??"
Naya meminta solusi
"itu ide bagus sih nak tapi gak enak ngrepotin terus kalau kamu ngekos itu lebih bahaya, nanti saja minta saran bapakmu saja, sekarang kita keluar dulu hadapi bersama Nay"
jawab ibu Naya
Naya pun mengangguk dan ikut keluar bersama ibunya
Naya duduk disamping ibu dan bapaknya
"Nay Ryan mengajakmu rujuk nak, apa kamu mau rujuk dengannya??"
tanya bapak Naya
"Naya tidak mau rujuk sama mas Ryan pak, Naya masih ingin sendiri"
jawab Naya mantap
"Nay tolong beri aku kesempatan, aku akan memperbaiki semuanya"
pinta Ryan
"mas aku sudah tidak mencintamu lagi mas, jadi aku mohon jangan ganggu aku lagi"
ucap Naya bangkit dari duduknya
Ryan dengan cepat memegang pergelangan Naya tapi langsung ditepis oleh Juna
"jaga sikapmu mas"
ucap Juna dingin
"jangan ikut campur urusan rumah tanggaku"
jawab Ryan ketus
"sekarang Naya tanggung jawab saya jadi apa yang jadi urusan Naya urusan saya juga"
Juna memberitahu
"mas aku mencintai kak Juna jadi tolong biarkan aku bahagia bersamanya"
ucap Naya tegas
"Nay apa kamu serius?? apa kamu tau siapa dia sebenarnya?? kenapa kamu main jatuh cinta saja dengannya, apa kamu sadar dengan apa yang kamu katakan??"
tanya Ryan menatap lurus wajah mantan istrinya
"aku serius dan sadar akan ucapanku mas Ryan, sekarang kamu sudah tau kan mas, jadi silahkan keluar dari rumah ini, disitu pintu keluarnya"
ucap Naya tegas tangannya menunjuk kearah pintu rumahnya
"Naya kamu terlaluan ya sudah bagus anakku masih mau menerimamu tapi perlakuanmu benar benar ya tidak sopan"
celetuk ibu Ryan geram
"salahkan anakmu bu Jum kenapa anakku tidak mau kembali lagi dengannya, seharusnya kalian intropeksi diri bukan mala menyalahkan orang lain"
jawab ibu Naya tidak kalah geram.
"lebih baik kalian pulang daripada kesini bikin masalah"
usir ibu Naya
__ADS_1
"saya akan pergi, jangan menyesal kamu menolak anakku"
ucap ibu Ryan lagi dan menyeret tangan anaknya yang masih mematung ditempat.
"bu lepaskan aku, aku akan membujuknya lagi bu"
pinta Ryan pada ibunya
"kamu tidak lihat mereka menolakmu hahh, apa kamu tuli Yan?? ibu akan carikan calon untukmu kamu tidak usah khawatir dengan itu"
jawab ibu Ryan kesal dengan anaknya yang susah diajak pulang
ibu Naya dengan cepat menutup pintu rumahnya saat Ryan dan ibunya sudah keluar dari rumahnya
huftttt
"lega orang itu sudah pergi semua"
ucap ibu Naya lega
"maaf ya nak Juna kamu kesini lihat adegan tadi"
ucap ibu Naya lagi
"iya bu tidak apa apa yang penting Naya tidak kenapa napa"
jawab Juna sopan
"ibu bisa galak juga ya ternyata, kirain galaknya ke anak anak ibu doang"
celetuk Naya pada ibunya.
" bisa lah apa lagi orngnya bentuk kayak tadi bikin tanduk ibu muncul"
jawab ibu Naya cengengesan
bapak Naya hanya menggeleng geleng dengan tingkah istrinya
"ayo makan dulu udah ibu siapin"
ajak ibu Naya
"iya bu"
jawab Naya dan Juna mengikuti langkah ibu bapak Naya
mereka menikmati makan bersama dirumah orang tua Naya.
selesai makan Juna pun pamit pulang kerumahnya setelah memastikan orang suruhannya datang mengintai disekitar rumah pujaan hatinya Juna pun pulang keapartemennya
***
keesokan harinya Juna mendapat laporan dari orang suruhannya bahwa dikediaman orang tua masih aman aman saja dan Juna pun masih menyuruh untuk tetap memantaunya
Juna memutuskan untuk mengantar jemput Naya berangkat kerja
tin tin
klakson mobil Juna berbunyi menandakan ia datang
Naya yang tau mobil Juna datang pun keluar rumah untuk menyambutnya
Juna pun turun dari mobilnya dan masuk kerumah orang tua Naya
"assalamualaikum belahan jiwaku"
ucap Juna tersenyum ceria
"waalaikum salam"
jawab Naya ikut tersenyum cengengesan
"ayo masuk dulu kak bentar ya aku pakai hijab ku dulu"
pinta Naya Juna hanya mengangguk dan duduk diruang tamu yang ditemani bapak Naya.
"ayo nak Juna sarapan dulu kamu pasti belum makan kan??"
tanya ibu Naya keluar dari ruang tengah menarik lengan Juna untuk sarapan bersama
Juna pun menurut dan duduk dimeja makan rumah Naya
Naya yang sudah selesai memakai hijabnya pun ikut duduk dimeja makan dan mengambilkan nasi dan lauknya untuk Juna dan Juna pun menikmati sarapan pagi bersama keluarga Naya.
selesai sarapan Naya dan Juna berpamitan untuk berangkat ke pabrik.
"kak padahal aku gak papa berangkat sendiri atau bersama Tata, kakak jadi capek kalau harus antar jemput aku kak"
ucap Naya manja
Juna tersenyum melihat tingkah manja Naya dan kembali fokus menyetir.
"gak papa sayang, buat kamu apa sih yang enggak"
goda Juna mencolek hidung pesek Naya
"gomballl"
jawab Naya tersenyum.
"tapi suka kan??"
tanya Juna menaik turunkan alisnya
"apaan sih mana ada"
kilah Naya cengengesan
tidak lama mobil Juna memasuki parkiran pabrik dan Naya pun turun Juna pamit kekantor setelah menitipkan pujaan hatinya ke Bagas dan Tata
"kak jalan jalan yuk boring pengen healing"
ucap Tata berharap
"jalan kemana Ta aku juga bingung"
jawab Naya
"ke Guci yuk kak?? besok kan jum'at"
saran Tata
"boleh coba nanti kita bilang ke kak Juna dan mas Bagas jangan lupa mbak Intan diajak sekalian"
Naya mengingatkan
"sippp"
jawab Tata semangat
mereka pun menyibukkan diri dengan pekerjaannya
**
sore menjelang pulang Juna kembali menjemput pujaan hatinya
"kak Tata ngajak healing ke Guci, gimana menurut kakak mau gak??"
tanya Naya saat diperjalanan pulang
"boleh tapi gimana denganmu?? kamu mau??"
tanya balik Juna
Naya mengangguk tanda mau
"ok besok kita berangkat ke Guci bersama sama, nanti kakak minta izin ke bapak ibu ya"
jawab Juna
Naya mengangguk semangat.
saat sampai halaman rumah, Naya dan Juna pun turun masuk kedalam rumah orang tua Naya untuk meminta izin membawa anak gadisnya bertamasya ke Guci Tegal Jawa Tengah
setelah mendapat izin dari orang tua Naya Juna pun pamit pulang kerumah tidak lupa Juna mengajak Ridwan adik Naya untuk ikut ke Guci.
sampai diperjalanan Juna menghubungi Bagas untuk mengkonfirmasikan keberangkatan mereka ke Guci
panggilan terhubung
"ada apa Jun??"
tanya Bagas setelah mengucap salam
"ini Naya dan Tata ingin ke Guci besok bisa gak??"
tanya Juna memastikan
"ya tadi Tata udah ngomong, berangkat pulang kerja ya langsung cuss"
__ADS_1
saran Bagas